Efektifkah Vaksin Typhoid Cegah Tifus?

Tifus atau demam tifoid merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing di telinga. Penyakit ini umumnya terjadi di lingkungan yang memiliki sanitasi dan kebersihan yang buruk, hingga minimnya akses untuk mendapatkan air bersih. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhii ini dapat menular dengan cepat. Penularan bisa melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Lantas, bagaimana cara mencegah tifus? Apakah benar vaksin typhoid efektif mencegah tifus?

Vaksin typhoid tifus di negara kita sebenarnya masuk ke dalam jadwal imunisasi anak. Vaksin tifus amat dianjurkan bagi Si Kecil yang berusia dua tahun, kemudian diberikan kembali tiap tiga tahun sekali. 

Di samping itu, menurut ahli di National Institutes of Health – MedlinePlus, pemberian vaksin ini juga perlu dilakukan sebelum berkunjung ke daerah yang menjadi endemik penyakit tifus. Selain itu, mereka yang bekerja di bidang kuliner seperti koki, juga dianjurkan untuk memperoleh vaksin tifus. 

Lalu, benarkah vaksin bisa dijadikan cara ampuh untuk mencegah penyakit tifus? Faktanya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin tifus sudah digunakan selama bertahun-tahun lamanya untuk mencegah penyakit ini. Singkat kata, menurut WHO vaksin tifoid adalah strategi yang efektif untuk pencegahan dan pengendalian tifus.

Meski begitu, pemberian vaksin tifus tidak menjamin 100 persen kebal terhadap bakteri penyebab tifus. Artinya, risiko untuk terserang tifus tetap ada, tapi gejala yang terjadi tidak separah gejala pada mereka yang belum mendapatkan vaksin.

Pada beberapa kasus, vaksin tifus bisa menimbulkan efek samping tertentu. Misalnya nyeri, bengkak di sekeliling area suntikan, mual, pusing, sakit perut, diare, hingga nyeri. 

Sebenarnya, vaksin bukan satu-satunya cara mencegah penyakit tifus. Meski terbilang efektif, tapi vaksin ini perlu dikombinasikan dengan pola dan kebiasaan hidup sehat agar penyakit ini menjauh. Misalnya, selalu menjaga kebersihan tangan hingga hindari mengonsumsi makanan atau sayuran mentah. 

Berakibat Fatal pada Anak-Anak

Coba tebak, kira-kira berapa banyaknya pengidap tifus secara global? Menurut catatan WHO, diperkirakan 11-20 juta orang mesti berhadapan dengan penyakit ini tiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 128.000 hingga 161.000 meninggal akibat penyakit menular ini. Hmm, bikin waswas kan? 

Bagaimana dengan di Indonesia? Meski datanya belum diperbarui, kita bisa mendapat gambaran mengenai penyakit Salmonellosis dari laporan Ditjen Pelayanan Medis Depkes RI. 

Di negara kita, salah satu spesies bakteri Salmonellosis yang sering menimbulkan masalah kesehatan penting, yaitu Salmonella typhi. Bakteri inilah biang keladi dari penyakit tifus. 

Pada tahun 2008, demam tifoid menempati urutan kedua dari 10 penyakit terbanyak dengan pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia, dengan jumlah kasus 81.116 dengan proporsi 3,15 persen. Urutan pertama ditempati oleh diare dengan jumlah kasus 193.856 dengan proporsi 7,52 persen (Depkes RI, 2009).

Ingat, jangan sekali-kali memandang sebelah mata penyakit ini. Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi, salah satunya robeknya saluran pencernaan. Kemudian, bakteri penyebab tifus juga bisa menyebar hingga rongga perut (peritoneum) atau kondisi yang disebut peritonitis. 

Nah, bila infeksinya menyebar dengan cepat melalui darah ke berbagai organ lainnya, maka dampaknya bisa makin berbahaya. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai organ berhenti berfungsi, bahkan menyebabkan kematian bila tak segera ditangani. 

Hal yang perlu ditegaskan, anak-anak adalah kelompok yang rentan terserang tifus. Alasannya, sistem imun mereka belum terbentuk dengan sempurna. 

Demikian penjelasan mengenai keefektifan vaksin typhoid dalam mencegah tifus. Semoga menambah wawasanmu.

Mengenal Penyebab Urin Berdarah dan Jenis-Jenisnya

Dalam istilah medis, urin berdarah disebut hematuria. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja dan tidak selalu menandakan adanya masalah serius. Namun, Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dengan pasti.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini. Contohnya seperti infeksi, penyakit ginjal, kanker, dan gangguan darah yang cukup langka. 

Dua tipe hematuria

Ada dua jenis atau tipe utama dari kondisi hematuria. Kedua jenis tersebut antara lain: 

  • Hematuria Gross

Jenis hematuria yang satu ini ditandai dengan urin yang tampak merah muda atau berwarna merah. Tanda lainnya adalah munculnya bintik-bintik darah yang terlihat pada urin.

  • Hematuria Microscopic

Kondisi ini ditandai dengan urin berdarah yang jumlahnya sangat kecil, sampai Anda kesulitan untuk melihatnya. Kondisi ini mungkin hanya bisa dideteksi dari hasil pengujian sampel urin di laboratorium.

Dokter akan melakukan diagnosa terhadap jenis hematuria yang Anda derita. Nantinya, pengobatan akan disesuaikan dengan jenis hematuria tersebut. 

Faktor penyebab urin berdarah

Ada banyak sekali kemungkinan penyebab urin bedarah atau hematuria. Beberapa penyebab yang paling umum adalah:

  • Batu ginjal

Ketika Anda mengalami batu ginjal, akan ada batu yang berkumpul di ginjal maupun di kandung kemih Anda. Batu ini berupa kristal yang terbentuk dari mineral dalam urin.

Batu ginjal bisa menjadi penyebab dari keluarnya darah pada urin Anda. Ini terjadi karena keberadaan batu menyebabkan penyumbatan. 

  • Infeksi

Infeksi adalah salah satu penyebab hematuria yang paling umum. Infeksi ini bisa terjadi di kandung kemih, saluran kemih, ataupun ginjal Anda. 

Penyebab infeksi adalah paparan bakteri di uretra, yaitu saluran yang membawa urin keluar dari tubuh. Jika Anda mengalami infeksi, bukan hanya pendarahan pada urin, Anda juga akan merasakan nyeri dan sering buang air kecil. 

  • Penyakit ginjal

Penyakit ginjal sebenarnya merupakan penyebab hematuria yang cukup jarang. Kondisi ini bisa terjadi dengan sendirinya atau merupakan komplikasi dari kondisi medis lain, contohnya seperti diabetes.

Bila pendarahan pada urin disebabkan oleh penyakit ginjal, pengobatan akan difokuskan untuk mengobati penyakit tersebut. 

  • Pembesaran prostat

Prostat merupakan kelenjar yang terletak di bawah kandung kemih, di dekat uretra. Pembesaran prostat lebih mungkin terjadi pada pria usia paruh baya ke atas. 

Ketika prostat membesar, prostat akan menekan uretra. Hal ini menyebabkan masalah buang air kecil, membuat kandung kemih tidak bisa benar-benar kosong. Ini akan menyebabkan infeksi saluran kemih dan menyebabkan urin berdarah. 

  • Kanker

Dalam kasus yang cukup parah, pendarahan yang Anda alami saat buang air kecil mungkin disebabkan oleh kanker. Kanker in bisa terjadi di mana saja, baik di kandung kemih, ginjal maupun prostat.

Munculnya darah pada urin merupakan salah satu gejala kanker yang cukup parah. Sulit untuk mendeteksi kanker apabila kanker masih ada di stadium awal.

  • Efek samping obat

Beberapa jenis obat-obatan, bila dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa menimbulkan efek samping berupa urin berdarah. Contohnya adalah obat antikanker dan penisilin.

Selain itu, obat antikoagulan juga bisa membuat Anda melihat adanya darah ketika buang air kecil. Contohnya adalah aspirin dan obat pengencer darah.

Setiap penyebab urin berdarah akan menentukan bagaimana metode pengobatan yang perlu dilakukan. Tanyakan pada dokter Anda mengenai upaya perawatan di rumah yang bisa Anda lakukan untuk mendukung penyembuhan.

Cek Kesehatan Jantung, Penting Bagi Tubuh

Cek Kesehatan Jantung

Setiap orang dihimbau untuk menjaga kesehatan supaya mereka bisa terhindar dari berbagai risiko seperti serangan jantung. Untuk menerapkan pola hidup tersebut, manusia bisa melakukan berbagai cara, salah satunya termasuk cek kesehatan jantung secara rutin di fasilitas kesehatan.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Perawatan

Jika Anda ingin melakukan perawatan seperti cek kesehatan jantung, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal di bawah:

  • Biaya

Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah biaya perawatan. Jika harganya terjangkau, Anda bisa melakukan perawatan tersebut. Jika tidak, Anda mungkin perlu pertimbangkan lagi apakah Anda ingin melakukan perawatan tersebut atau tidak.

Jika fasilitas kesehatan menawarkan promo biaya perawatan, Anda sebaiknya cari tahu apakah promonya masih berlaku atau tidak.

  • Kualitas pelayanan

Hal lain yang sebaiknya Anda perhatikan adalah kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Kualitas pelayanan dapat menentukan seberapa puas pasien melakukan perawatan di fasilitas kesehatan tersebut. Semakin banyak pasien akan mengunjungi fasilitas kesehatan tersebut jika kualitas pelayanannya sangat baik.

  • Lokasi

Lokasi merupakan faktor lain yang dapat memberikan keuntungan bagi sebagian orang. Sebagian orang memilih tempat tersebut karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Jika Anda menemukan fasilitas kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal Anda, Anda sebaiknya cari tahu apakah fasilitas kesehatan tersebut dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik kepada pasien atau tidak. Walaupun lebih dekat, fasilitas kesehatan tersebut mungkin tidak sebaik fasilitas kesehatan lain.

  • Izin operasi

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah izin operasi. Fasilitas kesehatan yang memiliki kualitas pelayanan yang bagus memiliki izin operasi secara resmi. Fasilitas kesehatan tersebut juga dapat memberikan jaminan kepada pasien.

  • Diskusi dan rekomendasi

Hal lain yang dapat mempermudah keputusan Anda dalam memilih fasilitas kesehatan bisa melalui diskusi dan rekomendasi. Jika Anda sudah bertanya kepada orang-orang yang Anda kenal (yang sering melakukan perawatan di fasilitas kesehatan) dan mayoritas memberikan tanggapan positif tentang fasilitas kesehatan yang Anda pilih, Anda bisa memilih fasilitas kesehatan tersebut.

  • Ketentuan

Pasien yang ingin melakukan perawatan perlu mengikuti ketentuan yang berlaku. Contohnya, jika Anda ingin cek kesehatan jantung secara rutin, Anda sebaiknya mengunjungi fasilitas kesehatan antara 1 sampai 3 kali.

  • Pertemuan dengan dokter

Anda juga dihimbau untuk membuat jadwal untuk bertemu dengan salah satu dokter spesialis yang sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum mengunjungi fasilitas kesehatan. Contohnya, jika Anda ingin cek kesehatan jantung, Anda sebaiknya mengatur jadwal temu dengan dokter spesialis jantung.

Setelah menentukan dokter spesialis sesuai kebutuhan, Anda akan memilih jadwal yang tersedia di fasilitas kesehatan. Jadwal untuk bertemu dengan dokter bisa dilakukan melalui telepon atau situs fasilitas kesehatan tersebut.

Contoh Fasilitas Kesehatan Yang Menawarkan Pemeriksaan Jantung

Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menawarkan pemeriksaan kondisi jantung dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 199.000,00. Penawaran tersebut meliputi pemeriksaan glukosa puasa, trigliserida, kolesterol LDL, dan kolesterol total.

Jika Anda ingin mengunjungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center untuk cek kesehatan jantung, berikut adalah syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan:

  • Pasien yang sudah membayar biaya untuk pemeriksaan kesehatan jantung tidak dapat meminta pengembalian uang.
  • Pasien yang tidak dapat hadir pada jadwal yang ditentukan perlu menghubungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center.
  • Pasien perlu menunjukkan voucher (dan identitas diri seperti KTP atau SIM) untuk pemeriksaan kesehatan jantung. Voucher tersebut akan ditukarkan di tempat pendaftaran.
  • Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center berhak menolak pasien yang tidak dapat menunjukkan voucher dan identitas diri.
  • Biaya perawatan tersebut akan berubah dalam waktu tertentu.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center.

Kesimpulan

Anda perlu cek kesehatan jantung secara rutin. Melakukan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa Anda harus lebih waspada terhadap risiko seperti penyakit jantung. Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan jantung, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal yang disebutkan di atas dan baca syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sudah Dewasa Masih Mengompol? Cari Tahu Penyebabnya

Sudah Dewasa Masih Mengompol? Cari Tahu Penyebabnya

Mengompol sering dikaitkan dengan masa kanak-kanak. Memang hal tersebut tidaklah salah. Seperempat anak-anak mengalami masalah dengan enuresis nokturnal, atau buang air kecil ketika tidur. Akan tetapi, seiring perkembangan, anak akan tumbuh dengan kandung kemih yang semakin membesar bisa dikontrol lebih baik.

Penelitian menunjukkan mengompol terjadi pada 1 hingga 2 persen dari orang dewasa. Namun, jumlahnya mungkin lebih tinggi. Beberapa orang dewasa mungkin merasa malu atau tidak mau berbicara dengan dokter mereka mengalami masalah tersebut.

Jika masih mengompol sesekali atau satu kali ketika sudah dewasa, mungkin Anda tidak perlu khawatir. Akan tetapi, jika kondisi ini terus berlanjut dan mengganggu, sebaiknya tidak boleh didiamkan. Berikut ini ada beberapa kondisi yang menyebabkan orang dewasa mengompol terus menerus.

1. Masalah hormonal

Hormon antidiuretik (ADH) memberi sinyal pada ginjal untuk memperlambat produksi urin. Tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon di malam hari untuk mempersiapkan tidur. Kondisi ini membantu membatasi kebutuhan Anda untuk buang air kecil ketika tidur. 

Sayangnya, beberapa orang tidak menghasilkan ADH yang cukup atau tubuh tidak dapat meresponsnya dengan baik. Kelainan ADH memiliki peran dalam mengompol di malam hari. Kombinasi masalah ADH, kesulitan bangun dan tidur, serta masalah kandung kemih di siang hari, juga menjadi faktor lainnya. 

Tes sederhana dapat mengukur tingkat ADH dalam darah Anda. Jika kadarnya rendah, dokter mungkin meresepkan obat seperti desmopressin (ADH buatan laboratorium). Dokter juga akan mencarikan kondisi mendasar yang dapat memengaruhi tingkat ADH.

2. Ukuran kandung kemih kecil

Kandung kemih kecil akan membuat Anda merasa lebih cepat penuh pada. Artinya, kandung kemih, berfungsi seolah-olah lebih kecil dari orang normal pada umumnya. Kondisi ini membuat Anda mungkin perlu buang air kecil lebih sering, termasuk di malam hari. Memiliki kandung kemih yang kecil mungkin sulit diatur selama tidur, dan menyebabkan mengompol di malam hari.

Pelatihan kandung kemih seperti senam kegel, bermanfaat bagi orang-orang dengan kandung kemih kecil. Strategi ini membantu tubuh Anda mengantisipasi buang air kecil secara teratur dengan menahan kencing untuk waktu yang lebih lama. Anda mungkin juga bisa menyetel alarm, supaya terbangun di tengah malam untuk buang air kecil, agar tidak mengompol.

3. Otot yang terlalu aktif

Otot detrusor adalah otot kandung kemih. Otot ini akan rileks saat kandung kemih Anda terisi dan berkontraksi ketika sudah waktunya untuk mengosongkan. Jika otot-otot ini berkontraksi pada waktu yang salah, Anda mungkin tidak dapat mengontrol buang air kecil. Kondisi ini bisa disebut kandung kemih terlalu aktif (OAB).

Kontraksi otot kandung kemih mungkin disebabkan oleh sinyal saraf yang tidak normal antara otak dan kandung kemih atau iritasi pada kandung kemih, seperti alkohol, kafein, atau obat-obatan. Produk tersebut bisa membuat otot kurang stabil dan mungkin membuat Anda lebih sering buang air kecil.

4. Kanker

Tumor dari kandung kemih dan kanker prostat dapat menyumbat saluran kemih. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan menahan kencing, terutama pada malam hari.

Mendiagnosis kanker mungkin memerlukan pemeriksaan fisik, serta beberapa tes pencitraan. Biopsi biasanya diperlukan untuk mengidentifikasi kanker. Mengobati kanker dapat membantu mengecilkan atau menghilangkan tumor dan kebiasaan mengompol.

5. Diabetes mellitus

Diabetes dengan gula darah yang tidak terkontrol dapat membuat Anda lebih sering buang air kecil. Ketika gula darah tinggi, jumlah urin meningkat saat ginjal mencoba mengatur kadar gula. Hal ini dapat menyebabkan mengompol, buang air kecil berlebihan (lebih dari 3 liter per hari), dan sering buang air kecil.

Mengobati diabetes menjadi salah satu solusinya. Pengobatan diabetes biasanya memerlukan kombinasi perubahan gaya hidup, pengobatan oral, atau suntikan insulin. Rencana perawatan Anda tergantung pada jenis yang Anda miliki dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

6. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat menyebabkan sering buang air kecil dan tidak terduga seperti mengompol. ISK sering kali menyebabkan peradangan dan iritasi pada kandung kemih yang selanjutnya dapat memperburuk inkontinensia dan mengompol di malam hari.

Mengobati ISK harus menghentikan enuresis. Jika Anda mengalami ISK berulang, Anda mungkin lebih sering mengompol. Anda dapat melakukan konsultasi ke dokter untuk menemukan penyebab yang mendasari ISK berulang sehingga Anda dapat mencegah infeksi dan mengompol di masa mendatang.

Kista Pilonidal, Penyakit yang Sebabkan Benjolan di Pantat Atas

Kista adalah benjolan di bawah kulit berbentuk kantung yang bisa berisikan cairan, udara, atau zat lain seperti kotoran atau rambut. Kista bisa menyerang siapa saja, dan tumbuh di bagian tubuh manapun, salah satunya kista.

Kista merupakan penyebab umum dari benjolan di pantat atas. Ada juga jenis kista yang berkembang di bokong bagian atas di dekat tulang ekor, yaitu kista pilonidal. 

Apa itu kista pilonidal?

Kista pilonidal adalah kantong yang terbentuk di bawah kulit yang biasanya berisi kotoran dan rambut yang terletak di lipatan pantat bagian atas (celah bokong) dan tulang ekor. 

Kista pilonidal biasanya terjadi ketika rambut menusuk kulit dan tertanam. Namun ada juga yang menyatakan bahwa kista pilonidal muncul setelah adanya trauma yang diterima tubuh Anda. 

Ketika kista terinfeksi, benjolan di pantat akan berubah menjadi abses pilonidal yang berisikan nanah dan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Ukurannya bervariasi, bisa kecil atau menutupi area yang luas.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, dan mereka yang berusia lebih muda. Orang yang banyak duduk, seperti pengemudi truk atau angkutan umum, memiliki peluang lebih tinggi untuk mendapatkannya. 

Orang yang dilahirkan dengan lesung pipit kecil di kulit di antara bokong juga berpotensi berkembang menjadi kista pilonidal. Faktor risiko lainnya termasuk:

  • Riwayat keluarga
  • Penggunaan pakaian ketat
  • Aktivitas bersepeda
  • Obesitas
  • Memiliki rambut tubuh yang banyak
  • Tidak aktif bergerak
  • Keringat berlebih. 

Tanda dan gejala

Benjolan di pantat akibat kista jarang menyebabkan rasa sakit. Namun jika kista terinfeksi, gejalanya meliputi:

  • Benjolan terasa nyeri dan berwarna kemerahan
  • Bengkak di bagian bawah tulang belakang
  • Tekstur kulit lembut saat disentuh
  • Demam
  • Keluar nanah atau darah ketika abses pecah
  • Abses mengeluarkan bau busuk

Bagaimana kista pionidal diobati?

Meminum antibiotik, kompres hangat, dan mengoleskan krim penghilang bulu ke benjolan bisa membantu mengempiskan kista pilonidal. Perawatan rumahan lain yang bisa Anda coba diantaranya:

  • Duduk berendam di baskom berisi air hangat
  • Makan makanan kaya vitamin A dan C
  • Membalurkan minyak esensial yang memiliki sifat anti-inflamasi, seperti minyak pohon teh atau minyak sage

Namun jika kista membesar dan terinfeksi, diperlukan perawatan medis. Dokter akan melakukan tes darah terlebih dahulu untuk menentukan diagnosis.

Selanjutnya opsi perawatan yang tersedia yaitu:

  • Insisi 

Metode ini digunakan untuk mengatasi kista pilonidal ringan. Setelah dokter menyuntikkan bius lokal, dokter akan membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan kista kemudian mengeringkannya. 

Dalam metode ini, dokter menghilangkan folikel rambut dan membiarkan luka terbuka, hanya dibalut oleh kain kasa. Anda harus sering mengganti kain kasa sampai kista sembuh, kurang lebih 3 minggu setelah perawatan. 

Dokter bisa saja menutup luka dengan jahitan untuk mendapat waktu penyembuhan yang lebih cepat. Namun risiko kekambuhan lebih tinggi. 

  • Marsupialisasi

Dalam prosedur ini, dokter akan memotong dan mengeringkan kista, sekaligus menghilangkan nanah dah rambut yang terdapat di dalamnya. Kemudian dokter akan menjahit tepi potongan ke tepi luka untuk membuat kantong. 

Dengan metode ini, Anda tak perlu repot-repot mengganti kain kasa setiap hari karena luka sayatan yang dibuat dokter lebih kecil dan dangkal. Namun, waktu penyembuhannya lebih lama, kurang lebih 6 minggu, hingga luka benar-benar mengering. 

Selain itu prosedur ini hanya bisa dilakukan oleh dokter yang terlatih khusus dalam teknik tersebut. 

Catatan

Ada banyak penyebab benjolan di pantat, salah satunya kista. Jika Anda ragu, Anda bisa mengunjungi dokter untuk mengetahui penyebab benjolan dengan jelas.

Bibir Gatal Secara Tiba-tiba, Yuk Kenali Penyebabnya!

Bibir Gatal Secara Tiba-tiba, Yuk Kenali Penyebabnya!

Bibir gatal bisa terasa tidak nyaman, terutama bila Anda memiliki masalah bibir lainnya seperti kekeringan dan pecah-pecah. Meski begitu, sebenarnya Anda tidak perlu mengkhawatirkannya karena bibir gatal adalah kejadian umum yang dapat diatasi seseorang dengan perawatan di rumah.

Sensasi gatal di bibir bisa terjadi secara tiba-tiba dan sangat tidak nyaman. Sering kali, bibir yang gatal dikaitkan dengan kontak atau alergi musiman. Terkadang, bibir gatal merupakan gejala dari kondisi kesehatan lain yang kurang umum.   

Selain itu, seseorang juga bisa saja mengalami bibir gatal karena kondisi kesehatan yang mendasarinya. Nah, dalam keadaan ini, seseorang mungkin memerlukan perawatan dari dokter. 

Yuk kenali beberapa penyebab bibir gatal! 

Bibir gatal karena pecah-pecah

Gejala umum bibir gatal yang disebabkan oleh pecah-pecah termasuk kekeringan, pecah-pecah, dan gatal. Cheilitis simplex, yang sering disebut orang sebagai bibir pecah-pecah parah, dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti:

  • cuaca dingin
  • paparan sinar matahari
  • penurunan kelembaban udara
  • kebiasaan menjilat bibir

Seseorang dapat mengobati bibir pecah-pecah dengan meminimalkan paparannya terhadap cuaca ekstrem dan menggunakan lip balm atau salep.

Kontak alergi

Cheilitis kontak alergi adalah dermatitis kontak alergi yang mempengaruhi bibir. Ini mirip dengan reaksi alergi kulit lainnya.

Ketika suatu zat bersentuhan dengan bibir, hal itu dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan gatal. 

Zat yang dapat menyebabkan cheilitis kontak alergi, antara lain: 

  • lipstik
  • pasta gigi
  • obat kumur
  • tabir surya
  • obat-obatan

Reaksi alergi terhadap penggunaan obat tertentu 

Bibir gatal juga bisa terkait obat terjadi ketika lesi muncul di sekitar bibir karena obat-obatan. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap obat atau retinoid, menyebabkan bibir kering, pecah-pecah, dan sensasi gatal.

Anda bisa mengganti obat dan mencoba pelembap bibir yang berbeda dapat membantu meringankan bibir gatal yang disebabkan oleh reaksi alergi terkait obat.

Infeksi menular 

Bibir gatal juga bisa disebabkan oleh infeksi menular yang membuat peradangan pada bibir.  Ada beberapa penyebab potensial dari infeksi cheilitis, seperti: 

  • infeksi
  • HIV atau kondisi lain yang menekan sistem kekebalan
  • Virus herpes simpleks

Sariawan 

Sariawan adalah sebuah penumbuhan yg terlalu cepat dari jamur candida. Jamur ini adalah jamur yang hidup di kulit dan di sekitar selaput lendir tetapi biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan apa pun.

Jika terjadi ketidakseimbangan, jamur bisa tumbuh di luar kendali dan menyebabkan bercak putih yang gatal dan menyakitkan di mulut dan pecah-pecah di sekitar sudut bibir.

Bibir kering 

Bibir kering bisa membuat iritasi yang bisa membuat sensasi gatal bisa muncul tiba-tiba. Biasanya, bibir gatal akibat kulit kering ini terjadi pada masyarakat yang tinggal di negara dengan cuaca panas.

Bibir gatal juga bisa disebabkan kasus langka seperti penyakit lupus, ruam kronis, folikulitis (rambut tumbuh ke dalam akibat mencukur), kekurangan nutrisi, hingga sindrom Melkersson-Rosenthal (kelumpuhan wajah).

Kapan harus menghubungi dokter? 

Seringkali, seseorang dapat merawat bibirnya dengan salep bibir atau balsem yang dijual bebas. Jika kondisinya memburuk, disertai dengan dengan sejumlah gejala tambahan, maka Anda perlu menghubungi dokter.

Adapun beberapa tanda Anda harus menghubungi dokter ketika bibir gatal, antara lain: 

  • Ruam tiba-tiba yang menyebar ke bagian lain wajah
  • Pendarahan dari mulut tidak berhenti
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir yang bengkak dengan cepat

Jika Anda mengalami gejala lain di samping bibir gatal, maka harus segera memberitahu dokter, karena kondisi bisa jadi merupakan tanda Anda mengalami masalah kesehatan lainnya. 

Murmur Jantung, Apa Maksudnya?

mumur jantung

Murmur jantung merupakan kondisi yang disertai dengan suara desingan atau tiupan pada pergerakan aliran darah pada jantung atau sekitarnya. Murmur jantung bisa terjadi baik sejak manusia lahir maupun ketika mereka tumbuh.

Jika murmur jantung dalam keadaan normal, suara yang didengar dokter (dengan menggunakan stetoskop) tidak menunjukkan tanda penyakit jantung. Namun, jika murmur jantung dalam keadaan tidak normal, kondisinya perlu ditangani lebih lanjut.

Murmur jantung bisa terjadi karena dua hal, yakni kerusakan katup jantung atau katup jantung yang bekerja terlalu keras. Katup jantung perlu diperbaiki supaya pasien terhindar dari risiko infeksi katup jantung. Cara untuk mencegah infeksi katup jantung bisa dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Gejala

Seseorang yang mengalami murmur jantung akan menunjukkan gejala berikut:

  • Sebagian kulit berwarna biru, termasuk di bagian bibir dan jari.
  • Pembengkakan.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Batuk kronis.
  • Mengeluarkan keringat secara berlebihan.
  • Pusing.
  • Sesak nafas.

Penyebab

Murmur jantung bisa terjadi karena kondisi berikut:

  • Jantung terisi darah (murmur diastolik).
  • Jantung kosong (murmur sistolik).
  • Detak jantung yang terjadi secara terus menerus (murmur kontinu).

Manusia yang mengalami murmur jantung normal bisa disebabkan karena kondisi berikut:

  • Aktivitas fisik.
  • Kehamilan.
  • Demam.
  • Anemia.
  • Hipertiroidisme (tingginya kadar hormon tiroid).
  • Kehamilan.

Manusia yang mengalami murmur jantung tidak normal bisa disebabkan karena kondisi berikut:

  • Cacat bawaan umum

Cacat bawaan umum bisa berupa lubang pada jantung, ketidaknormalan aliran darah pada sela bilik jantung, dan masalah katup jantung yang terjadi sejak lahir.

  • Kondisi lain

Kondisi lain bisa berupa infeksi, kalsifikasi katup jantung, endokarditis (infeksi pada lapisan hati), dan demam rematik.

Faktor Risiko

Seseorang bisa mengalami risiko yang lebih besar terhadap murmur jantung jika mereka memiliki kondisi berikut:

  • Riwayat medis yang berkaitan dengan masalah pada jantung yang menimbulkan suara yang tidak biasa.
  • Otot jantung yang lemah.
  • Endokarditis.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Penyakit katup jantung.
  • Hipertiroidisme.
  • Pernah mengalami demam rematik.
  • Gangguan darah.
  • Penyakit autoimun.
  • Diabetes yang tidak terkendali.
  • Infeksi rubella ketika hamil.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.

Jika Anda Mengalami Murmur Jantung

Jika Anda mengalami murmur jantung, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan murmur jantung.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat murmur jantung.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan tertentu?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Stetoskop

Stetoskop digunakan untuk mengetahui seberapa keras suara jantung yang dihasilkan.

  • X-ray

X-ray digunakan untuk mengetahui kondisi jantung Anda.

  • Elektrokardiogram

Elektrokardiogram atau ECG dilakukan untuk mengetahui jika Anda mengalami masalah pada ritme atau struktur jantung.

  • Ekokardiogram

Ekokardiogram dilakukan untuk mengetahui apa yang menyebabkan Anda mengalami murmur jantung.

  • Kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung dilakukan untuk mengatasi kondisi jantung.

Pengobatan

Dokter dapat memberikan pasien pengobatan berupa:

  • Obat-obatan

Obat-obatan seperti diuretik digunakan untuk memastikan kondisi jantung mereka tetap stabil.

  • Operasi

Operasi dilakukan jika pasien mengalami penyakit yang dapat menimbulkan masalah pada jantung.

Pencegahan

Murmur jantung bukan merupakan kondisi yang berbahaya dan tidak ada cara untuk mencegah kondisi tersebut, karena kondisi tersebut bisa hilang dengan sendiri.

Kesimpulan

Murmur jantung dapat menimbulkan berbagai gejala, namun tidak membahayakan tubuh. Jika Anda mengalami kondisi tersebut atau ingin tahu lebih lanjut tentang murmur jantung, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

6 Penyebab Mata Berair dan Cara Mengatasinya

6 Penyebab Mata Berair dan Cara Mengatasinya

Air mata memiliki banyak fungsi untuk menjaga mata agar tetap terlumasi serta bisa melindungi mata dari benda asing seperti debu yang masuk ke mata. Namun, seringkali seseorang juga mengalami kondisi mata berair dalam jumlah banyak dalam waktu yang lama. 

Mata berair normal terjadi ketika ada benda asing yang masuk dan bisa mereda dengan sendirinya. Namun bisa juga keluar secara terus-menerus karena beberapa kondisi, salah satunya karena mata kering. Sehingga membuat air mata keluar terus-menerus untuk melumasi mata yang kering. 

Penyebab mata berair

Mata berair terjadi karena kelenjar yang mengeluarkan minyak pada mata tidak bekerja dengan maksimal, sehingga membuat mata jadi cepat kering dan merangsang produksi air mata secara berlebih.

Alergi

Mata berair bisa disebabkan karena alergi terhadap serbuk sari, jamur, debu, hingga bulu hewan peliharaan. Keluarnya air mata berlebih merupakan reaksi mata jika ada benda asing yang bisa menyebabkan gatal hingga kemerahan. 

Mata berair yang disebabkan karena alergi biasanya disertai juga dengan beberapa gejala seperti bersin, mampet, dan juga pilek.

Saluran air mata tersumbat

Kerja saluran air mata yakni mengalir keluar dari kelenjar air mata dan menyebar ke seluruh permukaan mata, hingga keluar. Namun, jika saluran air mata tersumbat, maka air mata akan menumpuk dan bisa menyebabkan mata mengeluarkan air mata berlebihan.

Selain itu, air mata yang menumpuk karena penyumbatan bisa menyebabkan infeksi sehingga akan keluar cairan lengket seperti belek. 

Masalah pada eyelid

Eyelid atau kelopak mata memiliki fungsi yang penting, yakni melumaskan mata saat mata berkedip, sehingga mata tetap lembab dan tidak kering. 

Namun, terkadang kelopak mata juga mengalami masalah seperti ektopion dan entropion yang membuat mata jadi berair. 

Ektropion adalah kondisi kelopak mata yang melorot sehingga tidak menyentuh bola mata, sehingga tidak bisa melembapkan mata dengan maksimal. 

Sedangkan, entropion adalah kondisi kelopak mata dan bulu mata melengkung ke dalam, sehingga menyebabkan gesekan pada mata yang memicu munculnya air mata berlebih. 

Selain itu, masalah pada kelopak mata juga bisa disebabkan karena bintitan, yakni munculnya benjolan pada kelopak mata, sehingga membuat produksi air mata berlebih. 

Goresan mata

Beberapa benda asing yang masuk pada mata seperti kotoran, pasir, dan juga kontak lensa bisa menggores bagian kornea mata, bahkan bisa menyebabkan kornea robek. 

Kondisi ini juga disebut keratitis yakni kondisi mata yang berair, kering, serta kemerahan. Jika semakin parah, lebih baik kamu segera menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Masalah pada bulu mata

Dalam beberapa kasus, bulu mata bisa tumbuh ke dalam sehingga bisa menyebabkan gesekan pada area bola mata dan menimbulkan infeksi pada mata. Gesekan ini menyebabkan trikiasis, sehingga mata mudah berair. 

Kelenjar minyak bermasalah

Kelenjar kecil yang ada di tepi kelopak mata disebut kelenjar meibomian yang memproduksi minyak untuk menjaga kesehatan mata. 

Minyak pada kelenjar ini juga digunakan untuk mencegah mata cepat kering. Jika tersumbat, maka air mata akan mudah keluar dan bisa meningkatkan risiko infeksi pada mata. Kamu bisa mengompres dengan air hangat, agar kelenjar bisa bekerja dengan normal. 

Cara mengatasi mata berair

Umumnya, kondisi mata berair akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan serius. Namun, jika air mata terus keluar, sebaiknya kamu segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Biasanya, dokter akan memberikan beberapa pengobatan seperti:

  • Obat tetes mata
  • Antibiotik
  • Obat untuk alergi

Untuk pengobatan rumahan, sebaiknya kamu melakukan beberapa treatment ini:

  • Mengompres mata dengan handuk basah selama beberapa kali sehari untuk mengatasi saluran yang tersumbat
  • Menggunakan kacamata hitam untuk menghindari terpapar dari sinar UV saat kamu beraktivitas di luar
  • Hindari mengucek mata dengan tangan kotor

Nah itu dia beberapa penyebab mata berair dan cara mengatasinya. 

Apa Itu Scan Perfusi Jantung, Manfaat, dan Prosedurnya

Scan perfusi jantung

Scan perfusi jantung adalah sebuah tindakan medis yang dilakukan oleh dokter untuk mengetahui apakah otot jantung menerima aliran darah yang cukup atau tidak. Scan perfusi jantung juga disebut sebagai uji stress nuklir. 

Scan perfusi jantung juga dilakukan untuk mengetahui seberapa baik otot jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga, bisa meminimalisir komplikasi medis lainnya karena otot jantung yang rusak atau menyempit. 

Tes ini biasanya dilakukan saat sedang istirahat dan saat sedang berolahraga. Untuk melakukan scan perfusi jantung, digunakan zat kecil radioaktif atau pelacak radioaktif yang berjalan melalui aliran darah. Otot jantung yang sehat akan menyerap pelacak radioaktif tersebut, sedangkan otot jantung yang tidak sehat tidak bisa menyerapnya karena tidak memiliki aliran darah yang baik. 

Kapan memerlukan scan perfusi jantung?

Kamu wajib melakukan scan perfusi jantung jika mengalami beberapa hal di bawah ini:

  • Mengalami nyeri dada karena penyempitan atau penyumbatan arteri
  • Pernah mengalami serangan jantung dan dokter ingin mengetahui seperti apa bentuk jantung kamu
  • Kamu pernah menjalani prosedur medis untuk membuka arteri koroner, seperti angiogram, stent, atau operasi bypass.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani scan perfusi jantung?

Untuk melakukan scan perfusi jantung diperlukan persiapan yang optimal. Sebab, ada beberapa faktor yang akan memengaruhi dan mengganggu hasil tes. Berikut ini beberapa hal yang harus dihindari saat akan melakukan scan perfusi jantung.

  • Sebelum menjalani prosedur, biasanya dokter akan menyuruh kita untuk berpuasa selama beberapa jam
  • Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein selama 24 jam atau lebih sebelum melakukan prosedur scan perfusi jantung
  • Beri tahu dokter jika kamu memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu
  • Beritahu dokter obat, suplemen, obat herbal, dan vitamin apa yang sedang kamu konsumsi 
  • Konsultasikan lebih lanjut pada dokter jika kamu sedang hamil dan menyusui, sebab radiasi pada scan perfusi jantung bisa membahayakan janin
  • Menggunakan baju khusus yang sudah disediakan oleh tenaga kesehatan serta mencopot semua aksesoris seperti anting, kalung, gelang, jam dan barang berharga lainnya

Bagaimana prosedur scan perfusi jantung?

Dalam melakukan scan perfusi jantung, dilakukan oleh seorang dokter jantung dan ahli teknologi dalam pengobatan nuklir. Terdapat dua bagian dalam tes ini yakni saat tengah beristirahat dan berolahraga. 

Tes bagian pertama:

  • Seorang ahli akan memasukkan jarum ke pembuluh darah di lengan pasien dan menyuntikkan sedikit zat radioaktif. Setelah itu, pasien akan diminta menunggu selama 30-140 menit.
  • Pasien akan diminta untuk berbaring dan meletakkan lengan di atas kepala.
  • Dokter dengan alat khusus akan memindai bagian dada pasien untuk mengetahui area jantung.

Tes bagian kedua:

  • Dokter akan menempatkan jarum ke pembuluh darah di lengan pasien
  • Pasien kemudian diminta untuk duduk atau berbaring untuk dilakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) selama 5-10 menit.
  • Setelah itu pasien akan diminta untuk berjalan di atas treadmill dan detak jantung akan diperiksa Kembali menggunakan EKG.
  • Kecepatan treadmill pun akan ditingkatkan hingga mendapatkan detak jantung yang cocok.
  • Kemudian pelacak radioaktif akan kembali disuntikkan pada lengan dan pasien terus berolahraga selama 30-60 detik
  • Dokter kemudian akan meminta pasien untuk berbaring terlentang lagi dan melakukan pemindaian pada jantung pasien.
  • Sebelum melakukan pemindaian, biasanya dokter akan menempelkan elektroda di dada untuk bisa melihat dengan jelas di dalam otot jantung.
  • Setelah dilakukan pemeriksaan, akan keluar hasil mengenai otot jantung apakah sudah memperoleh aliran darah yang cukup atau belum. 

Jika seandainya kondisi pasien tidak bisa melakukan tes dengan treadmill, maka dokter akan memberikan obat yang bisa memperlebar arteri jantung pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu pasien akan disuntikkan pelacak radioaktif dan menjalani prosedur yang sama. 

Hasil scan perfusi jantung

Setelah dilakukan tes, berikut ini hasil tes yang menunjukkan kondisi kesehatan pasien:

  • Aliran darah normal saat istirahat dan latihan fisik

Jika aliran darah normal saat sedang istirahat dan latihan fisik, maka risiko penyakit jantung koroner bisa diatasi dengan baik.

  • Aliran darah tidak normal saat istirahat dan latihan fisik

Jika aliran darah tidak normal baik saat istirahat maupun latihan fisik maka bisa disimpulkan jika jantung pasien tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, atau bisa saja pernah terjadi serangan jantung yang berat.

  • Aliran darah normal saat istirahat dan tidak normal saat latihan fisik

Jika aliran darah normal saat istirahat tetapi tidak normal saat latihan fisik, hal ini menandakan pasien memiliki risiko penyakit jantung koroner.

  • Pelacak radioaktif tidak terdeteksi di beberapa bagian jantung

Jika pelacak radioaktif tidak bisa dideteksi di beberapa bagian jantung, bisa mengindikasikan adanya jaringan parut pada jantung yang disebabkan karena serangan jantung yang pernah dialami pasien. 

Jangan Terlambat, Ini Cara Mendiagnosis Sindrom Insensitivitas Androgen

Menderita sindrom insensitivitas androgen tentu jadi mimpi buruk bagi sebagian besar orang tua dan penderitanya. Sindrom yang termasuk langka ini merupakan kelainan genetik yang dapat sebabkan bayi laki-laki terlahir dengan fisik seperti perempuan. 

Jenis kelainan yang dapat terjadi cukup beragam. Bayi dengan sindrom ini bisa memiliki organ reproduksi perempuan tetapi tidak memiliki rahim, tuba falopi, dan indung telur. Pada beberapa kasus lainnya, bayi juga dapat memiliki penis yang tidak berkembang sempurna.

Ada dua kategori sindrom insensitivitas androgen, yaitu:

  • Sindrom insensitivitas androgen komplit, tubuh tidak merespons sama sekali terhadap androgen. Bentuk sindrom ini terjadi pada sebanyak 1 dari 20.000 kelahiran.
  • Sindrom insensitivitas androgen parsial, tubuh merespons sebagian terhadap androgen. Ketidaksensitifan androgen parsial terjadi pada tingkat yang sama dengan sindrom ketidakpekaan androgen lengkap. 

Untuk itu, kenali cara mendiagnosis sindrom ini lebih cepat agar tahu cara penanganannya. Terlebih, jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat sindrom insensitivitas androgen dan merencanakan kehamilan, konsultasikan ke dokter mengenai risiko menurunkan penyakit yang sama ke anak Anda.

Berikut ini cara mendiagnosis sindrom insensitivitas androgen: 

1. Tes darah

Untuk memastikan kadar hormon dalam tubuh pengidap sindrom insensitivitas androgen, maka diperlukan prosedur tes darah. 

Tes darah juga dilakukan untuk memeriksa kadar hormon testosteron, luteinizing hormone (LH), dan follicle-stimulating hormone (FSH).

2. Tes genetika

Tes genetika merupakan pemeriksaan DNA yang dilakukan untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit tertentu yang diturunkan. 

Pemeriksaan genetik dapat dilakukan melalui darah atau air liur dan dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit. Namun, biasanya penyakit yang terdeteksi adalah kelainan genetik.

Dalam kasus sindrom insensitivitas androgen, tes genetik dilakukan untuk menentukan kromosom seks dan melihat kelainan genetik pada kromosom X.

3. USG Panggul

USG panggul adalah tindakan pemeriksaan non-invasif (melukai tubuh) yang dilakukan untuk mendapatkan gambar rinci tulang panggul dan daerah sekitarnya dengan menggunakan gelombang ultrasound (suara berfrekuensi tinggi).   

Pada kasus sindrom insensitivitas androgen, USG panggul dilakukan untuk mendeteksi keberadaan rahim dan ovarium.

Untuk pria, USG panggul difokuskan pada kelenjar prostat, kandung kemih, dan daerah sekitarnya. Pada wanita, pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosa kondisi rahim, leher rahim, indung telur, dan tuba falopi (saluran yang menghubungkan indung telur dan rahim).

4. Chorionic villus sampling (CVS)

Chorionic Villus Sampling (CVS) adalah tes yang dilakukan pada masa awal kehamilan untuk memeriksa bila terjadi masalah-masalah tertentu pada janin.

Tes ini dilakukan jika ada riwayat keluarga yang menderita sindrom insensitivitas androgen.

Prosedurnya sampel sel dikeluarkan dari plasenta untuk diuji. Biasanya dilakukan antara minggu ke-11 dan minggu ke-14 kehamilan

Lalu, bagaimana cara pengobatan sindrom insensitivitas androgen? 

Sindrom insensitivitas androgen merupakan suatu kelainan genetik yang sulit diperbaiki. Individu dengan sindrom insensitivitas androgen komplit biasanya tidak memerlukan perawatan sebelum pubertas (hingga muncul gejala).

Pengobatan untuk sindrom insensitivitas androgen lebih bertujuan untuk memperbaiki penampilan tubuh sesuai jenis kelamin yang dipilih, antara lain: 

  • Operasi pengangkatan testis dilakukan bagi anak yang mengidap kriptorkismus atau testis yang berada di dalam perut. 
  • Operasi testis dan penis, tujuannya untuk memindahkan testis kembali ke dalam skrotum dan memperbaiki lubang saluran kemih ke tempat yang seharusnya.
  • Operasi vagina dilakukan pada anak perempuan dengan sindrom insensitivitas androgen yang telah memasuki masa pubertas, guna merekonstruksi bentuk vagina. 
  • Operasi payudara dilakukan pada anak laki-laki yang mengalami pertumbuhan payudara saat memasuki usia remaja.
  • Terapi hormon dengan pemberian hormon androgen pada anak laki-laki, untuk memicu pertumbuhan karakteristik prianya, seperti pertumbuhan kumis, jenggot, dan penis.

Memiliki anak dengan sindrom insensitivitas androgen tentu menjadi hal yang sulit bagi orang maupun sang anak. Sebab, walaupun secara genetik, sang anak memiliki ciri dan sifat laki-laki, namun ciri fisik dan kelamin dari luar menyerupai wanita.

Akibatnya, penentuan jenis kelamin sang anak menjadi keputusan yang sulit. Segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya!