Menurun Jauh, Ini Harga PCR Test Terbaru

Tes PCR sedang banyak diperbincangkan dan diperdebatkan. Ini berkaitan dengan harganya yang fantastis lalu bisa turun drastis. Di awal pandemi, harga PCR sendiri mencapai jutaan rupiah. Kini harganya merosot turun seiring juga dengan kebutuhan masyarakat dan hasil audit dari Kementerian Kesehatan dan BPKP (Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan).

PCR dan antigen sendiri menjadi tes COVID-19 yang diperlukan sebagai syarat bepergian. Presiden Joko Widodo meminta agar harga PCR di Indonesia bisa diminimalisir sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era PPKM dan pandemi ini.

Lantas berapa harga PCR terbaru? Berikut penjelasannya.

PCR test COVID-19

PCR test COVID-19 sendiri adalah pemeriksaan untuk mendeteksi adanya infeksi virus SARS‑CoV‑2 yang aktif dalam tubuh. Tes satu ini menjadi standar emas atau tes yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi untuk mendiagnosa COVID-19.

Metode pengambilan sampelnya dengan cara usap hidung untuk mengambil lendir sebagai sampel yang akan dianalisis di laboratorium. Tes ini memakan waktu yang cukup lama untuk mengeluarkan hasilnya. 

Komponen PCR test

Dalam PCR test terdapat beberapa komponen pembentuk yang berpengaruh dengan harganya. 4 komponen penting PCR test sendiri, meliputi:

  1. Reagen

Reagen adalah zat atau senyawa yang dapat memfasilitasi reaksi, yang digunakan dalam tes, termasuk tes kehamilan, tes glukosa darah, dan sebagian besar alat tes COVID-19. Reagen atau peraksi kimia digunakan untuk menguji keberadaan zat tertentu, di mana pengikatan reagen ke zat terkait lainnya memicu reaksi tertentu yang dapat menandakan keberadaan zat tersebut.

Dalam hal ini reagen adalah senyawa yang digunakan untuk menguji keberadaan virus corona dalam sampel yang diambil dari tubuh pasien. Reagen sendiri memiliki harga yang relatif bervariasi tergantung asal, kualitas, dan daerahnya. 

  1. Alat tes

Mesin PCR, tabung dan tutup PCR, rak tabung PCR, penanda tahan etanol, dan satu set mikropipettor termasuk dalam peralatan yang digunakan dalam metode analisis PCR. Belum lagi alat untuk pengambilan sampel pada pasien.

  1. Komponen pelindung diri

Tentu dalam melakukan PCR test yang berkontak langsung dengan pasien hingga analisis sampel, pelayan kesehatan harus memakai komponen pelindung diri atau alat pelindung diri (APD). 

Ini dimaksudkan agar para pelayanan kesehatan tetap steril sehingga sampel tidak terkontaminasi. Komponen pelindung diri ini mulai dari baju para pelayan kesehatan, sarung tangan, sepatu hingga masker yang akan dikenakan.

  1. Para pelayan kesehatan

Tentu PCR test tak akan berjalan jika tak ada para pelayan kesehatan. Kebutuhan mereka dan balas jasa mereka juga diperhitungkan.

  1. Biaya Operasional 

Komponen lain yang menjadi pertimbangan dalam penetapan harga PCR adalah biaya operasional. Ini bisa mencakup pengeluaran perawatan fasilitas laboratorium, pemeliharaan alat, bahkan ke sewa ruangan.

Bahan baku PCR test di Indonesia masih impor, untuk itulah harganya cukup mahal. Alat tes PCR sendiri diimpor dari berbagai negara, seperti China, India, Argentina, Australia, Kanada, Czech Republic, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Amerika Serikat, hingga Malaysia.

Beberapa negara mungkin tidak menetapkan harga semahal di Indonesia, seperti contoh yang diambil presiden Jokowi, yaitu di India. Negara yang masuk dalam daftar penduduk terbesar di dunia itu sudah memiliki bahan baku PCR test yang diproduksi sendiri sehingga harganya bisa lebih murah.

Harga PCR terbaru

Mulai dari jutaan rupiah, kini harga PCR test telah diperbarui menjadi ratusan ribu. Setelah Kementerian Kesehatan berserta BPKP mengadakan audit lebih lagi, pemerintah akhirnya menetapkan harga terbaru untuk PCR test yang berlaku mulai dari 27 Oktober 2021.

Dalam Surat Edaran Nomor HK 02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dikutip dari laman resmi Kemenkes, batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp275.000 untuk pulau Jawa dan Bali, sedangkan daerah luar pulau Jawa dan Bali sebesar Rp300.000.

Batas maksimal tarif tersebut diberlakukan untuk semua laboratorium klinik yang telah ditetapkan sebagai laboratorium pemeriksaan PCR COVID-19. Beberapa laboratorium klinik atau rumah sakit mungkin memiliki harga yang bervariasi tergantung dengan paket dan layanan yang tersedia. Namun, batas tertinggi berada di angka tersebut.

Harga PCR terbaru kini sudah menurun dan semakin mengurangi beban masyarakat yang memerlukan pemeriksaan PCR untuk mendeteksi COVID-19. Meski demikian, tetap jalankan protokol kesehatan, termasuk 3 M, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker. 

Temukan harga PCR test yang bervariasi dengan promo khusus di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa menemukan fasilitas kesehatan terdekat Anda yang menyediakan layanan PCR test di aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *