Penyebab Retardasi Mental dan Pengobatan yang Harus Dilakukan

retradasi mental

Retardasi mental atau disabilitas intelektual adalah suatu kondisi di mana anak memiliki IQ di bawah 70 hingga 75, serta mengalami keterlambatan yang signifikan dalam setidaknya dua keterampilan adaptif.

Anak yang mengalami retardasi mental mengalami kesulitan dalam hal:

  • Fungsi intelektual, seperti pembelajaran, penilaian, pemecahan masalah, mengingat, penalaran dan keterampilan akademik.
  • Fungsi praktis, seperti menjaga diri sendiri secara mandiri, mengelola uang, melakukan pekerjaan, sekolah atau tugas rumah.
  • Fungsi sosial, mengacu pada kemampuan untuk bergaul dalam masyarakat seperti berkomunikasi, mengikuti aturan dan isyarat, memahami konsekuensi dari tindakan seseorang dan menjalin pertemanan.

Penyebab Retardasi Mental pada Anak

Pada kasus kebanyakan, penyebab pasti dari retardasi mental sebetulnya belum diketahui. Tetapi, biasanya hal ini disebabkan karena cedera, penyakit atau kondisi otak tertentu.

Setiap kondisi yang berdampak pada otak dan dimulai sebelum usia 18 tahun bahkan sebelum lahir juga dapat menyebabkan retardasi mental. Namun, retardasi mental juga dapat berkembang di kemudian hari saat masih masa kanak-kanak atau remaja karena suatu kondisi yang menyebabkan kerusakan otak.

Berikut adalah penyebab umum retardasi mental:

  • kondisi genetik tertentu seperti sindrom Down, fenilketonuria
  • fetal alcohol syndrome (FAS)
  • kelainan bawaan atau malformasi otak
  • terjadi infeksi seperti meningitis, campak, atau batuk rejan
  • terpapar racun seperti merkuri atau timbal
  • cedera kepala serius
  • stroke
  • penyakit maternal seperti rubella, penggunaan narkoba atau infeksi selama kehamilan
  • masalah ketika lahir, seperti oksigenasi yang tidak cukup
  • malnutrisi eksim
  • perawatan medis yang tidak memadai.

Perawatan atau Pengobatan untuk Retardasi Mental

Meskipun saat ini retardasi mental belum ditemukan obatnya, kebanyakan orang dapat meningkatkan kemampuan belajarnya seiring bertambahnya usia. 

Oleh karena itu, rencana perawatan dan pengobatan untuk anak dengan retardasi mental berfokus pada dukungan dan banyaknya layanan yang tersedia untuk membantu penyandang disabilitas intelektual.  Dukungan kepada keluarga yang anggota keluarganya mengalami retardasi mental juga penting dan sangat dibutuhkan.

Layanan pendukung anak dengan retardasi mental meliputi:

  • identifikasi awal retardasi mental
  • pendidikan khusus
  • layanan transisi yang menyediakan kesempatan bagi orang dengan retardasi mental untuk mendapatkan pelatihan kerja atau pembelajaran keterampilan
  • pilihan tempat tinggal
  • layanan psikologis atau psikiatri
  • layanan bicara dan patologi bahasa
  • rekreasi terapeutik
  • konseling rehabilitasi.

Selain itu, anggota keluarga, pengasuh, teman, rekan kerja dan anggota komunitas juga dapat memberi dukungan dan bantuan tambahan kepada penyandang retardasi mental.

Pencegahan Terjadinya Retardasi Mental

Sebenarnya, retardasi mental bisa dicegah. Hal yang paling umum dan bisa dilakukan adalah mencegah terjadinya fetal alcohol syndrome. Oleh karena itu, wanita yang sedang hamil tidak boleh minum minuman beralkohol. Ibu hamil juga sebaiknya mendapatkan perawatan prenatal yang tepat, mengonsumsi vitamin prenatal dan mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penyakit menular tertentu, sehingga dapat menurunkan risiko anak dilahirkan dengan retardasi mental.

Pengujian genetik juga dapat disarankan pada keluarga dengan riwayat kelainan genetik sebelum konsepsi. 

Tes tertentu seperti ultrasonografi dan amniosentesis juga dapat dilakukan selama kehamilan untuk mendeteksi apakah janin yang dikandung berpotensi mengalami retardasi mental. Meski tes ini dapat mengidentifikasi retardasi mental sebelum lahir, tidak ada perbaikan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya retardasi mental.

Tugas Keluarga dan Orangtua dengan Anak Penyandang Retardasi Mental

Pelajari semua hal tentang disabilitas intelektual atau retardasi mental. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda bisa menjadi penasihat untuk anak.

Dorong kemandirian anak dan biarkan anak mencoba hal-hal baru. Berikan bimbingan saat dibutuhkan dan berikan respon positif atau reward saat anak melakukan sesuatu dengan baik atau menguasai sesuatu yang baru.

Libatkan anak dalam kegiatan berkelompok, seperti mengambil kelas seni atau berpartisipasi dalam Pramuka, sehingga dapat membantu anak membangun keterampilan sosial.

Anda juga bisa berkonsultasi kepada guru anak Anda, dan orangtua lain yang memiliki masalah yang sama.

Ini Cara Mudah Mendorong Anak Belajar Membaca

Ini Cara Mudah Mendorong Anak Belajar Membaca

Pendidikan literasi merupakan salah satu pendidikan paling dasar yang diajarkan pada anak bahkan sebelum mereka memasuki usia sekolah. Beberapa orang tua mungkin kesulitan mendorong anak belajar membaca. Tapi, ada cara mudah yang bisa Anda coba untuk mendukung belajar membaca anak. 

Biasanya, anak mulai diajarkan untuk membaca ketika memasuki usia balita. Meski anak nantinya akan diajarkan untuk membaca di sekolah, sebagai orang tua Anda tetap perlu melatih anak di rumah agar bisa mengikuti sistem pembelajaran di sekolah dengan baik.

Balita yang diajarkan membaca oleh orang tua di rumah bisa memiliki hubungan yang lebih dekat dengan orang tua, sekaligus mengalami perkembangan dalam konsentrasi dan kreativitas. 

Bagaimana cara mendorong belajar membaca pada anak? 

Memang, mengajak belajar membaca anak bukanlah hal yang mudah. Tapi, Anda bisa mencoba melakukan langkah-langkah di bawah ini sebagai solusi: 

  • Mengajak anak membaca buku

Jika Anda ingin kemampuan membaca anak meningkat, hal paling utama yang perlu dilakukan adalah mengajak anak untuk membaca buku sesering mungkin. Ajak anak untuk membaca buku secara perlahan dan tandai kosakata baru yang mungkin belum pernah didengar oleh anak sebelumnya.

Kemudian, dari kata-kata baru di dalam buku, buatlah beberapa kartu berisi kata-kata tersebut yang disertai dengan cara pengejaannya. Dengan begitu, anak Anda akan terlatih untuk mengenali arti kata tersebut sekaligus memahami susunan huruf yang membentuknya.

Setelah membaca buku dan mengelompokkan kata-kata baru, ajak anak untuk menuliskan kata tersebut di buku catatan pribadinya, supaya anak tidak hanya terbiasa untuk membaca, tetapi juga menulis. 

  • Menggunakan audiobooks

Di era digital seperti sekarang ini, kegiatan membaca tidak terbatas pada melihat tulisan dalam buku, tetapi juga mendengarkan kata-kata di dalam buku melalui audiobooks. Penggunaan audiobooks sebagai upaya mendorong belajar membaca anak bisa menjadi langkah yang tepat untuk memperkuat kemampuan anak dalam mengartikan suatu kata.

Ketika membaca, anak akan menggunakan indera penglihatan untuk mengenali kata. Sementara, ketika mendengarkan audiobooks, indera pendengaran anak dilatih untuk membayangkan arti dari suatu kata.

Apabila Anda menggabungkan keduanya, otak anak diasah untuk bekerja dengan lebih kuat dalam mempelajari kata-kata. Karena itu, akan lebih baik jika Anda bisa menggabungkan kegiatan membaca buku dan mendengarkan audiobooks secara bersamaan. 

  • Membuat permainan kata

Setiap anak pasti senang diajak bermain. Anda bisa memanfaatkan keinginan bermain anak sebagai sarana belajar dengan membuat permainan kata. Dengan begitu, anak akan menganggap kegiatan belajar membaca lebih menyenangkan.

Misalnya, Anda bisa menyiapkan label berisi nama-nama benda yang ada pada kamar anak. Kemudian, mintalah anak untuk menempelkan label tersebut pada benda-benda yang tepat. Bila anak berhasil menyebutkan semua nama benda sesuai kata pada label dengan benar, Anda bisa memberikan hadiah permainan.

Anda boleh mencoba untuk berkreasi sendiri dalam menciptakan permainan yang mampu mengasah kemampuan membaca anak. Misalnya dengan menunjuk benda ketika beraktivitas di luar dan meminta anak menyebutkan huruf pertama dari benda tersebut. 

Seiring berjalannya waktu, bila kemampuan membaca anak sudah semakin meningkat, Anda bisa membuat permainan menjadi lebih kompleks. Sesuaikan permainan membaca dengan kemampuan anak Anda.

Itulah beberapa cara mendorong belajar membaca anak yang bisa Anda coba di rumah. Setiap anak memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Kenali gaya belajar yang sesuai dengan karakter anak Anda agar mereka lebih bisa menikmati kegiatan belajar.