Hal-hal Umum Obat Lapisiv Sirup

Lapisiv Sirup

Barangkali di antara pembaca ada yang belum tahu apa itu obat lapisiv sirup. Nah jika memang demikian, maka tak salah jika anda meluangkan waktu kurang dari lima menit untuk membaca artikel singkat ini yang hendak membahas hal-hal umum mengenai obat tersebut. 

Secara umum, lapisiv sirup merupakan obat yang banyak mengandung berbagai macam zat. Hal ini bisa dilihat dari komposisi obat tersebut. Dikutip dari berbagai sumber yang membahas obat, dikatakan bahwa tiap 5 ml lapisiv sirup mengandung diphenhydramine HCl 12.5 mg, dan dextromethorphan HBr 7.5 mg. 

Di samping itu, tiap 5 ml lapisiv sirup juga mengandung phenylpropanolamine HCl 6 mg, ammonium Chloride 100 mg, glyceryl guaiacolate 75 mg, Natrium citrate 50 mg, dan menthol 0.75 mg. 

Tentu saja kandungan tersebut berkaitan erat dengan manfaat yang bisa diperoleh pasien yang mengonsumsinya. Adapun obat lapisiv sirup ini bisa digunakan untuk meringankan sakit batuk dan flu yang disertai dengan alergi. Sementara dari segi golongan, obat yang satu ini termasuk obat bebas terbatas. 

Jika di antara pembaca ada yang mengalami flu dan batuk yang disertai alergi, maka lapisiv sirup bisa menjadi obatnya. Namun, cara pemakaiannya juga tidak boleh sembarangan. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, dosis obat ini untuk orang dewasa dan remaja atau lebih dari 12 tahun adalah 10 ml, serta diminum sebanyak tiga sampai empat kali dalam sehari. 

Sedangkan dosis untuk anak antara dua sampai enam tahun adalah 2.5 ml dan diminum sebanyak tiga sampai empat kali dalam sehari. Namun ada dosis yang berbeda jika diperuntukan untuk anak nan berusia antara enam sampai dua belas tahun. Bagi anak di rentang umur itu, maka dosisnya adalah 5 ml dan dapat diminum tiga sampai empat kali dalam sehari. 

Akan tetapi, dalam penggunaannya, pasien juga harus mematuhi petunjuk yang biasanya tertera dalam kemasan. Di samping itu, aturan pakainya juga harus berdasarkan keterangan dokter atau apoteker. Hal ini harus dilakukan meskipun lapisiv sirup masuk ke dalam kategori obat yang bisa dikonsumsi tanpa resep. 

Lebih lanjut, dalam mengonsumsinya para pasien juga harus tetap hati-hati. Pasalnya, lapisiv sirup bisa juga memunculkan efek samping. Hal ini disampaikan merujuk keterangan berbagai sumber. Dari sumber yang sama dikatakan bahwa efek samping lapisiv sirup setidaknya ada empat, yaitu pusing, mulut kering, ruam kulit, dan rasa kantuk. 

Perhatian khusus lainnya untuk obat ini adalah bahwa lapisiv sirup tidak boleh digunakan bagi mereka yang mengalami hipertensi, hipertiroid, penyakit jantung koroner, nefropati, dan sedang mendapat terapi MAOI. Oleh karena itu, bagi anda yang ingin mengonsumsinya ada baiknya mencari tahu lebih dulu apakah anda dalam kondisi itu atau tidak. 

Dari penjelasan di atas, kita sudah ketahui bersama apa saja kandungan yang ada di dalam obat lapisiv sirup. Meskipun obat yang satu ini bisa mengatasi flu dan batuk disertai alergi, tapi para penggunanya juga harus tetap waspada karena lapisiv sirup bisa memunculkan efek samping. Di sisi lain, walaupun bisa digunakan tanpa resep, tapi aturan pakainya tetap harus berdasarkan ketentuan yang berlaku atau catatan dari dokter dan apoteker. 

Demikian hal-hal umum yang bisa disampaikan mengenai obat lapisiv sirup. Besar harapan artikel yang singkat ini bisa membantu pembaca dalam mencari tahu apa dan bagaimana kegunaan obat tersebut. Akhir kata, jauh lebih bijak bila kita melakukan pencegahan terhadap suatu penyakit daripada harus mengobatinya.

Manfaat Holisticare Ester C untuk Tubuh

holisticare

Biasanya, suplemen vitamin C akan memicu asam lambung. Namun hal itu tidak akan terjadi jika kamu mengonsumsi Holisticare Ester C. Bentuk vitamin yang dipatenkan ini terdiri dari kandungan utama kalsium askorbat yang merupakan bagian garam yang berasal dari asam askorbat atau vitamin C. 

Efek Ester-C pun pernah diteliti terhadap orang-orang yang punya sensitivitas terhadap makanan asam. Dari penelitian yang dilakukan pada 2006 ini, didapati kalau potensi Ester-C dalam menyebabkan efek samping epigastrik lebih sedikit ketimbang vitamin C biasa. Epigastrik biasa terjadi karena masalah pencernaan seperti refluks asam, intoleransi laktosa, dan GERD. Penelitian ini menunjukkan bila orang yang sensitif asam punya toleransi terhadap Ester-C. 

Manfaat Holisticare Ester C

Melindungi dari Bahaya Radikal Bebas

Vitamin C dikenal sebagai salah satu zat yang memiliki sifat antioksidan, selain vitamin E, selenium, zinc, dan lainnya. Sifat tersebut punya peran besar dalam melawan radikal bebas sebagai partikel berbahaya yang dihasilkan dari sisa perubahan makanan ke energi. Partikel ini juga terbentuk saat berolahraga atau ketika terkena terpaan asap rokok, polusi udara, dan sinar matahari.

Radikal bebas menjadi ancaman bagi tubuh karena beberapa kapabilitasnya dalam:

  • Merubah struktur DNA
  • Membuat lemak jahat LDL terperangkap di dinding pembuluh arteri
  • Mengganti membran sel

Jumlah radikal bebas yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan reaksi stres oksidatif, yang mana dapat merusak sel-sel sehingga memicu penyakit kronis

Itulah mengapa tubuh memerlukan antioksidan. Bentuk pertahanan tubuh ini terlibat dalam sistem perbaikan DNA dan perlindungan kesehatan sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Mencegah Kekurangan Vitamin C

Kebutuhan tubuh akan pemenuhan vitamin per harinya sangatlah penting. Apalagi vitamin C tergolong sebagai vitamin esensial yang tidak bisa diproduksi tubuh. Dan, walaupun vitamin C serta vitamin dan mineral lainnya tergolong sebagai mikronutrien (nutrisi yang diperlukan dalam jumlah sedikit), kurangnya nutrisi dasar ini bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Defisiensi vitamin C dapat menyebabkan beberapa reaksi negatif pada tubuh, mulai dari yang tingkat sedang hingga serius. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Kelelahan dan badan melemah
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kulit mudah memar
  • Bintik-bintik kecil seperti memar berwarna merah kebiru-biruan di kulit
  • Kulit kering
  • Rambut bercabang
  • Gusi membengkak dan mengalami perubahan warna, diikuti perdarahan yang tiba-tiba
  • Mimisan
  • Penyembuhan luka yang buruk
  • Permasalahan melawan infeksi
  • Gigi copot
  • Berat badan turun

Kekurangan vitamin C yang tidak segera ditangani dapat memperkeruh kondisi tubuh. Permasalahan yang berkepanjangan ini pun dapat memicu sesak nafas, kelainan saraf, demam, hingga kejang-kejang. 

Membantu Penyerapan Zat Besi di Tubuh

Zat besi sama pentingnya bagi tubuh seperti halnya vitamin C. Mineral yang terdapat di dalam darah ini berperan sebagai komponen yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, ia juga dapat menyingkirkan zat buangan seperti karbon dioksida yang dibawa keluar oleh paru-paru ketika kita menghembuskan nafas. 

Kekurangan zat besi dapat menimbulkan masalah anemia. Kondisi ini menyebabkan letih, kulit pucat, pening, dan peradangan di lidah. Vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi secara efisien sehingga masalah anemia atau defisiensi zat besi dapat dihindari. 

Kemampuan vitamin C ini diperlukan, terlebih untuk penyerapan zat besi yang berasal dari sumber makanan nabati. Tubuh biasanya akan kesulitan sendiri ketika menyerap zat besi dari pangan nabati daripada sumber makanan berupa daging. 

Laman Michigan State University mengungkapkan bila sumber alami vitamin C tidak selalu menyediakan efek yang besar dalam penyerapan zat besi. Bahkan, terkadang penyerapan vitamin C dari buah semisal anggur bisa memberikan efek penyerapan yang sama dengan vitamin C dalam bentuk suplemen. 

Mendukung Produksi Kolagen

Vitamin C dikenal sebagai faktor penting dalam pembentukan kolagen. Zat kolagen ini merupakan protein di tubuh yang memiliki fungsi penting dalam menyediakan struktur kulit, tulang, tendon, dan sebagai perekat bagian tubuh lainnya.

Kolagen merupakan komponen dasar bagi kesehatan kulit. Ia dapat meningkatkan penampilan dan elastisitas kulit. Kurangnya kolagen dalam kulit jadi alasan mengapa seseorang mengalami tanda penuaan seperti kulit yang tidak kencang dan munculnya tanda lain seperti kerutan. 

Hubungan vitamin C dengan pembentukan kolagen inilah yang membuatnya jadi vitamin khusus pemeliharaan kulit. Konsumsi vitamin C atau pemberian produk topikal pada kulit pun dapat memberi manfaat bagi sel kulit. Selain itu, beberapa studi juga memperlihatkan kalau vitamin C dapat membatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar UV. Walaupun, kemampuan tersebut tidak seefektif bila menggunakan sunscreen. 

Demikian manfaat holisticare ester C yang bisa dirasakan. Semoga menambah wawasanmu.