8 Manfaat Polenta, Bubur Jagung Khas Italia yang Bisa Anda Coba

Mungkin hidangan yang satu ini masih asing di telinga Anda. Namanya adalah polenta, sajian khas Italia yang terbuat dari tepung jagung yang direbus. Teksturnya seperti bubur, lembut, dengan rasa creamy nanu gurih lagi lezat.

Anda bisa mengkonsumsi polenta dengan tambahan topping berupa keju, sayuran, atau rempah-rempah lainnya.

Mungkin jika dibanding oatmeal, beras, atau quinoa, polenta jelas kalah populer untuk santapan menu sarapan. Padahal, makanan ini juga menawarkan nutrisi dan manfaat yang tidak kalah banyaknya.

Manfaat Polenta untuk Kesehatan

Jagung memang merupakan salah satu bahan baku makanan yang bisa menjadi pilihan pengganti karbohidrat. Oleh karena itulah, polenta ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi. Apa saja?

  1. Mengandung Tinggi Karbohidrat Kompleks

Jagung yang terkandung di dalam polenta berbeda dengan jagung manis yang biasa kita temukan. Jagung dalam polenta ini lebih tinggi karbohidrat kompleksnya. Mekanan yang mengandung karbohidrat kompleks ini dalam proses perncernaannya lebih pelan sehingga membuat seseorang akan merasa kenyang lebih lama dan memberikan energi.

Mengonsumsi karbohidrat dalam jagung juga dapat mengendalikan kadar gula darah dan insulin. Sebab, karbohidrat dalam jagung mengandung amylose yang dikenal resistant starch.

  • Kaya Antioksidan

Makanan ini juga kaya akan antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif. Kandungan yang menonjol dalam polenta ini salah satunya adalah carotenoids dan phenolic yang membuat jagung berwarna kuning. Carotenoids dan phenolic inilah yang bermanfaat menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, demensia, dan menurunkan risiko penyakit mata akibat penuaan.

  • Baik untuk Kadar Gula Darah

Perlu diketahui bahwa polenta tidak menyebabkan gula darah melonjak drastis karena mengandung indeks glikemik 68. Kandungan glycemic load pada polenta juga tidak terlalu tinggi sehingga gula darah tetap stabil.

Namun, jika Anda menderita diabetes, tetap harus membatasi konsumsi polenta. Penderita diabetes hanya diperbolehkan konsumsi 3/4 porsi saja. Agar lebih sehat dan menyeimbangkan kadar gula, sebaiknya tambahkan sayuran atau daging saat konsumsi polenta.

  • Gluten-free

Menu gluten-free lain yang bisa menjadi pilihan buat Anda adalah polenta. Beberapa produk polenta ada yang diolah bersamaan dengan makanan yang mengandung gluten. Sehingga hal ini akna menyebabkan adanya risiko kontaminasi. Oleh karena itu Anda harus jeli dan teliti membaca label nutrisi pada kemasannya.

  • Mengandung Vitamin A

Polenta juga mengandung vitamin A yang baik bagi sistem kekebalan tubuh. Di mana vitamin A ini akan menjaga epitel atau jaringan tubuh yang melapisi paru-paru, lapisan pembuluh darah, kulit, dan saluran pencernaan.

Fungsi vitamin A ini adalah untuk menjaga epitel dari bakteri atau mikroorganisme lain yang menjadi penyebab penyakit masuk ke tubuh.

  • Rendah Lemak

Polenta memang pada dasarnya adalah makanan yang mengandung rendah lemak dan cenderung aman dikonsumsi untuk orang yang sedang menjalani diet rendah lemak. Akan tetapi, ini akan bergantung pada bagaimana cara Anda mengolah polenta ini. Misalnya dengan tidak menggunakan lemak jenuh tambahan saat mengolahnya. Sebab, ini akan membuat manfaat polenta akan berkurang.

  • Polenta Mengandung Protein

Seperti yang disebutkan bahwa komponen utama dari polenta adalah karbohidrat. Namun, polenta juga mengandung portein, lho. Protein sudah jelas memiliki banyak sekali manfaat dalam proses metabolisme tubuh dan pembentukan struktur dalam tubuh.

Selain itu, protein juga berfungsi membentuk enzim, neurotransmitter, dan hormon, serta mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh.

  • Mengandung Mineral Penting Lain

Perlu diketahui juga bahwa polenta mengandung mineral-mineral penting seperti zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, zinc, hingga natrium. Ada juga vitamin B dan E yang ditemukan dalam jumlah yang kecil dalam polenta. Mineral-mineral esensial ini berguna untuk menjaga kepadatan tulang dna menyeimbangkan kadar cairan tubuh.

Ini Perbedaan Apel Malang dan Apel Fuji

Kalori apel fuji cenderung berbeda-beda tergantung ukurannya

Apel merupakan salah satu buah yang disukai banyak orang, selain karena memiliki rasa yang enak, buah ini juga kaya akan manfaat kesehatan. Berbagai jenis apel, mulai dari apel malang hingga apel fuji memiliki ciri khas dan manfaat masing-masing. Bahkan, dokter menyarankan agar seseorang mengonsumsi buah ini setiap harinya.

Buah apel dikenal memiliki kandungan nutrisi yang melimpah, kandungan yang menguntungkan bagi tubuh manusia. Apel nyaris tak mengandung lemak dan rendah kalori, meski demikian buah ini tetap kaya akan antioksidan, flavonoid, serat, air, vitamin C, pektin dan asam ursolat. Selain itu, buah ini juga mengandung karbohidrat, vvitamin A, vitamin K dan folat.

Beda Apel Malang dan Apel Fuji

Rasa dan bentuknya yang khas juga membuat buah ini menjadi favorit banyak orang di dunia, jenis apel pun sangat beragam mulai dari yang terkenal di Indonesia, apel malang hingga dari luar yakni Fuji Apple. Fuji Apple biasanya berwarna merah muda atau pink yang merata di seluruh bagian buah, sangat menarik untuk coba dinikmati.

Ada pula Golden Apple merupakan jenis apel dengan warna kuning yang berukuran sedang diameter kurang lebih 67 sentimeter, Juliet Organic merupakan varietas apel premoum yang dibudidayakan secara organic berkulit merah dan kekuningan, kemudian Pink Lady Apple berwarna merah mudah dan kemerahan merona dengan perlakuan khusus sejak penanaman sampai pemetikan.

Apel jenis Fuji dan Malang sekilas memang terlihat sama, namun kedua jenis buah apel ini tentu memiliki perbedaan dan karakteristik tersendiri. Kedua jenis apel ini mudah dibedakan secara tampilan yakni melalui warna kulitnya. Fuji Apple memiliki warna merah yang tampak di hampir seluruh permukaan kulitnya.

Apel jenis ini dikembangkan di Jepang sejak era 1930-an dan merupakan hasil seleksi dari persilangan antara Red Delicious dan Ralls Janet, ketika pertama kali diperkenalkan apel ini langsung menjadi favorit dan bahkan populer di Jepang. Tak hanya di negara asalnya, apel ini juga populer di Korea, Cina dan Amerika Serikat.

Cita rasa yang lezat dan kandungan antioksidan tinggi di dalamnya membuat apel ini menjadi salah satu favorit. Sementara apel Malang lebih didominasi warna hijau dengan semburat warna merah di beberapa bagian apel. Jenis yang satu ini didatangkan oleh Belanda di masa penjajahan, tepatnya pada tahun 1962.

Apel Malang merupakan buah dari teknik budidaya menggunakan teknologi yang semakin maju, hasilnya perkembangan dari apel ini semakin pesat dan mulai dikenali pecinta apel dunia dengan sangat mudah. Namun, perlu diketahui satu hal mengenai apel ini karena memiliki kulit yang sedikit tebal dan berbeda dari jenis apel yang lain.

Untuk itu, sebaiknya memotong apel Malang menjadi beberapa bagian sebelum dikonsumsi, tak heran jenis apel ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan masakan ketimbang apel Fuji. Misalnya digunakan untuk membuat apple pie atau sup apel. Terlepas dari perbedaan kedua jenis apel ini, baik Fuji maupun Malang memiliki kandungan yang sangat baik untuk kesehatan.

Salah satunya untuk memelihara kesehatan usus, apel kaya akan serat larut dan tidak larut yang membantu melancarkan buang air besar. Untuk mendapatkan manfaatnya, disarankan untuk mengonsumsi buah dengan kulitnya karena bagian ini banyak mengandung antioksidan dan selain kandungan pektin yang memberi nutrisi bagi bakteri di dalam saluran pencernaan.