Penting! Bumil, Jangan Lewatkan Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Ini

Setelah dinyatakan positif hamil, ada serangkaian jadwal pemeriksaan kehamilan yang harus dilakukan ibu hamil. Pemeriksaan rutin ini sebaiknya jangan sampai dilewatkan, mulai dari usia kehamilan 19 minggu hingga saatnya melahirkan, dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan dan kesehatan janin juga ibu hamil. 

kehamilan

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat membantu untuk mendiagnosa potensi kelainan genetik atau cacat lahir tertentu pada janin. Sehingga, jika terjadi masalah bisa segera diatasi dengan mudah.

Umumnya, ada 2 jenis pemeriksaan utama yang biasanya dilakukan untuk ibu hamil, yakni tes skrining dan tes diagnostik. Tes skrining ini biasanya dilakukan untuk mengetahui risiko yang akan terjadi pada janin, namun belum dapat dipastikan dengan jelas. Sedangkan tes diagnostik, biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah janin memiliki masalah dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi. 

Jadwal pemeriksaan kehamilan rutin

Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan tentu berbeda-beda pada tiap trimester. Pada trimester pertama misalnya, pemeriksaan akan dilakukan melalui USG dan tes darah untuk mengetahui risiko janin mengalami cacat lahir tertentu.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa pemeriksaan yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui bahwa kondisi kamu dan janin dalam keadaan sehat. 

Kunjungan pertama

Pada kunjungan pertama setelah melakukan test pack, dokter akan melakukan pemeriksaan, di antaranya:

  • Melakukan USG dan mengkonfirmasi bahwa kamu memang hamil
  • Menghitung usia kehamilan serta mengetahui hari perkiraan lahir
  • Pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, serta riwayat medis keluarga, termasuk memeriksa golongan darah, hingga tes untuk anemia
  • Pemeriksaan untuk mengetahui kekebalan rubella, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, klamidia, dan HIV
  • Pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah sedang mengalami infeksi kandung kemih
  • Skrining untuk down syndrome
  • Skrining untuk mengetahui apakah ada virus HPV atau tanda-tanda kanker serviks
  • Pemeriksaan apakah terjadi kekurangan vitamin D

Usia 19-20 minggu

Setelah melakukan pemeriksaan pada kunjungan pertama, kamu bisa kembali lagi menemui dokter di usia kehamilan 19-20 minggu. Berikut beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan:

  • Mengukur perut untuk memeriksa pertumbuhan bayi
  • Dilakukan USG untuk mengetahui perkembangan fisik janin, apakah ada komplikasi atau tidak
  • Di usia ini, kamu bisa mengetahui jenis kelamin janin

Usia 22 minggu

Di usia kandungan 22 minggu, kamu akan menjalani pemeriksaan sebagai berikut ini:

  • Mengukur tekanan darah
  • Mengukur perut untuk memeriksa pertumbuhan bayi
  • Memantau perkembangan kesehatanmu dan janin

Usia 26-27 minggu

Di usia kandungan 26-27 minggu, kamu akan menjalani pemeriksaan yang tidak jauh berbeda dengan usia kandungan sebelumnya. Tetapi akan ada tes tambahan jika kamu ada masalah dengan gula darah.

Usia 28 minggu

Di usia kehamilan 28 minggu, kamu akan melakukan pemeriksaan kehamilan yang lebih banyak lagi, di antaranya:

  • Melakukan pemeriksaan detak jantung dan gerakan janin
  • Mulai mendiskusikan rencana persalinan dengan diagnosa yang ada
  • Melakukan tes darah untuk memeriksa anemia dan kadar trombosit darah dan melakukan pemeriksaan untuk Rh
  • Melakukan tes urin jika ada tanda-tanda infeksi saluran kemih 

Usia 34-36 minggu

Di usia kehamilan ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi, seperti memeriksa posisi janin, apakah sudah berada di posisi yang benar atau belum.

Usia 38-39 minggu

Di usia kehamilan 38-39 minggu, pemeriksaan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Hanya saja dokter kembali memeriksa posisi janin untuk mengetahui jenis persalinan apa yang tepat untuk dilakukan nanti. 

Usia 40-41 minggu

Di usia yang mulai dekat dengan persalinan, dokter akan memeriksa posisi janin serta jumlah cairan di sekitarnya, apakah sudah sesuai apa belum. Di usia ini juga biasanya dilakukan penilaian terhadap plasenta. 

Pemeriksaan kehamilan lanjutan yang juga penting dilakukan

Selain jadwal pemeriksaan kehamilan di atas, dokter mungkin juga akan menawarkan beberapa pemeriksaan kehamilan di bawah ini, apabila terdapat indikasi faktor risiko yang terjadi. 

  1. Pengambilan sampel vilus korionik (CVS): pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil plasenta untuk melakukan pengujian kromosom, apakah janin mengalami kelainan seperti down syndrom atau tidak. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di usia 11-13 minggu. 
  2. Tes pra-kelahiran non-invasif (NIPT): pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi down syndrome secara akurat. Pemeriksaan ini biasa dilakukan pada minggu ke 10 setelah kehamilan.
  3. Tes nuchal translucency scan: pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat area leher bayi untuk menilai risiko bayi mengalami down syndrome. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada usia 11-14 minggu. 
  4. Amniosentesis: pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil cairan ketuban untuk mengetahui apakah terjadi kelainan pada janin. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada usia 15-20 minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *