Bibir Gatal Secara Tiba-tiba, Yuk Kenali Penyebabnya!

Bibir Gatal Secara Tiba-tiba, Yuk Kenali Penyebabnya!

Bibir gatal bisa terasa tidak nyaman, terutama bila Anda memiliki masalah bibir lainnya seperti kekeringan dan pecah-pecah. Meski begitu, sebenarnya Anda tidak perlu mengkhawatirkannya karena bibir gatal adalah kejadian umum yang dapat diatasi seseorang dengan perawatan di rumah.

Sensasi gatal di bibir bisa terjadi secara tiba-tiba dan sangat tidak nyaman. Sering kali, bibir yang gatal dikaitkan dengan kontak atau alergi musiman. Terkadang, bibir gatal merupakan gejala dari kondisi kesehatan lain yang kurang umum.   

Selain itu, seseorang juga bisa saja mengalami bibir gatal karena kondisi kesehatan yang mendasarinya. Nah, dalam keadaan ini, seseorang mungkin memerlukan perawatan dari dokter. 

Yuk kenali beberapa penyebab bibir gatal! 

Bibir gatal karena pecah-pecah

Gejala umum bibir gatal yang disebabkan oleh pecah-pecah termasuk kekeringan, pecah-pecah, dan gatal. Cheilitis simplex, yang sering disebut orang sebagai bibir pecah-pecah parah, dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti:

  • cuaca dingin
  • paparan sinar matahari
  • penurunan kelembaban udara
  • kebiasaan menjilat bibir

Seseorang dapat mengobati bibir pecah-pecah dengan meminimalkan paparannya terhadap cuaca ekstrem dan menggunakan lip balm atau salep.

Kontak alergi

Cheilitis kontak alergi adalah dermatitis kontak alergi yang mempengaruhi bibir. Ini mirip dengan reaksi alergi kulit lainnya.

Ketika suatu zat bersentuhan dengan bibir, hal itu dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan gatal. 

Zat yang dapat menyebabkan cheilitis kontak alergi, antara lain: 

  • lipstik
  • pasta gigi
  • obat kumur
  • tabir surya
  • obat-obatan

Reaksi alergi terhadap penggunaan obat tertentu 

Bibir gatal juga bisa terkait obat terjadi ketika lesi muncul di sekitar bibir karena obat-obatan. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap obat atau retinoid, menyebabkan bibir kering, pecah-pecah, dan sensasi gatal.

Anda bisa mengganti obat dan mencoba pelembap bibir yang berbeda dapat membantu meringankan bibir gatal yang disebabkan oleh reaksi alergi terkait obat.

Infeksi menular 

Bibir gatal juga bisa disebabkan oleh infeksi menular yang membuat peradangan pada bibir.  Ada beberapa penyebab potensial dari infeksi cheilitis, seperti: 

  • infeksi
  • HIV atau kondisi lain yang menekan sistem kekebalan
  • Virus herpes simpleks

Sariawan 

Sariawan adalah sebuah penumbuhan yg terlalu cepat dari jamur candida. Jamur ini adalah jamur yang hidup di kulit dan di sekitar selaput lendir tetapi biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan apa pun.

Jika terjadi ketidakseimbangan, jamur bisa tumbuh di luar kendali dan menyebabkan bercak putih yang gatal dan menyakitkan di mulut dan pecah-pecah di sekitar sudut bibir.

Bibir kering 

Bibir kering bisa membuat iritasi yang bisa membuat sensasi gatal bisa muncul tiba-tiba. Biasanya, bibir gatal akibat kulit kering ini terjadi pada masyarakat yang tinggal di negara dengan cuaca panas.

Bibir gatal juga bisa disebabkan kasus langka seperti penyakit lupus, ruam kronis, folikulitis (rambut tumbuh ke dalam akibat mencukur), kekurangan nutrisi, hingga sindrom Melkersson-Rosenthal (kelumpuhan wajah).

Kapan harus menghubungi dokter? 

Seringkali, seseorang dapat merawat bibirnya dengan salep bibir atau balsem yang dijual bebas. Jika kondisinya memburuk, disertai dengan dengan sejumlah gejala tambahan, maka Anda perlu menghubungi dokter.

Adapun beberapa tanda Anda harus menghubungi dokter ketika bibir gatal, antara lain: 

  • Ruam tiba-tiba yang menyebar ke bagian lain wajah
  • Pendarahan dari mulut tidak berhenti
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir yang bengkak dengan cepat

Jika Anda mengalami gejala lain di samping bibir gatal, maka harus segera memberitahu dokter, karena kondisi bisa jadi merupakan tanda Anda mengalami masalah kesehatan lainnya. 

Murmur Jantung, Apa Maksudnya?

mumur jantung

Murmur jantung merupakan kondisi yang disertai dengan suara desingan atau tiupan pada pergerakan aliran darah pada jantung atau sekitarnya. Murmur jantung bisa terjadi baik sejak manusia lahir maupun ketika mereka tumbuh.

Jika murmur jantung dalam keadaan normal, suara yang didengar dokter (dengan menggunakan stetoskop) tidak menunjukkan tanda penyakit jantung. Namun, jika murmur jantung dalam keadaan tidak normal, kondisinya perlu ditangani lebih lanjut.

Murmur jantung bisa terjadi karena dua hal, yakni kerusakan katup jantung atau katup jantung yang bekerja terlalu keras. Katup jantung perlu diperbaiki supaya pasien terhindar dari risiko infeksi katup jantung. Cara untuk mencegah infeksi katup jantung bisa dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Gejala

Seseorang yang mengalami murmur jantung akan menunjukkan gejala berikut:

  • Sebagian kulit berwarna biru, termasuk di bagian bibir dan jari.
  • Pembengkakan.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Batuk kronis.
  • Mengeluarkan keringat secara berlebihan.
  • Pusing.
  • Sesak nafas.

Penyebab

Murmur jantung bisa terjadi karena kondisi berikut:

  • Jantung terisi darah (murmur diastolik).
  • Jantung kosong (murmur sistolik).
  • Detak jantung yang terjadi secara terus menerus (murmur kontinu).

Manusia yang mengalami murmur jantung normal bisa disebabkan karena kondisi berikut:

  • Aktivitas fisik.
  • Kehamilan.
  • Demam.
  • Anemia.
  • Hipertiroidisme (tingginya kadar hormon tiroid).
  • Kehamilan.

Manusia yang mengalami murmur jantung tidak normal bisa disebabkan karena kondisi berikut:

  • Cacat bawaan umum

Cacat bawaan umum bisa berupa lubang pada jantung, ketidaknormalan aliran darah pada sela bilik jantung, dan masalah katup jantung yang terjadi sejak lahir.

  • Kondisi lain

Kondisi lain bisa berupa infeksi, kalsifikasi katup jantung, endokarditis (infeksi pada lapisan hati), dan demam rematik.

Faktor Risiko

Seseorang bisa mengalami risiko yang lebih besar terhadap murmur jantung jika mereka memiliki kondisi berikut:

  • Riwayat medis yang berkaitan dengan masalah pada jantung yang menimbulkan suara yang tidak biasa.
  • Otot jantung yang lemah.
  • Endokarditis.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Penyakit katup jantung.
  • Hipertiroidisme.
  • Pernah mengalami demam rematik.
  • Gangguan darah.
  • Penyakit autoimun.
  • Diabetes yang tidak terkendali.
  • Infeksi rubella ketika hamil.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.

Jika Anda Mengalami Murmur Jantung

Jika Anda mengalami murmur jantung, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan murmur jantung.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat murmur jantung.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan tertentu?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Stetoskop

Stetoskop digunakan untuk mengetahui seberapa keras suara jantung yang dihasilkan.

  • X-ray

X-ray digunakan untuk mengetahui kondisi jantung Anda.

  • Elektrokardiogram

Elektrokardiogram atau ECG dilakukan untuk mengetahui jika Anda mengalami masalah pada ritme atau struktur jantung.

  • Ekokardiogram

Ekokardiogram dilakukan untuk mengetahui apa yang menyebabkan Anda mengalami murmur jantung.

  • Kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung dilakukan untuk mengatasi kondisi jantung.

Pengobatan

Dokter dapat memberikan pasien pengobatan berupa:

  • Obat-obatan

Obat-obatan seperti diuretik digunakan untuk memastikan kondisi jantung mereka tetap stabil.

  • Operasi

Operasi dilakukan jika pasien mengalami penyakit yang dapat menimbulkan masalah pada jantung.

Pencegahan

Murmur jantung bukan merupakan kondisi yang berbahaya dan tidak ada cara untuk mencegah kondisi tersebut, karena kondisi tersebut bisa hilang dengan sendiri.

Kesimpulan

Murmur jantung dapat menimbulkan berbagai gejala, namun tidak membahayakan tubuh. Jika Anda mengalami kondisi tersebut atau ingin tahu lebih lanjut tentang murmur jantung, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

6 Penyebab Mata Berair dan Cara Mengatasinya

6 Penyebab Mata Berair dan Cara Mengatasinya

Air mata memiliki banyak fungsi untuk menjaga mata agar tetap terlumasi serta bisa melindungi mata dari benda asing seperti debu yang masuk ke mata. Namun, seringkali seseorang juga mengalami kondisi mata berair dalam jumlah banyak dalam waktu yang lama. 

Mata berair normal terjadi ketika ada benda asing yang masuk dan bisa mereda dengan sendirinya. Namun bisa juga keluar secara terus-menerus karena beberapa kondisi, salah satunya karena mata kering. Sehingga membuat air mata keluar terus-menerus untuk melumasi mata yang kering. 

Penyebab mata berair

Mata berair terjadi karena kelenjar yang mengeluarkan minyak pada mata tidak bekerja dengan maksimal, sehingga membuat mata jadi cepat kering dan merangsang produksi air mata secara berlebih.

Alergi

Mata berair bisa disebabkan karena alergi terhadap serbuk sari, jamur, debu, hingga bulu hewan peliharaan. Keluarnya air mata berlebih merupakan reaksi mata jika ada benda asing yang bisa menyebabkan gatal hingga kemerahan. 

Mata berair yang disebabkan karena alergi biasanya disertai juga dengan beberapa gejala seperti bersin, mampet, dan juga pilek.

Saluran air mata tersumbat

Kerja saluran air mata yakni mengalir keluar dari kelenjar air mata dan menyebar ke seluruh permukaan mata, hingga keluar. Namun, jika saluran air mata tersumbat, maka air mata akan menumpuk dan bisa menyebabkan mata mengeluarkan air mata berlebihan.

Selain itu, air mata yang menumpuk karena penyumbatan bisa menyebabkan infeksi sehingga akan keluar cairan lengket seperti belek. 

Masalah pada eyelid

Eyelid atau kelopak mata memiliki fungsi yang penting, yakni melumaskan mata saat mata berkedip, sehingga mata tetap lembab dan tidak kering. 

Namun, terkadang kelopak mata juga mengalami masalah seperti ektopion dan entropion yang membuat mata jadi berair. 

Ektropion adalah kondisi kelopak mata yang melorot sehingga tidak menyentuh bola mata, sehingga tidak bisa melembapkan mata dengan maksimal. 

Sedangkan, entropion adalah kondisi kelopak mata dan bulu mata melengkung ke dalam, sehingga menyebabkan gesekan pada mata yang memicu munculnya air mata berlebih. 

Selain itu, masalah pada kelopak mata juga bisa disebabkan karena bintitan, yakni munculnya benjolan pada kelopak mata, sehingga membuat produksi air mata berlebih. 

Goresan mata

Beberapa benda asing yang masuk pada mata seperti kotoran, pasir, dan juga kontak lensa bisa menggores bagian kornea mata, bahkan bisa menyebabkan kornea robek. 

Kondisi ini juga disebut keratitis yakni kondisi mata yang berair, kering, serta kemerahan. Jika semakin parah, lebih baik kamu segera menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Masalah pada bulu mata

Dalam beberapa kasus, bulu mata bisa tumbuh ke dalam sehingga bisa menyebabkan gesekan pada area bola mata dan menimbulkan infeksi pada mata. Gesekan ini menyebabkan trikiasis, sehingga mata mudah berair. 

Kelenjar minyak bermasalah

Kelenjar kecil yang ada di tepi kelopak mata disebut kelenjar meibomian yang memproduksi minyak untuk menjaga kesehatan mata. 

Minyak pada kelenjar ini juga digunakan untuk mencegah mata cepat kering. Jika tersumbat, maka air mata akan mudah keluar dan bisa meningkatkan risiko infeksi pada mata. Kamu bisa mengompres dengan air hangat, agar kelenjar bisa bekerja dengan normal. 

Cara mengatasi mata berair

Umumnya, kondisi mata berair akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan serius. Namun, jika air mata terus keluar, sebaiknya kamu segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Biasanya, dokter akan memberikan beberapa pengobatan seperti:

  • Obat tetes mata
  • Antibiotik
  • Obat untuk alergi

Untuk pengobatan rumahan, sebaiknya kamu melakukan beberapa treatment ini:

  • Mengompres mata dengan handuk basah selama beberapa kali sehari untuk mengatasi saluran yang tersumbat
  • Menggunakan kacamata hitam untuk menghindari terpapar dari sinar UV saat kamu beraktivitas di luar
  • Hindari mengucek mata dengan tangan kotor

Nah itu dia beberapa penyebab mata berair dan cara mengatasinya. 

Apa Itu Scan Perfusi Jantung, Manfaat, dan Prosedurnya

Scan perfusi jantung

Scan perfusi jantung adalah sebuah tindakan medis yang dilakukan oleh dokter untuk mengetahui apakah otot jantung menerima aliran darah yang cukup atau tidak. Scan perfusi jantung juga disebut sebagai uji stress nuklir. 

Scan perfusi jantung juga dilakukan untuk mengetahui seberapa baik otot jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga, bisa meminimalisir komplikasi medis lainnya karena otot jantung yang rusak atau menyempit. 

Tes ini biasanya dilakukan saat sedang istirahat dan saat sedang berolahraga. Untuk melakukan scan perfusi jantung, digunakan zat kecil radioaktif atau pelacak radioaktif yang berjalan melalui aliran darah. Otot jantung yang sehat akan menyerap pelacak radioaktif tersebut, sedangkan otot jantung yang tidak sehat tidak bisa menyerapnya karena tidak memiliki aliran darah yang baik. 

Kapan memerlukan scan perfusi jantung?

Kamu wajib melakukan scan perfusi jantung jika mengalami beberapa hal di bawah ini:

  • Mengalami nyeri dada karena penyempitan atau penyumbatan arteri
  • Pernah mengalami serangan jantung dan dokter ingin mengetahui seperti apa bentuk jantung kamu
  • Kamu pernah menjalani prosedur medis untuk membuka arteri koroner, seperti angiogram, stent, atau operasi bypass.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani scan perfusi jantung?

Untuk melakukan scan perfusi jantung diperlukan persiapan yang optimal. Sebab, ada beberapa faktor yang akan memengaruhi dan mengganggu hasil tes. Berikut ini beberapa hal yang harus dihindari saat akan melakukan scan perfusi jantung.

  • Sebelum menjalani prosedur, biasanya dokter akan menyuruh kita untuk berpuasa selama beberapa jam
  • Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein selama 24 jam atau lebih sebelum melakukan prosedur scan perfusi jantung
  • Beri tahu dokter jika kamu memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu
  • Beritahu dokter obat, suplemen, obat herbal, dan vitamin apa yang sedang kamu konsumsi 
  • Konsultasikan lebih lanjut pada dokter jika kamu sedang hamil dan menyusui, sebab radiasi pada scan perfusi jantung bisa membahayakan janin
  • Menggunakan baju khusus yang sudah disediakan oleh tenaga kesehatan serta mencopot semua aksesoris seperti anting, kalung, gelang, jam dan barang berharga lainnya

Bagaimana prosedur scan perfusi jantung?

Dalam melakukan scan perfusi jantung, dilakukan oleh seorang dokter jantung dan ahli teknologi dalam pengobatan nuklir. Terdapat dua bagian dalam tes ini yakni saat tengah beristirahat dan berolahraga. 

Tes bagian pertama:

  • Seorang ahli akan memasukkan jarum ke pembuluh darah di lengan pasien dan menyuntikkan sedikit zat radioaktif. Setelah itu, pasien akan diminta menunggu selama 30-140 menit.
  • Pasien akan diminta untuk berbaring dan meletakkan lengan di atas kepala.
  • Dokter dengan alat khusus akan memindai bagian dada pasien untuk mengetahui area jantung.

Tes bagian kedua:

  • Dokter akan menempatkan jarum ke pembuluh darah di lengan pasien
  • Pasien kemudian diminta untuk duduk atau berbaring untuk dilakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) selama 5-10 menit.
  • Setelah itu pasien akan diminta untuk berjalan di atas treadmill dan detak jantung akan diperiksa Kembali menggunakan EKG.
  • Kecepatan treadmill pun akan ditingkatkan hingga mendapatkan detak jantung yang cocok.
  • Kemudian pelacak radioaktif akan kembali disuntikkan pada lengan dan pasien terus berolahraga selama 30-60 detik
  • Dokter kemudian akan meminta pasien untuk berbaring terlentang lagi dan melakukan pemindaian pada jantung pasien.
  • Sebelum melakukan pemindaian, biasanya dokter akan menempelkan elektroda di dada untuk bisa melihat dengan jelas di dalam otot jantung.
  • Setelah dilakukan pemeriksaan, akan keluar hasil mengenai otot jantung apakah sudah memperoleh aliran darah yang cukup atau belum. 

Jika seandainya kondisi pasien tidak bisa melakukan tes dengan treadmill, maka dokter akan memberikan obat yang bisa memperlebar arteri jantung pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu pasien akan disuntikkan pelacak radioaktif dan menjalani prosedur yang sama. 

Hasil scan perfusi jantung

Setelah dilakukan tes, berikut ini hasil tes yang menunjukkan kondisi kesehatan pasien:

  • Aliran darah normal saat istirahat dan latihan fisik

Jika aliran darah normal saat sedang istirahat dan latihan fisik, maka risiko penyakit jantung koroner bisa diatasi dengan baik.

  • Aliran darah tidak normal saat istirahat dan latihan fisik

Jika aliran darah tidak normal baik saat istirahat maupun latihan fisik maka bisa disimpulkan jika jantung pasien tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, atau bisa saja pernah terjadi serangan jantung yang berat.

  • Aliran darah normal saat istirahat dan tidak normal saat latihan fisik

Jika aliran darah normal saat istirahat tetapi tidak normal saat latihan fisik, hal ini menandakan pasien memiliki risiko penyakit jantung koroner.

  • Pelacak radioaktif tidak terdeteksi di beberapa bagian jantung

Jika pelacak radioaktif tidak bisa dideteksi di beberapa bagian jantung, bisa mengindikasikan adanya jaringan parut pada jantung yang disebabkan karena serangan jantung yang pernah dialami pasien. 

Jangan Terlambat, Ini Cara Mendiagnosis Sindrom Insensitivitas Androgen

Menderita sindrom insensitivitas androgen tentu jadi mimpi buruk bagi sebagian besar orang tua dan penderitanya. Sindrom yang termasuk langka ini merupakan kelainan genetik yang dapat sebabkan bayi laki-laki terlahir dengan fisik seperti perempuan. 

Jenis kelainan yang dapat terjadi cukup beragam. Bayi dengan sindrom ini bisa memiliki organ reproduksi perempuan tetapi tidak memiliki rahim, tuba falopi, dan indung telur. Pada beberapa kasus lainnya, bayi juga dapat memiliki penis yang tidak berkembang sempurna.

Ada dua kategori sindrom insensitivitas androgen, yaitu:

  • Sindrom insensitivitas androgen komplit, tubuh tidak merespons sama sekali terhadap androgen. Bentuk sindrom ini terjadi pada sebanyak 1 dari 20.000 kelahiran.
  • Sindrom insensitivitas androgen parsial, tubuh merespons sebagian terhadap androgen. Ketidaksensitifan androgen parsial terjadi pada tingkat yang sama dengan sindrom ketidakpekaan androgen lengkap. 

Untuk itu, kenali cara mendiagnosis sindrom ini lebih cepat agar tahu cara penanganannya. Terlebih, jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat sindrom insensitivitas androgen dan merencanakan kehamilan, konsultasikan ke dokter mengenai risiko menurunkan penyakit yang sama ke anak Anda.

Berikut ini cara mendiagnosis sindrom insensitivitas androgen: 

1. Tes darah

Untuk memastikan kadar hormon dalam tubuh pengidap sindrom insensitivitas androgen, maka diperlukan prosedur tes darah. 

Tes darah juga dilakukan untuk memeriksa kadar hormon testosteron, luteinizing hormone (LH), dan follicle-stimulating hormone (FSH).

2. Tes genetika

Tes genetika merupakan pemeriksaan DNA yang dilakukan untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit tertentu yang diturunkan. 

Pemeriksaan genetik dapat dilakukan melalui darah atau air liur dan dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit. Namun, biasanya penyakit yang terdeteksi adalah kelainan genetik.

Dalam kasus sindrom insensitivitas androgen, tes genetik dilakukan untuk menentukan kromosom seks dan melihat kelainan genetik pada kromosom X.

3. USG Panggul

USG panggul adalah tindakan pemeriksaan non-invasif (melukai tubuh) yang dilakukan untuk mendapatkan gambar rinci tulang panggul dan daerah sekitarnya dengan menggunakan gelombang ultrasound (suara berfrekuensi tinggi).   

Pada kasus sindrom insensitivitas androgen, USG panggul dilakukan untuk mendeteksi keberadaan rahim dan ovarium.

Untuk pria, USG panggul difokuskan pada kelenjar prostat, kandung kemih, dan daerah sekitarnya. Pada wanita, pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosa kondisi rahim, leher rahim, indung telur, dan tuba falopi (saluran yang menghubungkan indung telur dan rahim).

4. Chorionic villus sampling (CVS)

Chorionic Villus Sampling (CVS) adalah tes yang dilakukan pada masa awal kehamilan untuk memeriksa bila terjadi masalah-masalah tertentu pada janin.

Tes ini dilakukan jika ada riwayat keluarga yang menderita sindrom insensitivitas androgen.

Prosedurnya sampel sel dikeluarkan dari plasenta untuk diuji. Biasanya dilakukan antara minggu ke-11 dan minggu ke-14 kehamilan

Lalu, bagaimana cara pengobatan sindrom insensitivitas androgen? 

Sindrom insensitivitas androgen merupakan suatu kelainan genetik yang sulit diperbaiki. Individu dengan sindrom insensitivitas androgen komplit biasanya tidak memerlukan perawatan sebelum pubertas (hingga muncul gejala).

Pengobatan untuk sindrom insensitivitas androgen lebih bertujuan untuk memperbaiki penampilan tubuh sesuai jenis kelamin yang dipilih, antara lain: 

  • Operasi pengangkatan testis dilakukan bagi anak yang mengidap kriptorkismus atau testis yang berada di dalam perut. 
  • Operasi testis dan penis, tujuannya untuk memindahkan testis kembali ke dalam skrotum dan memperbaiki lubang saluran kemih ke tempat yang seharusnya.
  • Operasi vagina dilakukan pada anak perempuan dengan sindrom insensitivitas androgen yang telah memasuki masa pubertas, guna merekonstruksi bentuk vagina. 
  • Operasi payudara dilakukan pada anak laki-laki yang mengalami pertumbuhan payudara saat memasuki usia remaja.
  • Terapi hormon dengan pemberian hormon androgen pada anak laki-laki, untuk memicu pertumbuhan karakteristik prianya, seperti pertumbuhan kumis, jenggot, dan penis.

Memiliki anak dengan sindrom insensitivitas androgen tentu menjadi hal yang sulit bagi orang maupun sang anak. Sebab, walaupun secara genetik, sang anak memiliki ciri dan sifat laki-laki, namun ciri fisik dan kelamin dari luar menyerupai wanita.

Akibatnya, penentuan jenis kelamin sang anak menjadi keputusan yang sulit. Segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

Jangan Diremehkan, Ini Bahaya Gula Darah Tinggi

Jangan Diremehkan, Ini Bahaya Gula Darah Tinggi

Banyak orang yang baru mementingkan kadar gula darahnya ketika sudah memasuki usia 40 tahun ke atas. Padahal, generasi muda pun perlu mewaspadai bahaya gula darah tinggi.

Apabila kadar gula darah yang tinggi diremehkan, dampaknya bisa membahayakan kesehatan. Dalam istilah medis, kenaikan gula darah yang tinggi disebut juga dengan Hyperglycemia.

Tanda-tanda seseorang menderita gula darah tinggi

Masalah peningkatan kadar gula yang sangat tinggi bisa terjadi kapan saja, bahkan tanpa Anda sadari. Akan ada beberapa gejala yang bisa Anda kenali sebagai tanda-tanda dari kondisi ini. Berikut ini beberapa gejalanya:

  • Penglihatan kabur
  • Sering merasa ingin buang air kecil terus menerus
  • Kaki mati rasa atau kesemutan
  • Merasa lebih haus dari biasanya
  • Merasa lebih lapar dari biasanya

Sekilas, tanda-tanda ini mungkin tampak biasa saja. Hal inilah yang membuat banyak orang tidak menyadari bahwa diri mereka mengalami Hyperglycemia. 

Selain gejala di atas, Anda juga akan merasakan gejala lain berupa kelelahan. Anda akan merasa lebih mudah lelah dibanding biasanya, kemudian mengalami infeksi pada kulit serta sulitnya penyembuhan luka pada kulit.

Bila Anda merasakan gejala-gejala ini, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. 

Komplikasi akibat bahaya gula darah tinggi 

Apabila tidak ditangani dengan tepat, gula darah tinggi akan menimbulkan komplikasi. Komplikasi inilah yang membahayakan kesehatan Anda. 

Bahaya gula darah tinggi bisa terjadi karena Anda akan mengalami: 

  • Kerusakan saraf

Kadar gula darah yang tinggi terus menerus lama-kelamaan bisa merusak saraf. Kerusakan saraf ini bisa terjadi di area tangan dan kaki, serta mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengontrol.

Misalnya, karena saraf mengalami kerusakan, Anda jadi lebih sulit untuk mengontrol buang air kecil, fungsi seksual, serta pencernaan. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan neuropati femoralis, toraks, kranial, dan fokal.

  • Kerusakan mata

Salah satu gejala yang menjadi tanda bahaya gula darah tinggi adalah gangguan penglihatan yang kabur. Hal ini terjadi karena kadar gula darah tinggi mempengaruhi kesehatan mata Anda. 

Orang yang mengalami diabetes lebih mungkin untuk menderita retinopati diabetik. Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah di bagian belakang mata, sehingga Anda menjadi rentan mengalami kebutaan. 

  • Masalah kulit

Masalah kulit seringkali menjadi komplikasi paling umum dari gula darah tinggi. Penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur. Sehingga, mereka lebih mungkin mengalami masalah kulit berupa bisul, gatal di selangkangan, kutu air, dan kurap.

Ada juga berbagai kondisi kulit lain yang bisa terjadi karena kadar gula darah yang tinggi. Contohnya seperti sklerosis digital, yaitu kondisi dengan timbulnya kulit tebal bertekstur lilin di punggung tangan, dan penyakit-penyakit lainnya.

  • Serangan jantung

Kesehatan jantung Anda juga menjadi lebih lemah ketika Anda mengalami gula darah tinggi. Hal ini membuat Anda rentan terkena penyakit jantung, termasuk serangan jantung. 

Masalah pada kerusakan jantung juga akan berdampak pada risiko yang lebih besar untuk terkena stroke. 

  • Ketoacidosis diabetik

Komplikasi yang satu ini terjadi karena sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Ketika insulin dalam tubuh tidak mencukupi, tubuh Anda akan menggunakan lemak sebagai gantinya. Tubuh akan memproduksi keton untuk menguraikan lemak.

Akan tetapi, tubuh tidak mampu menanggung kadar keton yang terlalu tinggi. Inilah yang menjadi komplikasi dari gula darah tinggi.

Setelah memahami bahaya gula darah tinggi, sebaiknya Anda melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari kondisi ini. Jika merasakan gejala, jangan menunda untuk mendapatkan penanganan dari dokter.

Cara Mengobati Osteosarcoma

Cara Mengobati Osteosarcoma

Merupakan salah satu jenis kanker tulang yang bermula pada sel-sel pembentuk tulang disebut dengan osteosarcoma. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena bisa menyebabkan penderitanya tak bebas bergerak, pincang hingga bahkan mengalami patah tulang tanpa sebab yang jelas. 

Kondisi ini bisa menyerang tulang bagian mana saja. Namun, osteosarcoma lebih sering terjadi pada tulang-tulang besar yang tumbuh cepat, seperti tulang paha, tulang kering dan tulang lengan atas. Kanker tulang tergolong kondisi yang jarang terjadi, hanya sebesar satu persen dari seluruh penderita kanker. Tumor yang terbentuk pada tulang pun lebih banyak yang jinak ketimbang kondisi yang ganas.

Pengobatan Osteosarcoma

  • Operasi

Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mengangkat seluruh sel kanker. Tindakan pengobatan ini tergantung pada ukuran dan lokasi dari tumor yang muncul. Selain mengangkat sel kanker, pengobatan ini juga bisa mengangkat otot dan jaringan lain yang terkena kanker. Dalam beberapa kasus dokter juga bisa memutuskan melakukan amputasi.

  • Kemoterapi

Pemberian dua obat atau lebih untuk membunuh kanker, obat yang diberikan bisa dalam bentuk pil, infus, atau kombinasi dari keduanya. Kemoterapi dapat dilakukan sebelum operasi. Kemoterapi ini bertujuan untuk menyusutkan sel kanker agar lebih mudah diangkat. Lamanya pengobatan ini tergantung pada tingkat penyebaran sel kanker.

  • Radioterapi

Merupakan terapi menggunakan sinar-X atau sinar proton yang mampu membunuh sel kanker. Terapi ini dilakukan dengan mengarahkan sinar radiasi tingkat tinggi tersebut ke bagian tubuh di mana kanker tulang berada. Radioterapi dilakukan pada pasien yang tidak menjalani operasi atau masih ada sel kanker tersisa.

Hingga saat ini belum diketahui cara untuk mencegah jenis kanker ini. Namun, dengan pengobatan yang tepat kemungkinan pasien penderita kanker ini untuk sembuh dalam skala cukup besar. Jika seseorang baru saja menjalani pengobatan penyakit ini, disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin.

Penyebab Osteosarcoma

Kondisi ini terjadi ketika DNA di dalam sel-sel pembentuk tulang mengalami mutasi atau perubahan, mutasi ini menyebabkan sel-sel pembentuk tulang terus melakukan proses pembentukan tulang baru walaupun sedang tidak dibutuhkan. Tulang baru ini kemudian berkembang menjadi tumor yang menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat.

Setelah itu menyebar ke bagian tubuh lain, hingga saat ini belum diketahui penyebab mutasi pada sel-sel pembentuk tulang ini. Meski demikian, diketahui beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena salah satu jenis kanker tulang ini. Adapun faktor risiko tersebut:

  • Penderita penyakit ini sebelumnya pernah menjalani pengobatan dengan radioterapi.
  • Penderita ternyata juga menderita penyakit kelainan tulang, seperti penyakit paget atau displasia fibrosa.
  • Adanya kelainan genetik, termasuk retinoblastoma, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Bloom, sindrom Werner atau sindrom Rothmund-Thomson.

Gejala kondisi ini tergantung pada lokasi yang terkena tumor, gejala yang muncul bisa seperti terbatasnya gerak tubuh, pincang jika tumor berada di kaki, sakit saat mengangkat sesuatu jika tumor di tangan. Adanya retak atau patah tulang yang bisa terjadi tanpa sebab, kemudian nyeri, bengkak dan kulit kemerahan di area tumbuhnya tumor.

Sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami beberapa gejala terkait kondisi ini. Pemeriksaan secara tepat diperlukan karena gejala dan tanda penyakit ini mirip dengan keluhan pada kondisi lain, seperti terkena cedera saat berolahraga. Pemeriksaan rutin ke dokter tetap harus dilakukan meskipun tengah menjalani pengobatan penyakit ini.

Penyebab Pergelangan Kaki Terkilir

Pergelangan kaki terkilir adalah cedera yang terjadi saat Anda memutar, pelintir, atau memutar pergelangan kaki dengan cara yang canggung. Hal ini dapat meregangkan atau merobek pita jaringan keras (ligamen) yang membantu menyatukan tulang pergelangan kaki Anda.

Ligamen membantu menstabilkan persendian serta mencegah gerakan berlebihan. Pergelangan kaki terkilir terjadi ketika ligamen dipaksa melampaui rentang gerak normalnya. Sebagian besar pergelangan kaki yang terkilir melibatkan cedera pada ligamen di sisi luar pergelangan kaki Anda.

Perawatan untuk pergelangan kaki yang terkilir bergantung pada tingkat keparahan cedera. Meskipun tindakan perawatan diri dan obat pereda nyeri yang dijual bebas mungkin semua yang Anda butuhkan, evaluasi medis mungkin diperlukan untuk mengungkapkan seberapa parah pergelangan kaki Anda terkilir dan untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Tanda dan gejala pergelangan kaki terkilir bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera. Hal ini mungkin termasuk:

  • Nyeri, terutama saat Anda menahan beban di kaki yang sakit
  • Nyeri saat Anda menyentuh pergelangan kaki
  • Pembengkakan
  • Memar
  • Rentang gerak yang dibatasi
  • Ketidakstabilan di pergelangan kaki
  • Sensasi atau bunyi letupan pada saat cedera

Keseleo atau kaki yang terkilir terjadi saat pergelangan kaki Anda dipaksa untuk keluar dari posisi normalnya, yang dapat menyebabkan satu atau lebih ligamen pergelangan kaki meregang, sebagian sobek atau robek seluruhnya. Penyebab pergelangan kaki terkilir mungkin termasuk:

  • Jatuh yang menyebabkan pergelangan kaki Anda terpelintir
  • Mendarat dengan canggung di kaki Anda setelah melompat atau berputar
  • Berjalan atau berolahraga di permukaan yang tidak rata
  • Orang lain menginjak atau mendarat dengan kaki Anda selama aktivitas olahraga

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko pergelangan kaki Anda terkilir, hal itu meliputi:

  1. Partisipasi olahraga. Keseleo pergelangan kaki adalah cedera olahraga yang umum, terutama pada olahraga yang memerlukan gerakan melompat, memotong, atau menggulung atau memutar kaki seperti bola basket, tenis, sepak bola, sepak bola, dan lari lintas alam.
  2. Permukaan yang tidak rata. Berjalan atau berlari di permukaan yang tidak rata atau kondisi lapangan yang buruk dapat meningkatkan risiko keseleo pergelangan kaki.
  3. Cedera pergelangan kaki sebelumnya. Setelah pergelangan kaki terkilir atau mengalami cedera pergelangan kaki jenis lain, kemungkinan besar Anda akan terkilir lagi.
  4. Kondisi fisik yang buruk. Kekuatan atau kelenturan yang buruk pada pergelangan kaki dapat meningkatkan risiko keseleo saat berpartisipasi dalam olahraga.
  5. Sepatu yang tidak sesuai. Sepatu yang tidak pas atau tidak sesuai untuk suatu aktivitas, serta sepatu hak tinggi pada umumnya membuat pergelangan kaki lebih rentan cedera.

Kebanyakan keseleo atau pergelangan kaki terkilir sembuh tanpa masalah. Anda akan merasa jauh lebih baik setelah 2 minggu. Setelah bengkaknya berkurang dan Anda bisa berjalan tanpa rasa sakit, Anda mungkin bisa memulai latihan untuk membangun kelenturan dan kekuatan. Namun Anda tetap disarankan untuk periksa dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Ketahui 8 Efek Samping Antasida bagi Kesehatan Tubuh

Ketahui 8 Efek Samping Antasida bagi Kesehatan Tubuh

Bagi penderita asam lambung tentu sudah tidak asing dengan obat antasida. Obat ini biasanya memang dikonsumsi untuk meredakan gejala yang muncul karena gangguan asam lambung. Namun, antasida tidak boleh berlebihan. Sebab, ada beberapa efek samping antasida yang mungkin terasa jika berlebihan dan dikonsumsi sembarangan.

Antasida merupakan obat yang bisa mengobati GERD, gastritis, dispepsia, hingga nyeri ulu hati. Namun, pastikan agar melihat aturan pakai dan simak takaran dosisnya. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat ini sembarangan dengan dosis berlebihan.

Efek Samping Antasida

Sebenarnya, antasida ini aman dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu dan dalam dosis yang aman. Akan tetapi, akan ada berbagai efek samping antasida jika dikonsumsi secara berlebihan. Apa saja efek sampingnya? Simak selengkapnya berikut ini.

  1. Konstipasi atau Sembelit

Salah satu efek samping antasida jika dikonsumsi berlebihan adalah terjadinya konstipasi atau sembelit. Biasanya efek ini muncul jika yang Anda konsumsi obat antasida yang mengandung aluminium dan kalsium. Jika kondisi ini terjadi, maka sebaiknya Anda mengganti obat yang dikonsumsi dengan obat lain yang bisa diresepkan dokter.

  1. Munculnya Masalah Otot

Mengonsumsi obat antasida juga berisiko menyebabkan gangguan otot seperti otot berkedut dan nyeri otot. Biasanya, pasien akan merasakan tubuh lemah seluruh tubuh.

Kondisi ini terjadi karena dipengaruhi oleh kadar elektrolit dalam darah, seperti fosfor, magnesium, dan kalsium. Perubahan kadar elektrolit dalam darah ini membuat fungsi otot dan juga saraf jadi berefek negatif.

  1. Diare

Antasida juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare. Efek samping antasida yang satu ini biasanya dialami oleh pasien yang mengonsumsi antasida yang mengandung magnesium. Diare yang terjadi biasanya tidak berlangsung lama namun bisa kambuh kembali ketika pasien mengonsumsi antasida lagi.

  1. Risiko Batu Ginjal

Antasida yang mengandung kalsium berisiko membuat tubuh akan mengeluarkan mineral yang banyak melalui urine. Akan tetapi, meningkatnya jumlah pembuangan kalsium ini akan membuat mineral menumpuk di ginjal sehingga akan berisiko terjadinya pembentukan batu ginjal.

Batu ginjal ini akan membuat penderita merasa kesakitan di bagian punggung bawah. Selain itu, batu ginjal juga membuat urine berdarah serta menghambat aliran urine.

  1. Hiperkalsemia

Pasien yang mengonsumsi antasida kalsium bikarbonat juga bisa menyebabkan hiperkalsemia. Kondisi ini terjadi ketika menumpuknya kalsium dalam tubuh yang jika sudah berlebihan dapat mengganggu fungsi organ karena aliran darah terhambat. Selain itu, hiperkalsemia juga bisa memicu terjadinya kegagalan fungsi organ. Akan tetapi, menghentikan konsumsi antasida bisa membuat hiperkalsemia yang dialami tidak semakin memburuk.

  1. Mengalami Gangguan Pernapasan

Efek samping antasida lainnya adalah menyebabkan gangguan pernapasan. Efek samping ini terjadi jika pasien mengonsumsi antasida dengan kandungan natrium bikarbonat karena pH aliran darah menjadi naik alias basa.

pH aliran darah yang meningkat bisa membuat laju pernapasan jadi melambat. Akan tetapi, kondisi ini akan membuat pasien mengalami penumpukan karbon dioksida yang menyebabkan rasa kantuk dan letih.

  1. Risiko Infeksi

Antasida adalah obat untuk menetralkan asam lambung. Jika dikonsumsi berlebihan, akan membuat asam lambung menjadi netral yang berlebihan pula. Selain membantu mencerna makanan, asam lambung juga bisa melindungi tubuh dari bakteri yang ada dalam makanan yang dikonsumsi. 

Sehingga, jika asam lambung seseorang netral, maka, bakteri akan masuk ke dalam saluran pencernaan. Hal ini tentu bisa membuat sistem pertahanan tubuh jadi melemah. Selain itu, muncul pula penyakit lain seperti diare, gastroenteritis, hingga gangguan pencernaan bagian atas.

  1. Osteoporosis

Efek samping antasida dengan kandungan aluminium yaitu bisa menyebabkan osteoporosis. Sebab, antasida dengan kandungan aluminium bisa membuat tulang melemah akibat penurunan kadar kalsium dan fosfat pada tubuh.

Apa Bisa Orang Mati Hidup Lagi?

orang mati hidup lagi dari sisi medis

Anda mungkin pernah mendengar kata mati suri, kondisi dimana orang yang sudah mati hidup lagi. Ternyata terdapat istilah ilmiah dari kondisi ini, yaitu fenomena Lazarus. 

Fenomena Lazarus sendiri merupakan kasus yang sangat jarang terjadi, mungkin masih kurang laporan mengenai kondisi ini. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini adalah kondisi yang nyata. 

Fenomena Lazarus, atau sindrom Lazarus, didefinisikan sebagai kembalinya sirkulasi spontan yang tertunda (ROSC) setelah CPR berhenti. Dengan kata lain, pasien yang dinyatakan meninggal setelah serangan jantung mengalami kembalinya aktivitas jantung secara mendadak.

Sindrom ini dinamai menurut Lazarus dari Betania, yang menurut Perjanjian Baru dari Alkitab, dihidupkan kembali oleh Yesus Kristus 4 hari setelah kematiannya. Hal ini pertama kali dilaporkan dalam literatur medis pada tahun 1982, dan istilah fenomena Lazarus pertama kali digunakan oleh Bray pada tahun 1993.

Sejak tahun 1982, ketika fenomena Lazarus pertama kali dideskripsikan dalam literatur medis, setidaknya terdapat 38 kasus orang mati hidup lagi yang dilaporkan. Menurut laporan tahun 2007 oleh Vedamurthy Adhiyaman dan rekannya, pada sekitar 82 persen kasus sindrom Lazarus hingga saat ini, ROSC terjadi dalam 10 menit setelah CPR dihentikan, dan sekitar 45 persen pasien mengalami pemulihan neurologis yang baik.

Bagaimana penjelasan medis atau ilmiah pada orang yang sudah mati dan hidup lagi? Sebenarnya apa yang menyebabkan fenomena Lazarus terjadi masih belum jelas, namun terdapat beberapa teori yang mendasarinya.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa fenomena Lazarus mungkin disebabkan oleh penumpukan tekanan di dada yang disebabkan oleh CPR. Setelah CPR dihentikan, tekanan ini secara bertahap dapat dilepaskan dan jantung kembali bekerja.

Teori lain adalah tindakan obat tertunda yang digunakan sebagai bagian dari upaya resusitasi, seperti adrenalin. Ada kemungkinan bahwa obat yang disuntikkan melalui vena perifer tidak diberikan secara memadai secara terpusat karena aliran balik vena yang terganggu, dan ketika aliran balik vena membaik setelah menghentikan hiperinflasi dinamis, pemberian obat dapat berkontribusi pada kembalinya sirkulasi.

Hiperkalemia, kondisi dimana kadar kalium dalam darah Anda terlalu tinggi adalah penjelasan lain yang diusulkan untuk fenomena Lazarus, karena telah dikaitkan dengan ROSC yang tertunda.Karena sangat sedikitnya kasus sindrom Lazarus yang dilaporkan, mengungkap mekanisme atau penjelasan yang pasti di balik kondisi tersebut rumit. Namun satu hal yang mungkin terjadi adalah, orang yang mengalami fenomena Lazarus mungkin memang sebenarnya tidak pernah mati.

Pada tahun 2014 terdapat laporan dari seorang wanita berusia 80 tahun yang telah “dibekukan hidup-hidup” di kamar mayat rumah sakit setelah salah dinyatakan meninggal.

Pada tahun yang sama, Rumah Sakit New York diserang setelah salah menyatakan seorang wanita mati otak setelah overdosis obat. Wanita itu terbangun tak lama setelah dibawa ke ruang operasi untuk pengambilan organ. Kasus-kasus seperti ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin secara keliru menyatakan seseorang telah mati? 

Terdapat dua jenis kematian yaitu kematian klinis dan kematian biologis. Kematian klinis diartikan sebagai tidak adanya denyut nadi, detak jantung, dan pernapasan, sedangkan kematian biologis diartikan sebagai tidak adanya aktivitas otak.

Melihat definisi ini, Anda mungkin berasumsi bahwa akan mudah untuk mengetahui kapan seseorang telah meninggal, tetapi dalam beberapa kasus, ternyata kematian tidak sesederhana itu. Terdapat sejumlah kondisi medis yang dapat membuat seseorang “tampak” mati. Sehingga kondisi dimana orang mati dan hidup lagi, ternyata benar-benar nyata.