Kenali Penyebab Keguguran Paling Sering pada Trimester Pertama

Memasuki minggu pertama kehamilan, ibu harus melakukan banyak penyesuaian untuk mendukung kehamilan yang sehat. Sedini mungkin bumil perlu untuk mewaspadai penyebab keguguran. Ibu mungkin saja tidak bisa mengonsumsi makanan favoritnya terlalu sering, atau membatasi pergerakannya agar tidak membahayakan janin. 

Bukan tanpa alasan, karena menurut penelitian kehamilan trimester pertama (sebelum 12 minggu kehamilan) sangat rentan terhadap risiko keguguran. Penyebab kegugurannya pun beragam, sehingga ibu perlu berhati-hati.

Penyebab keguguran di awal kehamilan

Keguguran tidak selalu disebabkan karena masalah kesuburan pada ibu ataupun ayah. Ada lebih banyak penyebab dan faktor risiko keguguran yang mengintai, berikut ini adalah 3 penyebab keguguran yang paling umum:

Kromosom abnormal

Kromosom merupakan kumpulan DNA yang menyimpan informasi genetik dari ibu dan ayah. Kromosom juga menentukan sifat unik bayi, termasuk rambut dan warna mata. Bayi atau janin dengan masalah pada kromosom tidak bisa tumbuh secara normal, bahkan berisiko meninggal dalam kandungan atau keguguran. 

Keguguran akibat kromosom abnormal umumnya terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan, dan ini bukanlah penyebab yang bisa dicegah. Namun keguguran karena masalah ini biasanya hanya terjadi pada kehamilan pertama. 

Kondisi kesehatan ibu

Semua hal pada ibu bisa mempengaruhi janin yang berkembang, salah satunya yang paling utama adalah kondisi kesehatan ibu. Ibu dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko mengalami keguguran lebih tinggi, terlebih jika penyakit tersebut tidak dikelola dengan baik.

Beberapa diantaranya yaitu:

  • Infeksi seperti rubella atau cytomegalovirus
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti lupus dan penyakit tiroid
  • Masalah dengan rahim atau leher rahim, seperti fibroid, bentuk rahim tidak normal, serviks lemah
  • Infeksi penyakit menular seksual, seperti gonore, sifilis, klamidia, HIV
  • Penggumpalan darah

Ibu juga harus berkonsultasi dengan dokter agar obat-obatan yang diterima aman bagi kesehatan bayi. Obat-obatan yang harus dihindari diantaranya retinoid, obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), antidepresan, misoprostol, dan metotreksat.

Gaya hidup tak sehat  

Kabar kehamilan yang datang tiba-tiba membuat ibu harus membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat. Menyesuaikan kebiasaan cukup menantang apalagi jika kegiatan yang dilakukan berbanding terbalik. Kebiasaan-kebiasaan yang berbahaya bagi bayi adalah merokok (aktif atau pasif), minum alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, dan mengonsumsi kafein lebih dari 1 cangkir per hari. 

Selain itu, wanita dengan berat badan tidak sehat (obesitas atau kekurangan berat badan) dan tinggal atau bekerja di lingkungan dengan paparan zat berbahaya juga bisa menyebabkan keguguran dini. 

Gejala dan tanda keguguran

Kebanyakan kasus keguguran diawali dengan rasa sakit perut atau pinggang yang hebat, terkadang terasa tumpul, nyeri, atau tajam. Tapi ada beberapa kasus yang langsung mengalami pendarahan tanpa tanda-tanda lain sebelumnya. Pendarahan bisa ringan atau hingga mengeluarkan gumpalan dari vagina.

Tanda lain yang harus diperhatikan adalah penurunan berat badan secara tiba-tiba, pusing, sering pingsan, atau kontraksi dini. Jika ibu mengalami salah satu gejala di atas, ada baiknya untuk segera menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Bagaimana mencegah keguguran?

Tidak ada cara pasti untuk mencegah keguguran, terlebih penyebab keguguran yang berkaitan dengan masalah kromosom. Namun langkah-langkah berikut bisa membantu mendukung kehamilan yang sehat serta menurunkan risiko keguguran:

  • Lakukan pemeriksaan prenatal secara teratur dan pemeriksaan pra-konsepsi 
  • Jalani gaya hidup sehat, termasuk hindari merokok, alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, dan batasi minum kafein
  • Pilih olahraga yang aman bagi ibu hamil seperti jogging, yoga, atau berenang
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Konsumsi multivitamin setiap hari
  • Hindari makanan tertentu yang bisa membawa bakteri, misalnya telur setengah matang, daging mentah, dan keju lunak yang tidak dipasteurisasi.

Catatan

Dari semua penyebab keguguran dini, sebagian besar bisa dicegah dengan perubahan kebiasaan dan gaya hidup sehat yang sederhana. Jika ibu merasa kesulitan bisa meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk melakukan perubahan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *