Penyebab Mahalnya Swab PCR Adalah Dua Komponen Ini

Jika dibandingkan dengan tes Covid-19 lainnya, swab PCR adalah tes yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi dan sering dijadikan sebagai tes untuk mendiagnosis penyakit Covid-19. Akan tetapi, harga tes ini cukup mahal, yakni berkisar Rp900.000 hingga Rp1.000.000 sehingga banyak pasien yang memilih untuk melakukan swab antigen atau rapid test antibodi sebagai skrining awal. Namun, beberapa waktu yang lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan baru mengenai tarif harga tes ini yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021.

Dalam surat tersebut, ditetapkan bahwa harga swab PCR adalah Rp 495.000 untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp 525.000 untuk luar Jawa Bali. Harga ini mulai berlaku sejak 17 Agustus 2021. 

Pertanyaannya, apa sih yang membuat harga swab PCR ini mahal dibandingkan tes Covid-19 lainnya? Berikut ulasannya.

Mengenal Swab PCR

Polymerase Chain Reaction atau swab PCR adalah tes Covid-19 yang dapat mendeteksi materi genetik virus dengan menggunakan teknik laboratorium yang disebut polymerase chain reaction (PCR). Tes ini tidak hanya mampu mendeteksi materi genetik virus, namun juga dapat mendeteksi fragmen virus meskipun pasien sudah tidak lagi terinfeksi virus tersebut.

Tes yang juga disebut sebagai tes molekuler ini akan mendeteksi secara langsung keberadaan RNA virus di dalam tubuh sekalipun dalam jumlah yang sangat kecil bahkan sebelum muncul gejala penyakit dan antibodi terbentuk yang mana artinya swab PCR ini dapat mengetahui apakah pasien tersebut OTG (orang tanpa gejala) atau bukan. Karena itulah, hasil swab PCR sering dijadikan acuan untuk mendiagnosis apakah pasien positif Covid-19 atau negatif. 

Prosedur Swab PCR

Prosedur swab PCR ini mirip dengan swab antigen, yakni sama-sama menggunakan metode swab atau usap. Hal yang membedakan swab antigen dan swab PCR adalah tes ini terdiri dari 3 proses, yaitu pengambilan sampel, ekstraksi materi genetik dari sampel, dan penggandaan materi genetik. Baru setelah itu dilakukan pembacaan hasil. Adapun prosedur swab PCR adalah sebagai berikut. 

  • Tenaga medis akan mengambil sampel lendir hidung atau tenggorokan dengan menggunakan metode swab atau usap dan alat yang mirip cotton bud.
  • Alat akan diputar sekitar 15 detik agar lendir benar-benar menempel pada bagian ujung alat.
  • Setelah itu, sampel tersebut akan dimasukkan ke dalam tabung khusus dan dikirim ke laboratorium untuk dianalisa. 

Ketika di laboratorium, proses selanjutnya dari swab PCR adalah ekstraksi materi genetik dari sampel dan penggandaan materi genetik. 

Sampel akan ditempelkan dengan enzim yang disebut polimerase sehingga didapatlah salinan dari sampel tersebut. Sampel akan dimasukkan ke dalam mesin PCR yang disebut thermal cycler. Proses penggandaan materi genetik ini dilakukan beberapa kali. Jika di dalam sampel terdapat virus atau patogen, mesin PCR akan memberikan sinyal yang artinya menunjukkan hasil tes positif. 

Kenapa Harga Swab PCR di Indonesia Mahal?

Sebelum adanya Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021 yang mengatur tentang harga swab PCR terbaru di Indonesia, harga tes ini jauh lebih mahal dibandingkan negara berkembang lain, seperti India. 

Melansir dari India Today, awalnya, di India harga swab PCR adalah 800 rupee atau sekitar Rp156.000. Kemudian, turun menjadi 500 rupee atau sekitar Rp98.000. Harga ini berbeda jauh dengan Indonesia yang bisa mencapai jutaan rupiah. 

Mahalnya harga swab PCR di Indonesia disebabkan oleh dua komponen ini, yakni harga alat dan bahan baku tes PCR, seperti reagen ekstraksi dan bahan lain yang hanya bisa sekali pakai dan masih harus impor.

Beruntungnya, kini harga swab PCR ini sudah turun 45% dari harga sebelumnya yang berkisar Rp900.000 hingga Rp1.000.000 setelah dikeluarkan Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021 dan mulai berlaku sejak 17 Agustus 2021. Kini, harga swab PCR adalah Rp 495.000 untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp 525.000 untuk luar Jawa Bali.

Cek Kolesterol di Prodia Gading Serpong, Bagaimana Prosedurnya?

Tahukah Anda bahwa kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung dan stroke? Inilah mengapa penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin di Prodia Gading Serpong.

Pemeriksaan kolesterol akan membantu Anda agar bisa memantau perkembangan kolesterol Anda. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi kolesterol yang lebih serius.

Prosedur cek kolesterol di Prodia Gading Serpong

Pemeriksaan kolesterol umumnya memiliki prosedur yang serupa, baik itu pemeriksaan di rumah sakit maupun di laboratorium klinik seperti Prodia. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pemeriksaan ini, yaitu: 

  • Pengambilan sampel darah

Jenis tes yang pertama bisa dilakukan dengan menggunakan darah Anda sebagai sampel. Pihak laboratorium akan mengambil sejumlah darah dari lengan Anda menggunakan jarum. 

Darah tersebut akan dijadikan sampel dan digunakan untuk pengujian lebih lanjut di laboratorium. Biasanya, dibutuhkan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasil pengujian ini.

Anda mungkin akan diminta oleh pihak Prodia Gading Serpong untuk tidak makan selama 12 jam sebelum menjalankan tes ini. Karena, makanan yang Anda konsumsi akan memengaruhi kualitas darah Anda. 

  • Menusuk jari

Jenis tes ini cenderung lebih sederhana dan biasanya tidak harus dilakukan dengan pengujian di laboratorium. Sampel darah diambil dengan menusuk jari menggunakan alat khusus.

Kemudian, darah akan diteteskan di secarik kertas, lalu dimasukkan ke dalam mesin khusus. Mesin itu akan menunjukkan hasil kadar kolesterol Anda. Prosedur ini hanya memerlukan waktu beberapa menit.

Tapi, perlu diingat, tes jenis ini tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan untuk menentukan pengobatan. Jenis tes ini hanya bisa mendeteksi gejala awal dari kolesterol, tapi Anda tetap memerlukan tes darah di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti.

Siapa saja yang perlu melakukan cek kolesterol?

Sebenarnya, siapapun boleh melakukan cek kolesterol sekedar untuk memantau kondisi kolesterol dalam tubuh. Tapi, secara khusus, Anda dianjurkan untuk melakukan cek kolesterol di Prodia Gading Serpong apabila termasuk ke dalam faktor risiko berikut ini: 

  • Berusia di atas 40 tahun

Kolesterol tinggi lebih mungkin terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun. Oleh sebab itu, jika Anda sudah melewati usia ini, maka dianjurkan untuk melakukan tes secara rutin.

Anda bisa melakukan pemeriksaan kolesterol setiap dua tahun sekali jika Anda adalah pria dalam rentang usia 45-65 tahun, atau wanita dalam rentang usia 55-65 tahun. Jika sudah di atas 65 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan setiap satu tahun sekali.

  • Menderita penyakit arteri koroner

Anda lebih mungkin terkena kolesterol tinggi jika sejak awal sudah menderita penyakit arteri koroner. Penyakit ini bisa terjadi apabila Anda tidak aktif secara fisik, memiliki riwayat kolesterol dan serangan jantung secara genetik, obesitas, serta memiliki kebiasaan merokok.

  • Mengonsumsi obat penurun kolesterol

Jika sebelumnya Anda sudah terbukti memiliki kolesterol yang tinggi, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan di Prodia Gading Serpong secara rutin. Ini penting untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas pengobatan yang sudah dilakukan. 

Anda bisa melakukan pemeriksaan kolesterol meskipun belum berusia 40 tahun. Hal ini justru baik sebagai upaya pencegahan.

Jika Anda ingin melakukan cek kolesterol, maka pilihlah Prodia Gading Serpong sebagai laboratorium yang Anda tuju. Hasilnya bisa Anda bawa ketika akan berkonsultasi dengan dokter di lain waktu. 

Ketahui Layanan Tes Mata di Klinik Merial Health

Pemeriksaan atau tes mata yang merupakan salah satu layanan dari Klinik Merial Health ini pada umumnya melibatkan serangkaian tes untuk mengevaluasi atau menguji penglihatan Anda dan memeriksa penyakit mata. Dokter mata dapat menggunakan berbagai instrumen atau peralatan yang berfungsi untuk menyinari mata Anda dengan cahaya terang dan meminta Anda untuk melihat atau mencoba berbagai lensa. Setiap tes yang dilakukan selama pemeriksaan mata mengevaluasi aspek yang berbeda dari penglihatan atau kesehatan mata Anda.

Pemeriksaan mata penting untuk dilakukan untuk membantu mendeteksi masalah mata pada tahap paling awal sehingga lebih mudah untuk diobati. Pemeriksaan mata secara teratur dapat memberikan kesempatan kepada dokter mata untuk membantu Anda mengoreksi atau beradaptasi dengan perubahan penglihatan, serta memberi Anda tips untuk merawat mata Anda. Selain itu, tes atau pemeriksaan mata juga dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan Anda secara keseluruhan.

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Tes Mata

Beberapa faktor dapat menentukan seberapa sering Anda memerlukan tes mata, termasuk usia, kesehatan, dan risiko terkena masalah atau gangguan pada mata. Berikut adalah waktu yang tepat untuk melakukan tes mata

Anak-anak Usia 3 Tahun ke Bawah

Dokter anak dapat melakukan tes pemeriksaan untuk mata anak Anda yang bertujuan untuk memantau perkembangan mata yang sehat dan mencari adanya masalah mata ketika masa kanak-kanak yang paling umum terjadi, seperti mata malas, mata juling atau mata yang tidak sejajar. Pemeriksaan mata yang lebih komprehensif antara usia 3 dan 5 tahun akan mengidentifikasi masalah dengan penglihatan dan keselarasan mata.

Anak Usia Sekolah dan Remaja

Anda juga perlu untuk memeriksakan kesehatan mata anak Anda sebelum mereka memasuki taman kanak-kanak. Dokter anak nantinya juga dapat memberikan saran mengenai seberapa sering pemeriksaan mata harus dilakukan setelah itu.

Dewasa

Secara umum, jika Anda sehat dan tidak memiliki gejala masalah penglihatan, American Academy of Ophthalmology merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata lengkap pada usia 40 tahun, ketika mulai terjadi beberapa perubahan penglihatan dan penyakit mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mata kemudian dapat merekomendasikan seberapa sering Anda harus menjalani pemeriksaan mata di waktu yang akan datang. Jika Anda berusia 60 tahun atau lebih, lebih baik untuk memeriksakan kesehatan mata setiap satu atau dua tahun.

Periksakan mata Anda lebih sering jika Anda:

  • Memakai alat bantu melihat seperti kacamata atau lensa kontak.
  • Memiliki riwayat keluarga penyakit mata atau kehilangan penglihatan.
  • Memiliki penyakit kronis yang menempatkan Anda pada risiko penyakit mata yang lebih besar, seperti diabetes.
  • Minum obat yang memiliki efek samping serius pada mata.

Prosedur Tes Mata

Saat Anda melakukan tes mata di klinik seperti Klinik Merial Health, pada umumnya nanti akan ada petugas medis atau teknisi yang akan melakukan bagian awal dari pemeriksaan, seperti mengambil riwayat kesehatan Anda dan memberikan tes mata awal. Pemeriksaan mata biasanya melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Pengukuran ketajaman visual untuk mengetahui apakah Anda memerlukan alat bantu penglihatan seperti kacamata atau lensa kontak untuk meningkatkan kemampuan penglihatan Anda.
  • Pengukuran tekanan mata. Anda akan diberikan setetes zat yang membuat mati rasa di mata. Untuk memudahkan dokter memeriksa bagian dalam mata, kemungkinan besar dokter akan memberi Anda obat tetes mata untuk melebarkan mata.
  • Evaluasi kesehatan mata. Setelah obat tetes mata mulai bekerja, dokter mata dapat menggunakan bantuan alat seperti beberapa lampu atau pencitraan untuk mengevaluasi bagian depan mata dan bagian dalam setiap mata.

Dokter juga dapat menggunakan beberapa tes untuk memeriksa penglihatan Anda dan penampilan serta fungsi semua bagian mata Anda.

Untuk Anda yang ingin mendapatkan layanan pemeriksaan mata, Anda bisa melakukannya di rumah sakit atau klinik terdekat di kota Anda seperti Klinik Merial Health yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika No.312a, RT.9/RW.4, Cawang, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630. Klinik Merial Health memiliki jam operasional mulai hari Senin sampai Minggu pukul 08.00 sampai 20.00.