Temukan Berbagai Manfaat Obat Kumur Hexadol

Obat kumur Hexadol memang bukan pengganti sikat gigi dan flossing setiap hari, namun penggunaan obat kumur dapat menjadi tambahan yang bermanfaat untuk rutinitas kebersihan mulut harian bagi sebagian orang. Seperti pembersih interdental, obat kumur Hexadol menawarkan manfaat yang tidak mudah dijangkau oleh sikat gigi. 

Anda sebaiknya tidak memberikan obat kumur untuk anak yang masih berusia di bawah usia 6 tahun. Anak memiliki refleks menelan yang sangat berbahaya jika terjadi. Apabila anak terlanjur menelan obat kumur, maka efek yang mungkin terjadi antara lain, muntah, mual, hingga keracunan, karena obat kumur mengandung alkohol. Di lain sisi, obat kumur Hexadol memiliki banyak manfaat tidak terduga lain yang bisa didapatkan seperti berikut.

1. Osteitis Alveolar (soket kering)

Osteitis alveolar (AO), dikenal sebagai soket kering, yang merupakan kondisi pasca operasi setelah menjalani prosedur pencabutan gigi, terutama yang terjadi di bagian gigi molar ketiga. AO umumnya terjadi akibat lepasnya bekuan fibrin yang terbentuk setelah ekstraksi. Namun, umumnya kondisi ini terjadi akibat bakteri yang menyebabkan dekomposisi bekuan darah, mengganggu stabilitasnya. 

AO dapat membuat Anda merasa sakit terutama di sekitar lokasi ekstraksi selama 2 hingga 3 hari setelah prosedur berlangsung. Penggunaan antibiotik, seperti obat kumur Hexadol efektif untuk pencegahan AO setelah ekstraksi molar ketiga. 

2. Bau mulut

Senyawa sulfur volatil (VSC) merupakan faktor utama yang menyebabkan munculnya bau tidak sedap pada mulut. Bau mulut bisa muncul karena berbagai pemicu seperti akibat adanya kerusakan gigi, makanan tertentu, plak gigi hingga bakteri yang menyebabkan penyakit mulut. Obat kumur Hexadol dapat menutupi bau mulut sementara dan memberikan rasa yang menyenangkan, tetapi tidak memiliki efek pada bakteri atau VSC. 

Obat kumur memiliki kandungan terapeutik seperti antimikroba, yang efektif mengurangi bau tidak sedap pada mulut dalam jangka panjang. Antimikroba yang terdapat di dalam obat kumur antara lain, cetylpyridinium klorida, klorin dioksida, klorheksidin dan minyak esensial. Selain itu, kandungan lain di dalam obat kumur yang efektif mencegah bau mulut antara lain garam seng, terpene, keton dan ionone.

3. Plak dan gingivitis

Obat kumur mengandung bahan seperti antimikroba cetylpyridinium dan chlorhexidine yang telah terbukti mampu mengurangi pertumbuhan plak dan gingivitis. Supaya mendapatkan hasil maksimal, Anda dapat kombinasikan dengan rutin menyikat gigi dan melakukan flossing setiap hari. 

Sementara beberapa penelitian telah menemukan bahwa chlorhexidine mencapai kontrol plak yang lebih baik daripada minyak esensial, tidak perbedaan diamati sehubungan dengan kontrol gingivitis. Cetylpyridinium dan chlorhexidine dapat menyebabkan pewarnaan coklat pada gigi, lidah dan restorasi.

4. Kerusakan gigi

Ion fluoride, merupakan salah satu kandungan obat kumur yang efektif mendorong remineralisasi. Sebuah tinjauan sistematis Cochrane menemukan bahwa penggunaan obat kumur yang mengandung fluoride secara teratur mengurangi kerusakan gigi pada anak-anak, terlepas dari paparan sumber fluorida lain yaitu, air berfluoride atau pasta gigi yang mengandung fluorida.

5. Pereda nyeri topikal

Obat kumur mengandung anestesi lokal topikal seperti lidokain, hidroklorida, diklonin hidroklorida, benzokain/butamin/tetrakain atau fenol. Selain itu, natrium hyaluronate, polivinilpirolidin, dan asam glisirrhetinat dapat bertindak sebagai penghalang untuk meredakan nyeri sekunder akibat oral, esi, seperti borok aphthous

6. Pemutih

Obat kumur efektif mengurangi noda ekstrinsik akibat penumpukan karbamid peroksida atau hidrogen peroksida. Obat kumur Hexadol dapat memutihkan gigi yang juga mungkin mengandung 1,5 hingga 2 persen hidrogen peroksida. Satu studi menemukan bahwa 12 minggu penggunaan obat kumur yang mengandung hidrogen peroksida dalam rentang konsentrasi ini mencapai perubahan warna yang sama seperti yang dicapai dengan penggunaan 10 persen gel pemutih karbamid peroksida selama 2 minggu.

7. Xerostomia

Xerostomia adalah pengurangan jumlah air liur yang membasahi selaput lendir mulut. Kurangnya air liur meningkatkan risiko karies, obat kumur Hexadol yang mengandung fluoride dapat membantu mereka yang menangani masalah ini. Namun, karena alkohol dapat mengeringkan, mungkin bijaksana untuk merekomendasikan obat kumur bebas alkohol. Obat kumur yang mengandung enzim, turunan selulosa dan/atau musin hewan dapat meniru komposisi dan rasa air liur dan dapat memberikan bantuan tambahan dari gejala yang terkait dengan xerostomia.

4 Daftar Dokter Gigi Anak Terbaik di Jakarta Selatan

Memeriksakan kesehatan gigi anak ke dokter sudah menjadi keharusan, bisa dilakukan di dokter gigi pada umumnya. Meski begitu, terkadang orang tua memiliki anak yang rewel dan sulit diajak bertemu dokter, kondisi inilah yang memaksa mereka mencari alternatif. Beberapa dokter gigi di Jakarta Selatan menyediakan pelayanan khusus untuk anak-anak.

Dokter gigi anak disebut juga dengan pedodobntis atau pediatric dentis, meski demikian baik dokter gigi umum maupun dokter gigi anak sama-sama mengurus seputar kesehatan gigi dan segala permasalahan yang muncul. Perlu diketahui bahwa dokter gigi anak hanya menerima pasien yang masih anak-anak atau remaja.

Daftar Dokter Gigi di Jakarta Selatan

  1. Dentalogy Dental Care

Klinik gigi untuk anak yang berada di kawasan Kebayoran Baru, tepatnya di Jl. Wijaya II No.64 Rt.01/Rw.07, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klinik ini menawarkan perawatan gigi yang cukup lengkap, termasuk pencabutan, pemutihan, tambal, rontgen hingga bedah mulut. Telah berdiri sejak 2013 dan didukung berbagai faskes dalam mengatasi masalah gigi anak.

  1. OMDC Mampang

Berada di kawasan Mampang tepatnya Jl. Warung Buncit Raya No.06, Rt.04/Rw.05, Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Menyediakan layanan pemeriksaan gigi dan mulut yang tergolong lengkap. Mulai dari ortodonti, scalling, bleaching, tambal dan lain sebagainya, termasuk permasalahan gigi anak.

  1. Kemang Konfi Dental Care

Terletak di kawasan Kemang Point Building, Konfi Dental Care sudah berdiri sejak 2012 lalu dan menjadi salah satu klinik gigi pilihan untuk melakukan perawatan gigi. Termasuk pada anak, mulai dari spesialis ortho, konservasi hingga bedah mulut. Promo-promo menarik yang ditawarkan menjadikan klinik ini disukai banyak pelanggan.

  1. PI Dental

Menjadi klinik dokter gigi selanjutnya yang memiliki layanan khusus untuk anak, terletak di Pondok Indah Mall Lantai 2, Jl. Metri Pondok Indah, Rt.01/Rw.16, Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menyediakan layanan perawatan gigi anak-anak, bleaching hingga implan yang ditangani langsung oleh dokter profesional, tersedia pula faskes.

Perawatan Gigi Anak

  • Pemeriksaan mulut anak guna mendeteksi adanya karies atau kerusakan gigi anak, kemungkinan besar kerusakan ini tidak terlihat dengan mata biasa.
  • Proses tindakan pencegahan kerusakan gigi, seperti membersihkan karang gigi, perawatan dengan fluoride termasuk rekomendasi nutrisi untuk anak demi menjaga kesehatan gigi dan mulut.
  • Konsultasi kebiasaan anak yang mungkin bisa merusak gigi, seperti penggunaan dot atau ngempeng ibu jari.
  • Obati sakit gigi anak dan kerusakan gigi lainnya seperti retak atau tanggal, hal ini dilakukan demi mencegah kondisi yang lebih buruk.
  • Diagnosis terhadap penyakit gigi yang berhubungan dengan masalah kesehatan lain, seperti diabetes, kelainan jantung bawaan, asma hingga ADHD.
  • Melakukan perawatan gigi, seperti misalnya pemasangan kawat gigi dengan beberapa tujuan salah satunya agar struktur gigi menjadi lebih rata.

Kapan ke Dokter?

Setelah mengetahui beberapa dokter gigi di Jakarta Selatan yang sudah dijelaskan di atas, orang tua hanya perlu memahami kapan harus membawa anak melakukan perawatan gigi. Hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan menunggu sampai anak mengalami sakit gigi, untuk membawanya ke dokter gigi anak segera setelah gigi pertamanya sudah tumbuh atau muncul.

Setidaknya sampai anak menginjak usia satu tahun, setelah itu orang tua bisa mengajak anak melakukan perawatan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali. Tujuan perawatan ini adalah agar mencegah munculnya gigi berlubang maupun penyakit lainnya.

Sering Mengalami Gusi Gatal? Kenali 7 Penyebab Berikut Ini

Sering Mengalami Gusi Gatal? Kenali 7 Penyebab Berikut Ini

Pernahkah Anda mengalami gusi gatal? Ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi ini. Penyebabnya beragam, mulai dari yang ringan hingga berat dan butuh penanganan dokter.

Gusi gatal tentu saja tidak bisa dibiarkan terus menerus karena bisa menjadi infeksi yang lebih serius. Oleh karena itu penting untuk mengetahui kondisi apa saja yang menjadi penyebab gusi gatal.

Penyebab Gusi Gatal yang Sering Terjadi

Ada beberapa hal yang menyebabkan gatal pada gusi. Bisa karena masalah area gigi dan mulut, alergi, hingga adanya perubahan hormon pada wanita.

Berikut beberapa penyebabnya, mulai dari yang ringan hingga serius.

  1. Gusi Terluka

Gusi yang terluka bisa membuat gusi menjadi gatal, nyeri, dan tidak nyaman. Gusi bisa terluka akibat menggunakan sikat gigi yang terlalu kasar, punya kebiasaan gigi ketika tidur, cedera fisik ketika berolahraga, hingga akibat iritasi karena rokok elektrik.

  1. Alergi

Alergi pada makanan atau obat-obatan tertentu, hingga terpapar alergen tertentu bisa membuat gusi menjadi gatal. Rhinitis alergi juga bisa memicu gusi menjadi gatal.

  1. Plak Menumpuk

Menumpuknya plak pada gigi dan gusi juga menjadi penyebab gusi gatal. Plak ini merupakan sisa makanan yang terselip di sela gigi. Plak yang menumpuk pada gigi dan gusi ini akan menyebabkan munculnya penyakit gusi seiring berjalannya waktu.

Selain itu, plak yang bercampur air liur di dalam mulut bisa menjadi karang gigi jika sudah lama. Karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan menyikat gigi, tapi harus dilakukan dengan penanganan medis dari dokter gigi.

  1. Radang Gusi atau Gingivitis

Kebersihan gigi dan mulut yang tidak terjaga dengan baik dapat menyebabkan penyakit gusi, salah satunya gingivitis atau radang gusi. 

Di tahap awal mungkin radang gusi ini belum menimbulkan komplikasi lanjut. Namun, jika tidak ditangani dengan benar di awal, radang gusi bisa menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut. 

Bahkan radang gusi bisa menyebabkan munculnya abses dan akan terasa sakit berdenyut serta membuat bau mulut menjadi sangat bau. Kondisi ini juga akan merusak jaringan lunak dan tulang yang menjadi pendukung gigi dan berakibat pada gigi yang goyah.

  1. Mulut Kering

Meskipun mulut bisa mengatur kelembapan alami sendiri, namun terkadang ada beberapa kondisi yang membuat mulut tidak bisa memproduksi air liur yang cukup[ untuk melembapkan lidah dan menjaga gusi. Hal ini bisa jadi karena kondisi medis atau sedang mengkonsumsi obat-obat tertentu. Sehingga, mulut menjadi kering dan akan menyebabkan gusi gatal.

  1. Kesalahan Penggunaan Gigi Palsu

Gigi palsu yang tidak digunakan dengan baik akan menyebabkan masalah seperti terjadinya infeksi. Hal ini terjadi saat posisi gigi palsu dan gusi terdapat celah sehingga membuat sisa makanan terselip di dalamnya. 

Bakteri yang ada di dalam mulut akan berkembangbiak dan risiko terjadinya infeksi akan meningkat. Kemudian, kondisi ini akan menyebabkan peradangan, sensitivitas gusi menurun, serta gusi gatal.

  1. Perubahan Hormon

Wanita biasanya akan mengalami perubahan hormon alami. Ternyata perubahan hormon ini juga bisa menyebabkan gusi terasa gatal. Wajar saja, ketika wanita mengalami pubertas, menstruasi, hamil, atau bahkan menopause, biasanya akan sering merasakan gusi gatal. Serta ada gejala lain seperti terasa nyeri, muncul perdarahan tiba-tiba, dan sensitivitas gusi menurun. 

Cara Mengobati Gusi Gatal

Nah, tentu saja untuk memastikan penyebab keluhan gusi yang terasa gatal itu, Anda perlu mengunjungi dokter gigi terlebih dahulu. Biasanya dokter akan menyarankan beberapa obat, seperti:

  • Menggunakan obat antihistamin, jika penyebab gusi terasa gatal adalah karena alergi
  • Membersihkan plak di gigi, jika gusi gatal diakibatkan oleh adanya plak yang menumpuk
  • Berkumur dengan garam untuk meredakan rasa gatal dan juga iritasi yang terjadi pada kulit
  • Kompres es batu, bisa ditempelkan atau juga dikulum di gusi yang gatal.