Dosis dan Cara Penggunaan Ketorolac

Merupakan salah satu jenis obat yang fungsinya untuk meredakan nyeri dan peradangan disesebut dengan ketorolac. Obat ini kerap digunakan setelah prosedur operasi medis yang memiliki efek samping menimbulkan nyeri. Selain itu, obat ini juga termasuk merupakan obat gologan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dengan bentuk sediaan tablet dan suntik.

Golongan obat nonsteroid bekerja dengan memblok produksi substasni alami dalam tubuh yang menimbulkan risiko menyebabkan inflamasi. Efek yang ditimbulkan bermanfaat untuk mengurangi bengkak, nyeri atau demam. Obat ini juga diperbolehkan dipakai untuk nyeri ringan atau kondisi nyeri jangka panjang, seperti radang sendi misalnya.

Dosis Obat

Ketorolac merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga untuk mendapatkan atau membeli obat ini harus dengan menggunakan resep dokter. Dosis penggunaan obat ini juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dulu, hal ini dikarenakan dosis setiap pasien berbeda-beda dan tergantung parah atau tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Nyeri Pasca Operasi
  • Biasanya obat yang direkomendasikan untuk dikonsumsi berbentuk tablet, untuk orang dewasa 20 mg sebagai dosis awal kemudian dilanjutkan 10 mg setiap empat hingga enam jam.
  • Dosis maksimal dalam sehari adalah 40 mg dan dalam jangka waktu maksimal selama lima hari sejak konsumsi hari pertama.
  • Untuk lansia, dosisnya 10 mg sebagai dosis awal kemudian dilanjutkan setiap empat hingga enam jam, dosis maksimal dalam sehari adalah 40 mg.
  1. Nyeri Pasca Operasi
  • Untuk obat injeksi, dosis orang dewasa dalam kondisi sedang hingga parah awalnya 10 mg, kemudian dilanjutkan dengan 10-30 mg selama empat hingga enam jam sesuai kebutuhan.
  • Hingga dua jam selama periode pasca operasi awal, melalui intramuskular atau otot atau intravena bolus atau infus selama kurang lebih 15 detik.
  • Pemberian maksimal hingga 90 mg setiap hari dengan durasi maksimal dua hari, untuk lansia pemberian dosis maksimal 60 mg setiap harinya.

Cara Penggunaan yang Benar

Ikuti anjutan dokter dan selalu baca informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum mulai mengonsumsinya. Obat dalam bentuk cairan infus atau suntik akan diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Untuk obat bentuk tablet, pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Usahakan untuk menggunakan obat ini secara teratur, tujuannya untuk memaksimalkan efek yang diberikan obat ini. Dan yang terakhir, simpan obat ini ditempat yang sejuk, kering dan terhindar dari sinar matahari langsung serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kontraindikasi dan Interaksi Obat

Sangat disarankan untuk menghindari pemberian obat ini kepada pasien dengan kondisi seperti, infeksi mata, rehumatoid arthritis, asma dan gangguan pernapasan lain, sakit jantung, hipertensi, gangguan ginjal, stroke, diabetes hingga pembengkakan pada kaki serta tangan. Sementara itu, berikut beberapa interaksi obat yang akan muncul setelah dikonsumsi.

  • Adanya potensi meningkatkan risiko fatal, seperti pendarahan jika dikonsumsi bersamadengan obat antikoagulan, aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid dan pentoxifykline lainnya.
  • Penggunaan obat ini dapat meningkatkan kadar zat litium, dan meningkatkan kadar toksisitas obat menthotrecate.
  • Beberapa obat seperti golongan kortikosteroid, selective serotonin reuptake inihibitor (SSRis) dan anti plaelet jika dikonsumsi bersama dengan obat ini bisa menimbulkan tukak tambung.
  • Ketorolac juga menimbulkan beberapa efek samping, seperti berat badan naik drastis, sakit perut, mual dan muntah, peningkatan tekanan darah, mulut kering dan sariawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *