Apa Saja Manfaat Glukomanan bagi Kesehatan dan Efek Sampingnya?

Glukomanan merupangan jenis serat pangan larut air yang diambil dari tanaman Amorphophalus konjac. Tanaman ini banyak tumbuh di negara tropis dan subtropis Asia, seperti Jepang, Korea, dan Indonesia. Berkaitan dengan kandungan seratnya, glukomanan sering digunakan sebagai alternatif menurunkan berat badan. Akan tetapi, selain itu terdapat berbagai macam manfaat kesehatan lainnya setelah mengonsumsi glukomanan.  

Manfaat glukomanan

Glukomanan bisa didapatkan dalam bentuk campuran produk minuman atau makanan, seperti pasta dan tepung, namun tersedia juga dalam bentuk serbuk, kapsul, dan tablet. Ketiga bentuk tersebut memiliki dosis dan keakuratan yang berbeda saat dikonsumsi. Berikut ini merupakan manfaat kesehatan yang berkhasiat membantu memperbaiki kondisi penyakit tertentu:

  1. Membantu menurunkan kadar kolesterol

Glukomanan dapat membantu menjaga kadar kolesterol agar tetap terkendali. Sebuah studi menyebutkan, glukomanan menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat atau Low-Density Liporotein (LDL). Akan tetapi, tidak memengaruhi kolesterol baik atau High-Density Lipoprotein (HDL) dan tekanan darah. 

Meskipun demikian, hasil tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti tentang kemampuan glukomanan dalam mengatasi penyakit hiperlipidemia. 

  1. Mengurangi konstipasi

Apabila Anda mengalami konstipasi kronis, glukomanan dapat dijadikan alternatif konsumsi. Cara ini juga aman dilakukan untuk ibu hamil dan anak-anak, namun penggunaannya hanya disarankan untuk jangka waktu pendek. 

Berdasarkan Journal of Family Medicine and Primary Care, glukomanan dapat memperbaiki konstipasi secara signifikan pada ibu hamil dengan cara meningkatkan frekuensi Buang Air Besar (BAB). Tak hanya itu, serat pangan ini juga membuat konsistensi feses menjadi lebih normal. 

Pada penelitian yang sama, glukomanan juga terbukti lebih efektif meringankan konstipasi dibandingkan magnesium hidroksida. Senyawa magnesium hidroksida sering digunakan di sebagai obat konstipasi.  

  1. Membantu menurunkan berat badan

Glukomaman dalam bentuk suplemen berpotensi menurunkan berat badan. Sebuah studi menunjukkan, suplemen glukomanan yang dikonsumsi 2-4 gram sehari mampu menurunkan berat badan pada penderita overweight atau obesitas. Rasa kenyang yang diperoleh dari serat pangan glukomanan membuat seseorang lebih cepat kenyang. Selain itu glukomanan juga rendah kalori. 

Anda perlu ingat, semua jenis bahan pangan atau suplemen yang diklaim mampu menurunkan berat badan tidak bisa menjamin keberhasilan rencana diet Anda. Penurunan berat badan berkaitan dengan banyak faktor, termasuk mengatur pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik dan olahraga rutin, serta menjaga kulaitas dan kuantitas tidur.    

  1. Membantu mengurangi kadar gula darah

Menurut The American Journal Clinical Nutrition, konsumsi glukomanan memengaruhi kadar glukosa darah seseorang. Pasalnya, penderita diabetes mellitus tipe 2 berusaha mengontrol kadar gula darahnya agar dalam batas normal. 

Tak hanya itu, berdasarakan  jurnal yang diterbitkan Universitas Brawijaya, glukomanan sebanyak 0,12 g/kg merupakan dosis optimum yang berperan aktif sebagai alternatif terapi serat tinggi untuk penderita diabetes tipe 1 melalui jalur reseptor insulin.

Efek samping

Suplemen glokomanan cenderung aman dikonsumsi dalam jangka pendek, sedangkan keamanan konsumsi jangka panjangnya belum banyak diketahui. Secara umum, efek samping suplemen glukomanan diantaranya perut kembung, sering bersendawa, sakit perut, dan diare. 

Glukomanan dapat menyerap air sebanyak 50 kali lipat lebih banyak dibandingkan beratnya sendiri sehingga berisiko menyebabkan tersedak atau tersumbatnya esofagus dan saluran pencernaan lain karena berkurangnya volume air. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencukupi kebutuhan air saat mengonsumsi suplemen glukomanan.

Kapan Kehamilan dapat Terjadi Saat Berhubungan Sebelum Haid?

berhubungan sebelum haid

Pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh wanita adalah bisakah mereka hamil ketika berhubungan sebelum haid, selama, atau sehari setelah menstruasi. Secara teknis seorang wanita dapat hamil kapan saja, tapi peluang hamil karena berhubungan sebelum haid sangat rendah.

Jika Anda merencanakan kehamilan, pilihlah waktu berhubungan seks pada masa kesuburan. Jika tidak, gunakan alat pelindung untuk mencegah kehamilan terjadi.

Peluang hamil ketika berhubungan sebelum haid atau selama menstruasi

Siklus menstruasi umumnya 28 hari. Kehamilan dapat terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur wanita. Ketika masuk ke dalam tubuh wanita, sperma bertahan dalam sistem reproduksi wanita hingga lima hari dan membuahi sel telur. Ketika Anda berhubungan sehari sebelum menstruasi, maka peluang kehamilan sangat kecil.

Namun adakalanya wanita dapat hamil setelah berhubungan sebelum haid. Hal ini tergantung pada siklus mereka. Beberapa wanita memiliki siklus lebih lama yaitu sekitar 35 hari antar periode, dimana ovulasi atau masa subur terjadi sekitar hari ke 21. Ovulasi yang tidak teratur juga dapat meningkatkan peluang hamil jika berhubungan sebelum haid.

Kemungkinan lainnya adalah mereka salah mengira masa subur sebagai periode menstruasi karena mengalami pendarahan. Maka berhubungan pada saaat itu dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

Menghitung masa subur

Ovulasi adalah waktu dilepaskannya sel telur wanita. Ini disebut juga dengan masa subur. Ovulasi biasanya tejadi di tengah siklus menstruasi, sekitar 2 minggu sebelum menstruasi. Berhubungan saat masa subur dapat membuat hamil.

Tapi tidak semua siklus menstruasi teratur, dan bahkan wanita yang memiliki siklus teratur masih mungkin berovulasi lebih awal atau lambat. Ovulasi tidak selalu terjadi pada waktu yang sama dalam siklus menstruasi setiap bulan. Dengan kata lain tidak ada jaminan pasti Anda akan hamil ketika berhubungan pada tanggal yang telah ditentukan.

Beberapa faktor yang dapat mengacaukan waktu ovulasi antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Kegemukan
  • Stres
  • Waktu tidur tidak teratur
  • Kondisi kesehatan

Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui periode haid dan masa subur. Bagi wanita, hal ini tidak hanya digunakan untuk menentukan waktu terbaik untuk hamil atau menghindarinya. Menghitung siklus menstruasi berguna untuk mengontrol haid teratur atau untuk berjaga-jaga atas masalah yang mungkin terjadi.

Berikut ini cara mengetahui siklus menstruasi:

  1. Catat hari pertama menstruasi Anda. Ini merupakan hari pertama pada siklus.
  2. Catat satu hari sebelum Anda menstruasi pertama pada bulan berikutnya. Ini menandakan hari terakhir siklus.
  3. Panjang siklus menstruasi setiap wanita bervariasi, berkisar antara 21 hingga 35 hari.  Siklus juga bisa berubah pada bulan berikutnya. Untuk mengetahui panjang siklus menstruasi, hitung dari hari pertama siklus hingga hari terakhir.

Jika panjang  siklus Anda berbeda-beda, Anda dapat menghitung rata-rata lama siklus Anda. Ambil tiga siklus menstruasi, jumlahkan jumlah hari dalam tiga siklus tersebut dan bagi totalnya dengan tiga. Hasilnya merupakan rata-rata siklus Anda.

Misalnya, siklus 1 adalah 28 hari, siklus 2 adalah 32 hari, dan siklus 3 adahal 27 hari. Jika ditotal didapat angka 87, kemudian dibagi 3. Hasilnya 29 hari, maka itulah rata-rata lama siklus haidnya.

Sementara itu masa subur biasanya terletak di pertengahan siklus. Setelah mengetahui siklus menstruasi Anda, kurangi 14 hari untuk menentukan perkiraan masa subur. Misalnya, siklus haid selama 35 hari, maka ovulasi terjadi sekitar hari ke 21.

Untuk memudahkan Anda, Anda bisa memonitor siklus menstruasi dan masa subur dengan bantuan kalkulator atau aplikasi kesuburan yang tersedia di ponsel pintar.

Jika Anda masih bingung terkait kemungkinan hamil ketika berhubungan sebelum haid dan risikonya, tanyakan kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Zat Aktif Paracetamol Dalam Grafadon Apa Manfaatnya?

Grafadon adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri (seperti nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi, serta rasa nyeri ringan lain) dan menurunkan demam. Grafadon adalah obat bebas, dalam arti Anda bisa membelinya di apotek tanpa perlu membutuhkan resep dari dokter. Zat aktif dalam grafadon adalah paracetamol, sebuah zat misterius yang mekanisme aksi atau kerjanya masih belum diketahui oleh dokter. Namun, paracetamol ini telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai pereda rasa nyeri dan penurun demam. Paracetamol digunakan untuk merawat kondisi seperti sakit kepala, sakit otot, arthritis, sakit punggung, sakit gigi, demam, dan flu. Paracetamol dapat meringankan rasa nyeri pada arthritis ringan namun tidak memiliki efek apapun terhadap peradangan utama dan pembengkakan di persendian. 

Peringatan penting

Grafadon bukanlah satu-satunya obat paracetamol. Ada banyak merek dan bentuk paracetamol yang tersedia di pasaran. Anda juga tidak boleh menggunakan paracetamol melebihi dosis yang dianjurkan. Overdosis paracetamol dapat berbahaya bagi tubuh. Jumlah maksimal paracetamol untuk orang dewasa adalah 1 gram per dosis dan 4 gram per hari. Konsumsi paracetamol berlebih dapat menyebabkan kerusakan hati. Apabila Anda minum tiga gelas minuman beralkohol setiap harinya, diskusikan dengan dokter dan jangan pernah mengonsumsi paracetamol lebih dari 2 gram per hari. Selain itu, beritahu dokter apabila Anda menderita sirosis; karena ada kemungkinan Anda tidak bisa menggunakan paracetamol jika memiliki kondisi tersebut. 

Anda juga dilarang menggunakan obat batuk, demam, alergi, dan nyeri OTC lain sebelum berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Ini disebabkan karena paracetamol banyak terkandung di dalam berbagai jenis obat. Jika Anda menggunakan beberapa obat secara bersamaan, ada kemungkinan Anda akan mengonsumsi paracetamol dalam jumlah melebihi batas harian tanpa Anda menyadarinya. Untuk menghindari hal ini, baca label obat dan pastikan obat tersebut tidak mengandung paracetamol, acetaminophen, atau APAP. Hindari minum minuman beralkohol saat Anda mengonsumsi obat ini, karena alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati saat Anda menggunakan obat paracetamol seperti grafadon. 

Efek samping

Obat paracetamol seperti grafadon jarang menyebabkan efek samping apabila dikonsumsi dalam jumlah atau dosis yang tepat. Apabila Anda khawatir tentang efek samping yang dimiliki obat ini atau melihat adanya tanda atau gejala tidak biasa setelah menggunakannya, hubungi dokter segera. Dalam kasus yang langka, seseorang dapat menderita reaksi alergi parah atau anaphylaxis terhadap obat paracetamol seperti grafadon. Selain itu, hubungi dokter apabila Anda melihat gejala seperti ruam kulit yang gatal, merah, bengkak, melepuh, dan kulit yang mengelupas; Anda menderita mengi dan dada atau tenggorokan terasa sesak; Anda kesulitan bernapas dan berbicara; serta mulut, wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah mulai membengkak. Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya reaksi alergi yang serius dan Anda membutuhkan perawatan rawat inap secepatnya. 

Dalam menggunakan grafadon atau obat paracetamol lainnya, Anda harus mengikuti anjuran dokter atau label yang tertera di dalam kemasan obat. Konsumsi berlebihan grafadon atau obat paracetamol lainnya dapat meningkatkan risiko efek samping seperti kerusakan hati. Dosis grafadon untuk orang dewasa adalah 500 mg hingga 1000 mg sebanyak 3 atau 4 kali sehari, dengan dosis maksimal per hari adalah 4000 mg. Sementara itu, dosis untuk anak usia 7 hingga 12 tahun adalah 250 mg, dengan dosis maksimal per hari adalah 1 gram. Untuk anak usia 1 hingga 6 tahun, dosis sekali minum adalah 125 mg, atau dengan dosis maksimal sebanyak 500 mg per hari, dan anak di bawah 1 tahun memiliki dosis 60 mg.

Ketahui 8 Efek Samping Antasida bagi Kesehatan Tubuh

Ketahui 8 Efek Samping Antasida bagi Kesehatan Tubuh

Bagi penderita asam lambung tentu sudah tidak asing dengan obat antasida. Obat ini biasanya memang dikonsumsi untuk meredakan gejala yang muncul karena gangguan asam lambung. Namun, antasida tidak boleh berlebihan. Sebab, ada beberapa efek samping antasida yang mungkin terasa jika berlebihan dan dikonsumsi sembarangan.

Antasida merupakan obat yang bisa mengobati GERD, gastritis, dispepsia, hingga nyeri ulu hati. Namun, pastikan agar melihat aturan pakai dan simak takaran dosisnya. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat ini sembarangan dengan dosis berlebihan.

Efek Samping Antasida

Sebenarnya, antasida ini aman dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu dan dalam dosis yang aman. Akan tetapi, akan ada berbagai efek samping antasida jika dikonsumsi secara berlebihan. Apa saja efek sampingnya? Simak selengkapnya berikut ini.

  1. Konstipasi atau Sembelit

Salah satu efek samping antasida jika dikonsumsi berlebihan adalah terjadinya konstipasi atau sembelit. Biasanya efek ini muncul jika yang Anda konsumsi obat antasida yang mengandung aluminium dan kalsium. Jika kondisi ini terjadi, maka sebaiknya Anda mengganti obat yang dikonsumsi dengan obat lain yang bisa diresepkan dokter.

  1. Munculnya Masalah Otot

Mengonsumsi obat antasida juga berisiko menyebabkan gangguan otot seperti otot berkedut dan nyeri otot. Biasanya, pasien akan merasakan tubuh lemah seluruh tubuh.

Kondisi ini terjadi karena dipengaruhi oleh kadar elektrolit dalam darah, seperti fosfor, magnesium, dan kalsium. Perubahan kadar elektrolit dalam darah ini membuat fungsi otot dan juga saraf jadi berefek negatif.

  1. Diare

Antasida juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare. Efek samping antasida yang satu ini biasanya dialami oleh pasien yang mengonsumsi antasida yang mengandung magnesium. Diare yang terjadi biasanya tidak berlangsung lama namun bisa kambuh kembali ketika pasien mengonsumsi antasida lagi.

  1. Risiko Batu Ginjal

Antasida yang mengandung kalsium berisiko membuat tubuh akan mengeluarkan mineral yang banyak melalui urine. Akan tetapi, meningkatnya jumlah pembuangan kalsium ini akan membuat mineral menumpuk di ginjal sehingga akan berisiko terjadinya pembentukan batu ginjal.

Batu ginjal ini akan membuat penderita merasa kesakitan di bagian punggung bawah. Selain itu, batu ginjal juga membuat urine berdarah serta menghambat aliran urine.

  1. Hiperkalsemia

Pasien yang mengonsumsi antasida kalsium bikarbonat juga bisa menyebabkan hiperkalsemia. Kondisi ini terjadi ketika menumpuknya kalsium dalam tubuh yang jika sudah berlebihan dapat mengganggu fungsi organ karena aliran darah terhambat. Selain itu, hiperkalsemia juga bisa memicu terjadinya kegagalan fungsi organ. Akan tetapi, menghentikan konsumsi antasida bisa membuat hiperkalsemia yang dialami tidak semakin memburuk.

  1. Mengalami Gangguan Pernapasan

Efek samping antasida lainnya adalah menyebabkan gangguan pernapasan. Efek samping ini terjadi jika pasien mengonsumsi antasida dengan kandungan natrium bikarbonat karena pH aliran darah menjadi naik alias basa.

pH aliran darah yang meningkat bisa membuat laju pernapasan jadi melambat. Akan tetapi, kondisi ini akan membuat pasien mengalami penumpukan karbon dioksida yang menyebabkan rasa kantuk dan letih.

  1. Risiko Infeksi

Antasida adalah obat untuk menetralkan asam lambung. Jika dikonsumsi berlebihan, akan membuat asam lambung menjadi netral yang berlebihan pula. Selain membantu mencerna makanan, asam lambung juga bisa melindungi tubuh dari bakteri yang ada dalam makanan yang dikonsumsi. 

Sehingga, jika asam lambung seseorang netral, maka, bakteri akan masuk ke dalam saluran pencernaan. Hal ini tentu bisa membuat sistem pertahanan tubuh jadi melemah. Selain itu, muncul pula penyakit lain seperti diare, gastroenteritis, hingga gangguan pencernaan bagian atas.

  1. Osteoporosis

Efek samping antasida dengan kandungan aluminium yaitu bisa menyebabkan osteoporosis. Sebab, antasida dengan kandungan aluminium bisa membuat tulang melemah akibat penurunan kadar kalsium dan fosfat pada tubuh.

Bukan Hanya Terapi, Atasi Depresi dengan Obat Antidepresan Alami

Bukan Hanya Terapi, Atasi Depresi dengan Obat Antidepresan Alami

Ketika seseorang mengalami depresi, upaya pengobatan yang paling umum adalah melalui terapi. Akan tetapi, selain terapi, sebenarnya depresi juga bisa diatasi dengan obat antidepresan alami.

Macam-macam obat antidepresan alami untuk atasi depresi

Obat antidepresan alami bisa membantu Anda untuk lebih cepat pulih dari gejala depresi Anda, khususnya jika digunakan bersamaan dengan terapi. Berikut ini beberapa rekomendasi bahan alami untuk digunakan sebagai antidepresan:

  • Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 merupakan kandungan alami yang bisa digunakan untuk atasi depresi. Asam lemak ini tergolong sebagai jenis lemak yang sehat dan bisa ditemukan pada ikan salmon, trout, dan sarden.

Selain dari makanan, asam lemak omega-3 sebagai antidepresan juga tersedia dalam bentuk suplemen. Terkadang, suplemen ini disebut juga dengan kapsul minyak ikan.

Anda juga bisa menambahkan asupan ikan dalam makanan sehari-hari Anda. Makan ikan tiga kali dalam seminggu bisa meningkatkan asupan asam lemak omega-3 tanpa bantuan suplemen.

  • Ginseng

Ginseng merupakan bahan alami yang menjadi bahan natural khas dari negara-negara di Asia. Suplemen ginseng didapatkan dari akar keriput tanaman ginseng. 

Penggunaan ginseng untuk kesehatan telah dilakukan sejak lama oleh para ahli pengobatan tradisional dari Tiongkok. Ginseng dipercaya bisa membantu meningkatkan kejernihan mental dan energi serta mengurangi efek stres.

Beberapa orang mengasosiasikan khasiat ginseng dengan solusi potensial untuk energi yang rendah dan motivasi yang dapat mengatasi depresi. Akan tetapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.

  • Folat

Kandungan folat juga merupakan zat yang diperlukan tubuh Anda, salah satunya untuk mengatasi dan mencegah depresi. Mengonsumsi 500 mikrogram asam folat telah terbukti bisa meningkatkan efektivitas obat antidepresan lainnya.

Cara terbaik untuk meningkatkan kadar folat Anda adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat. Makanan ini termasuk kacang-kacangan, lentil, sereal, sayuran berdaun gelap, biji bunga matahari, dan alpukat.

Anda juga bisa membeli suplemen asam folat khusus di apotek. Hal ini bisa dilakukan jika Anda tidak ingin mengonsumsi makanan alami yang mengandung asam folat. 

  • Kamomil

Kamomil seringkali digunakan sebagai bahan alami untuk membuat teh herbal. Kandungan alami ini juga bisa berperan sebagai obat antidepresan alami Anda.

Kamomil merupakan bunga dari tanaman Matricaria recutita. Berdasarkan penelitian, kamomil terbukti efektif dalam mengatasi depresi dan gangguan kecemasan yang dialami oleh seseorang. 

Penelitian ini telah membuktikan bahwa kamomil bisa menghasilkan kelegaan yang lebih signifikan dari gejala depresi daripada plasebo. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi untuk memastikan dampak kesehatan dari penggunaan kamomil ini.

  • St. John’s Wort

St. John’s Wort merupakan suplemen herbal yang sering dianjurkan untuk para penderita depresi. Suplemen ini telah digunakan untuk tujuan medis selama bertahun-tahun di seluruh dunia.

Mengonsumsi St. John’s Wort dipercaya bisa berkontribusi dalam meningkatkan kadar serotonin. Serotonin ini merupakan zat kimia yang memberikan perasaan nyaman di otak. Hal ini membuat St. John’s Wort bisa bekerja sebagai obat antidepresan alami

Akan tetapi, suplemen ini juga bisa menimbulkan efek samping yang mengganggu efek pengobatan antidepresan dari obat lainnya. Penggunaan St. John’s Wort hingga saat ini masih banyak menuai pro dan kontra.

Masih ada beberapa bahan herbal lainnya yang bisa dijadikan sebagai obat antidepresan alami. Obat ini bisa membantu mempercepat penyembuhan Anda bila dibarengi dengan terapi dan pengobatan resmi dari dokter.

Gastrul Tablet, Obat dengan Zat Aktif Misoprostol

Gastrul Tablet, Obat dengan Zat Aktif Misoprostol

Gastrul tablet adalah obat yang digunakan untuk mencegah kemungkinan sakit maag. Obat ini memerlukan resep dokter, karena termasuk dalam obat keras. Zat aktif yang ada di dalam obat ini adalah misoprostol.

Obat gastrul tablet 200 biasanya digunakan untuk mencegah perkembangan maag, yang terkadang disebabkan oleh obat-obatan radang sendi yang disebut obat antiinflamasi non steroid (NSAID). Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk mencegah pendarahan di lambung atau usus bagian atas pada pasien rumah sakit setelah operasi.

Gastrul tablet membuat perut Anda menghasilkan lebih sedikit asam, dan hal ini membantu perut Anda melindungi dirinya dari kerusakan dari asam dan zat tertentu lainnya, seperti obat antiinflamasi non steroid. Bahan aktif dalam gastrul tablet disebut misoprostol. 

Misoprostol sangat mirip dengan sekelompok zat yang disebut prostaglandin, yang muncul secara alami di perut dan bagian tubuh lainnya. Jika jumlah prostaglandin alami ini lebih rendah dari biasanya, ada resiko maag dapat terjadi di perut atau duodenum. Penurunan prostaglandin ini seringkali merupakan efek samping dari obat antiinflamasi non steroid. Gastrul tablet dapat menggantikan prostaglandin dan membantu mencegah maag, atau membantu menyembuhkan maag  jika Anda sudah memilikinya. Jika Anda menggunakan obat antiinflamasi non steroid, gastrul tablet membantu melindungi perut Anda sementara Anda terus menerima manfaat pereda nyeri dan pengurangan pembengkakan sendi dari obat radang sendi Anda.

Karena gastrul tablet memiliki zat aktif misoprostol, obat ini sangat tidak disarankan untuk wanita yang sedang hamil. Karena, jika dikonsumsi wanita yang sedang hamil, obat ini dapat menyebabkan cacat lahir, aborsi, prematur lahir atau gangguan uterus.

Kekuatan uterus telah dilaporkan ketika gastrul tablet dikonsumsi wanita hamil, karena dapat mendorong aborsi. Resiko kebangkitan uterus juga meningkat dengan orang yang memiliki usia kehamilan tertentu dan dengan orang yang sudah melakukan bedah uterus sebelumnya, termasuk operasi sesar.

Gastrul tablet tidak boleh digunakan untuk mengurangi resiko ulkus yang diinduksi obat antiinflamasi non steroid pada wanita yang berpotensi melahirkan anak kecuali pasien berisiko tinggi mengalami komplikasi dari maag yang terkait dengan penggunaan obat antiinflamasi non steroid, atau beresiko tinggi mengalami ulserasi lambung. Pada pasien seperti itu, gastrul tablet dapat diresepkan jika pasien:

  • Memiliki tes kehamilan serum negatif dalam 2 minggu sebelum memulai terapi.
  • Mampu mematuhi tindakan kontrasepsi yang efektif.
  • Telah menerima peringatan lisan dan tertulis tentang bahaya misoprostol, resiko kemungkinan kegagalan kontrasepsi, dan bahaya bagi wanita lain yang berpotensi melahirkan anak jika obat tersebut dikonsumsi secara tidak sengaja.
  • Akan memulai gastrul tablet hanya pada hari kedua atau ketiga dari periode menstruasi normal berikutnya.

Namun, dokter Anda mungkin meresepkan gastrul tablet untuk tujuan lain, selain sakit maag. Tanyakan kepada dokter Anda jika Anda memiliki pertanyaan tentang mengapa gastrul tablet telah diresepkan untuk Anda.

Dosis biasa gastrul tablet adalah satu tablet dua, tiga atau empat kali sehari. Gastrul tablet paling baik dikonsumsi dengan makanan, disarankan untuk jangan mengambil gastrul tablet saat perut Anda kosong.

Ikuti instruksi dokter Anda dengan tepat, tentang berapa banyak gastrul tablet yang harus konsumsi, dan untuk berapa lama. Jika Anda menggunakan obat antiinflamasi non steroid, gastrul tablet dapat diresepkan selama Anda menggunakan obat antiinflamasi non steroid, terlepas dari apakah Anda mengalami sakit perut atau gejala maag lainnya atau tidak. Beberapa ulkus tidak menimbulkan rasa sakit, terutama yang disebabkan oleh obat antiinflamasi nonsteroid.

Dosis dan Cara Penggunaan Ketorolac

Merupakan salah satu jenis obat yang fungsinya untuk meredakan nyeri dan peradangan disesebut dengan ketorolac. Obat ini kerap digunakan setelah prosedur operasi medis yang memiliki efek samping menimbulkan nyeri. Selain itu, obat ini juga termasuk merupakan obat gologan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dengan bentuk sediaan tablet dan suntik.

Golongan obat nonsteroid bekerja dengan memblok produksi substasni alami dalam tubuh yang menimbulkan risiko menyebabkan inflamasi. Efek yang ditimbulkan bermanfaat untuk mengurangi bengkak, nyeri atau demam. Obat ini juga diperbolehkan dipakai untuk nyeri ringan atau kondisi nyeri jangka panjang, seperti radang sendi misalnya.

Dosis Obat

Ketorolac merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga untuk mendapatkan atau membeli obat ini harus dengan menggunakan resep dokter. Dosis penggunaan obat ini juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dulu, hal ini dikarenakan dosis setiap pasien berbeda-beda dan tergantung parah atau tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Nyeri Pasca Operasi
  • Biasanya obat yang direkomendasikan untuk dikonsumsi berbentuk tablet, untuk orang dewasa 20 mg sebagai dosis awal kemudian dilanjutkan 10 mg setiap empat hingga enam jam.
  • Dosis maksimal dalam sehari adalah 40 mg dan dalam jangka waktu maksimal selama lima hari sejak konsumsi hari pertama.
  • Untuk lansia, dosisnya 10 mg sebagai dosis awal kemudian dilanjutkan setiap empat hingga enam jam, dosis maksimal dalam sehari adalah 40 mg.
  1. Nyeri Pasca Operasi
  • Untuk obat injeksi, dosis orang dewasa dalam kondisi sedang hingga parah awalnya 10 mg, kemudian dilanjutkan dengan 10-30 mg selama empat hingga enam jam sesuai kebutuhan.
  • Hingga dua jam selama periode pasca operasi awal, melalui intramuskular atau otot atau intravena bolus atau infus selama kurang lebih 15 detik.
  • Pemberian maksimal hingga 90 mg setiap hari dengan durasi maksimal dua hari, untuk lansia pemberian dosis maksimal 60 mg setiap harinya.

Cara Penggunaan yang Benar

Ikuti anjutan dokter dan selalu baca informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum mulai mengonsumsinya. Obat dalam bentuk cairan infus atau suntik akan diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Untuk obat bentuk tablet, pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Usahakan untuk menggunakan obat ini secara teratur, tujuannya untuk memaksimalkan efek yang diberikan obat ini. Dan yang terakhir, simpan obat ini ditempat yang sejuk, kering dan terhindar dari sinar matahari langsung serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kontraindikasi dan Interaksi Obat

Sangat disarankan untuk menghindari pemberian obat ini kepada pasien dengan kondisi seperti, infeksi mata, rehumatoid arthritis, asma dan gangguan pernapasan lain, sakit jantung, hipertensi, gangguan ginjal, stroke, diabetes hingga pembengkakan pada kaki serta tangan. Sementara itu, berikut beberapa interaksi obat yang akan muncul setelah dikonsumsi.

  • Adanya potensi meningkatkan risiko fatal, seperti pendarahan jika dikonsumsi bersamadengan obat antikoagulan, aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid dan pentoxifykline lainnya.
  • Penggunaan obat ini dapat meningkatkan kadar zat litium, dan meningkatkan kadar toksisitas obat menthotrecate.
  • Beberapa obat seperti golongan kortikosteroid, selective serotonin reuptake inihibitor (SSRis) dan anti plaelet jika dikonsumsi bersama dengan obat ini bisa menimbulkan tukak tambung.
  • Ketorolac juga menimbulkan beberapa efek samping, seperti berat badan naik drastis, sakit perut, mual dan muntah, peningkatan tekanan darah, mulut kering dan sariawan.

HbA1c Tinggi, Ini 5 Tips Mengontrol Diabetes

HbA1c merupakan singkatan dari hemoglobin terglikasi. HbA1c kerap dijadikan sebagai tes untuk mengetahui seseorang terkena diabetes melitu atua tidak. Pasalnya lewat kadar HbA1c dapat diketahui glokasi yang terikat di aliran darah. Melihat kondisi diabetes dari HbA1c bahkan dipandang lebih akurat dibandingkan pengukuran kadar gula darah biasa. 

Normalnya ukuran HbA1c adalah di bawah 5,5 persen. Lebih daripada itu, orang tersebut bisa diindikasi mengalami diabetes ataupun pradiabetes. Diabetes sendiri merupakan suatu penyakit serius yang bisa berimbas ke rusaknya berbagai fungsi organ tubuh lainnya. 

Karena itulah ketika mendapati ukuran HbA1C Anda tinggi, sejumlah tindakan untuk mengontrol gula darah perlu dilakukan. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda jalankan untuk mencegah kadar gula darah terus menanjak sehingga makin membahayakan bagi tubuh. 

  1. Kurangi Asupan Karbohidat

Mulailah mengurangi konsumsi karbohidrat jika HbA1c Anda tinggi. Pasalnya, karbohidrat mengandung banyak gula yang bisa meningkatkan gula darah. Banyak penelitian sudah membuktikan bahwa diet karbohidrat dapat menjadi cara jitu menurunkan kadar gula dalam darah secara signifikan. Namun, mengurangi bukan berarti menghilangkan. Anda tetap memerlukan asupan karbohidrat sebagai sumber energi, hanya saja kurangi volumenya. 

  1. Perbanyak Makan Serat 

Jika Anda jenis asupan yang mesti dikurangi, berarti ada pula yang mesti ditambah. Bagi Anda yang sedang berjuang untuk menurunkan persentase hemoglobin terglikasi, disarankan Anda mengonsumsi lebih banyak serat yang bisa diperoleh dari sayur dan buah. Pasalnya, serat mampu memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula. Anda akan lebih mudah merasa senang dan tahan lama untuk tidak lapar karena asupan serat yang berlimpah. Alhasil, kadar gula darah pun bisa terkontrol. Sebagai informasi, asupan serat harian yang dianjurkan adalah sekitar 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria.

  1. Minum Air Mineral 

Air mineral dapat membantu merehidrasi darah dan membantu ginjal untuk membuang kelebihan gula dalam tubuh. Karena itu secara langsung, konsumsi air yang cukup mampu membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Bahkan dalam sebuah studi yang ada dalam jurnal Diabetes Care, orang-orang ynag minum lebih dari 1 liter air mineral dalam sehari mampu memperkecil kemungkinan terkena penyakit diabetes sebesar 28 persen daripada mereka yang minum air mineral kurang dari setengah liter. 

  1. Rekreasi dan Meditasi 

Rekreasi maupun meditasi merupakan cara yang bisa Anda tempuh untuk menurunkan tingkat stres. Rasa stres yang berlebihan sendiri merupakan salah satu pemicu yan menyebabkan HbA1c menjadi tinggi. Ini karena saat stres, tuuh memproduksi hormone glucagon dan kortisol yang menyebabkan kadar gula darah naik.  Jadi jika Anda mulai merasa stres, cobalah untuk menurunkannya dengan melakukan hal-hal yang Anda sukai lewat kegiatan yang rekreatif. Melakukan meditas yang menenangkan juga ampuh menurunkan tingkat stres Anda. 

  1. Olahraga Rutin 

Berat badan berlebih sangat berpengaruh pada potensi gula darah tinggi. Jadi, jika ingin menurunkan HbA1c, baiknya Anda juga memikirkan cara menurunkan berat badan. Olahraga menjadi jawabannya. Rutinlah melakukan olahraga minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi masing-masing latihan minimal 20 menit. Olahraga yang teratur sehingga berat badan bisa turun terbukti menghindarkan seseorang dari kadar gula tinggi. Dalam sebuah studi didapati fakta, penurunan berat badan sebesar 7 persen dari sebelumnya bisa menurunkan risiko gula darah tinggi hingga 58 persen. Menakjubkan, bukan?

*** 

Anda memang perlu waspada jika mendapati nilai HbA1c Anda tinggi. Namun, jangan khawatir berlebihan terlebih dahulu. Cara-cara di atas terbukti efektif mengontrol gula darah sekaligus menurunkan HbA1c yang membuat panik. 

Efek Samping Amoxicillin yang Terkandung dalam Amoxsan

Efek Samping Amoxicillin yang Terkandung dalam Amoxsan

Amoxsan adalah sebuah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri, misalnya infeksi kulit dan infeksi saluran pernapasan. Amoxsan masuk ke dalam kategori obat keras, dalam arti untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dari dokter. Obat ini mengandung amoxicillin, sebuah zat aktif yang sering digunakan untuk mengobati infeksi tenggorokan, hidung, kulit, telinga, dan saluran kemih. Amoxsan juga dapat digunakan untuk mengobati pneumonia, tonsillitis, dan bronkitis. Dengan berbagai fungsi/kegunaan tersebut, tentu amoxsan memiliki efek sampingnya sendiri. Artikel ini akan membahas efek samping amoxicillin yang terkandung di dalam amoxsan. 

Amoxsan mengandung zat aktif amoxicillin, yang terkenal dengan efek sampingnya, terutama pada anak-anak. Meskipun kebanyakan kasus efek samping amoxicillin tidak serius, beberapa orang telah melaporkan reaksi yang mengancam nyawa. Gejala gastrointestinal merupakan efek samping yang paling ditemui, seperti diare, mual, dan muntah. Efek samping lain yang sering dijumpai adalah sakit kepala dan perubahan sensasi dalam merasa. Apabila gejala tersebut terus menerus terjadi atau berubah menjadi lebih parah, Anda harus menghubungi dokter. Dokter dapat merekomendasikan beberapa cara dalam mengurangi efek samping, seperti melakukan perubahan diet yang spesifik. Apabila dibutuhkan, dokter dapat meresepkan antibiotik yang berbeda. Sangat mungkin bagi seseorang untuk menderita efek samping meskipun mereka telah mengonsumsi amoxsan atau produk lain yang mengandung amoxicillin tanpa adanya efek samping sebelumnya. 

Dalam kasus yang langka atau jarang terjadi, seseorang berpotensi menderita efek samping yang dapat mengancam nyawa saat menggunakan amoxsan atau produk yang mengandung amoxicillin lainnya, seperti sulit bernapas, mengi, gatal-gatal, ruam, kulit yang mengelupas, pembengkakan di wajah dan tenggorokan/lidah, diare parah, dan kram perut. Anda harus mencari bantuan medis secepatnya apabila menderita efek samping tersebut, khususnya apabila kesulitan bernapas karena dapat mengancam nyawa. Seseorang juga bisa menderita sebuah kondisi yang disebut dengan istilah superinfeksi akibat mengonsumsi amoxicillin. Superinfeksi ini dapat disebabkan karena bakteri atau jamur, dan salah satu superinfeksi yang adalah colitis Clostridium difficile. Colitis jenis ini khususnya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan diare parah dan berkepanjangan yang dapat merusak usus. 

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi

Dokter telah mengidentifikasi beberapa faktor tertentu yang dapat menyebabkan kemungkinan seseorang untuk mengalami reaksi amoxsan atau obat amoxicillin lain, seperti:

  • Usia. Amoxicillin dapat menyebabkan reaksi kulit seperti ruam pada bayi. Dokter biasanya meresepkan amoxicillin untuk merawat infeksi pada anak-anak karena tubuh dapat menyerapnya dengan baik. Ruam ini bersifat ringan dan terkadang terasa gatal.
  • Dosis. Seseorang perlu mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama pada infeksi yang parah atau berkepanjangan, misalnya osteomyelitis. Melakukan hal tersebut menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi dalam menderita komplikasi jangka panjang, seperti crystalluria, anemia hemolitik, dan nephritis. 
  • Riwayat medis. Mereka yang memiliki riwayat asma atau alergi penicillin memiliki risiko menderita efek samping yang berhubungan dengan amoxsan atau obat yang mengandung amoxicillin lain. Penicillin memiliki kesamaan kimia dengan amoxicillin. 

Orang-orang biasanya mendapatkan perawatan amoxsan atau antibiotik amoxicillin lainnya dalam jangka waktu yang pendek, sehingga efek samping yang dirasakan pun tidak akan terjadi dalam waktu lama. Dalam kebanyakan kasus, ketika seseorang berhenti minum antibiotik, mereka juga akan berhenti mengalami efek samping. Apabila Anda menderita diare berkepanjangan dan ditemani dengan demam dan sakit perut setelah minum amoxsan atau antibiotik lain, hubungi dokter. 

Apa Saja Penyebab dan Gejala Herpes Simplex Tipe 2 Itu?

herpes simplex tipe 2

Herpes Simplex Tipe 2 (HSV-2) disebut juga sebagai herpes genial. Penyakit ini adalah infeksi menular seksual karena virus herpes simplex. Penyakit herpes simplex sendiri terbagi dalam tipe 1 dan tipe 1. Keduanya sama-sama menular karena kontak langsung. Perempuan lebih rentan mengalami HSV-2 jika dibandingkan dengan laki-laki. Penyakit HSV-2 dapat didiagnosis dengan beberapa pemeriksaan seperti kultur virus untuk mengambil sampel jaringan dari luka herpes, PCR untuk mengambil sampel cairan tulang belakang, atau pemeriksaan darah untuk mengamati antibodi terhadap HSV-2.

Penyebab herpes simplex tipe 2

HSV-2 disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex. HSV-2 dapat terjadi melalui penularan berupa kontak langsung dengan penderita. Penularan terjadi karena sentuhan kulit atau ketika melakukan hubungan seksual. Penularan dapat terjadi meski penderita tidak memiliki luka terbuka pada tubuhnya.

Gejala herpes simplex tipe 2

Umumnya orang yang terinfeksi virus penyakit HSV-2 tidak menunjukkan gejala apa pun. Hal tersebut dikarenakan virus belum aktif. Akan tetapi biasanya berbagai gejala HSV-2 akan muncul pada pasien yang telah terinfeksi dan kondisi imun tubuhnya sedang turun. Beberapa gejala tersebut yaitu:

  • Terdapat cairan yang keluar dari vagina
  • Terdapat luka terbuka yang nyeri dan gatal
  • Demam
  • Nyeri pada punggung bwah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Terdapat luka melepuh yang dapat pecah di area genital
  • Saat buang ir kecil terasa nyeri

Berbagai faktor akan menyebabkan virus HSV-2 yang telah bersarang pada tubuh menjadi aktif dan menimbulkan gejala. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Stres fisik maupun psikis
  • Kelelahan berlebih
  • Terdapat gangguan medis atau penyakit tertentu
  • Menurunnya kekebalan tubuh
  • Trauma pada hubungan seksul
  • Paparan sinar matahari
  • Menstruasi

Cara mengobati herpes simplex tipe 2

Sayangnya hingga saat ini belum ditemukan obat atau cara untuk menghilangkan virus herpes simplex tipe 2 dari dalam tubuh penderita. Virus akan menetap di tubuh seumur hidup dan menjadi aktif sewaktu-waktu karena faktor-faktor yang sebelumnya telah dijelaskan. Gejala HSV-2 bisa hilang dengan sendirinya tanpa obat. Akan tetapi, pemberian obat tetap bisa dilakukan guna mempercepat proses penyembuhan. Obat tersedia dalam bentuk oral dan salep.

Cara mencegah penularan herpes simplex tipe 2

HSV-2 dapat terjadi akibat penularan dari pasien yang telah menderita. Untuk mencegah penularan HSV-2, beberapa cara dapat diterapkan yaitu:

  • Pasien HSV-2 perlu menghindari hubungan seksual sebab dapat dengan mudah menularkan virus melalui alat genital.
  • Pada ibu hamil dengan gejala herpes simplex tipe 2 maka harus mengonsultasikan kondisinya pada dokter. Hal tersebut bertujuan agar usaha pencegahan penularan HSV-2 pada janin dapat dilakukan.
  • Hindari berganti-ganti pasangan secara seksual sebab dapat meningkatkan risiko terkena HSV-2.
  • Penggunaan kondom saat berhubungan seksual mampu menurunkan risiko tertular HSV-2. Meski demikian, hal tersebut tidak terjamin 100%. HSV-2 dapat menular melalui bagian kemaluan yang tidak tertutup kondom.
  • Khusus untuk laki-laki, disarankan untuk menjalani sunat sebab dapat melindungi dari infeksi virus HSV-2, HIV, serta HPV.

Apabila berbagai gejala dirasakan maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, seseorang yang sempat berhubungan seksual dengan penderita HSV-2 meski menggunakan kondom juga sebaiknya menemui dokter untuk melakukan pengecekan. Jika terbukti menderita herpes simplex tipe 2 maka penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. Konsultasi dengan dokter dapat dilakukan secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.