Apa Fungsi Prosedur Somnoplasty?

Somnoplasty adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) dengan menggunakan teknologi radiofrekuensi untuk mengencangkan bagian belakang langit-langit mulut atau palatum mole dan uvala. Somnoplasty diindikasikan untuk mengatasi mendengkur namun tidak diindikasikan sebagai penanganan utnuk apnea tidur. Dalam pernapasan yang normal, udara akan melewati tenggorokan untuk mencapai paru. Udara akan melewati lidah, palatum mole, uvala, dan tonsil sebelum masuk ke saluran napas bawah.

Uvala sendiri adalah bagian menggantung di bagian belakang tenggorokan yang dapat kita lihat saat kita membuka mulut dengan lebar. Saat seseorang sadar penuh, otot pada bagian belakang tenggorokan akan mengencangkan struktur-struktur pada tenggorokan ini untuk mencegahnya menghalangi jalannya napas. Namun pada kasus tertentu, selama tidur uvala dan palatum mole menjadi kendur sehingga mampu menghalangi jalan napas dan akan bergetar ketika seseorang bernapas. Getaran inilah yang menghasilkan suara mendengkur.

Hal perlu Anda tahu dalam penanganan mendengkur adalah pertama-tama menyingkirkan kemungkinan obstructive sleep apnea (OSA). OSA adalah suatu kondisi yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, stroke, sering mengantung pada siang hari, dan risiko kecelakaan. Orang yang mengalami OSA juga akan mendengkur dalam tidurnya. Namun penting sekali untuk membedakan mendengkur yang dialami murni adalah mendengkur saja atau diakibatkan OSA. Jika seseorang sering mendengkur karena OSA, maka somnoplasty bukanlah pilihan yang tepat.

Somnoplasty dapat dilakukan di poliklinik dan biasanya berlangsung singkat yaitu sekitar 30 menit. Prosedur ini juga hanya memperlukan bius lokal. Tujuan dilakukan somnoplasty diindikasikan untuk mengatasi mendengkur. Namun tidak semua orang perlu menjalani somnoplasty. Dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) akan menentukan apakah somnoplasty merupakan metode yang tepat atau tidak untuk Anda.

Persiapan yang dapat Anda lakukan sebelum menjalani somnoplasty antara lain:

  • Menjalani pemeriksaan medis dengan dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT)
  • Memberitahukan kepada dokter bila Anda mengalami penyakit tertentu dan obat-obatan yang rutin Anda konsumsi. Dokter mungkin menganjurkan Anda untuk menghentikan konsumsi obat pengencer darah selama 10 hari sebelum prosedur untuk mencegah perdarahan saat tindakan.
  • Dokter juga mungkin menganjurkan Anda berhenti merokok sebelum prosedur dilakukan karena merokok akan menyebabkan batuk-batuk yang dapat mengakibatkan perdarahan pada area tindakan
  • Mendiskusikan manfaat dan risiko prosedur dengan dokter

Anda boleh langsung pulang ke rumah setelah prosedur somnoplasty selesai dilakukan. Setelah prosedur, mungkin terjadi pembengkakan pada palatum mole yang membuat Anda mendengkur semakin berat selama beberapa hari pertama setelah prosedur. Untuk mengatasinya, sebaiknya tidur dalam posisi kepala sedikit terangkat menggunakan 2-3 bantal selama beberapa hari setelah prosedur.

Anda mungkin juga mengalami nyeri tenggorokan selama beberapa hari setelah prosedur. Hal ini dapat diatasi dengan sering mengkonsumsi air putih dan mengkonsumsi obat penghilang nyeri. Efek somnoplasty baru dapat dirasakan dalam 1-2 minggu setelah pembengkakan palatum mole berkurang. Anda sebaiknya kembali kontrol ke dokter 7-10 hari setelah prosedur untuk mengevaluasi efek somnoplasty. Bila Anda khawatir akan risiko-risiko setelah melakuan somnoplasty, diskusikanlah terlebih dahulu dengan dokter Anda mengenai manfaat, risiko, dan harapan Anda akan prosedur ini.