Pemeriksaan Jantung dengan Obat Dobutamin

Dobutamin adalah obat yang dapat merangsang jantung dan membuat jantung seolah-olah berolahraga padahal kenyataannya seseorang tersebut tidak sedang berolahraga. Pada pemeriksaan ini, dobutamin akan disuntikkan ke tubuh seseorang dan setelahnya orang tersebut akan dimonitor secara ketat.

Jika Anda pernah melihat orang-orang sedang berlari di atas treadmill di rumah sakit, jangan salah kaprah dulu. Hal yang Anda lihat itu, bukan orang yang sedang berolahraga untuk kebugaran tubuhnya, tetapi sedang menjalankan pemeriksaan fungsi jantung yang disebut sebagai stress test. Stress test dengan treadmill atau sepeda statis ini dirancang hanya untuk orang yang mampu melakukannya secara fisik.

Sedangkan, untuk orang yang tidak mampu secara fisik melakukan treadmill atau sepeda statis karena gangguan berjalan dan kelainan sendi, ada upaya lain yang dapat dijalankan.

Stress test

Stress test adalah sebuah pemeriksaan yang dirancang untuk menentukan apakah seseorang memiliki risiko penyakit jantung atau tidak. Fungsi dari tes ini untuk menilai seberapa kuat fungsi jantung seseorang ketika dipaksa melakukan aktivitas berat. Stress test tidak hanya dilakukan dengan menyuruh orang berlari di atas treadmill, namun juga bisa dilakukan dengan sepeda statis.

Adapun tujuan dokter menganjurkan seseorang menjalani stress test adalah untuk:

  • Untuk mengetahui gejala nyeri dada yang dialami seseorang apakah benar sumbernya dari jantung
  • Untuk mengetahui apakah obat jantung yang diberikan kepada seseorang efektif atau tidak
  • Untuk mendeteksi kelainan irama dan katup jantung.

Stress test dengan dobutamin

Ada pemeriksaan yang menyerupai stress test pada umumnya, namun tidak memakai treadmill atau sepeda statis. Pemeriksaan stress test ini menggunakan obat bernama dobutamine. Tujuannya ditujukan bagi orang-orang yang tidak mampu secara fisik berlari di atas treadmill atau menggenjot sepeda statis.

Prinsip pemeriksaan stress test dobutamin ini sama dengan stress test pada umumnya, yaitu memaksa jantung untuk bekerja keras. Pada semua jenis test ini, yang akan dimonitor antara lain irama jantung. Seberapa cepat denyut jantung, dan tekanan darah. Tujuan dilakukan stress test dengan dobutamin ini sama dengan tujuan stress test dengan treadmill atau sepeda statis.

Waspada Dislokasi Lutut bagi Para Penyuka Olahraga Lari

Bagi penggemar olahraga lari atau bahkan sangat getol mengikuti ajang marathon run, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah dislokasi lutut.

Di samping manfaat olahraga lari yang cukup beragam bagi kesehatan organ tubuh, seperti paru-paru, menguatkan tulang dan otot, serta mengurangi berat badan tubuh, ternyata seseorang juga rentan mengalami dislokasi lutut.

Mengenal dislokasi lutut

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap cabang olahraga memiliki risikonya masing-masing, sama seperti olahraga lutut. Risiko dislokasi lutut sepertinya sudah umum di kalangan para pelari. Namun, apakah Anda telah mengetahui benar seperti apa dislokasi lutut ini?

Dislokasi lutut merupakan suatu kondisi yang mana terjadi pergeseran pada bagian tempurung lutut dari posisi normalnya. Salah satu ciri yang umumnya paling dikenali dari kondisi ini, yaitu terdapat bagian lutut yang mencuat keluar dari tempat asalnya.

Kondisi ini tentunya cukup mengkhawatirkan. Terlebih, kondisi ini juga diikuti dengan bengkak di sekitar area lutut dan juga rasa sakit luar biasa ketika menggerakkan kaki.

Bagaimana mengatasi dislokasi lutut?

Walaupun memang terdengar seperti kondisi yang serius, nyatanya tidak semua kasus dislokasi lutut perlu mendapatkan penanganan dengan operasi. Walaupun begitu, berkonsultasi dengan dokter tentu perlu dilakukan.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan rasa nyeri akibat dislokasi lutut adalah dengan mengompresnya menggunakan kantong pemanas dan es batu. Jika Anda tidak memiliki kantung pemanas, maka Anda dapat menggunakan botol yang sudah tidak terpakai kemudian mengisi botol tersebut dengan air hangat. Rasa panas dari air hangat membantu melemaskan otot-otot. Sedangkan, rasa dingin dari es batu dapat mengurangi rasa sakit dan bengkak pada lutut.

Bagaimana menghindari cedera saat berlari?

Melakukan pemanasan dan juga peregangan sesaat sebelum berlari, akan membantu Anda mengurangi risiko mengalami cedera yang tidak diinginkan. Selain itu, Anda juga perlu memilih sepatu olahraga yang mendukung rasa nyaman ketika dipakai berlari untuk waktu yang lama. Penting juga bagi Anda untuk memelajari teknik berlari yang benar agar terhindar dari cedera.

Kenali Jenis dan Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Berpotensi Menjadi Tanda Kanker

Tahi lalat biasanya menjadi penanda fisik yang terkadang juga menjadi tanda lahir seseorang. Tahi lalat ini terbentuk dari pertumbuhan sel penghasil warna kulit (melanosit) yang berkumpul pada satu titik di kulit tubuh. Pada kenyataannya, tahi lalat terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu tahi lalat kongenital, tahi lalat biasa, dan tahi lalat atipikal.

Ketiga jenis tahi lalat tersebut masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda. Tahi lalat dapat muncul sejak bayi sebagai bawaan tanda lahir atau baru muncul ketika seseorang beranjak dewasa. Mengenali jenis dan ciri-ciri tahi lalat dapat membantu Anda mewaspadai gejala penyakit tertentu, seperti kanker kulit.

  1. Tahi lalat kongenital

Tahi lalat jenis ini merupakan tahi lalat yang umumnya muncul pada kulit sebagai tanda lahir. Bentuk tahi lalat kongenital dapat berbeda-beda menurut ukuran, bentuk, dan juga warnanya. Walaupun begitu, ciri umum yang sering terlihat adalah bentuk tahi lalat ini cenderung kecil, bulat, dan rata dengan permukaan kulit atau sedikit timbul. Warnanya dapat berbeda-beda, mulai dari hitam, cokelat muda atau tua, dan merah.

Jika ukuran tahi lalat ini berkembang dan menjadi lebih besar, maka terdapat risiko atau kemungkinan bahwa tahi lalat ini akan menjadi berbahaya ketika masa dewasa nanti.

  • Tahi lalat biasa

Jenis tahi lalat ini dapat muncul sejak seseorang dilahirkan hingga berusia 20-an. Umumnya, seseorang dapat memiliki sebanyak 40 tahi lalat di seluruh tubuh. Ciri-ciri tahi lalat ini, antara lain berbentuk bulat atau oval, rata atau sedikit timbul pada permukaan kulit, memiliki permukaan yang halus atau kasar dan terkadang memiliki helai rambut, serta memiliki ukuran yang kecil dan cenderung tidak berubah.

Jika seseorang memiliki lebih dari 50 tahi lalat pada tubuhnya, ia memiliki risiko yang tinggi untuk terkena kanker kulit.

  • Tahi lalat atipikal

Tahi lalat atipikal ini memiliki penampakan dengan bentuk yang cenderung tidak beraturan. Maka dari itu, ia sering kali dianggap mengganggu penampilan karena penampakannya yang jelek. Tahi lalat ini memiliki ciri khusus yang dapat dikenali:

  • bentuknya yang cenderung tidak beraturan.
  • Memiliki permukaan yang kasar.
  • Ukurannya lebih besar dibanding jenis tahi lalat lain, umumnya lebih dari 6 milimeter.
  • Memiliki warna campuran, seperti cokelat dan merah.

Walaupun jenis tahi lalat ini jarang muncul di kulit wajah, ia memiliki risiko yang lebih besar untuk menjadi tahi lalat yang berbahaya. Kemunculan tahi lalat ini dapat meningkatkan risiko kanker kulit melanoma, terlebih jika terdapat adanya penderita kanker kulit dalam riwayat kesehatan keluarga Anda.

Kenali dan amati perubahan pada tahi lalat di kulit tubuh Anda, sehingga Anda dapat mewaspadai gejala-gejala dari penyakit tertentu.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Bronkitis Pada Anak?

Jika anak sedang sakit, sebagai orangtua tentu ingin agar anak segera sembuh. Apalagi saat mengalami batuk tanpa henti disertai dengan bronkitis pada anak. Biasanya kita akan mencari sesuatu yang untuk menghentikannya seperti dengan minum obat batuk. Namun, terkadang obat batuk memiliki efek samping seperti mengantuk pusing padahal sebenarnya terdapat beberapa cara lain yang dapat membantu si Kecil untuk merasa lebih baik dan tetap aman.

Gejala bronkitis pada anak

Ada beberapa gejala bronkitis pada anak yang biasa terjadi. Perlu diingat bahwa setiap anak tidak memiliki gejala yang sama. Berikut gejala tersebut:

  1. Hidung berair (umumnya sebelum batuk muncul)
  2. Tidak enak badan, ditandai dengan rewel dan kelelahan
  3. Menggigil dan kedinginan
  4. Demam ringan disertai sedikit demam dengan suhu badan mencapai lebih dari 37.5 Celsius
  5. Nyeri pada punggung dan otot yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada anak
  6. Bersin
  7. Radang tenggorokan
  8. Batuk

Tips agar anak tetap nyaman selama sakit

Bronkitis pada anak tentunya dapat disembuhkan dan diatasi dengan beberapa cara, seperti:

  • Menghindari hal yang dapat mengganggu pernapasan

Menjauh dari zat-zat, seperti asap rokok, asap kimia, debu, dan polusi udara. Jangan biarkan anak terpapar asap rokok, baik di rumah atau di lingkungan luar.

  • Beristirahatlah dengan cukup

Istirahat sebanyak mungkin, terutama selama beberapa hari pertama. Jika anak bantuk di malam hari hingga terbangun, gunakanlah bantal tambahan untuk menopang kepalanya.

  • Minum dalam jumlah banyak

Ketika bronkitis, sangat penting untuk mengencerkan dahak sehingga pada batuk dan bernapas lebih mudah. Jika anak lebih tertarik pada makanan daripada minuman, Anda juga dapat menawarkan beberapa jenis makanan dengan kadar air yang tinggi untuk membantu menjaga mereka agar tetap terhidrasi.

  • Bernapas dengan menggunakan uap air

Ada cara lain untuk mengencerkan dahak agar dahak dapat dikeluarkan dari tubuh lebih cepat. Semangkuk uap dibuat dengan cara merebus air dalam ketel dan tuangkan air ke dalam mangkuk yang besar. Dekatkan kepala anak Anda ke uap air tersebut.

Cara Sederhana yang Efektif untuk Mengecilkan Pori-Pori Wajah

Tampilan pori-pori yang terlihat lebih besar dan kasat mata, menjadi salah satu permasalahan kondisi kulit yang sering dikeluhkan. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan kotoran atau minyak yang menyumbat pori-pori wajah. Pada dasarnya, kondisi kulit ini dapat diatasi dengan cara-cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Mari tengok langkah-langkah apa yang dapat dilakukan!

Cara mengecilkan pori-pori wajah

Hal yang perlu Anda sadari adalah apabila melihat iklan produk perawatan atau kecantikan untuk kulit wajah yang mengatakan dapat menutup pori-pori, itu tidak tepat. Ukuran pori-pori sebenarnya tidak dapat diperkecil atau dihilangkan. Hanya saja, produk kecantikan ini dapat memberikan efek tampilan pori-pori yang lebih kecil, sehingga ukuran pori-pori tersebut tampak pudar di wajah. Di bawah ini, terdapat beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengecilkan pori-pori wajah:

  • Pilih produk makeup dengan kandungan bahan noncomedogenic, oilfree, atau won’t clog pores. Produk-produk dengan label tersebut memiliki kemampuan untuk menyumbat pori-pori ketika dipoleskan pada wajah.
  • Gunakan selalu tabir surya dengan kandungan SPF 30 ke atas setiap pergi keluar rumah. Kondisi kulit yang sering terpapar sinar matahari secara langsung mampu membuat kepadatan kulit berkurang. Nah, kondisi ini akan menjadikan kulit semakin kendur, sehingga menimbulkan tampilan pori-pori yang terlihat lebih besar.
  • Produksi minyak berlebih pada wajah menjadi faktor utama penyumbatan pori-pori. Kondisi ini dapat diatasi dengan mencuci wajah menggunakan air hangat lalu membersihkan dan menggosoknya secara lembut. Jangan lupa untuk memilih produk pembersih wajah yang lembut dan bersifat noncomedogenic.
  • Pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung bahan retinol atau retinyl palmitate untuk mengatasi produksi minyak pada wajah yang berlebih, kulit berjerawat dan kendur. Gunakan produk-produk tersebut secara rutin sebelum tidur.
  • Pilihlah produk pembersih atau perawatan wajah yang berbahan dasar gel karena mampu membantu mengecilkan pori-pori. Hindari menggunakan pelembab karena dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit wajah.
  • Atasi jerawat pada wajah secara menyeluruh. Jerawat yang muncul pada wajah menyumbat pori-pori, sehingga menimbulkan kesan pori-pori terlihat lebih besar. Pilihlah pembersih wajah dengan kandungan asam salisilat untuk mengatasi kulit wajah yang berjerawat.
  • Lakukan eksfoliasi kulit atau pengelupasan sel kulit yang mati pada wajah secara rutin. Apabila sel-sel kulit mati tersebut tidak dibersihkan, maka pori-pori dapat tersumbat. Pilihlah produk eksfoliator yang mengandung alphahydroxy acids (AHA) dan betahydroxy acids (BHA).

Semoga tips-tips di atas dapat berguna bagi permasalahan kulit wajah Anda, ya!

Jangan Sepelekan Benjolan di Belakang Telinga!

Apakah kamu pernah mendapati adanya sebuah benjolan di belakang telinga? Apabila iya, kamu jangan panik terlebih dahulu, ya. Perlu diketahui, bahwa penyebab munculnya benjolan  ini dapat beragam, mulai dari jerawat, infeksi, hingga kanker. Lebih lanjutnya, mari simak artikel berikut ini!

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Umumnya, benjolan di belakang telinga disebabkan oleh beberapa faktor di bawah ini:

  • Infeksi

Benjolan di belakang telinga dapat muncul karena adanya infeksi bakteri pada bagian tertentu di telinga. Terdapat tiga jenis infeksi yang mungkin terjadi, yaitu otitis media, abses, dan mastoiditis.

Otitis media terjadi karena adanya infeksi pada bagian tengah telinga. Infeksi ini akan menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan.

Sementara itu, abses atau yang umumnya dikenal dengan bisul adalah benjolan yang berisi nanah dan akan terus berkembang ketika jaringan pada bagian belakang telinga terinfeksi oleh bakteri. Normalnya, tubuh akan secara otomatis mengirimkan sel darah putih pada bagian yang terinfeksi untuk melawan bakteri-bakteri. Nanah yang terdapat di dalam benjolan ini adalah hasil dari gabungan sel dengan jaringan yang rusak dan bakteri-bakteri di dalamnya. Seseorang yang memiliki abses akan merasakan perasaan nyeri ketika benjolan ini muncul.

Sama halnya dengan abses yang mengandung nanah di dalam benjolannya, mastoiditis adalah infeksi yang berkembang di belakang telinga.

  • Jerawat

Jerawat pada dasarnya dapat muncul di mana saja, termasuk di belakang telinga. Apabila pori-pori di kulit belakang telinga tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, maka jerawat akan muncul pada bagian itu. Dalam kasus yang lebih parah, jerawat akan meradang apabila tidak diatasi dan dapat menjadi infeksi.

Serupa dengan jerawat, namun dermatitis seboroik memiliki ciri yang bersisik dan berwarna kuning atau merah. Sayangnya, hingga saat ini penyebab munculnya dermatitis seboroik belum diketahui secara jelas.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Limfadenopati merupakan pembengkakan kelenjar getah bening yang dapat menyebabkan munculnya benjolan di belakang telinga. Kasus ini disebabkan oleh infeksi, kanker, atau peradangan.

  • Kanker

              Apabila benjolan di belakang telingamu tidak terasa menyakitkan atau menimbulkan perasaan nyeri, namun terus membesar, sebaiknya kamu segera memeriksakannya ke dokter. Hal tersebut dapat menjadi pertanda adanya kanker.

  • Kista

Sebenarnya, kista dapat muncul di mana saja, termasuk di belakang telinga. Kista sebasea ini merupakan benjolan non kanker yang dapat muncul di bawah kulit. Benjolan ini dapat muncul karena kista berkembang di sekitar kelenjar sebasea yang berfungsi melumasi kulit dan rambut.

Nah, setelah kamu tahu apa-apa saja yang dapat menjadi penyebab munculnya benjolan di belakang telinga, semoga kamu tetap dapat mengambil tindakan bijak apabila hal ini terjadi, ya. Jangan panik dahulu sebelum kamu benar-benar mendengar hasil diagnosis dari dokter!

Jangan Sepelekan Bakteri Shigella yang Jadi Penyebab Infeksi Usus!

Pernahkah kamu mengalami buang air besar yang disertai darah? Atau diare berdarah? Apabila kamu pernah mengalami gejala tersebut, itu dapat menjadi pertanda bahwa kamu terinfeksi bakteri Shigella. Bakteri ini jugalah yang menjadi penyebab infeksi usus.

Bagaimana bakteri Shigella dapat menular?

Bakteri Shigella ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita shigellosis. Shigellosis adalah istilah kedokteran untuk penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Bakteri ini umumnya bersarang di tinja. Nah, siapa saja yang melakukan kontak langsung dengan penderita shigellosis dapat ikut terinfeksi juga.

Penularan shigellosis ini dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang mengandung bakteri Shigella. Contoh, ketika kamu makan di sebuah tempat, di mana penyaji makanan tersebut tidak mencuci tangan dengan baik setelah buang air besar, atau makanan yang disajikan ternyata disimpan di tempat yang terkontaminasi dengan saluran pembuangan.

Contoh lain dari penularan bakteri Shigella adalah ketika seseorang tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah mengganti popok bayi yang menderita shigellosis. Tangan yang terkontaminasi tersebut jika menyentuh mulut, maka dapat berisiko tinggi turut menginfeksi tubuh orang itu.

Kasus lain yang dapat kamu jadikan gambaran adalah ketika kamu secara tidak sadar berenang di kolam renang bersama dengan penderita shigellosis. Kamu juga perlu untuk memerhatikan dari mana asal air yang kamu minum, karena air yang terkontaminasi melalui saluran pembuangan dapat membawa serta bakteri Shigella ke dalam tubuh.

Gejala apa saja yang dapat timbul?

Infeksi Shigella atau infeksi usus akan muncul pada 1-2 hari setelah terjadinya kontak langsung dengan bakteri Shigella. Sementara itu, gejala infeksi Shigella baru akan muncul dalam rentang waktu seminggu. Secara umum, penderita infeksi Shigella memiliki gejala:

  • demam di atas 38 derajat
  • rasa sakit atau kram pada bagian perut
  • dehidrasi yang disertai diare berat
  • mual hingga muntah
  • diare yang disertai darah atau lendir.

Nah, jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, maka kamu dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter akan merekomendasikan kamu untuk dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam apabila memang kasusnya sesuai. Dokter juga akan meminta kamu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan sampel feses.

Efek apa saja yang dapat ditimbulkan dari infeksi Shigella?

Dalam beberapa kasus yang berat, Shigellosis dapat menyebabkan komplikasi, seperti dehidrasi, turunnya trombosit, kejang-kejang, hingga gagal ginjal akut. Oleh karena itu, jangan menyepelekan bakteri ini, ya!

Apa itu Ataksia Friedreich dan Apa Penyebabnya?

Penyakit langka Ataksia Friedreich merupakan penyakit langka yang diturunkan secara garis keturunan. Apabila dalam silsilah keluarga Anda terdapat seseorang yang menderita Ataksia Friedreich, secara tidak langsung Anda atau keturunan Anda berpeluang terjangkit penyakit ini. Walaupun penyakit ini hanya menyerang 1 dari 40.000 orang, pada kenyataannya dampak yang ditimbulkan cukup fatal.

Ataksia Friedreich menyerang bagian sistem saraf secara progresif, sehingga mengganggu sistem koordinasi tubuh. Penyakit ini merusak sumsum tulang belakang, saraf tepi, dan juga otak kecil. Bagian-bagian tersebut merupakan pusat dari koordinasi gerakan otot lengan dan kaki. Secara singkat, penderita akan kehilangan keseimbangan.

Waspadai Gejala Penyakit Ataksia Friedreich

Apabila seseorang menderita penyakit Ataksia Friedrich, gejala-gejala yang perlu diwaspadai umumnya muncul ketika ia berusia 5-15 tahun atau pada usia dewasa. Dalam beberapa kasus tertentu, penyakit ini dapat didiagnosis ketika umur 2 hingga 50-an. Gejala awal yang sering dikeluhkan adalah kesulitan berjalan dan menyeimbangkan tubuh.

Pasien Ataksia Friedreich akan terlihat seperti orang yang sedang mabuk ketika berjalan. Secara keseluruhan, semua otot akan mengalami keseimbangan yang buruk dan akan menyebar ke bagian badan yang lainnya. Setidaknya terdapat 9 gejala yang harus diperhatikan:

  • penglihatan memburuk
  • deformitas kaki (kaki bengkok)
  • tulang belakang melengkung (skoliosis)
  • mudah merasa lelah
  • diabetes
  • kesulitan menelan karena terganggunya koordinasi otot lidah dengan tenggorokan
  • otot kaku dan lemah
  • kesulitan ketika berbicara (cadel)
  • gangguan jantung, seperti sesak dan berdebar-debar

Bagaimana mendiagnosis Ataksia Friedreich?

Tahap awal yang dokter akan lakukan ketika mendiagnosis penyakit ini adalah dengan melihat riwayat kesehatan Anda. Setelah pengecekan riwayat kesehatan tersebut, selanjutnya dokter akan mengecek kondisi fisik Anda secara lengkap dan cermat. Pemeriksaan ini difokuskan pada masalah sistem saraf, tidak adanya refleks, keseimbangan yang buruk, dan kurangnya sensasi pada persendian.

Dokter juga akan melakukan prosedur pengecekan dengan CT scan, MRI otak dan sumsum tulang belakang. Tidak ketinggalan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan rontgen kepala, tulang belakang, dan dada. Melalui prosedur MRI ini, akan dihasilkan gambar struktur tubuh secara keseluruhan. Sedangkan, CT scan akan memberikan gambaran tulang, pembuluh darah, dan organ.

Dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes genetika agar mendapatkan gambaran mengenai kerusakan gen secara tepat. Tes lainnya yang mungkin Anda perlu jalani adalah elektromiografi (EMG) dan elektrokardiogram (EKG). EMG bertujuan untuk mengukur aktivitas listrik pada sel otot. Sementara itu, EKG memberikan gambaran tentang ritme jantung. Secara garis besar, diagnosis terhadap Ataksia Friedreich dilakukan secara bertahap.

Anoreksia, Penyakit Kejiwaan yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Tubuh

Istilah anoreksia tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda, bukan? Anoreksia nervosa adalah suatu penyakit kejiwaan yang cukup berbahaya, terlebih jika tidak diatasi dengan tepat. Kenyataannya, ternyata banyak penderita anoreksia yang bertahan dengan kondisi tersebut dalam waktu yang cukup lama, tanpa mencari bantuan untuk mengatasi kelainan ini.

Berbicara tentang topik anoreksia, sebuah penelitian dari International Journal of Eating Disorders yang meneliti tentang gangguan makan pada para model internasional, menghasilkan sebuah temuan untuk perubahan kebijakan dalam dunia permodelan. Selama ini, diketahui bahwa banyak model yang menderita anoreksia agar berat badan tubuhnya tetap masuk ke dalam standar dunia model.

Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa seseorang menderita anoreksia?

Kurangnya asupan makanan bergizi yang masuk ke dalam tubuh dapat berakibat pada serangkaian perubahan tubuh secara fisik pada seseorang. Efek samping yang mungkin terjadi pada penderita anoreksia, antara lain sembelit, pingsan, pusing, sakit perut, lemah otot, kulit kering, gangguan tidur, bahkan gangguan pada siklus hormon dalam tubuh.

Selain itu, terdapat pula dampak jangka panjang yang mungkin muncul jika anoreksia tidak segera diatasi:

  1. Sebabkan osteoporosis

Kerapuhan tulang atau osteoporosis adalah suatu penyakit yang berdampak pada kurangnya kepadatan tulang. Hal ini akan mengakibatkan penderita anoreksia rentan mengalami patah tulang, terutama pada tulang belakang dan pinggul. Selain itu, ia juga berisiko mengalami nyeri persisten, kelumpuhan, hingga terhentinya pertumbuhan tinggi badan.

  1. Mengganggu fertilitas

Anoreksia dapat berdampak pada siklus menstruasi seorang wanita, bahkan jika tidak diatasi, anoreksia dapat menghentikan siklus menstruasi secara permanen. Walaupun begitu, tetap ada kemungkinan bahwa seorang wanita akan mengalami menstruasi kembali, jika ia mulai menerapkan pola makan yang sehat, sehingga berat badannya pun akan semakin bertambah.

  1. Picu masalah jantung

Tidak adanya asupan makanan mengakibatkan tubuh kekurangan lemak yang berfungsi untuk melindungi jantung. Tidak hanya itu, sirkulasi darah juga akan terganggu, bahkan dapat menghilangkan massa otot, seperti otot jantung.

  1. Merusak fungsi otak

Dalam kasus anoreksia dengan tingkat keparahan yang cukup serius, berpeluang terjadinya kerusakan saraf yang dapat memengaruhi fungsi otak dan bagian tubuh lain. Jika dibiarkan, kerusakan saraf dapat memicu kejang-kejang, kebingungan, bahkan mati rasa.

  1. Anemia

Tidak heran jika penderita anoreksia rentan mengalami anemia yang bersumber dari rasa lapar yang dirasakan. Anemia pernisiosa, masalah darah lain yang cukup serius, dapat muncul akibat kurangnya vitamin B12 dan nutrisi yang diterima oleh tubuh.

Apakah Abses Gigi Harus Dicabut?

Sakit gigi tidak hanya membuat Anda jadi sulit makan dan tidur, tetapi juga bisa menyebabkan infeksi di telinga, rahang, dan leher, apalagi jika disertai dengan terjadinya abses gigi. Jika Anda pernah lihat orang sakit gigi sampai pipinya kemerahan dan bengkak, itu salah salah satu tandanya ada abses di gigi.

Abses gigi adalah kantong nanah yang terbentuk di dalam gigi, gusi, atau tulang penyangga gigi. Penyebabnya tidak lain karena infeksi bakteri yang muncul akibat Anda kurang menjaga kebersihan gigi. Kondisi tersebut bisa terjadi di ujung gigi (periapikal) maupun gusi (periodontal). Biasanya, gejala kedua abses ini memiliki kesamaan, yaitu:

  • Gigi atau gusi seperti berdenyut dengan sakit yang datang secara tiba-tiba dan memburuk
  • Gigi goyang dan terjadi perubahan warna
  • Terdapat gusi yang merah dan bengkak
  • Terjadi kemerahan dan bengkak di wajah
  • Sensitivitas terhadap makanan yang terlalu panas atau dingin
  • Bau mulut dan rasa tidak enak di mulut

Ketika seseorang menderita sakit gigi yang disertai dengan abses gigi atau pun gusi, tidur akan tidak nyenyak. Berbaring saja bisa membuat gigi terasa ditusuk-tusuk jarum. Abses gigi hanya bisa sembuh dengan bantuan dokter gigi. Pengobatan ini harus dilakukan sesegera mungkin sebelum nanah menyebar ke area lain.

Apakah gigi yang terkena abses harus dicabut?

Jika abses belum menyebar, prose penyembuhannya juga cukup mudah. Dokter akan berusaha menghilangkan sumber infeksi dan mengeluarkan nanah pada lokasi abses. Anda biasanya akan menerima anestesi lokal untuk mengurangi nyeri saat dokter melakukan insisi pada gusi yang mengeluarkan abses. Namun jika abses sudah terlanjur menyebar, Anda mungkin harus mengonsumsi antibiotik terlebih dahulu untuk menghentikan penyebaran bakteri.

Sedangkan, mencabut gigi biasanya menjadi opsi terakhir, sekalipun gigi Anda terkena abses. Langkah pertama yang akan diusahakan dokter gigi adalah dengan meringankan abses, kemudian menyembuhkan kondisi gigi Anda dengan perawatan saluran akar, atau biasa disebut (PSA). Perlu Anda ketahui, bahwa proses ini tidak cukup dilakukan dengan satu-dua kali kunjungan dengan dokter gigi.