Tes Kehamilan dengan Garam, Tertarik Mencobanya?

Dengan kemajuan internet, saat ini banyak sekali informasi yang beredar mengenai cara tes kehamilan. Salah satu yang pernah ditemukan yaitu tes kehamilan dengan garam. Meskipun demikian, faktanya belum ada bukti ilmiah yang bisa membenarkan cara tersebut. Beberapa orang mungkin penasaran sehingga tertarik untuk mencoba.

Apakah benar akurat?

Alat tes kehamilan menggunakan testpack bisa ditemukan di berbagai apotek dengan harga yang relatif terjangkau. Jenisnya pun bermacam-macam, dari mulai jenis strip sampai digital dengan jarak waktu baca hanya beberapa menit dan hasil yang mendekati akurat. Namun, sebelum testpack ditemukan, alat tes kehamilan menggunakan garam telah dipakai oleh wanita untuk mengetahui kehamilan mereka.

Sekali lagi, belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan guna membuktikan keakuratan garam sebagai indikator kehamilan. Berdasarkan beberapa informasi yang beredar, konon hormon HCG dapat berinteraksi dengan garam sehingga dipercaya dapat digunakan untuk tes kehamilan. Hormon HCG merupakan hormon kehamilan yang dibentuk plasenta. HCG biasanya terdeteksi melalui urin setelah 11 hari terjadinya pembuahan.

Beberapa wanita lebih memilih menggunakan garam karena berbagai alasan seperti, bahannya yang sangat mudah ditemukan di rumah secara gratis atau tidak ingin ada orang lain yang mengetahui kehamilan tersebut jika harus membeli tespack di apotek.

Bagaimana caranya?

Terdapat berbagai informasi dalam menentukan berbagai cara tes kehamilan dengan garam. Cara pertama menyebutkan, cukup meneteskan urin ke satu sendok makan garam. Tidak ada ketentuan mengenai jenis garam yang digunakan, apakah itu garam dapur atau garam krosok. Kemudian tunggu beberapa menit untuk melihat hasilnya. Jika urin berubah menggumpal, mendesis, atau teksturnya menjadi lebih kental artinya positif hamil.

Cara kedua yang dilakukan yakni dengan menambahkan beberapa sendok garam ke dalam satu cangkir kecil urin yang telah ditampung. Kemudian tunggu hasilnya selama beberapa menit, namun ada pula yang berpendapat jika harus menunggu sampai 8 jam atau lebih. Jika hasil campuran garam dan urin tersebut bertekstur cheesy atau milky, maka kemungkinan Anda hamil. Jika tidak ada reaksi apapun, maka hasilnya negatif.

Sumber lain menyebutkan cara tes yang bisa dilakukan di rumah selain menggunakan garam, yaitu dengan gula, mustard, atau bahkan wine. Akan tetapi, ketiganya tidak mempunyai bukti ilmiah sehingga diragukan keakuratannya.

Saat terbukti positif hamil

Kehamilan merupakan kejadian alamiah yang memerlukan pemantauan dan pemeriksaan rutin. Hamil trimester pertama menentukan kesehatan dan tumbuh kembang janin yang cukup krusial, seperti penentuan terbentuknya otak dan sumsum tulang belakang. Oleh karena itu, berikut ini saat-saat dimana Anda harus segera memriksakan diri ke dokter terkait kemungkinan kehamilan:

  • Terlambat menstruasi, walaupun hasil tes kehamilan mandiri negatif atau positif
  • Pendarahan disertai tes kehamilan mandiri negatif ataupun positif
  • Nyeri perut bagian bawah secara intesif disertai tes kehamilan positif
  • Perempuan yang telah melakukan hubungan seksual dan merasakan ketakutan akan kehamilan

Seorang perempuan perlu dirawat di UGD apabila terjadi pendarahan berat atau nyeri perut bagian bawah disertai pendarahan ringan, pusing, dan demam.

Tes kehamilan garam sebaiknya tidak bisa dijadikan acuan positif atau negatif kehamilan. Semantara, penggunaan testpack telah terbukti secara ilmiah dengan tingkat akurasi mencapai 99%. Agar tidak semakin bingung, solusi yang paling baik yaitu melakukan pengecekan ke dokter atau bidan. Jika seseorang merasa takut akan kerahasiannya, maka bisa dipastikan bahwa dokter atau bidan memiliki kode etik yang akan menjaga privasi pasiennya.