Jangan Sepelekan Bakteri Shigella yang Jadi Penyebab Infeksi Usus!

Pernahkah kamu mengalami buang air besar yang disertai darah? Atau diare berdarah? Apabila kamu pernah mengalami gejala tersebut, itu dapat menjadi pertanda bahwa kamu terinfeksi bakteri Shigella. Bakteri ini jugalah yang menjadi penyebab infeksi usus.

Bagaimana bakteri Shigella dapat menular?

Bakteri Shigella ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita shigellosis. Shigellosis adalah istilah kedokteran untuk penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Bakteri ini umumnya bersarang di tinja. Nah, siapa saja yang melakukan kontak langsung dengan penderita shigellosis dapat ikut terinfeksi juga.

Penularan shigellosis ini dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang mengandung bakteri Shigella. Contoh, ketika kamu makan di sebuah tempat, di mana penyaji makanan tersebut tidak mencuci tangan dengan baik setelah buang air besar, atau makanan yang disajikan ternyata disimpan di tempat yang terkontaminasi dengan saluran pembuangan.

Contoh lain dari penularan bakteri Shigella adalah ketika seseorang tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah mengganti popok bayi yang menderita shigellosis. Tangan yang terkontaminasi tersebut jika menyentuh mulut, maka dapat berisiko tinggi turut menginfeksi tubuh orang itu.

Kasus lain yang dapat kamu jadikan gambaran adalah ketika kamu secara tidak sadar berenang di kolam renang bersama dengan penderita shigellosis. Kamu juga perlu untuk memerhatikan dari mana asal air yang kamu minum, karena air yang terkontaminasi melalui saluran pembuangan dapat membawa serta bakteri Shigella ke dalam tubuh.

Gejala apa saja yang dapat timbul?

Infeksi Shigella atau infeksi usus akan muncul pada 1-2 hari setelah terjadinya kontak langsung dengan bakteri Shigella. Sementara itu, gejala infeksi Shigella baru akan muncul dalam rentang waktu seminggu. Secara umum, penderita infeksi Shigella memiliki gejala:

  • demam di atas 38 derajat
  • rasa sakit atau kram pada bagian perut
  • dehidrasi yang disertai diare berat
  • mual hingga muntah
  • diare yang disertai darah atau lendir.

Nah, jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, maka kamu dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter akan merekomendasikan kamu untuk dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam apabila memang kasusnya sesuai. Dokter juga akan meminta kamu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan sampel feses.

Efek apa saja yang dapat ditimbulkan dari infeksi Shigella?

Dalam beberapa kasus yang berat, Shigellosis dapat menyebabkan komplikasi, seperti dehidrasi, turunnya trombosit, kejang-kejang, hingga gagal ginjal akut. Oleh karena itu, jangan menyepelekan bakteri ini, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *