Kenali Jenis dan Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Berpotensi Menjadi Tanda Kanker

Tahi lalat biasanya menjadi penanda fisik yang terkadang juga menjadi tanda lahir seseorang. Tahi lalat ini terbentuk dari pertumbuhan sel penghasil warna kulit (melanosit) yang berkumpul pada satu titik di kulit tubuh. Pada kenyataannya, tahi lalat terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu tahi lalat kongenital, tahi lalat biasa, dan tahi lalat atipikal.

Ketiga jenis tahi lalat tersebut masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda. Tahi lalat dapat muncul sejak bayi sebagai bawaan tanda lahir atau baru muncul ketika seseorang beranjak dewasa. Mengenali jenis dan ciri-ciri tahi lalat dapat membantu Anda mewaspadai gejala penyakit tertentu, seperti kanker kulit.

  1. Tahi lalat kongenital

Tahi lalat jenis ini merupakan tahi lalat yang umumnya muncul pada kulit sebagai tanda lahir. Bentuk tahi lalat kongenital dapat berbeda-beda menurut ukuran, bentuk, dan juga warnanya. Walaupun begitu, ciri umum yang sering terlihat adalah bentuk tahi lalat ini cenderung kecil, bulat, dan rata dengan permukaan kulit atau sedikit timbul. Warnanya dapat berbeda-beda, mulai dari hitam, cokelat muda atau tua, dan merah.

Jika ukuran tahi lalat ini berkembang dan menjadi lebih besar, maka terdapat risiko atau kemungkinan bahwa tahi lalat ini akan menjadi berbahaya ketika masa dewasa nanti.

  • Tahi lalat biasa

Jenis tahi lalat ini dapat muncul sejak seseorang dilahirkan hingga berusia 20-an. Umumnya, seseorang dapat memiliki sebanyak 40 tahi lalat di seluruh tubuh. Ciri-ciri tahi lalat ini, antara lain berbentuk bulat atau oval, rata atau sedikit timbul pada permukaan kulit, memiliki permukaan yang halus atau kasar dan terkadang memiliki helai rambut, serta memiliki ukuran yang kecil dan cenderung tidak berubah.

Jika seseorang memiliki lebih dari 50 tahi lalat pada tubuhnya, ia memiliki risiko yang tinggi untuk terkena kanker kulit.

  • Tahi lalat atipikal

Tahi lalat atipikal ini memiliki penampakan dengan bentuk yang cenderung tidak beraturan. Maka dari itu, ia sering kali dianggap mengganggu penampilan karena penampakannya yang jelek. Tahi lalat ini memiliki ciri khusus yang dapat dikenali:

  • bentuknya yang cenderung tidak beraturan.
  • Memiliki permukaan yang kasar.
  • Ukurannya lebih besar dibanding jenis tahi lalat lain, umumnya lebih dari 6 milimeter.
  • Memiliki warna campuran, seperti cokelat dan merah.

Walaupun jenis tahi lalat ini jarang muncul di kulit wajah, ia memiliki risiko yang lebih besar untuk menjadi tahi lalat yang berbahaya. Kemunculan tahi lalat ini dapat meningkatkan risiko kanker kulit melanoma, terlebih jika terdapat adanya penderita kanker kulit dalam riwayat kesehatan keluarga Anda.

Kenali dan amati perubahan pada tahi lalat di kulit tubuh Anda, sehingga Anda dapat mewaspadai gejala-gejala dari penyakit tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *