Mungkinkah Manusia Menjalani Hibernasi Seperti Hewan?

Pada musim dingin, hewan biasanya melakukan hibernasi. Apakah itu? Hibernasi adalah cara yang dilakukan untuk bertahan hidup saat musim dingin dengan menghemat energi. Saat musim dingin tiba, hewan akan kesulitan mendapatkan makanan. Selain itu, suhu tubuh pun menjadi kurang stabil. Oleh karena itu, hibernasi perlu dilakukan. Lalu, mungkinkah manusia melakukan hal yang sama? Simak penjelasan berikut ini. 

Apa itu hibernasi?

Hibernasi sering dijelaskan sebagai kondisi di mana hewan melakukan tidur panjang selama musim dingin. Ketika hibernasi, hewan tidak sepenuhnya tidur terus menerus. Mereka akan terbangun secara berkala meski untuk tidur lagi. Kondisi yang terjadi saat hibernasi yaitu perubahan fisiologis tubuh. Beberapa perubahan fisiologis ini diantaranya seperti detak jantung dan pernapasan melambat, penurunan suhu tubuh, dan proses metabolisme bergerak pelan. Beberapa hewan yang menjalani hibernasi ketika musim dingin yaitu beruang, kelelawar, tupai tanah, ulat, landak, kupu-kupu, katak kayu, kura-kura kotak, dan masih banyak lainnya. 

Lama waktu hibernasi 

Durasi hewan melakukan hibernasi bisa berbeda antara satu dengan lainnya. Ada hewan yang melakukan hibernasi pendek seperti beruang hitam Amerika. Hibernasi beruang hitam Amerika biasanya terjadi selama musim dingin berlangsung. Selama 100 hari, beruang hitam Amerika dapat bertahan tanpa bergerak, buang air, makan, dan minum. Untuk hewan lebih kecil seperti tupai tanah, hibernasi dapat dilakukan selama 7 bulan lamanya. Meski demikian, aktivitas yang dilakukan selama hibernasi tidak hanya tidur saja. Hewan tertentu seperti kelelawar dan landak akan terbangun dari tidur dan melakukan kegiatan lain seperti kawin atau mencari makan sesaat saat masa hibernasi. Meski demikian, dominasi kegiatan yang dilakukan saat hibernasi adalah tidur. 

Alasan manusia tidak bisa berhibernasi

Jika banyak hewan berhasil melakukan hibernasi, bisakah manusia melakukan hal yang sama? Sampai saat ini, manusia tidak dapat menjalani hibernasi. Mengapa demikian? Salah satu penyebabnya adalah awalnya manusia berasal dari daerah tropis sehingga fungsi tubuh tidak mengenali teknik berupa hibernasi. Tidak ada refleks khusus yang terasah untuk menghadapi suhu dingin ekstrim. Metabolisme tubuh manusia memang mengalami evolusi untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, akan tetapi evolusi tersebut masih belum terlalu lama sehingga tubuh belum siap untuk menjalani hibernasi. 

Selain itu, manusia telah bisa mengatasi musim dingin tanpa perlu melakukan hibernasi. Jika hewan kesulitan mendapatkan makanan dan harus menyimpan energi ketika musim dingin, manusia lebih cerdas sebab berbagai cara telah ditemukan guna bertahan hidup. Beberapa cara yang telah terbukti sebagai pengganti hibernasi adalah adanya pakaian tebal dan hangat, penemuan api, bercocok tanam, membangun tempat tinggal yang melindungi dari dingin, serta berbagai teknologi tambahan yang terus berkembang. Hal tersebut menyebabkan  manusia mampu menyimpan makanan dalam jumlah banyak dan bisa bertahan dalam waktu lama. Selain itu, manusia tetap bisa bergerak bebas tanpa khawatir kehabisan energi.

Meski saat ini manusia dianggap tidak bisa menjalani hibernasi, akan tetapi ilmuan masih terus melakukan penelitian. Kemungkinan manusia dapat menjalani hibernasi seperti hewan tetap ada. Meski percobaan hibernasi pada manusia cukup berbahaya namun sampai saat ini tidak ada kerusakan tubuh yang terjadi pada pasien percobaan. Hal tersebut terus diupayakan sebab hibernasi pada manusia dapat memberikan manfaat tersendiri. Jika manusia berhasil menjalani hibernasi maka kerusakan organ tubuh dapat diminimalisir serta tubuh manusia akan lebih beradaptasi ketika bepergian ke luar angkasa.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *