Fakta Minum Yakult untuk Ibu Hamil

Saat dalam masa kehamilan, ibu disarankan untuk ekstra hati-hati dalam memilih makanan. Karena itu, banyak sekali ibu hamil yang merasa skeptis dengan keamanan minuman atau makanan tertentu, yakult misalnya. Apakah yakult untuk ibu hamil aman dikonsumsi?

Yakult merupakan produk olahan susu asal Jepang yang telah difermentasikan menggunakan bakteri baik bernama lactobacillus casei yang dapat melancarkan pencernaan dan meningkatkan kesehatan tubuh. Yakult sendiri memiliki beberapa kesamaan dengan yogurt karena sama sama difermentasikan dengan menggunakan bakteri tersebut.

Celana dalam ibu hamil umumnya lembut dan nyaman digunakan

Terdapat beberapa manfaat yang dapat diambil dari mengkonsumsi yakult, seperti membantu melancarkan pencernaan, peningkatan kesehatan tubuh, hingga mengatasi susahnya buang air besar atau sembelit yang biasa terjadi pada ibu hamil. Namun, sebelum minum yakult untuk ibu hamil juga perlu memperhatikan cara mengkonsumsinya, tidak boleh berlebihan dan harus tetap memperhatikan kadar yang disarankan.

Amankah yakult untuk ibu hamil?

Bagi ibu hamil demi kesehatan tubuhnya dan kesehatan janin, harus memperhatikan komposisi makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. karena asupan apapun yang dimakan akan mempengaruhi tubuh dan janin.

Dalam yakult terdapat probiotik atau bakteri baik. Dilansir Insider, probiotik setidaknya mengandung tiga mikroorganisme seperti Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Saccharomyces. Ketiganya pun sangat aman dikonsumsi untuk ibu hamil.

Seperti yang diketahui, probiotik dikenal sebagai bakteri baik yang dapat membantu dalam mendukung kesehatan pencernaan. Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, baik probiotik atau bakteri baik dalam usus, serta prebiotik yaitu makanan yang memberi makanan bagi bakteri baik, masih dianggap aman untuk kehamilan.

Bahkan, dalam beberapa penelitian, probiotik dianggap bisa membuat kehamilan lebih sehat. Saat masa kehamilan, tidak jarang banyak ibu yang mengeluh mengalami sembelit. Sebuah studi tentang wanita yang sering mengeluh sembelit saat hamil menemukan manfaat yang signifikan setelah mengkonsumsi probiotik selama kurang lebih enam minggu.

Tak hanya itu, manfaat probiotik lainnya untuk ibu hamil bisa mengurangi risiko infeksi vagina selama kehamilan. Bahkan bisa mengurangi risiko preeklampsia buat ibu hamil.

Sebuah studi yang dilakukan wanita hamil Norwegia dan diterbitkan dalam British Medical Journal 2018 menunjukkan bahwa mengkonsumsi probiotik selama trimester ketiga kehamilan bisa mengurangi risiko preeklampsia.

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengonsumsi yakult untuk ibu hamil

Meskipun konsumsi probiotik terbilang aman, tetapi penelitian mengenai minum yakult untuk ibu hamil masih sangat terbatas. Beberapa dokter pun tidak menyarankan ibu hamil untuk minum yakult secara berkala. Pasalnya, tidak ada cukup bukti untuk menyarankan suplemen probiotik memberikan manfaat besar buat kehamilan.

Bagi ibu hamil, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan alami yang mengandung probiotik dan tinggi nutrisi. Jadi, saat memakannya tidak membahayakan kehamilan karena bukan dari mikroorganisme probiotik itu sendiri.

Selain yakult, susu dan yogurt dapat menjadi alternatif alami untuk mendapatkan manfaat probiotik. Susu menyediakan yodium, kalsium, protein, vitamin K2, D, B12, dan probiotik yang semuanya merupakan nutrisi penting bagi ibu hamil. Makanan seperti tempe, kimchi, miso, dan kefir juga mengandung bakteri probiotik yang bagus untuk kebutuhan harian sang ibu hamil.

Selain probiotik, prebiotik juga sangat penting bagi ibu hamil. Seperti yang dikatakan sebelumnya, prebiotik merupakan makanan untuk bakteri baik sehingga menyokong pertumbuhan bakteri tersebut di dalam tubuh manusia. Sehingga, dengan mengkonsumsi probiotik dan prebiotik, keberadaan bakteri baik di dalam organ pencernaan akan terus terjaga.

Terakhir, sebelum minum yakult untuk ibu hamil ada baiknya untuk konsultasikan dulu ke dokter kandungan Anda. Memang, yakult merupakan minuman probiotik yang memiliki banyak manfaat. Tapi, ada saja kandungan dalam yakult yang dapat menyebabkan alergi pada tubuh sehingga membahayakan kehamilan.

Menghindari Masalah Kesehatan dengan Cara Menaikkan Hb Ibu Hamil

Hb atau hemoglobin adalah unsur penting di dalam mekanisme tubuh manusia. Fungsinya mungkin bisa menjadi berkali-kali lipat ketika seseorang tengah mengandung. Masalahnya, banyak ibu hamil memiliki jumlah Hb yang rendah. Cara menaikkan Hb ibu hamil penting agar kelangsungan kehamilan terjamin dan bebas dari masalah kesehatan yang mungkin timbul.

Kekurangan hemoglobin berpotensi besar menyebabkan anemia. Anemia membuat sirkulasi oksigen di dalam tubuh terganggu. Pasalnya, hemoglobin ini adalah protein kaya zat besi dalam sel darah merah yang bertanggung jawab membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pada ibu hamil, terganggunya sirkulasi oksigen bisa memberi dampak bagi janin yang tengah dikandungnya.

Di antara masalah turunan dari anemia atau masalah kesehatan lantaran kurangnya kadar hemoglobin tersebut, yang bisa dialami oleh ibu hamil, di antara adalah:

  • Tubuh yang Mudah Lemas

Hb rendah pada ibu hamil juga dapat menyebabkan tubuh lebih mudah untuk menjadi lemas. Hal ini terjadi akibat tubuh yang kekurangan oksigen, sehingga tubuh menjadi kekurangan energi. Gangguan ini dapat mengurangi produktivitas harian karena tubuh sulit untuk digunakan secara maksimal. Maka dari itu, masalah ini perlu segera diatasi agar ibu hamil dapat melakukan aktivitas dengan normal.

  • Sesak Napas

Ibu hamil yang mengalami Hb rendah juga dapat merasakan sesak napas. Masalah ini timbul akibat kandungan oksigen yang kurang pada paru-paru. Dengan begitu, seseorang akan bernapas lebih cepat agar kebutuhan oksigennya terpenuhi. Nah, jika ibu kerap mengalami napas yang terbilang cepat dari biasanya dan mengalami sesak napas, ada baiknya untuk segera memeriksakan ke dokter terkait risiko Hb yang rendah.

  • Berat Badan Lahir Rendah

Selain dirasakan oleh ibu hamil, janin juga dapat terdampak oleh masalah Hb tersebut. Disebutkan jika gangguan anemia defisiensi zat besi jika tidak segera diatasi dan menjadi lebih parah saat kehamilan, terutama di dua trimester pertama, maka peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan yang rendah bisa terjadi. Maka dari itu, pastikan ibu selalu mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan zat besi.

Sebenarnya menaikkan kadar Hb pada ibu hamil terbilang mudah. Seseorang tinggal mengonsumsi sejumlah makanan tententu. Umumnya, Hb rendah atau anemia pada ibu hamil dapat dipetakan menjadi 3 penyebab utama, yakni kekurangan zat besi; kekurangan asam folat; dan kekurangan vitamin B12.

Jika ibu hamil mengalami anemia karena kekurangan zat besi, mereka dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, mulai dari daging merah, ikan, hingga telur. Adapun produk nabati yang bisa mningkatkan hemoglobin adalah produk kedelai, buah-buahan kering, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Cara menaikkan Hb ibu hamil ini tentu mudah sekali dipenuhi, sebab hampir sebagian besar makanan “normal” yang dikonsumsi orang Indonesia sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi syarat tersebut. Tinggal kembali lagi ke tiap-tiap individu, mereka mau dan mampu untuk memenuhinya atau tidak.

Sementara ibu hamil yang anemianya disebabkan kekurangan asam folat, mereka tinggal mengonsumsi nasi, daging, bayam, alpukat, hingga selada. Selain dapat menaikkan kadar hemoglobin, memenuhi asam folat juga baik bagi perkembangan janin, utamanya untuk perkembangan otak janin.

Adapun ibu hamil yang mengalami anemia karena kekurangan vitamin B12, produk olahan susu, mulai dari keju hingga yogurht sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.  Sebenarnya, masing-masing nutrisi tersebut saling berkaitan dalam menyebabkan anemia. Hampir sebagian besar bahan makanan yang disebutkan di atas pun sudah mengakomodir ketiga nutrisi penting tersebut.

Artinya dengan sekali konsumsi, ibu hamil bisa langsung mendapatkan tiga nutrisi penting untuk kehamilan tersebut sekaligus. Namun, perlu diketahui bahwa ada masalah-masalah kesehatan lain yang mungkin menyebabkan anemia pada ibu hamil. Tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda. Mungkin, dari sana dokter juga akan memberikan cara menaikkan Hb ibu hamil menurut sudut pandang medis.

Penting! Bumil, Jangan Lewatkan Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Ini

Setelah dinyatakan positif hamil, ada serangkaian jadwal pemeriksaan kehamilan yang harus dilakukan ibu hamil. Pemeriksaan rutin ini sebaiknya jangan sampai dilewatkan, mulai dari usia kehamilan 19 minggu hingga saatnya melahirkan, dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan dan kesehatan janin juga ibu hamil. 

kehamilan

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat membantu untuk mendiagnosa potensi kelainan genetik atau cacat lahir tertentu pada janin. Sehingga, jika terjadi masalah bisa segera diatasi dengan mudah.

Umumnya, ada 2 jenis pemeriksaan utama yang biasanya dilakukan untuk ibu hamil, yakni tes skrining dan tes diagnostik. Tes skrining ini biasanya dilakukan untuk mengetahui risiko yang akan terjadi pada janin, namun belum dapat dipastikan dengan jelas. Sedangkan tes diagnostik, biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah janin memiliki masalah dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi. 

Jadwal pemeriksaan kehamilan rutin

Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan tentu berbeda-beda pada tiap trimester. Pada trimester pertama misalnya, pemeriksaan akan dilakukan melalui USG dan tes darah untuk mengetahui risiko janin mengalami cacat lahir tertentu.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa pemeriksaan yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui bahwa kondisi kamu dan janin dalam keadaan sehat. 

Kunjungan pertama

Pada kunjungan pertama setelah melakukan test pack, dokter akan melakukan pemeriksaan, di antaranya:

  • Melakukan USG dan mengkonfirmasi bahwa kamu memang hamil
  • Menghitung usia kehamilan serta mengetahui hari perkiraan lahir
  • Pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, serta riwayat medis keluarga, termasuk memeriksa golongan darah, hingga tes untuk anemia
  • Pemeriksaan untuk mengetahui kekebalan rubella, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, klamidia, dan HIV
  • Pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah sedang mengalami infeksi kandung kemih
  • Skrining untuk down syndrome
  • Skrining untuk mengetahui apakah ada virus HPV atau tanda-tanda kanker serviks
  • Pemeriksaan apakah terjadi kekurangan vitamin D

Usia 19-20 minggu

Setelah melakukan pemeriksaan pada kunjungan pertama, kamu bisa kembali lagi menemui dokter di usia kehamilan 19-20 minggu. Berikut beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan:

  • Mengukur perut untuk memeriksa pertumbuhan bayi
  • Dilakukan USG untuk mengetahui perkembangan fisik janin, apakah ada komplikasi atau tidak
  • Di usia ini, kamu bisa mengetahui jenis kelamin janin

Usia 22 minggu

Di usia kandungan 22 minggu, kamu akan menjalani pemeriksaan sebagai berikut ini:

  • Mengukur tekanan darah
  • Mengukur perut untuk memeriksa pertumbuhan bayi
  • Memantau perkembangan kesehatanmu dan janin

Usia 26-27 minggu

Di usia kandungan 26-27 minggu, kamu akan menjalani pemeriksaan yang tidak jauh berbeda dengan usia kandungan sebelumnya. Tetapi akan ada tes tambahan jika kamu ada masalah dengan gula darah.

Usia 28 minggu

Di usia kehamilan 28 minggu, kamu akan melakukan pemeriksaan kehamilan yang lebih banyak lagi, di antaranya:

  • Melakukan pemeriksaan detak jantung dan gerakan janin
  • Mulai mendiskusikan rencana persalinan dengan diagnosa yang ada
  • Melakukan tes darah untuk memeriksa anemia dan kadar trombosit darah dan melakukan pemeriksaan untuk Rh
  • Melakukan tes urin jika ada tanda-tanda infeksi saluran kemih 

Usia 34-36 minggu

Di usia kehamilan ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi, seperti memeriksa posisi janin, apakah sudah berada di posisi yang benar atau belum.

Usia 38-39 minggu

Di usia kehamilan 38-39 minggu, pemeriksaan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Hanya saja dokter kembali memeriksa posisi janin untuk mengetahui jenis persalinan apa yang tepat untuk dilakukan nanti. 

Usia 40-41 minggu

Di usia yang mulai dekat dengan persalinan, dokter akan memeriksa posisi janin serta jumlah cairan di sekitarnya, apakah sudah sesuai apa belum. Di usia ini juga biasanya dilakukan penilaian terhadap plasenta. 

Pemeriksaan kehamilan lanjutan yang juga penting dilakukan

Selain jadwal pemeriksaan kehamilan di atas, dokter mungkin juga akan menawarkan beberapa pemeriksaan kehamilan di bawah ini, apabila terdapat indikasi faktor risiko yang terjadi. 

  1. Pengambilan sampel vilus korionik (CVS): pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil plasenta untuk melakukan pengujian kromosom, apakah janin mengalami kelainan seperti down syndrom atau tidak. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di usia 11-13 minggu. 
  2. Tes pra-kelahiran non-invasif (NIPT): pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi down syndrome secara akurat. Pemeriksaan ini biasa dilakukan pada minggu ke 10 setelah kehamilan.
  3. Tes nuchal translucency scan: pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat area leher bayi untuk menilai risiko bayi mengalami down syndrome. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada usia 11-14 minggu. 
  4. Amniosentesis: pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil cairan ketuban untuk mengetahui apakah terjadi kelainan pada janin. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada usia 15-20 minggu.

Ketahui Penyebab hingga Cara Mencegah Intrauterine Growth Restriction pada Janin

Ketahui Penyebab hingga Cara Mencegah Intrauterine Growth Restriction pada Janin

Dalam masa kehamilan, pemantauan kondisi janin di dalam rahim perlu untuk dilakukan. Hal ini agar bayi lahir dalam kondisi yang sehat. Namun, terdapat beberapa kondisi yang membuat pertumbuhan janin mengalami hambatan. Salah satunya adalah Intrauterine growth restriction (IUGR), dimana berat badan janin berada pada rentang yang lebih rendah dari usia kandungan atau dikenal juga dengan pertumbuhan janin terhambat. Kondisi ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan USG dan perhitungan usia gestasi (usia kandungan).

 Terdapat dua jenis IUGR, yaitu primer dan sekunder.

  • Intrauterine growth restriction primer

IUGR primer adalah pertumbuhan janin terhambat sehingga ukuran tubuh di dalam janin cenderung lebih kecil dari yang seharusnya.

  • Intrauterine growth restriction sekunder

Kondisi ini dapat terdeteksi pada usia kehamilan memasuki trimester ketiga, dimana kepala berukuran normal namun bagian tubuh lebih kecil dari semestinya. Hal ini membuat ukuran tubuh janin tidak proporsional.

Gejala dan Tanda Intrauterine Growth Restriction

Tidak semua ibu hamil yang mengandung janin dengan kondisi IUGR merasakan keluhan atau gejala spesifik. Namun, yang dapat terlihat adalah ukuran perut ibu akan lebih kecil dibanding kehamilan dengan janin yang tumbuh normal. Untuk memastikan kondisi ini, harus dilakukan dengan USG.

Janin dengan kondisi IUGR akan memiliki ukuran lebih kecil 10% jika dibandingkan dengan ukuran janin normal seusianya. Penampilan bayi juga akan terlihat pucat dan kulit yang lebih kering.

Penyebab Intrauterine Growth Restriction

IUGR dapat terjadi karena plasenta tidak bekerja cukup baik untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh secara normal.

Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan intrauterine growth restriction adalah masalah kromosom atau infeksi, seperti cytomegalovirus atau toksoplasmosis.

Beberapa faktor lain yang dapat membuat janin dengan IUGR adalah sebagai berikut:

  1. Faktor dari Ibu

Intrauterine growth restriction dapat terjadi jika saat hamil ibu mengalami kondisi seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes parah
  • Penyakit ginjal 
  • Penyakit jantung
  • Masalah pernapasan
  • Infeksi tertentu
  • Malnutrisi
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol
  • Merokok
  1. Faktor pada rahim dan plasenta
  • Alirah darah ke rahim dan plasenta berkurang
  • Plasenta terlepas dari rahim (solusio plasenta)
  • Plasenta berada terlalu bawah dan menutupi jalan lahir
  • Infeksi pada jaringan sekitar janin

Selain itu, kehamilan kembar dan kondisi cacat lahir juga dapat meningkatkan risiko terjadinya IUGR.

Pengobatan Intrauterine Growth Restriction

Penanganan dan perawatan IUGR akan disesuaikan dengan penyebab, kondisi janin, serta usia kehamilan. Dokter akan melakukan pemantauan pertumbuhan janin secara berkala.

Jika ibu memiliki penyakit lain yang menjadi faktor janin dengan kondisi IUGR, maka perawatan janin juga akan meliputi penyakit lain yang diderita oleh ibu. Pada kasus tertentu, ibu hamil dianjurkan untuk menjalani bedrest agar aliran darah ke janin dapat lancar.

Selain itu, ketika IUGR terjadi pada saat kehamilan memasuki usia 34 minggu, dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk mempercepat proses persalinan. Hal ini juga dilakukan jika dalam pemantauan pertumbuhan janin tampak berhenti.

Cara Mencegah IUGR

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko intrauterine growth restriction pada janin adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pengecekan kandungan secara rutin
  • Peka terhadap gerakan janin
  • Tidak mengkonsumsi obat sembarangan karena beberapa jenis obat dapat mengganggu kesehatan janin
  • Mengkonsumsi makan sehat dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang janin
  • Istirahat yang cukup dan tidak beraktivitas yang berlebihan
  • Menghindari konsumsi alkohol dan merokok
  • Menjalani gaya hidup sehat

Jika ibu hamil merasakan ada yang berbeda dari gerakan atau pertumbuhan janin, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penasaran Cara Menentukan HPL USG? Ini Faktanya

Penasaran Cara Menentukan HPL USG? Ini Faktanya

Waktu kelahiran menjadi waktu yang paling dinanti-nanti oleh ibu yang sedang hamil. Berbagai cara menentukan hari perkiraan lahir (HPL) pun dicoba guna bisa menebak kapan bisa bertemu dengan sang janin dan apa saja persiapannya. Salah satu metode yang kerap digunakan adalah cara menentukan HPL USG. 

Menentukan waktu HPL dengan tes ultrasonografi dianggap sebagai cara yang paling akurat. Pasalnya lewat USG-lah, dapat dievaluasi mengenai kondisi janin, ukuran, cairan ketuban, juga plasenta yang mengarah ke perkiraan lahir. 

Meskipun demikian, ada sejumlah fakta menarik mengenai cara menentukan HPL USG. Lewat beberapa fakta di bawah, Anda dapat mengerti pentingnya rutin melakukan tes USG sekaligus alternatif apa yang bisa dilakukan untuk menentukan HPL. 

Awal Lebih Akurat 

Banyak orang berpikir lebih baik melakukan tes USG untuk mengecek janin setelah kandungan cukup besar. Alasannya agar bisa melihat bentuk janin secara lebih sempurna. Khusus untuk cara menentukan HPL USG, tidak disarankan pikiran demikian. Ini karena penentuan waktu lahir lewat USG akan lebih akurat jika dilakukan ketika kandungan masih kecil. 

Rentang usia kehamilan yang disarankan untuk melihat HPL lewat USG adalah pada trimester pertama sampai pada usia kehamilan 20 minggu. Dari kisaran tersebut, waktu tertepat menentukan HPL lewat USG adalah sebelum minggu kedelapan. 

Margin of Error 

Anda mungkin sudah cukup percaya diri mengenai ketepatan HPL setelah melakukan cara menentukan HPL USG sejak awal-awal kehamilan. Namun, seberapa cepat pun Anda melakukan tes ini, margin of error akan penghitungan USG tetap ada. 

Rata-rata margin of error dari pengecekan HPL lewat USG berkisar 10—11 hari. Namun dalam sebuah penelitian ditemukan, wanita yang melakukan pengecekan HPL USG pada trimester pertama hanya mengalami perbedaan waktu kelahiran sekitar 5 hari. 

Dapat Terus Berubah 

Cara menentukan HPL USG tidaklah semudah penetapan waktu lahir begitu Anda melakukan tes USG. Umumnya, dokter akan meminta Anda menunggu dan melakukan tes USG lagi di waktu mendatang dalam rentang waktu sebelum 22 minggu. Barulah pada usia kehamilan 22 minggu, dokter akan membicarakan perihal HPL kepada Anda secara lebih serius. 

Ini terjadi karena USG menentukan HPL dengan berbagai ukuran, mulai dari perkembangan janin sampai plasenta. Perkembangan janin pun tidak sama antara satu dengan yang lain dan terus bertumbuh. Kondisi ini paling berpengaruh terhadap perubahan waktu HPL yang tertampil di USG. Pada pemeriksaan terakhir terkait HPL pada usia kandungan 22 minggu, dokter umumnya akan membandingkannya dengan hasil tes USG yang pertama kali Anda lakukan. 

Abdomen atau Vagina 

Ada dua metode USG yang umum dilakukan pada ibu hamil. Pertama adalah USG di abdomen atau perut. Lalu yang kedua adalah tes USG lewat vagina atau yang dikenal sebagai USG transvaginal. Kedua metode ini dapat menjadi cara menentukan HPL USG. Namun khusus untuk transvaginal, metode ini hanya dapat dilakukan ketika usia kandungan masih kecil. 

Metode USG transvaginal umum dilakukan kepada perempuan dengan usia kandungan 7—10 minggu. Dokter lebih menyarankan metode USG ini karena dinilai lebih akurat dalam menggambarkan kondisi janin. Penggambaran yang lebih akurat akan berimbas ke lebih tepatnya waktu lahir yang dapat diperkirakan. 

Dapat Meleset 

Meskipun menggunakan alat USG yang paling canggih sekalipun, HPL yang tertampilkan bisa saja tidak akurat dan meleset jauh dari perkiraan. Besaran nilai melesetnya bahkan bisa jauh dari margin of error. Kondisi ini terjadi apabila ada kelainan perkembangan janin. Waktu yang meleset jauh pun dapat terjadi apabila cara menentukan HPL USG dilakukan lewat dari 18 minggu. 

Karena alasan-alasan tersebutlah, hasil dari USG tidak selalu dijadikan oleh dokter untuk menentukan HPL. Beberapa dokter tetap lebih merekomendasikan penentuan HPL lewat hari pertama haid terlahir yang ditambah dengan 280 hari. Namun, cara menentukan HPL USG juga akan tetap menjadi pertimbangan, khususnya bagi ibu hamil yang memiliki jadwal menstruasi tidak teratur. 

*** 

Cara menentukan HPL USG hanya satu dari banyak cara mempertimbangkan hari kelahiran sang buah hati. Ada banyak cara lain yang bisa Anda gunakan untuk melakukan persiapan kelahiran. Namun, selalu konsultasikan semuanya dengan dokter Anda, ya.

Kapan Kehamilan dapat Terjadi Saat Berhubungan Sebelum Haid?

berhubungan sebelum haid

Pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh wanita adalah bisakah mereka hamil ketika berhubungan sebelum haid, selama, atau sehari setelah menstruasi. Secara teknis seorang wanita dapat hamil kapan saja, tapi peluang hamil karena berhubungan sebelum haid sangat rendah.

Jika Anda merencanakan kehamilan, pilihlah waktu berhubungan seks pada masa kesuburan. Jika tidak, gunakan alat pelindung untuk mencegah kehamilan terjadi.

Peluang hamil ketika berhubungan sebelum haid atau selama menstruasi

Siklus menstruasi umumnya 28 hari. Kehamilan dapat terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur wanita. Ketika masuk ke dalam tubuh wanita, sperma bertahan dalam sistem reproduksi wanita hingga lima hari dan membuahi sel telur. Ketika Anda berhubungan sehari sebelum menstruasi, maka peluang kehamilan sangat kecil.

Namun adakalanya wanita dapat hamil setelah berhubungan sebelum haid. Hal ini tergantung pada siklus mereka. Beberapa wanita memiliki siklus lebih lama yaitu sekitar 35 hari antar periode, dimana ovulasi atau masa subur terjadi sekitar hari ke 21. Ovulasi yang tidak teratur juga dapat meningkatkan peluang hamil jika berhubungan sebelum haid.

Kemungkinan lainnya adalah mereka salah mengira masa subur sebagai periode menstruasi karena mengalami pendarahan. Maka berhubungan pada saaat itu dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

Menghitung masa subur

Ovulasi adalah waktu dilepaskannya sel telur wanita. Ini disebut juga dengan masa subur. Ovulasi biasanya tejadi di tengah siklus menstruasi, sekitar 2 minggu sebelum menstruasi. Berhubungan saat masa subur dapat membuat hamil.

Tapi tidak semua siklus menstruasi teratur, dan bahkan wanita yang memiliki siklus teratur masih mungkin berovulasi lebih awal atau lambat. Ovulasi tidak selalu terjadi pada waktu yang sama dalam siklus menstruasi setiap bulan. Dengan kata lain tidak ada jaminan pasti Anda akan hamil ketika berhubungan pada tanggal yang telah ditentukan.

Beberapa faktor yang dapat mengacaukan waktu ovulasi antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Kegemukan
  • Stres
  • Waktu tidur tidak teratur
  • Kondisi kesehatan

Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui periode haid dan masa subur. Bagi wanita, hal ini tidak hanya digunakan untuk menentukan waktu terbaik untuk hamil atau menghindarinya. Menghitung siklus menstruasi berguna untuk mengontrol haid teratur atau untuk berjaga-jaga atas masalah yang mungkin terjadi.

Berikut ini cara mengetahui siklus menstruasi:

  1. Catat hari pertama menstruasi Anda. Ini merupakan hari pertama pada siklus.
  2. Catat satu hari sebelum Anda menstruasi pertama pada bulan berikutnya. Ini menandakan hari terakhir siklus.
  3. Panjang siklus menstruasi setiap wanita bervariasi, berkisar antara 21 hingga 35 hari.  Siklus juga bisa berubah pada bulan berikutnya. Untuk mengetahui panjang siklus menstruasi, hitung dari hari pertama siklus hingga hari terakhir.

Jika panjang  siklus Anda berbeda-beda, Anda dapat menghitung rata-rata lama siklus Anda. Ambil tiga siklus menstruasi, jumlahkan jumlah hari dalam tiga siklus tersebut dan bagi totalnya dengan tiga. Hasilnya merupakan rata-rata siklus Anda.

Misalnya, siklus 1 adalah 28 hari, siklus 2 adalah 32 hari, dan siklus 3 adahal 27 hari. Jika ditotal didapat angka 87, kemudian dibagi 3. Hasilnya 29 hari, maka itulah rata-rata lama siklus haidnya.

Sementara itu masa subur biasanya terletak di pertengahan siklus. Setelah mengetahui siklus menstruasi Anda, kurangi 14 hari untuk menentukan perkiraan masa subur. Misalnya, siklus haid selama 35 hari, maka ovulasi terjadi sekitar hari ke 21.

Untuk memudahkan Anda, Anda bisa memonitor siklus menstruasi dan masa subur dengan bantuan kalkulator atau aplikasi kesuburan yang tersedia di ponsel pintar.

Jika Anda masih bingung terkait kemungkinan hamil ketika berhubungan sebelum haid dan risikonya, tanyakan kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tes Kehamilan dengan Garam, Tertarik Mencobanya?

Dengan kemajuan internet, saat ini banyak sekali informasi yang beredar mengenai cara tes kehamilan. Salah satu yang pernah ditemukan yaitu tes kehamilan dengan garam. Meskipun demikian, faktanya belum ada bukti ilmiah yang bisa membenarkan cara tersebut. Beberapa orang mungkin penasaran sehingga tertarik untuk mencoba.

Apakah benar akurat?

Alat tes kehamilan menggunakan testpack bisa ditemukan di berbagai apotek dengan harga yang relatif terjangkau. Jenisnya pun bermacam-macam, dari mulai jenis strip sampai digital dengan jarak waktu baca hanya beberapa menit dan hasil yang mendekati akurat. Namun, sebelum testpack ditemukan, alat tes kehamilan menggunakan garam telah dipakai oleh wanita untuk mengetahui kehamilan mereka.

Sekali lagi, belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan guna membuktikan keakuratan garam sebagai indikator kehamilan. Berdasarkan beberapa informasi yang beredar, konon hormon HCG dapat berinteraksi dengan garam sehingga dipercaya dapat digunakan untuk tes kehamilan. Hormon HCG merupakan hormon kehamilan yang dibentuk plasenta. HCG biasanya terdeteksi melalui urin setelah 11 hari terjadinya pembuahan.

Beberapa wanita lebih memilih menggunakan garam karena berbagai alasan seperti, bahannya yang sangat mudah ditemukan di rumah secara gratis atau tidak ingin ada orang lain yang mengetahui kehamilan tersebut jika harus membeli tespack di apotek.

Bagaimana caranya?

Terdapat berbagai informasi dalam menentukan berbagai cara tes kehamilan dengan garam. Cara pertama menyebutkan, cukup meneteskan urin ke satu sendok makan garam. Tidak ada ketentuan mengenai jenis garam yang digunakan, apakah itu garam dapur atau garam krosok. Kemudian tunggu beberapa menit untuk melihat hasilnya. Jika urin berubah menggumpal, mendesis, atau teksturnya menjadi lebih kental artinya positif hamil.

Cara kedua yang dilakukan yakni dengan menambahkan beberapa sendok garam ke dalam satu cangkir kecil urin yang telah ditampung. Kemudian tunggu hasilnya selama beberapa menit, namun ada pula yang berpendapat jika harus menunggu sampai 8 jam atau lebih. Jika hasil campuran garam dan urin tersebut bertekstur cheesy atau milky, maka kemungkinan Anda hamil. Jika tidak ada reaksi apapun, maka hasilnya negatif.

Sumber lain menyebutkan cara tes yang bisa dilakukan di rumah selain menggunakan garam, yaitu dengan gula, mustard, atau bahkan wine. Akan tetapi, ketiganya tidak mempunyai bukti ilmiah sehingga diragukan keakuratannya.

Saat terbukti positif hamil

Kehamilan merupakan kejadian alamiah yang memerlukan pemantauan dan pemeriksaan rutin. Hamil trimester pertama menentukan kesehatan dan tumbuh kembang janin yang cukup krusial, seperti penentuan terbentuknya otak dan sumsum tulang belakang. Oleh karena itu, berikut ini saat-saat dimana Anda harus segera memriksakan diri ke dokter terkait kemungkinan kehamilan:

  • Terlambat menstruasi, walaupun hasil tes kehamilan mandiri negatif atau positif
  • Pendarahan disertai tes kehamilan mandiri negatif ataupun positif
  • Nyeri perut bagian bawah secara intesif disertai tes kehamilan positif
  • Perempuan yang telah melakukan hubungan seksual dan merasakan ketakutan akan kehamilan

Seorang perempuan perlu dirawat di UGD apabila terjadi pendarahan berat atau nyeri perut bagian bawah disertai pendarahan ringan, pusing, dan demam.

Tes kehamilan garam sebaiknya tidak bisa dijadikan acuan positif atau negatif kehamilan. Semantara, penggunaan testpack telah terbukti secara ilmiah dengan tingkat akurasi mencapai 99%. Agar tidak semakin bingung, solusi yang paling baik yaitu melakukan pengecekan ke dokter atau bidan. Jika seseorang merasa takut akan kerahasiannya, maka bisa dipastikan bahwa dokter atau bidan memiliki kode etik yang akan menjaga privasi pasiennya.