Gatal-Gatal di Sekitar Alat Kelamin, Waspada Kutu Kemaluan

Kutu merupakan hewan parasit yang menghisap darah manusia dan menyebabkan gatal di sekitar alat kelamin. Kutu kemaluan disebut juga Phthirus pubis. Kutu kemaluan seringkali berukuran lebih kecil daripada kutu di bagaian tubuh lainnya, termasuk kutu kepala. Bagian tubuh yang mungkin terkena kutu kemaluan antara lain bulu mata, bulu ketiak, dan rambut di wajah. 

Bagaimana kutu kemaluan ditularkan?

Kutu kemaluan ditularkan melalui hubungan seksual serta pemakaian peralatan pribadi secara bersamaan. Kutu dewasa bertelur di batang rambut dekat kulit. Telur kutu membutuhkan waktu 7-10 hari untuk menetas menjadi nimfa. Darah penderita sudah mulai terhisap saat kutu berbentuk nimfa. Kutu kemaluan bisa hidup tanpa makanan selama 1-2 hari. 

Mitos yang beredar menyebutkan bahwa kutu kemaluan bisa ditularkan lewat dudukan toilet atau funitur rumah lainnya. Hal tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya sebab kutu kemaluan tidak bisa lepas dari inangnya kecuali jika sudah mati. Kutu kemaluan juga tidak dapat melompat dari satu orang ke orang lain layaknya kutu rambut kepala. 

Cegah anak-anak tidur satu ranjang dengan penderita karena berisiko tertular. Adanya kutu kemaluan pada anak-anak juga bisa menjadi indikasi terjadinya pelecehan seksual. 

Tanda dan gejala yang dirasakan

Penderita biasanya mengalami gatal di sekitar alat kelamin atau anus setelah 5 hari sejak serangan awal kutu kemaluan. Rasa gatal semakin parah saat malam hari. Sementara gejala umum lain yang muncul diantaranya:

  • Demam ringan
  • Mudah marah
  • Energi berkurang
  • Bintik-bintik kebiruan di area gigitan kutu

Rasa gatal yang berlebihan menyebabkan luka atau infeksi di daerah sekitar alat kelamin. Oleh karena itu, diperlukan perawatan dan pengobatan sesegera mungkin. 

Bagaimana mengatasi kutu kemaluan?

Pastikan kutu tidak menyebar di peralatan pribadi Anda seperti pakaian, selimut, sprei, dan lain-lain. Bersihkan semua benda untuk mencegah kontaminasi lanjutan. Sampo dan krim oles seperti krim permethrin dapat digunakan. Akan tetapi, konsultasikan ke dokter jika penderita sedang hamil atau menyusui. 

Apabila serangan kutu kemaluan tergolong ringan, penderita cukup mencuci daerah sekitar kemaluan menggunakan sampo. Meskipun dapat dipesan tanpa resep dokter, tetap baca aturan pakai di label kemasan.  

Setelah perawatan berhasil dan kutu hilang, kemungkinan telur kutu yang membandel masih menempel di rambut kemaluan. Buang sisa telur kutu menggunakan pinset. Perawatan rumahan seperti mencukur bulu dan mandi air panas tidak efektif menghilangkan telur kutu. Pasalnya, telur kutu mudah bertahan hidup di sabun dan air biasa. 

Apabila seluruh anggota keluarga terinfeksi, lakukan pengobatan dan penghilangan kutu di waktu yang bersamaan untuk mencegah infeksi berulang. Jika semua cara telah dilakukan, namun kutu kemaluan tak juga hilang mungkin Anda membutuhkan obatan yang lebih kuat. Beberapa produk obat-obatan tersebut diantaranya:

  • Malathion: krim oles yang dibiarkan di area tetrinfeksi selama 8-12 jam
  • Ivermectin: dua pil minum dan akan dievaluasi keefektifannya 10 hari kemudian
  • Lindane: obat kutu paling keras dengan efek samping paling kuat. Anda hanya perlu membiarkannya selama 4 menit sebelum daerah terinfeksi dibilas kembali dengan air. Jangan gunakan produk ini pada ibu hamil atau menyusui

Pilihan terbaik dalam perawatan dan pengobatan kutu kemaluan yakni dengan cara berkonsultasi dengan dokter. Kontak seksual harus dihindari sampai proses pengobatan selesai. Saat Anda didiagnosis menderita kutu kemaluan, beritahu pasangan agar sama-sama mendapatkan pengobatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *