Ketahui 8 Efek Samping Antasida bagi Kesehatan Tubuh

Bagi penderita asam lambung tentu sudah tidak asing dengan obat antasida. Obat ini biasanya memang dikonsumsi untuk meredakan gejala yang muncul karena gangguan asam lambung. Namun, antasida tidak boleh berlebihan. Sebab, ada beberapa efek samping antasida yang mungkin terasa jika berlebihan dan dikonsumsi sembarangan.

Antasida merupakan obat yang bisa mengobati GERD, gastritis, dispepsia, hingga nyeri ulu hati. Namun, pastikan agar melihat aturan pakai dan simak takaran dosisnya. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat ini sembarangan dengan dosis berlebihan.

Efek Samping Antasida

Sebenarnya, antasida ini aman dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu dan dalam dosis yang aman. Akan tetapi, akan ada berbagai efek samping antasida jika dikonsumsi secara berlebihan. Apa saja efek sampingnya? Simak selengkapnya berikut ini.

  1. Konstipasi atau Sembelit

Salah satu efek samping antasida jika dikonsumsi berlebihan adalah terjadinya konstipasi atau sembelit. Biasanya efek ini muncul jika yang Anda konsumsi obat antasida yang mengandung aluminium dan kalsium. Jika kondisi ini terjadi, maka sebaiknya Anda mengganti obat yang dikonsumsi dengan obat lain yang bisa diresepkan dokter.

  1. Munculnya Masalah Otot

Mengonsumsi obat antasida juga berisiko menyebabkan gangguan otot seperti otot berkedut dan nyeri otot. Biasanya, pasien akan merasakan tubuh lemah seluruh tubuh.

Kondisi ini terjadi karena dipengaruhi oleh kadar elektrolit dalam darah, seperti fosfor, magnesium, dan kalsium. Perubahan kadar elektrolit dalam darah ini membuat fungsi otot dan juga saraf jadi berefek negatif.

  1. Diare

Antasida juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare. Efek samping antasida yang satu ini biasanya dialami oleh pasien yang mengonsumsi antasida yang mengandung magnesium. Diare yang terjadi biasanya tidak berlangsung lama namun bisa kambuh kembali ketika pasien mengonsumsi antasida lagi.

  1. Risiko Batu Ginjal

Antasida yang mengandung kalsium berisiko membuat tubuh akan mengeluarkan mineral yang banyak melalui urine. Akan tetapi, meningkatnya jumlah pembuangan kalsium ini akan membuat mineral menumpuk di ginjal sehingga akan berisiko terjadinya pembentukan batu ginjal.

Batu ginjal ini akan membuat penderita merasa kesakitan di bagian punggung bawah. Selain itu, batu ginjal juga membuat urine berdarah serta menghambat aliran urine.

  1. Hiperkalsemia

Pasien yang mengonsumsi antasida kalsium bikarbonat juga bisa menyebabkan hiperkalsemia. Kondisi ini terjadi ketika menumpuknya kalsium dalam tubuh yang jika sudah berlebihan dapat mengganggu fungsi organ karena aliran darah terhambat. Selain itu, hiperkalsemia juga bisa memicu terjadinya kegagalan fungsi organ. Akan tetapi, menghentikan konsumsi antasida bisa membuat hiperkalsemia yang dialami tidak semakin memburuk.

  1. Mengalami Gangguan Pernapasan

Efek samping antasida lainnya adalah menyebabkan gangguan pernapasan. Efek samping ini terjadi jika pasien mengonsumsi antasida dengan kandungan natrium bikarbonat karena pH aliran darah menjadi naik alias basa.

pH aliran darah yang meningkat bisa membuat laju pernapasan jadi melambat. Akan tetapi, kondisi ini akan membuat pasien mengalami penumpukan karbon dioksida yang menyebabkan rasa kantuk dan letih.

  1. Risiko Infeksi

Antasida adalah obat untuk menetralkan asam lambung. Jika dikonsumsi berlebihan, akan membuat asam lambung menjadi netral yang berlebihan pula. Selain membantu mencerna makanan, asam lambung juga bisa melindungi tubuh dari bakteri yang ada dalam makanan yang dikonsumsi. 

Sehingga, jika asam lambung seseorang netral, maka, bakteri akan masuk ke dalam saluran pencernaan. Hal ini tentu bisa membuat sistem pertahanan tubuh jadi melemah. Selain itu, muncul pula penyakit lain seperti diare, gastroenteritis, hingga gangguan pencernaan bagian atas.

  1. Osteoporosis

Efek samping antasida dengan kandungan aluminium yaitu bisa menyebabkan osteoporosis. Sebab, antasida dengan kandungan aluminium bisa membuat tulang melemah akibat penurunan kadar kalsium dan fosfat pada tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *