Bahan Alami yang Cocok Digunakan untuk Kulit Wajah Kering

Bahan Alami yang Cocok Digunakan untuk Kulit Wajah Kering

Banyak faktor yang menyebabkan kulit wajah kering seperti faktor lingkungan, kesalahan penggunaan kosmetik, hingga kondisi akibat penyakit tertentu. Jika dibiarkan terus menerus tanpa perawatan, risiko iritasi dan luka di kulit wajah kering bisa saja terjadi. Selain itu, kulit wajah kering membuat pengaplikasian kosmetik tidak optimal.

Perawatan menggunakan bahan alami bisa menjadi solusi alternatif untuk melembabkan wajah kering. Bahan-bahannya mudah didapatkan serta harganya relatif murah.    

  1. Minyak zaitun

Minyak yang sangat terkenal sebagai bahan pengobatan di wilayah Mediterania ini memiliki banyak khasiat seperti sumber antioksidan, lemak pelarut vitamin A, D, E, dan K, anti-bakteri, serta sebagai pelembab kulit. 

Wajah sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar bebas dari kotoran, lalu oleskan minyak zaitun secara merata. Sebuah studi menyebutkan bahwa penggunaan sunscreen setelah pengaplikasian minyak zaitun akan memaksimalkan efek antioksidan di kulit. 

Masker minyak zaitun bisa dibuat dengan mencampurkan bahan alami lain seperti putih telur, madu, atau oat agar semakin menambah efek lembut dan hidrasi pada wajah.

Anda perlu memilih minyak zaitun dengan kualitas terjamin. Sebab, sebanyak 73% produk extra-virgin olive oil yang terkenal di Amerika Serikat terbukti tidak memenuhi standar. 

  1. Minyak kelapa

Minyak kelapa mampu menghidrasi kulit kering. Sebuah penelitian membandingkan minyak kelapa dengan mineral oil yang biasa digunakan sebagai bahan pelembab. Setelah 2 minggu pemakaian, hasil menunjukkan bahwa minyak kelapa memiliki efektivitas yang sama dengan mineral oil.

Minyak kelapa juga mampu menghaluskan tekstur kulit bersisik dan gatal pada penderita eksim. Menjaga kulit tetap terhidrasi sama dengan menjaga skin barrier sehingga melindungi kulit dari bakteri dan mencegah luka eksim. Pilih minyak kelapa dengan jenis virgin coconut oil untuk perawatan kulit kering

  1. Alpukat

Kandungan vitamin E, potassium, lechitin, dan nutrisi lain pada alpukat dapat melembabkan kulit wajah kering. Lapisan terluar kulit mampu dengan mudah menyerap nutrisi yang terdapat dalam alpukat serta membantu membentuk kulit baru.

Cara penggunaannya cukup mudah, Anda hanya perlu menyiapkan buah alpukat. Lalu ambil dagingnya dan aplikasikan ke wajah dengan cara dipijat. Diamkan selama 15 menit lalu bilas menggunakan air hangat. 

Jika Anda menginginkan kepraktisan, gunakan produk minyak alpukat kemasan sebagai masker dan diamkan selama satu malam. Bilas saat pagi hari. 

Untuk kulit kering dengan tingkat keparahan tinggi, campurkan daging alpukat yang telah dihancurkan dengan minyak zaitun. Aplikasikan ke wajah sebanyak 2 kali sehari. Apabila ingin menambahkan aroma wewangian, bisa juga ditambahkan satu atau dua tetes minyak lavender. 

  1. Madu

Dalam perawatan kulit wajah kering, sebaiknya pilih madu mentah tanpa campuran pemanis ataupun lainnya. Kandungan gula alami yang terdapat pada madu mampu meningkatkan kadar air dalam kulit dan mengurangi efek kering di wajah meskipun setelah dibilas.

Sebelum mengoleskan madu ke wajah, pastikan Anda tidak memiliki riwayat alergi. Biasanya alergi madu disertai dengan indikasi alergi lain seperti alergi serbuk sari, seledri, atau racun lebah. Oleh karena itu, apabila Anda terindikasi salah satu dari ketiga alergi tersebut, bisa jadi Anda juga alergi terhadap madu. Cara praktis untuk menguji kulit terhadap alergi madu yakni dengan mengoleskannya ke bagian tubuh yang jarang terlihat. 

  1. Gel aloe vera

Banyak produk perawatan kecantikan yang menggunakan gel aloe vera sebagai bahan dasarnya. Tak hanya kulit kering, gel aloe vera juga bisa digunakan untuk menghidrasi kulit berminyak. Untuk menjaga kelembaban kulit, sebaiknya oleskan gel aloe vera setelah mandi agar mengunci kadar kelembaban kulit. 

Gel aloe vera dapat dicampur dengan minyak zaitun menjadi masker yang cocok untuk kulit super kering. Diamkan masker selama satu malam dan bilas dengan air maka wajah Anda seketika menjadi lembut dan lembab.

Bedanya Dermatitis Kontak Alergi vs Dermatitis Kontak Iritasi

Dermatitis kontak adalah suatu kondisi kulit memerah dan gatal-gatal akibat kontak langsung dengan bahan kimia atau zat alergen tertentu. Meskipun bukan hal yang serius, tapi kondisi ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya. Berdasarkan penyebabnya, dermatitis kontak ada dua jenis, yaitu dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritasi. Untuk mengatasi masalah kulit ini, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab dari munculnya dermatitis kontak yang Anda alami.

Dermatitis kontak iritasi

Dermatitis kontak iritasi sebenarnya lebih sering ditemui dibandingkan dermatitis kontak alergi. Reaksi kulit non-alergi ini terjadi ketika zat merusak lapisan pelindung luar kulit Anda.

Dermatitis kontak iritasi dapat terjadi jika kontak langsung dengan:

  • Bahan kimia yang bersifat asam atau alkali yang dapat membakar kulit, termasuk sabun, deterjen, pelembut kain, pemutih, dan pelarut.
  • Shampo dan pewarna rambut.
  • Penggunaan popok dalam waktu lama.
  • Gulma atau pestisida.
  • Sarung tangan berbahan karet.
  • Zat melalui udara, seperti debu wol dan serbuk gergaji.

Ruam atau reaksi kulit sejenisnya adalah respons terhadap iritasi kulit yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia tersebut. Tingkat keparahan iritasi bergantung pada seberapa banyak dan durasi Anda terkena paparan penyebab iritasi. Selain itu, faktor-faktor yang dapat mempercepat terjadinya reaksi termasuk paparan melalui kulit basah, kulit kering, dan kondisi iklim yang ekstrim.

Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi ketika Anda terkena kontak langsung dengan zat sensitif (alergen) yang dapat memicu reaksi hipersensitivitas di kulit Anda. Biasanya, reaksi hanya terjadi di bagian yang terpapar dengan alergen. Terkadang, zat alergen ini juga bisa masuk ke tubuh Anda melalui makanan, obat-obatan, atau prosedur medis tertentu (dermatitis kontak sistemik).

Munculnya reaksi alergi ini juga dipengaruhi oleh tingkat kekuatan alergen untuk menyerang kulit. Jika alergennya kuat, maka Anda mungkin langsung mengalami gejala dermatitis kontak alergi saat paparan pertama. Namun, jika alergennya lemah, mungkin memerlukan lebih banyak eksposur selama beberapa tahun untuk memicu reaksi alergi.

Agen yang memicu dermatitis kontak alergi, meliputi:

  • Nikel, yang digunakan untuk perhiasan, gesper, dan berbagai item lainnya.
  • Obat-obatan, seperti krim antibiotik dan antihistamin oral.
  • Balsam peru, seperti pada produk parfum, kosmetik, dan obat kumur.
  • Formaldehida, seperti pada pengawet, desinfektan, dan pakaian.
  • Berbagai produk perawatan, seperti deodoran, body wash, pewarna rambut, kosmetik dan cat kuku.
  • Tanaman seperti poison ivy dan mangga, yang mengandung zat alergen urushiol.
  • Zat melalui udara, seperti serbuk sari dan insektisida semprot.
  • Produk yang menyebabkan reaksi ketika berada di bawah sinar matahari (dermatitis kontak fotoalergi), seperti beberapa tabir surya dan obat-obatan oral.
  • Pada anak-anak, bisa juga mengalami dermatitis kontak alergi dari paparan popok, tisu bayi, tabir surya, pakaian dengan kancing atau pewarna, dan sebagainya.

Faktor risiko dermatitis kontak alergi dan iritasi

Orang yang berisiko lebih terkena dermatitis kontak alergi maupun iritasi adalah mereka yang memiliki pekerjaan sebagai:

  • Pegawai perawatan kesehatan dan gigi.
  • Pekerja logam.
  • Pekerja konstruksi.
  • Penata rambut dan ahli kosmetik.
  • Mekanika mobil.
  • Penyelam atau perenang scuba, karena adanya karet pada masker wajah atau kacamata.
  • Pembersih jalanan.
  • Tukang kebun dan pekerja pertanian.
  • Koki dan orang lain yang berhubungan dengan makanan.

Tips mencegah dermatitis kontak alergi dan iritasi

Anda dapat mencegah masalah kulit ini dengan melakukan beberapa tips di bawah ini, seperti:

  • Kenali dan hindari iritan dan alergen Anda.
  • Bersihkan kulit dengan sabun lembut bebas pewangi dan air hangat.
  • Bersihkan pakaian atau barang lain yang mungkin bersentuhan dengan alergen tanaman, seperti poison ivy.
  • Gunakan masker wajah, kacamata, sarung tangan, dan barang pelindung lainnya.
  • Oleskan krim atau gel untuk memberikan lapisan pelindung pada kulit Anda. Misalnya, krim kulit yang mengandung bentoquatam (IvyBlock).
  • Gunakan pelembab secara teratur untuk membantu memulihkan lapisan kulit paling luar dan menjaganya tetap kenyal.
  • Pastikan hewan peliharaan Anda juga dalam keadaan bersih, karena alergen seperti poison ivy dapat menempel pada hewan peliharaan dan menyebar ke manusia.

Dermatitis kontak alergi dan iritasi dapat menyebabkan infeksi jika Anda sering menggaruk area yang terdampak hingga mengalami luka basah dan mengeluarkan cairan. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan yang baik bagi bakteri atau jamur untuk tumbuh dan menginfeksi kulit.

Catatan dari SehatQ

Jika reaksi alergi dan iritasi yang muncul semakin ganas dan parah, maka segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin menyarankan Anda melakukan beberapa pengobatan untuk mengatasi dermatitis kontak alergi atau iritasi yang Anda alami.