Ini Perbedaan Batuk Rejan dan Batuk Biasa

Batuk Rejan pada Anak, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Munculnya gangguan pernapasan pada umumnya membuat tubuh kerap menunjukkan respons sebagai bentuk pertahanan. Salah satunya batuk, fungsi dari batuk ini untuk membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi yang mengganggu, bisa itu batuk rejan dan batuk biasa. Kedua jenis batuk ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Batuk bisa menyerang seseorang tanpa diikuti gejala lain dan bahkan tidak mengindikasikan penyakit serius, bahkan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa waktu. Batuk ringan bisa diatasi dengan konsumsi obat sederhana dan bahkan bisa dibuat di rumah sendiri, misalnya kombinasi bahan ramuan air madu dan lemon.

Batuk Rejan dan Batuk Biasa

Tanpa disadari dengan cermat, batuk bisa menjadi gejala sebuah penyakit mulai dari yang umum hingga tergolong berat. Kondisi ini bisa disebabkan karena infeksi saluran pernapasan dan penyakit yang bersarang dalam jangka panjang atau juga dapat dikenal dengan sebutan penyakit kambuhan, seperti bronkitis dan asma, rhinitis alergi, paparan debu dan kebiasaan merokok.

Batuk juga merupakan tanda munculnya sebuah penyakit, kondisi ini dikenal dengan batuk jenis rejan atau pertusis. Jenis batuk ini terjadi karena adanya infeksi bakteri di paru-paru serta di saluran pernapasan. Buruknya lagi, penyakit yang diakibatkan batuk ini sangat mudah untuk menular ke orang lain dan mengancam nyawa seseorang.

  • Batuk Biasa

Secara umum jenis batuk dibedakan menjadi dua yakni berdahak dan tidak berdahak alias batuk kering. Batuk berdahak terjadi karena adanya peningkatan produksi lendir atau dahak yang terdapat di saluran tenggorokan, sementara itu batuk kering memiliki gejala batuk tanpa disertai dahak di tenggorokan.

Batuk kering memiliki ciri yang sangat khas, yakni munculnya rasa gatal yang teramat sangat dan mengganggu di tenggorokan. Gatal inilah yang menjadi pemicu munculnya batuk tersebut, kondisi ini biasa terjadi di tahap akhir seseorang yang terserang flu seperti pilek atau juga setelah seseorang terpapar bahan iritan.

Penyebab dari kondisi tersebut belum diketahui bahkan para dokter hanya akan menanyakan gejala dan kondisi fisik si penderita guna pemeriksaan secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus yang terjadi, pemeriksaan lanjutan dibutuhkan dan tujuannya untuk mengetahui secara pasti apa penyebab munculnya kondisi tersebut.

  • Batuk Rejan

Batuk jenis ini memiliki ciri yang tersendiri dan bahkan cenderung berbeda dengan jenis lainnya, sangat terkenal dengan rentetan batuk yang muncul secara terus-menerus. Sebelum batuk si penderita akan melakukan tarikan napas yang cukup panjang lewat mulut, selain itu kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama yakni tiga bulan tanpa ada tanda-tanda membaik.

Seseorang bisa terserang batuk ini jika kekurangan oksigen dalam darah, jika tidak segera ditangani dengan benar dan tepat, kondisi tersebut dapat memicu timbulnya komplikasi. Perlu diwaspadai dengan sangat benar karena batuk ini bisa menyebar dengan sangat cepat dari orang satu ke lainnya melalui udara dan kontak fisik.

Dalam tingkat yang sudah sangat parah, seseorang yang mengidap batuk ini bisa mengalami kerusakan tulang rusuk yang diakibatkan batuk sangat keras. Pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan cara mendapatkan vaksin pencegah, yakni vaksin pertuis. Sementara itu, penularan rentan terjadi ketika penderita masih dalam gejala tahap awal.

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika diketahui mengalami beberapa gejala awal batuk ini, penanganan yang tepat dan cepat bisa membuat seseorang terhindar dari risiko terberat batuk ini, selain itu juga bisa mencegah penularan ke orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *