Kalori Singkong Goreng yang Perlu Diperhatikan Sebelum Disantap

Salah satu makanan pokok yang terkenal dan baik bagi kesehatan adalah singkong. Singkong juga dapat dijadikan bahan dasar pembuatan kue yang bebas gluten dan relatif aman untuk dikonsumsi bagi orang yang rentan mengalami alergi.

Singkong dapat diolah dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan digoreng. Namun, perlu diperhatikan bahwa gorengan adalah salah satu jenis makanan yang mempunyai efek buruk bagi tubuh. Sebelum mengkonsumsinya, Anda perlu mengetahui jumlah kalori singkong goreng dan bagaimana manfaatnya bagi tubuh.

Kalori Singkong Goreng dan Kandungan Nutrisinya

Singkong memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi, yaitu mencapai 165 kalori per 100 gram dalam kondisi mentah. Sumber kalori dari singkong ini sebanyak 98% berasal dari karbohidrat.

Berikut rincian kandungan kalori dan nutrisi pada singkong dengan takaran 100 gram:

  • Kalori: 165
  • Serat: 1,9 gram
  • Lemak: 0,3 gram
  • Karbohidrat: 39 gram
  • Sodium: 14 mg
  • Gula: 1,8 gram
  • Protein 1,4 gram
  • Fosfor: 5% RKH
  • Kalsium: 2% RKH
  • Riboflavin: 2% RKH
  • Thiamine: 20% dari rekomendasi konsumsi harian (RKH)

Nutrisi yang terdapat dalam kandungan singkong:

  • Karbohidrat
  • Protein
  • Serat
  • Mineral, termasuk kalium, magnesium, fosfor, dan kalsium
  • Vitamin C dan vitamin A
  • Air.

Cara mengolah singkong dapat mempengaruhi jumlah kalori di dalamnya. Jika direbus, jumlah kalorinya akan naik menjadi 173 kalori per 100 gram dengan komposisi 3% protein, 11% lemak, dan 86% karbohidrat.

Jika digoreng, jumlah kalori singkong goreng tanpa tepung adalah 202 kalori per 100 gram. Komposisinya adalah 62% karbohidrat dan 3% protein. Selain itu, 35% kalori sisanya berasal dari kenaikan kadar lemak dari penggunaan minyak goreng. Jika Anda mencelupkan singkong goreng pada adonan tepung sebelum digoreng, hal itu juga akan meningkatkan kalori singkong goreng. Berikut rincian kalori

Mengolah Singkong Goreng yang Sehat

Untuk mengkonsumsi singkong goreng yang aman adalah dengan mengolahnya sendiri. Anda dapat memastikan bahwa minyak yang digunakan bersih dan bukan minyak bekas. Penggunaan minyak bekas atau jelantah dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, untuk Anda juga dapat menggunakan minyak tumbuhan seperti minyak canola atau minyak zaitun sebagai pengganti minyak sayur. Anda juga perlu menyaring minyak setelah menggoreng singkong agar minyak penggorengan tidak membanjiri singkong.

Sebelum mengolah singkong dan mengontrol kalori singkong goreng, pastikan Anda mengupas kulitnya sampai bersih. Kemudian rendam singkong dalam beberapa jam sebelum dimasak hingga benar-benar matang sempurna.

Anda juga dapat mengkonsumsi singkong dengan dipadukan sumber nutrisi lain sehingga memperoleh gizi seimbang. Selain itu, Anda dapat mengkonsumsi singkong dalam jumlah wajar karena kalori singkong goreng cukup tinggi.

Jangan Mengkonsumsi Singkong dalam Kondisi Mentah

Pastikan Anda memakan singkong dalam keadaan matang. Meskipun jumlah kalori singkong goreng lebih rendah dibanding singkong mentah, mengkonsumsi singkong dalam keadaan mentah justru lebih berbahaya. Singkong mentah memiliki kandungan sianogenik glikosida yang dapat menjadi racun di dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Singkong juga mengandung Hidrogen sianida (HCN) atau asam sianida. Kandungan sianida berasal dari bercak biru pada singkong. Selain itu, singkong adalah umbi-umbian yang berada di dalam tanah sehingga memungkinkan menyerap logam. Beberapa jenis logam yang ada di dalam tanah adalah arsen dan kadmium yang mana efek zat kimia ini dapat menimbulkan keracunan.

Anda perlu mengolah singkong dengan tepat dan benar sebelum dikonsumsi. Hal ini berguna untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan serta meminimalisir jumlah kalori pada singkong goreng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *