Minuman Sehat Air Kelapa Muda untuk Ibu Hamil

Air kelapa muda selalu jadi pilihan untuk memberikan kesegaran dan mengatasi dehidrasi. Tidak hanya airnya, daging kelapa juga sangat nikmat untuk disantap maupun diolah menjadi makanan pendamping. Kandungan terbesar yang dimiliki air kelapa adalah elektrolit.,yaitu mineral yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan pada tubuh. Selain itu, air kelapa untuk ibu hamil juga memiliki manfaat yang sangat besar. 

Dalam masa kehamilannya, ibu hamil harus memastikan asupan nutrisinya terjaga. Sedangkan dalam satu takaran 250 ml, air kelapa setidaknya mengandung zat besi 4%, kalsium 6%, vitamin C 10%, serat 2,6 gram, karbohidrat 8,8 gram, kalium 600 mg, natrium 252, gula 6,3 gram, protein 1,8 gram, kolesterol 0, lemak 0,4 gram, dan kalori sebesar 45,6. Itulah sebabnya air kelapa muda baik diminum untuk ibu hamil. 

Efek samping air kelapa dapat mengganggu fungsi ginjal.

Manfaat Air Kelapa Muda untuk Ibu Hamil

Tidak dipungkiri bahwa air kelapa memiliki berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan Anda. Tak hanya mengatasi dehidrasi, air kelapa dapat menggantikan energi setelah beraktivitas dan mengatasi diare. Lantas, apa manfaat utama yang dirasakan ibu hamil saat rutin minum air kelapa muda? Berikut ulasannya!

1. Menenangkan Refluks Asam Lambung

Saat janin mengalami pertumbuhan, progesteron akan mengendurkan katup perut sehingga asam lambung dapat naik ke kerongkongan. Meskipun belum ada bukti ilmiah, namun air kelapa muda dipercaya sebagian besar wanita hamil untuk menenangkan refluks asam lambung. Selain itu, rasa nikmat pada air kelapa muda juga menggantikan rasa bosan Anda  terhadap  air putih. 

2. Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Janin

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, air kelapa muda untuk ibu hamil bermanfaat memberikan asupan nutrisi. Kandungan kalsium, kalium, dan magnesium dalam air kelapa sangat baik bagi pertumbuhan janin. Studi bertajuk “Effect of Magnesium Supplement on Pregnancy Outcomes: A Randomized Control Trial”, menyatakan bahwa magnesium dapat menurunkan risiko preeklamsia dan menurunkan risiko bayi lahir dengan bobot yang kurang. 

Selain itu, kalsium juga baik untuk pertumbuhan tulang pada bayi. Namun, ingat selalu bahwa air kelapa bukan sumber nutrisi mikro. Ibu hamil dianjurkan tetap mengonsumsi makanan padat nutrisi yang dibutuhkan bagi kesehatan ibu dan janinnya.

1. Menurunkan Tekanan Darah

Kandungan potasium pada air kelapa berkontribusi mengatur tekanan dan aliran dalam darah. Penelitian kecil pada tahun 2005 yang bertajuk ““The control of hypertension by use of coconut water and mauby: two tropical food drinks”, menunjukkan bahwa 71% peserta mengonsumsi air kelapa selama 2 minggu dan didapati tekanan darah sistoliknya menurun. Meski begitu, bukan berarti air kelapa menjadi obat pengganti penyakit tekanan darah tinggi. Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter. 

2. Meredakan Sembelit dan Mulas

Manfaat air kelapa muda untuk ibu hamil selanjutnya adalah meredakan mulas dan sembelit akibat gangguan pencernaan. Hal tersebut disebabkan adanya perubahan hormon selama fase kehamilan dan terkadang menimbulkan mual dan mulas. Itulah sebabnya pengobatan Ayurveda menganggap bahwa air kelapa berguna sebagai pencahar potensial. Selain itu,  Air kelapa dinilai meningkatkan metabolisme dan berfungsi untuk mendetoksifikasi tubuh Anda. 

3. Membantu Jaga Berat Badan

Fungsi yang selanjutnya bermanfaat bagi ibu hamil yang ingin tetap menjaga berat badan selama fase kehamilan. Air kelapa mengandung kalori yang rendah dan baik untuk mencegah naiknya berat badan. Ibu hamil tetap bisa menikmati minuman alami yang lezat dan bebas dari perasa buatan atau komponen berbahaya lainnya. 

Itulah ulasan mengenai salah satu minuman sehat, yaitu air kelapa muda untuk ibu hamil yang memiliki banyak manfaat selama proses kehamilan. Anda bisa menikmati air kelapa saat merasakan kurang cairan, kelelahan, dan saat mengalami gangguan pencernaan.

Resep Cemilan Ibu Hamil yang Mudah Dibuat di Rumah

Rasa lapar yang sering melanda ibu hamil adalah hal yang umum terjadi selama kehamilan. Rasanya makanan yang masuk tidak pernah bisa memuaskan perut. Cemilan bisa jadi penyelamat, tapi hati-hati karena kudapan yang tidak menyehatkan bisa meningkatkan risiko obesitas pada ibu hamil. 

Dengan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat, ibu bisa membuat sendiri cemilan ibu hamil yang menyehatkan di rumah. Tentu saja cemilan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi kehamilan harian dan membawa manfaat bagi ibu dan bayi. 

  1. Sereal gandum, sederhana dan mudah dibuat

Siapa bilang sarapan adalah waktu yang paling pas untuk mengonsumsi sereal? Sereal juga tak kalah enak dinikmati di sela-sela makan pagi dan siang. Apalagi dengan campuran susu rendah lemak yang bisa membuat ibu lebih berenergi.

Pilihlah sereal gandum utuh dengan kandungan gula kurang dari 10 gram dan minimal 3 gram serat per sajian. Lalu campurkan dengan susu rendah lemak favorit ibu (bisa rasa coklat atau vanila). Menambahkan beberapa iris buah segar juga bisa membuat tampilan semangkuk sereal jadi lebih cantik dan lezat dinikmati.  

  1. Smoothie buah dan susu: Lezat, sehat, dan mengenyangkan

Resep cemilan ibu hamil sederhana selanjutnya adalah smoothie. Ibu bisa membuat smoothie dari satu atau lebih buah dengan rasa yang lebih nikmat. Misalnya, pisang beku, almond, dan susu ketika ibu mual. Atau jika ingin lebih kaya rasa, cobalah haluskan ceri beku dengan bubuk kakao, mangga dengan nanas, atau buah beri dan selai kacang. 

  1. Yogurt dan buah, kombinasi probiotik terbaik

Ibu hamil sering berhadapan dengan gangguan pencernaan, terutama sembelit. Mengonsumsi makanan yang tinggi probiotik seperti yogurt dapat membantu melancarkan BAB. Apalagi jika ditambah dengan buah-buahan yang tinggi serat. Selain sistem pencernaan, ibu bisa mendapat banyak manfaat dari kombinasi keduanya.

Pilih yogurt polos (tanpa gula dan penambah rasa), lalu campurkan dengan potongan buah segar seperti mangga, apel, atau buah beri. Ibu juga bisa menambahkan sedikit granola untuk mendapatkan sensasi crunchy sekaligus meleleh ketika dimakan. 

  1. Buncis panggang, rasanya tak semenyeramkan yang dibayangkan

Jika ibu mengidam makanan gurih, sebaiknya coba buncis panggang. Kudapan ini memiliki rasa renyah dan gurih seperti keripik. Bedanya, buncis lebih kaya akan protein, serat, dan zat besi. 

Untuk membuatnya, pilih buncis berukuran agak besar lalu cuci terlebih dahulu. Marinasi dengan minyak zaitun, sedikit garam dan lada, atau dengan bumbu favorit ibu. Setelah itu panggang dengan microwave atau teflon hingga gurih. Santap dengan tomat ceri dan beberapa kubus keju feta agar lebih nikmat.

  1. Telur rebus

Telur mengandung protein dan sumber vitamin D yang baik untuk membantu membangun tulang dan gigi bayi dalam rahim. Telur rebus bisa dijadikan sebagai camilan, namun karena mengandung kolesterol sebaiknya batasi konsumsi telur sebagai kudapan saat hamil.

  1. Susu hangat kayu manis, pas dinikmati saat dingin

Segelas susu hangat paling pas diminum ditengah musim hujan. Susu merupakan sumber kalsium yang baik, dan menurut National Sleep Foundation susu bisa membantu menenangkan tubuh. Campurkan sedikit bubuk kayu manis untuk memberikan rasa manis yang berbeda. Ibu juga bisa mencoba rempah lain seperti pala atau kapulaga. 

Selain keenam inspirasi kudapan di atas, ibu juga bisa membuat sendiri resep cemilan ibu hamil menyehatkan dari makanan favorit ibu. Selamat mencoba.

Kenali Penyebab Keguguran Paling Sering pada Trimester Pertama

Kenali Penyebab Keguguran Paling Sering pada Trimester Pertama

Memasuki minggu pertama kehamilan, ibu harus melakukan banyak penyesuaian untuk mendukung kehamilan yang sehat. Sedini mungkin bumil perlu untuk mewaspadai penyebab keguguran. Ibu mungkin saja tidak bisa mengonsumsi makanan favoritnya terlalu sering, atau membatasi pergerakannya agar tidak membahayakan janin. 

Bukan tanpa alasan, karena menurut penelitian kehamilan trimester pertama (sebelum 12 minggu kehamilan) sangat rentan terhadap risiko keguguran. Penyebab kegugurannya pun beragam, sehingga ibu perlu berhati-hati.

Penyebab keguguran di awal kehamilan

Keguguran tidak selalu disebabkan karena masalah kesuburan pada ibu ataupun ayah. Ada lebih banyak penyebab dan faktor risiko keguguran yang mengintai, berikut ini adalah 3 penyebab keguguran yang paling umum:

Kromosom abnormal

Kromosom merupakan kumpulan DNA yang menyimpan informasi genetik dari ibu dan ayah. Kromosom juga menentukan sifat unik bayi, termasuk rambut dan warna mata. Bayi atau janin dengan masalah pada kromosom tidak bisa tumbuh secara normal, bahkan berisiko meninggal dalam kandungan atau keguguran. 

Keguguran akibat kromosom abnormal umumnya terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan, dan ini bukanlah penyebab yang bisa dicegah. Namun keguguran karena masalah ini biasanya hanya terjadi pada kehamilan pertama. 

Kondisi kesehatan ibu

Semua hal pada ibu bisa mempengaruhi janin yang berkembang, salah satunya yang paling utama adalah kondisi kesehatan ibu. Ibu dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko mengalami keguguran lebih tinggi, terlebih jika penyakit tersebut tidak dikelola dengan baik.

Beberapa diantaranya yaitu:

  • Infeksi seperti rubella atau cytomegalovirus
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti lupus dan penyakit tiroid
  • Masalah dengan rahim atau leher rahim, seperti fibroid, bentuk rahim tidak normal, serviks lemah
  • Infeksi penyakit menular seksual, seperti gonore, sifilis, klamidia, HIV
  • Penggumpalan darah

Ibu juga harus berkonsultasi dengan dokter agar obat-obatan yang diterima aman bagi kesehatan bayi. Obat-obatan yang harus dihindari diantaranya retinoid, obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), antidepresan, misoprostol, dan metotreksat.

Gaya hidup tak sehat  

Kabar kehamilan yang datang tiba-tiba membuat ibu harus membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat. Menyesuaikan kebiasaan cukup menantang apalagi jika kegiatan yang dilakukan berbanding terbalik. Kebiasaan-kebiasaan yang berbahaya bagi bayi adalah merokok (aktif atau pasif), minum alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, dan mengonsumsi kafein lebih dari 1 cangkir per hari. 

Selain itu, wanita dengan berat badan tidak sehat (obesitas atau kekurangan berat badan) dan tinggal atau bekerja di lingkungan dengan paparan zat berbahaya juga bisa menyebabkan keguguran dini. 

Gejala dan tanda keguguran

Kebanyakan kasus keguguran diawali dengan rasa sakit perut atau pinggang yang hebat, terkadang terasa tumpul, nyeri, atau tajam. Tapi ada beberapa kasus yang langsung mengalami pendarahan tanpa tanda-tanda lain sebelumnya. Pendarahan bisa ringan atau hingga mengeluarkan gumpalan dari vagina.

Tanda lain yang harus diperhatikan adalah penurunan berat badan secara tiba-tiba, pusing, sering pingsan, atau kontraksi dini. Jika ibu mengalami salah satu gejala di atas, ada baiknya untuk segera menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Bagaimana mencegah keguguran?

Tidak ada cara pasti untuk mencegah keguguran, terlebih penyebab keguguran yang berkaitan dengan masalah kromosom. Namun langkah-langkah berikut bisa membantu mendukung kehamilan yang sehat serta menurunkan risiko keguguran:

  • Lakukan pemeriksaan prenatal secara teratur dan pemeriksaan pra-konsepsi 
  • Jalani gaya hidup sehat, termasuk hindari merokok, alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, dan batasi minum kafein
  • Pilih olahraga yang aman bagi ibu hamil seperti jogging, yoga, atau berenang
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Konsumsi multivitamin setiap hari
  • Hindari makanan tertentu yang bisa membawa bakteri, misalnya telur setengah matang, daging mentah, dan keju lunak yang tidak dipasteurisasi.

Catatan

Dari semua penyebab keguguran dini, sebagian besar bisa dicegah dengan perubahan kebiasaan dan gaya hidup sehat yang sederhana. Jika ibu merasa kesulitan bisa meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk melakukan perubahan tersebut.

Cara Memilih Piyama Hamil yang Nyaman

Saat hamil, tentu banyak para ibu yang mengeluh mengenai ukuran pakaian yang berubah secara drastis. Hal ini wajar terjadi karena selama masa kehamilan karena seiring bertambahnya usia kandungan dan perkembangan janin, Anda akan mengalami penambahan berat badan yang signifikan. Oleh karena itu, para ibu tentu harus menggunakan pakaian yang nyaman digunakan sehari-hari, seperti piyama hamil. Pilihlah piyama hamil yang berbahan lembut dan menyerap keringat agar membuat Anda nyaman seharian.

Piyama hamil dapat membuat tidur kamu nyenyak
  1. Cara Memilih Piyama yang Tepat Berdasarkan HPL Bayi 

Selain mengonsumsi makanan yang kaya gizi, para Ibu juga perlu memilih pakaian yang tepat untuk digunakan selama masa kehamilan. Sebelum membeli piyama khusus untuk ibu hamil, cobalah untuk memperhatikan kondisi perut Anda yang makin membesar dari waktu ke waktu. 

Umumnya, perut Anda akan terlihat besar saat usia kehamilan memasuki minggu ke-24 atau bulan keenam. Saat inilah yang tepat bagi para Ibu untuk mempertimbangkan membeli pakaian khusus untuk hamil. 

Pilihlah pakaian yang berukuran besar agar muat dipakai hingga masa kelahiran. Jika Anda berencana untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi, pertimbangkan juga memilih pakaian piyama yang busui friendly. Pilihlah piyama hamil berkancing depan atau yang memiliki bukaan khusus menyusui (breastfeeding pocket). 

  1. Pilihlah piyama hamil berdasarkan fungsi dan desain 

Saat ini, ada banyak piyama hamil yang lebih menekankan pada kenyamanan saat digunakan. Namun, penting juga untuk Anda memperhatikan desain dan fungsi masing-masing piyama yang ada di pasaran. Berikut ini jenis-jenis piyama berdasarkan desain dan fungsinya.

  1. Piyama daster

Ketika perut Anda semakin membesar, Anda akan merasa kesulitan menggunakan celana panjang. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memakai daster. Pakaian model ini hanya berupa one piece sehingga mudah dipakai dan nyaman digunakan. 

Saat Anda ingin mengunjungi rumah sakit untuk bersalin, dokter biasanya akan menyarankan Anda memakai pakaian yang nyaman, termasuk daster. Tujuannya untuk mempermudah dokter dalam melakukan pemeriksaan. 

  1. Piyama dengan kancing 

Ketika memilih piyama hamil, Anda dapat memilih piyama yang memiliki kancing di bagian depan karena busui friendly. Pakaian jenis ini akan memudahkan Anda memberikan ASI 

  1. Piyama berlengan longgar : Memudahkan proses pemeriksaan kehamilan

Pilihlah piyama berlengan panjang atau pendek yang berukuran besar atau longgar. Hindari lengan pakaian yang terlalu ketat karena dapat mempersempit gerak Anda dan menyulitkan dokter saat pemeriksaan, seperti pengambilan darah, infus, atau memandikan bayi.

Selain itu, selama kehamilan, secara tak terduga lengan Anda akan membesar dengan sendirinya yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Jadi, sangat disarankan untuk menggunakan pakaian yang memiliki ukuran kerah, lengan, dan perut yang longgar agar Anda leluasa bergerak

Tips Memilih Piyama yang Nyaman

Pemilihan bahan yang pas untuk piyama hamil merupakan hal yang sangat penting. Saat hamil besar, Anda akan sering buang air kecil di malam hari. Jika sudah melahirkan, tentu Anda akan sering menyusui buah hati. Oleh karena itu, pilihlah pakaian yang nyaman digunakan, yaitu:

  • Bahan yang lembut
  • Pilihlah pakaian dengan bahan yang ringan 
  • Pilih pakaian yang bahannya mudah dibersihkan 
  • Pilihlah pakaian yang longgar agar Anda leluasa dalam bergerak
  • Pilihlah pakaian yang mudah menyerap keringat. Hal ini karena metabolisme pada ibu saat hamil dan melahirkan akan meningkat daripada biasanya sehingga keringat lebih banyak keluar, terutama saat cuaca panas. Anda dapat memilih baju berbahan katun karena sejuk dan dapat menyerap keringat dengan baik. Salah memilih bahan pakaian dapat menyebabkan iritasi pada kulit Ibu akibat tumbuhnya bakteri dan jamur. 

5 Fakta Mengenai Tanda-tanda Hamil 1 Hari

5 Fakta Mengenai Tanda-tanda Hamil 1 Hari

Mengalami dan menyadari tanda-tanda hamil 1 hari bukan hal mustahil dan dapat bisa dirasakan oleh sebagian orang. Akan tetapi, Anda juga harus mengetahui fakta-faktanya terlebih dahulu.

Gejala-gejala yang dialami wanita pada saat hamil memang beragam. Antara ibu hamil satu dengan yang lainnya bisa saja berbeda. Terlebih lagi, tanda-tanda kehamilan itu mirip dengan gejala yang muncul saat mulai memasuki PMS. 

Tanda-tanda kehamilan yang umum terjadi

  • Morning sickness, atau perasaan ingin muntah dan mual
  • Payudara menjadi lebih sensitif
  • Merasakan kram, nyeri, hingga mudah lelah
  • Muncul bercak darah, dan lainnya

Pada beberapa wanita bisa menyadari adanya kemungkinan mereka sedang mengalami tanda-tanda kehamilan sedini mungkin, yakni antara satu hari hingga secepat-cepatnya 4 hari. Namun, sebelum Anda menyimpulkan bahwa terjadi tanda-tanda hamil 1 hari, simak dahulu beberapa fakta tentang tanda-tanda tersebut.

1. Berharap lebih

Bagi pasangan yang sedang melakukan program hamil, maka akan sangat menantikan momen di mana isteri akan mengandung. Oleh sebab itu, biasanya isteri akan lebih sensitif dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. 

Akibat keinginan tersebut, mereka akan menjadi lebih peka dengan tanda-tanda hamil 1 hari dan berharap bahwa kehamilan tersebut benar terjadi.

2 .Mual setelah berhubungan seksual

Mengaitkan rasa mual dengan gejala hamil sudah sering terjadi. Padahal, rasa mual yang dapat dikaitkan dengan tanda kehamilan saat usia kandungan menginjak 5 sampai 6 minggu.

Meskipun begitu, beberapa wanita memang kerap merasakan gejala mirip kehamilan pada saat mendekati menstruasi. Biasanya mereka akan merasakan perut kembung, mood berubah-ubah, nafsu makan berkurang, sakit kepala, dan lainnya. 

3. Mengetahui waktu janin terbentuk dalam kandungan

Implantasi atau proses menempelnya embrio baru akan terjadi setelah 5 hari hubungan seksual dilakukan. Di fase ini sel sperma akan membuahi sel telur hingga membentuk calon janin yang siap menempel di dinding rahim.

Pada hari kelima setelah terjadi pembuahan, maka sperma telah membuahi sel telur. Bila keduanya bersatu, maka akan terbentuklah zigot. Jika zigot sudah terbentuk, maka kehamilan sudah bisa dideteksi melalui USG.

Namun, tidak menutup kemungkinan bila sebagian wanita bisa merasakan tanda-tanda kehamilan lebih cepat.

4. Lakukanlah tes kehamilan di waktu yang tepat

Tanda-tanda hamil 1 hari memang memungkinkan untuk terjadi, tetapi tidak bisa dilakukan dengan tes kehamilan menggunakan tespek. Sebab, alat tersebut tidak dapat mendeteksi kehamilan dalam waktu yang terlalu singkat.

Tespek akan mendeteksi kadar hormon hCG atau human Chorionic Gonadotropin yang diproduksi oleh plasenta. Artinya, hormon hCG tersebut baru akan terdeteksi setelah embrio melalui proses implantasi.

American Pregnancy Association menyebutkan bahwa tes kehamilan menggunakan urin akan mendekati akurasi tinggi bila dilakukan setelah 12-14 hari pasca proses pembuahan, selama Anda menggunakannya dengan cara yang benar. 

Sebaiknya gunakan alat tespek dengan memakai air seni pagi hari setelah Anda bangun tidur, karena pada saat itu kadar hormon hCG lebih tinggi sehingga memudahkan tespek untuk bekerja secara maksimal dan memberikan hasil akurat.

5. Kehamilan masih bisa dicegah

Bila Anda telah merasakan tanda-tanda hamil 1 hari tetapi ingin mencegah kehamilan tersebut, apakah masih bisa?

Jawabannya masih bisa. Anda hanya perlu menggunakan alat kontrasepsi darurat atau dikenal juga dengan post pil yang dijual bebas di apotek tanpa resep dokter.

Obat ini dikonsumsi setelah beberapa hari melakukan hubungan seksual agar mencegah kehamilan yang tidak Anda rencanakan.

Obat ini tidak menyebabkan aborsi, ia akan bekerja dengan cara mencegah terjadinya proses pembuahan antara sel sperma dengan sel telur. 

Demikian fakta seputar tanda-tanda hamil 1 hari yang perlu diketahui. Bila Anda mulai merasakan tanda-tanda hamil 1 hari tersebut, jangan lupa untuk mengingat kembali fakta yang sudah dijelaskan di atas. Seiring berjalannya waktu, maka tanda-tanda hamil 1 hari yang dirasakan akan terbukti, apakah benar atau salah.

Maka dari itu, tetaplah bersikap rileks, memulai pola hidup sehat dengan cara makan makanan bergizi, berolahraga, dan hindari rokok serta minuman beralkohol. Dengan begitu, tubuh ibu tetap dalam keadaan sehat serta bugar baik benar sedang hamil maupun tidak.

Fakta Minum Yakult untuk Ibu Hamil

Saat dalam masa kehamilan, ibu disarankan untuk ekstra hati-hati dalam memilih makanan. Karena itu, banyak sekali ibu hamil yang merasa skeptis dengan keamanan minuman atau makanan tertentu, yakult misalnya. Apakah yakult untuk ibu hamil aman dikonsumsi?

Yakult merupakan produk olahan susu asal Jepang yang telah difermentasikan menggunakan bakteri baik bernama lactobacillus casei yang dapat melancarkan pencernaan dan meningkatkan kesehatan tubuh. Yakult sendiri memiliki beberapa kesamaan dengan yogurt karena sama sama difermentasikan dengan menggunakan bakteri tersebut.

Celana dalam ibu hamil umumnya lembut dan nyaman digunakan

Terdapat beberapa manfaat yang dapat diambil dari mengkonsumsi yakult, seperti membantu melancarkan pencernaan, peningkatan kesehatan tubuh, hingga mengatasi susahnya buang air besar atau sembelit yang biasa terjadi pada ibu hamil. Namun, sebelum minum yakult untuk ibu hamil juga perlu memperhatikan cara mengkonsumsinya, tidak boleh berlebihan dan harus tetap memperhatikan kadar yang disarankan.

Amankah yakult untuk ibu hamil?

Bagi ibu hamil demi kesehatan tubuhnya dan kesehatan janin, harus memperhatikan komposisi makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. karena asupan apapun yang dimakan akan mempengaruhi tubuh dan janin.

Dalam yakult terdapat probiotik atau bakteri baik. Dilansir Insider, probiotik setidaknya mengandung tiga mikroorganisme seperti Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Saccharomyces. Ketiganya pun sangat aman dikonsumsi untuk ibu hamil.

Seperti yang diketahui, probiotik dikenal sebagai bakteri baik yang dapat membantu dalam mendukung kesehatan pencernaan. Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, baik probiotik atau bakteri baik dalam usus, serta prebiotik yaitu makanan yang memberi makanan bagi bakteri baik, masih dianggap aman untuk kehamilan.

Bahkan, dalam beberapa penelitian, probiotik dianggap bisa membuat kehamilan lebih sehat. Saat masa kehamilan, tidak jarang banyak ibu yang mengeluh mengalami sembelit. Sebuah studi tentang wanita yang sering mengeluh sembelit saat hamil menemukan manfaat yang signifikan setelah mengkonsumsi probiotik selama kurang lebih enam minggu.

Tak hanya itu, manfaat probiotik lainnya untuk ibu hamil bisa mengurangi risiko infeksi vagina selama kehamilan. Bahkan bisa mengurangi risiko preeklampsia buat ibu hamil.

Sebuah studi yang dilakukan wanita hamil Norwegia dan diterbitkan dalam British Medical Journal 2018 menunjukkan bahwa mengkonsumsi probiotik selama trimester ketiga kehamilan bisa mengurangi risiko preeklampsia.

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengonsumsi yakult untuk ibu hamil

Meskipun konsumsi probiotik terbilang aman, tetapi penelitian mengenai minum yakult untuk ibu hamil masih sangat terbatas. Beberapa dokter pun tidak menyarankan ibu hamil untuk minum yakult secara berkala. Pasalnya, tidak ada cukup bukti untuk menyarankan suplemen probiotik memberikan manfaat besar buat kehamilan.

Bagi ibu hamil, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan alami yang mengandung probiotik dan tinggi nutrisi. Jadi, saat memakannya tidak membahayakan kehamilan karena bukan dari mikroorganisme probiotik itu sendiri.

Selain yakult, susu dan yogurt dapat menjadi alternatif alami untuk mendapatkan manfaat probiotik. Susu menyediakan yodium, kalsium, protein, vitamin K2, D, B12, dan probiotik yang semuanya merupakan nutrisi penting bagi ibu hamil. Makanan seperti tempe, kimchi, miso, dan kefir juga mengandung bakteri probiotik yang bagus untuk kebutuhan harian sang ibu hamil.

Selain probiotik, prebiotik juga sangat penting bagi ibu hamil. Seperti yang dikatakan sebelumnya, prebiotik merupakan makanan untuk bakteri baik sehingga menyokong pertumbuhan bakteri tersebut di dalam tubuh manusia. Sehingga, dengan mengkonsumsi probiotik dan prebiotik, keberadaan bakteri baik di dalam organ pencernaan akan terus terjaga.

Terakhir, sebelum minum yakult untuk ibu hamil ada baiknya untuk konsultasikan dulu ke dokter kandungan Anda. Memang, yakult merupakan minuman probiotik yang memiliki banyak manfaat. Tapi, ada saja kandungan dalam yakult yang dapat menyebabkan alergi pada tubuh sehingga membahayakan kehamilan.

Menghindari Masalah Kesehatan dengan Cara Menaikkan Hb Ibu Hamil

Hb atau hemoglobin adalah unsur penting di dalam mekanisme tubuh manusia. Fungsinya mungkin bisa menjadi berkali-kali lipat ketika seseorang tengah mengandung. Masalahnya, banyak ibu hamil memiliki jumlah Hb yang rendah. Cara menaikkan Hb ibu hamil penting agar kelangsungan kehamilan terjamin dan bebas dari masalah kesehatan yang mungkin timbul.

Kekurangan hemoglobin berpotensi besar menyebabkan anemia. Anemia membuat sirkulasi oksigen di dalam tubuh terganggu. Pasalnya, hemoglobin ini adalah protein kaya zat besi dalam sel darah merah yang bertanggung jawab membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pada ibu hamil, terganggunya sirkulasi oksigen bisa memberi dampak bagi janin yang tengah dikandungnya.

Di antara masalah turunan dari anemia atau masalah kesehatan lantaran kurangnya kadar hemoglobin tersebut, yang bisa dialami oleh ibu hamil, di antara adalah:

  • Tubuh yang Mudah Lemas

Hb rendah pada ibu hamil juga dapat menyebabkan tubuh lebih mudah untuk menjadi lemas. Hal ini terjadi akibat tubuh yang kekurangan oksigen, sehingga tubuh menjadi kekurangan energi. Gangguan ini dapat mengurangi produktivitas harian karena tubuh sulit untuk digunakan secara maksimal. Maka dari itu, masalah ini perlu segera diatasi agar ibu hamil dapat melakukan aktivitas dengan normal.

  • Sesak Napas

Ibu hamil yang mengalami Hb rendah juga dapat merasakan sesak napas. Masalah ini timbul akibat kandungan oksigen yang kurang pada paru-paru. Dengan begitu, seseorang akan bernapas lebih cepat agar kebutuhan oksigennya terpenuhi. Nah, jika ibu kerap mengalami napas yang terbilang cepat dari biasanya dan mengalami sesak napas, ada baiknya untuk segera memeriksakan ke dokter terkait risiko Hb yang rendah.

  • Berat Badan Lahir Rendah

Selain dirasakan oleh ibu hamil, janin juga dapat terdampak oleh masalah Hb tersebut. Disebutkan jika gangguan anemia defisiensi zat besi jika tidak segera diatasi dan menjadi lebih parah saat kehamilan, terutama di dua trimester pertama, maka peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan yang rendah bisa terjadi. Maka dari itu, pastikan ibu selalu mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan zat besi.

Sebenarnya menaikkan kadar Hb pada ibu hamil terbilang mudah. Seseorang tinggal mengonsumsi sejumlah makanan tententu. Umumnya, Hb rendah atau anemia pada ibu hamil dapat dipetakan menjadi 3 penyebab utama, yakni kekurangan zat besi; kekurangan asam folat; dan kekurangan vitamin B12.

Jika ibu hamil mengalami anemia karena kekurangan zat besi, mereka dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, mulai dari daging merah, ikan, hingga telur. Adapun produk nabati yang bisa mningkatkan hemoglobin adalah produk kedelai, buah-buahan kering, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Cara menaikkan Hb ibu hamil ini tentu mudah sekali dipenuhi, sebab hampir sebagian besar makanan “normal” yang dikonsumsi orang Indonesia sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi syarat tersebut. Tinggal kembali lagi ke tiap-tiap individu, mereka mau dan mampu untuk memenuhinya atau tidak.

Sementara ibu hamil yang anemianya disebabkan kekurangan asam folat, mereka tinggal mengonsumsi nasi, daging, bayam, alpukat, hingga selada. Selain dapat menaikkan kadar hemoglobin, memenuhi asam folat juga baik bagi perkembangan janin, utamanya untuk perkembangan otak janin.

Adapun ibu hamil yang mengalami anemia karena kekurangan vitamin B12, produk olahan susu, mulai dari keju hingga yogurht sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.  Sebenarnya, masing-masing nutrisi tersebut saling berkaitan dalam menyebabkan anemia. Hampir sebagian besar bahan makanan yang disebutkan di atas pun sudah mengakomodir ketiga nutrisi penting tersebut.

Artinya dengan sekali konsumsi, ibu hamil bisa langsung mendapatkan tiga nutrisi penting untuk kehamilan tersebut sekaligus. Namun, perlu diketahui bahwa ada masalah-masalah kesehatan lain yang mungkin menyebabkan anemia pada ibu hamil. Tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda. Mungkin, dari sana dokter juga akan memberikan cara menaikkan Hb ibu hamil menurut sudut pandang medis.

Penting! Bumil, Jangan Lewatkan Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Ini

Setelah dinyatakan positif hamil, ada serangkaian jadwal pemeriksaan kehamilan yang harus dilakukan ibu hamil. Pemeriksaan rutin ini sebaiknya jangan sampai dilewatkan, mulai dari usia kehamilan 19 minggu hingga saatnya melahirkan, dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan dan kesehatan janin juga ibu hamil. 

kehamilan

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat membantu untuk mendiagnosa potensi kelainan genetik atau cacat lahir tertentu pada janin. Sehingga, jika terjadi masalah bisa segera diatasi dengan mudah.

Umumnya, ada 2 jenis pemeriksaan utama yang biasanya dilakukan untuk ibu hamil, yakni tes skrining dan tes diagnostik. Tes skrining ini biasanya dilakukan untuk mengetahui risiko yang akan terjadi pada janin, namun belum dapat dipastikan dengan jelas. Sedangkan tes diagnostik, biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah janin memiliki masalah dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi. 

Jadwal pemeriksaan kehamilan rutin

Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan tentu berbeda-beda pada tiap trimester. Pada trimester pertama misalnya, pemeriksaan akan dilakukan melalui USG dan tes darah untuk mengetahui risiko janin mengalami cacat lahir tertentu.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa pemeriksaan yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui bahwa kondisi kamu dan janin dalam keadaan sehat. 

Kunjungan pertama

Pada kunjungan pertama setelah melakukan test pack, dokter akan melakukan pemeriksaan, di antaranya:

  • Melakukan USG dan mengkonfirmasi bahwa kamu memang hamil
  • Menghitung usia kehamilan serta mengetahui hari perkiraan lahir
  • Pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, serta riwayat medis keluarga, termasuk memeriksa golongan darah, hingga tes untuk anemia
  • Pemeriksaan untuk mengetahui kekebalan rubella, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, klamidia, dan HIV
  • Pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah sedang mengalami infeksi kandung kemih
  • Skrining untuk down syndrome
  • Skrining untuk mengetahui apakah ada virus HPV atau tanda-tanda kanker serviks
  • Pemeriksaan apakah terjadi kekurangan vitamin D

Usia 19-20 minggu

Setelah melakukan pemeriksaan pada kunjungan pertama, kamu bisa kembali lagi menemui dokter di usia kehamilan 19-20 minggu. Berikut beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan:

  • Mengukur perut untuk memeriksa pertumbuhan bayi
  • Dilakukan USG untuk mengetahui perkembangan fisik janin, apakah ada komplikasi atau tidak
  • Di usia ini, kamu bisa mengetahui jenis kelamin janin

Usia 22 minggu

Di usia kandungan 22 minggu, kamu akan menjalani pemeriksaan sebagai berikut ini:

  • Mengukur tekanan darah
  • Mengukur perut untuk memeriksa pertumbuhan bayi
  • Memantau perkembangan kesehatanmu dan janin

Usia 26-27 minggu

Di usia kandungan 26-27 minggu, kamu akan menjalani pemeriksaan yang tidak jauh berbeda dengan usia kandungan sebelumnya. Tetapi akan ada tes tambahan jika kamu ada masalah dengan gula darah.

Usia 28 minggu

Di usia kehamilan 28 minggu, kamu akan melakukan pemeriksaan kehamilan yang lebih banyak lagi, di antaranya:

  • Melakukan pemeriksaan detak jantung dan gerakan janin
  • Mulai mendiskusikan rencana persalinan dengan diagnosa yang ada
  • Melakukan tes darah untuk memeriksa anemia dan kadar trombosit darah dan melakukan pemeriksaan untuk Rh
  • Melakukan tes urin jika ada tanda-tanda infeksi saluran kemih 

Usia 34-36 minggu

Di usia kehamilan ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi, seperti memeriksa posisi janin, apakah sudah berada di posisi yang benar atau belum.

Usia 38-39 minggu

Di usia kehamilan 38-39 minggu, pemeriksaan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Hanya saja dokter kembali memeriksa posisi janin untuk mengetahui jenis persalinan apa yang tepat untuk dilakukan nanti. 

Usia 40-41 minggu

Di usia yang mulai dekat dengan persalinan, dokter akan memeriksa posisi janin serta jumlah cairan di sekitarnya, apakah sudah sesuai apa belum. Di usia ini juga biasanya dilakukan penilaian terhadap plasenta. 

Pemeriksaan kehamilan lanjutan yang juga penting dilakukan

Selain jadwal pemeriksaan kehamilan di atas, dokter mungkin juga akan menawarkan beberapa pemeriksaan kehamilan di bawah ini, apabila terdapat indikasi faktor risiko yang terjadi. 

  1. Pengambilan sampel vilus korionik (CVS): pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil plasenta untuk melakukan pengujian kromosom, apakah janin mengalami kelainan seperti down syndrom atau tidak. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di usia 11-13 minggu. 
  2. Tes pra-kelahiran non-invasif (NIPT): pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi down syndrome secara akurat. Pemeriksaan ini biasa dilakukan pada minggu ke 10 setelah kehamilan.
  3. Tes nuchal translucency scan: pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat area leher bayi untuk menilai risiko bayi mengalami down syndrome. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada usia 11-14 minggu. 
  4. Amniosentesis: pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil cairan ketuban untuk mengetahui apakah terjadi kelainan pada janin. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada usia 15-20 minggu.

Ketahui Penyebab hingga Cara Mencegah Intrauterine Growth Restriction pada Janin

Ketahui Penyebab hingga Cara Mencegah Intrauterine Growth Restriction pada Janin

Dalam masa kehamilan, pemantauan kondisi janin di dalam rahim perlu untuk dilakukan. Hal ini agar bayi lahir dalam kondisi yang sehat. Namun, terdapat beberapa kondisi yang membuat pertumbuhan janin mengalami hambatan. Salah satunya adalah Intrauterine growth restriction (IUGR), dimana berat badan janin berada pada rentang yang lebih rendah dari usia kandungan atau dikenal juga dengan pertumbuhan janin terhambat. Kondisi ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan USG dan perhitungan usia gestasi (usia kandungan).

 Terdapat dua jenis IUGR, yaitu primer dan sekunder.

  • Intrauterine growth restriction primer

IUGR primer adalah pertumbuhan janin terhambat sehingga ukuran tubuh di dalam janin cenderung lebih kecil dari yang seharusnya.

  • Intrauterine growth restriction sekunder

Kondisi ini dapat terdeteksi pada usia kehamilan memasuki trimester ketiga, dimana kepala berukuran normal namun bagian tubuh lebih kecil dari semestinya. Hal ini membuat ukuran tubuh janin tidak proporsional.

Gejala dan Tanda Intrauterine Growth Restriction

Tidak semua ibu hamil yang mengandung janin dengan kondisi IUGR merasakan keluhan atau gejala spesifik. Namun, yang dapat terlihat adalah ukuran perut ibu akan lebih kecil dibanding kehamilan dengan janin yang tumbuh normal. Untuk memastikan kondisi ini, harus dilakukan dengan USG.

Janin dengan kondisi IUGR akan memiliki ukuran lebih kecil 10% jika dibandingkan dengan ukuran janin normal seusianya. Penampilan bayi juga akan terlihat pucat dan kulit yang lebih kering.

Penyebab Intrauterine Growth Restriction

IUGR dapat terjadi karena plasenta tidak bekerja cukup baik untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh secara normal.

Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan intrauterine growth restriction adalah masalah kromosom atau infeksi, seperti cytomegalovirus atau toksoplasmosis.

Beberapa faktor lain yang dapat membuat janin dengan IUGR adalah sebagai berikut:

  1. Faktor dari Ibu

Intrauterine growth restriction dapat terjadi jika saat hamil ibu mengalami kondisi seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes parah
  • Penyakit ginjal 
  • Penyakit jantung
  • Masalah pernapasan
  • Infeksi tertentu
  • Malnutrisi
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol
  • Merokok
  1. Faktor pada rahim dan plasenta
  • Alirah darah ke rahim dan plasenta berkurang
  • Plasenta terlepas dari rahim (solusio plasenta)
  • Plasenta berada terlalu bawah dan menutupi jalan lahir
  • Infeksi pada jaringan sekitar janin

Selain itu, kehamilan kembar dan kondisi cacat lahir juga dapat meningkatkan risiko terjadinya IUGR.

Pengobatan Intrauterine Growth Restriction

Penanganan dan perawatan IUGR akan disesuaikan dengan penyebab, kondisi janin, serta usia kehamilan. Dokter akan melakukan pemantauan pertumbuhan janin secara berkala.

Jika ibu memiliki penyakit lain yang menjadi faktor janin dengan kondisi IUGR, maka perawatan janin juga akan meliputi penyakit lain yang diderita oleh ibu. Pada kasus tertentu, ibu hamil dianjurkan untuk menjalani bedrest agar aliran darah ke janin dapat lancar.

Selain itu, ketika IUGR terjadi pada saat kehamilan memasuki usia 34 minggu, dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk mempercepat proses persalinan. Hal ini juga dilakukan jika dalam pemantauan pertumbuhan janin tampak berhenti.

Cara Mencegah IUGR

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko intrauterine growth restriction pada janin adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pengecekan kandungan secara rutin
  • Peka terhadap gerakan janin
  • Tidak mengkonsumsi obat sembarangan karena beberapa jenis obat dapat mengganggu kesehatan janin
  • Mengkonsumsi makan sehat dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang janin
  • Istirahat yang cukup dan tidak beraktivitas yang berlebihan
  • Menghindari konsumsi alkohol dan merokok
  • Menjalani gaya hidup sehat

Jika ibu hamil merasakan ada yang berbeda dari gerakan atau pertumbuhan janin, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penasaran Cara Menentukan HPL USG? Ini Faktanya

Penasaran Cara Menentukan HPL USG? Ini Faktanya

Waktu kelahiran menjadi waktu yang paling dinanti-nanti oleh ibu yang sedang hamil. Berbagai cara menentukan hari perkiraan lahir (HPL) pun dicoba guna bisa menebak kapan bisa bertemu dengan sang janin dan apa saja persiapannya. Salah satu metode yang kerap digunakan adalah cara menentukan HPL USG. 

Menentukan waktu HPL dengan tes ultrasonografi dianggap sebagai cara yang paling akurat. Pasalnya lewat USG-lah, dapat dievaluasi mengenai kondisi janin, ukuran, cairan ketuban, juga plasenta yang mengarah ke perkiraan lahir. 

Meskipun demikian, ada sejumlah fakta menarik mengenai cara menentukan HPL USG. Lewat beberapa fakta di bawah, Anda dapat mengerti pentingnya rutin melakukan tes USG sekaligus alternatif apa yang bisa dilakukan untuk menentukan HPL. 

Awal Lebih Akurat 

Banyak orang berpikir lebih baik melakukan tes USG untuk mengecek janin setelah kandungan cukup besar. Alasannya agar bisa melihat bentuk janin secara lebih sempurna. Khusus untuk cara menentukan HPL USG, tidak disarankan pikiran demikian. Ini karena penentuan waktu lahir lewat USG akan lebih akurat jika dilakukan ketika kandungan masih kecil. 

Rentang usia kehamilan yang disarankan untuk melihat HPL lewat USG adalah pada trimester pertama sampai pada usia kehamilan 20 minggu. Dari kisaran tersebut, waktu tertepat menentukan HPL lewat USG adalah sebelum minggu kedelapan. 

Margin of Error 

Anda mungkin sudah cukup percaya diri mengenai ketepatan HPL setelah melakukan cara menentukan HPL USG sejak awal-awal kehamilan. Namun, seberapa cepat pun Anda melakukan tes ini, margin of error akan penghitungan USG tetap ada. 

Rata-rata margin of error dari pengecekan HPL lewat USG berkisar 10—11 hari. Namun dalam sebuah penelitian ditemukan, wanita yang melakukan pengecekan HPL USG pada trimester pertama hanya mengalami perbedaan waktu kelahiran sekitar 5 hari. 

Dapat Terus Berubah 

Cara menentukan HPL USG tidaklah semudah penetapan waktu lahir begitu Anda melakukan tes USG. Umumnya, dokter akan meminta Anda menunggu dan melakukan tes USG lagi di waktu mendatang dalam rentang waktu sebelum 22 minggu. Barulah pada usia kehamilan 22 minggu, dokter akan membicarakan perihal HPL kepada Anda secara lebih serius. 

Ini terjadi karena USG menentukan HPL dengan berbagai ukuran, mulai dari perkembangan janin sampai plasenta. Perkembangan janin pun tidak sama antara satu dengan yang lain dan terus bertumbuh. Kondisi ini paling berpengaruh terhadap perubahan waktu HPL yang tertampil di USG. Pada pemeriksaan terakhir terkait HPL pada usia kandungan 22 minggu, dokter umumnya akan membandingkannya dengan hasil tes USG yang pertama kali Anda lakukan. 

Abdomen atau Vagina 

Ada dua metode USG yang umum dilakukan pada ibu hamil. Pertama adalah USG di abdomen atau perut. Lalu yang kedua adalah tes USG lewat vagina atau yang dikenal sebagai USG transvaginal. Kedua metode ini dapat menjadi cara menentukan HPL USG. Namun khusus untuk transvaginal, metode ini hanya dapat dilakukan ketika usia kandungan masih kecil. 

Metode USG transvaginal umum dilakukan kepada perempuan dengan usia kandungan 7—10 minggu. Dokter lebih menyarankan metode USG ini karena dinilai lebih akurat dalam menggambarkan kondisi janin. Penggambaran yang lebih akurat akan berimbas ke lebih tepatnya waktu lahir yang dapat diperkirakan. 

Dapat Meleset 

Meskipun menggunakan alat USG yang paling canggih sekalipun, HPL yang tertampilkan bisa saja tidak akurat dan meleset jauh dari perkiraan. Besaran nilai melesetnya bahkan bisa jauh dari margin of error. Kondisi ini terjadi apabila ada kelainan perkembangan janin. Waktu yang meleset jauh pun dapat terjadi apabila cara menentukan HPL USG dilakukan lewat dari 18 minggu. 

Karena alasan-alasan tersebutlah, hasil dari USG tidak selalu dijadikan oleh dokter untuk menentukan HPL. Beberapa dokter tetap lebih merekomendasikan penentuan HPL lewat hari pertama haid terlahir yang ditambah dengan 280 hari. Namun, cara menentukan HPL USG juga akan tetap menjadi pertimbangan, khususnya bagi ibu hamil yang memiliki jadwal menstruasi tidak teratur. 

*** 

Cara menentukan HPL USG hanya satu dari banyak cara mempertimbangkan hari kelahiran sang buah hati. Ada banyak cara lain yang bisa Anda gunakan untuk melakukan persiapan kelahiran. Namun, selalu konsultasikan semuanya dengan dokter Anda, ya.