Kapan Kehamilan dapat Terjadi Saat Berhubungan Sebelum Haid?

berhubungan sebelum haid

Pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh wanita adalah bisakah mereka hamil ketika berhubungan sebelum haid, selama, atau sehari setelah menstruasi. Secara teknis seorang wanita dapat hamil kapan saja, tapi peluang hamil karena berhubungan sebelum haid sangat rendah.

Jika Anda merencanakan kehamilan, pilihlah waktu berhubungan seks pada masa kesuburan. Jika tidak, gunakan alat pelindung untuk mencegah kehamilan terjadi.

Peluang hamil ketika berhubungan sebelum haid atau selama menstruasi

Siklus menstruasi umumnya 28 hari. Kehamilan dapat terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur wanita. Ketika masuk ke dalam tubuh wanita, sperma bertahan dalam sistem reproduksi wanita hingga lima hari dan membuahi sel telur. Ketika Anda berhubungan sehari sebelum menstruasi, maka peluang kehamilan sangat kecil.

Namun adakalanya wanita dapat hamil setelah berhubungan sebelum haid. Hal ini tergantung pada siklus mereka. Beberapa wanita memiliki siklus lebih lama yaitu sekitar 35 hari antar periode, dimana ovulasi atau masa subur terjadi sekitar hari ke 21. Ovulasi yang tidak teratur juga dapat meningkatkan peluang hamil jika berhubungan sebelum haid.

Kemungkinan lainnya adalah mereka salah mengira masa subur sebagai periode menstruasi karena mengalami pendarahan. Maka berhubungan pada saaat itu dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

Menghitung masa subur

Ovulasi adalah waktu dilepaskannya sel telur wanita. Ini disebut juga dengan masa subur. Ovulasi biasanya tejadi di tengah siklus menstruasi, sekitar 2 minggu sebelum menstruasi. Berhubungan saat masa subur dapat membuat hamil.

Tapi tidak semua siklus menstruasi teratur, dan bahkan wanita yang memiliki siklus teratur masih mungkin berovulasi lebih awal atau lambat. Ovulasi tidak selalu terjadi pada waktu yang sama dalam siklus menstruasi setiap bulan. Dengan kata lain tidak ada jaminan pasti Anda akan hamil ketika berhubungan pada tanggal yang telah ditentukan.

Beberapa faktor yang dapat mengacaukan waktu ovulasi antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Kegemukan
  • Stres
  • Waktu tidur tidak teratur
  • Kondisi kesehatan

Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui periode haid dan masa subur. Bagi wanita, hal ini tidak hanya digunakan untuk menentukan waktu terbaik untuk hamil atau menghindarinya. Menghitung siklus menstruasi berguna untuk mengontrol haid teratur atau untuk berjaga-jaga atas masalah yang mungkin terjadi.

Berikut ini cara mengetahui siklus menstruasi:

  1. Catat hari pertama menstruasi Anda. Ini merupakan hari pertama pada siklus.
  2. Catat satu hari sebelum Anda menstruasi pertama pada bulan berikutnya. Ini menandakan hari terakhir siklus.
  3. Panjang siklus menstruasi setiap wanita bervariasi, berkisar antara 21 hingga 35 hari.  Siklus juga bisa berubah pada bulan berikutnya. Untuk mengetahui panjang siklus menstruasi, hitung dari hari pertama siklus hingga hari terakhir.

Jika panjang  siklus Anda berbeda-beda, Anda dapat menghitung rata-rata lama siklus Anda. Ambil tiga siklus menstruasi, jumlahkan jumlah hari dalam tiga siklus tersebut dan bagi totalnya dengan tiga. Hasilnya merupakan rata-rata siklus Anda.

Misalnya, siklus 1 adalah 28 hari, siklus 2 adalah 32 hari, dan siklus 3 adahal 27 hari. Jika ditotal didapat angka 87, kemudian dibagi 3. Hasilnya 29 hari, maka itulah rata-rata lama siklus haidnya.

Sementara itu masa subur biasanya terletak di pertengahan siklus. Setelah mengetahui siklus menstruasi Anda, kurangi 14 hari untuk menentukan perkiraan masa subur. Misalnya, siklus haid selama 35 hari, maka ovulasi terjadi sekitar hari ke 21.

Untuk memudahkan Anda, Anda bisa memonitor siklus menstruasi dan masa subur dengan bantuan kalkulator atau aplikasi kesuburan yang tersedia di ponsel pintar.

Jika Anda masih bingung terkait kemungkinan hamil ketika berhubungan sebelum haid dan risikonya, tanyakan kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.