Efek Samping Amoxicillin yang Terkandung dalam Amoxsan

Amoxsan adalah sebuah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri, misalnya infeksi kulit dan infeksi saluran pernapasan. Amoxsan masuk ke dalam kategori obat keras, dalam arti untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dari dokter. Obat ini mengandung amoxicillin, sebuah zat aktif yang sering digunakan untuk mengobati infeksi tenggorokan, hidung, kulit, telinga, dan saluran kemih. Amoxsan juga dapat digunakan untuk mengobati pneumonia, tonsillitis, dan bronkitis. Dengan berbagai fungsi/kegunaan tersebut, tentu amoxsan memiliki efek sampingnya sendiri. Artikel ini akan membahas efek samping amoxicillin yang terkandung di dalam amoxsan. 

Amoxsan mengandung zat aktif amoxicillin, yang terkenal dengan efek sampingnya, terutama pada anak-anak. Meskipun kebanyakan kasus efek samping amoxicillin tidak serius, beberapa orang telah melaporkan reaksi yang mengancam nyawa. Gejala gastrointestinal merupakan efek samping yang paling ditemui, seperti diare, mual, dan muntah. Efek samping lain yang sering dijumpai adalah sakit kepala dan perubahan sensasi dalam merasa. Apabila gejala tersebut terus menerus terjadi atau berubah menjadi lebih parah, Anda harus menghubungi dokter. Dokter dapat merekomendasikan beberapa cara dalam mengurangi efek samping, seperti melakukan perubahan diet yang spesifik. Apabila dibutuhkan, dokter dapat meresepkan antibiotik yang berbeda. Sangat mungkin bagi seseorang untuk menderita efek samping meskipun mereka telah mengonsumsi amoxsan atau produk lain yang mengandung amoxicillin tanpa adanya efek samping sebelumnya. 

Dalam kasus yang langka atau jarang terjadi, seseorang berpotensi menderita efek samping yang dapat mengancam nyawa saat menggunakan amoxsan atau produk yang mengandung amoxicillin lainnya, seperti sulit bernapas, mengi, gatal-gatal, ruam, kulit yang mengelupas, pembengkakan di wajah dan tenggorokan/lidah, diare parah, dan kram perut. Anda harus mencari bantuan medis secepatnya apabila menderita efek samping tersebut, khususnya apabila kesulitan bernapas karena dapat mengancam nyawa. Seseorang juga bisa menderita sebuah kondisi yang disebut dengan istilah superinfeksi akibat mengonsumsi amoxicillin. Superinfeksi ini dapat disebabkan karena bakteri atau jamur, dan salah satu superinfeksi yang adalah colitis Clostridium difficile. Colitis jenis ini khususnya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan diare parah dan berkepanjangan yang dapat merusak usus. 

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi

Dokter telah mengidentifikasi beberapa faktor tertentu yang dapat menyebabkan kemungkinan seseorang untuk mengalami reaksi amoxsan atau obat amoxicillin lain, seperti:

  • Usia. Amoxicillin dapat menyebabkan reaksi kulit seperti ruam pada bayi. Dokter biasanya meresepkan amoxicillin untuk merawat infeksi pada anak-anak karena tubuh dapat menyerapnya dengan baik. Ruam ini bersifat ringan dan terkadang terasa gatal.
  • Dosis. Seseorang perlu mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama pada infeksi yang parah atau berkepanjangan, misalnya osteomyelitis. Melakukan hal tersebut menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi dalam menderita komplikasi jangka panjang, seperti crystalluria, anemia hemolitik, dan nephritis. 
  • Riwayat medis. Mereka yang memiliki riwayat asma atau alergi penicillin memiliki risiko menderita efek samping yang berhubungan dengan amoxsan atau obat yang mengandung amoxicillin lain. Penicillin memiliki kesamaan kimia dengan amoxicillin. 

Orang-orang biasanya mendapatkan perawatan amoxsan atau antibiotik amoxicillin lainnya dalam jangka waktu yang pendek, sehingga efek samping yang dirasakan pun tidak akan terjadi dalam waktu lama. Dalam kebanyakan kasus, ketika seseorang berhenti minum antibiotik, mereka juga akan berhenti mengalami efek samping. Apabila Anda menderita diare berkepanjangan dan ditemani dengan demam dan sakit perut setelah minum amoxsan atau antibiotik lain, hubungi dokter. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *