Ini Perbedaan Apel Malang dan Apel Fuji

Kalori apel fuji cenderung berbeda-beda tergantung ukurannya

Apel merupakan salah satu buah yang disukai banyak orang, selain karena memiliki rasa yang enak, buah ini juga kaya akan manfaat kesehatan. Berbagai jenis apel, mulai dari apel malang hingga apel fuji memiliki ciri khas dan manfaat masing-masing. Bahkan, dokter menyarankan agar seseorang mengonsumsi buah ini setiap harinya.

Buah apel dikenal memiliki kandungan nutrisi yang melimpah, kandungan yang menguntungkan bagi tubuh manusia. Apel nyaris tak mengandung lemak dan rendah kalori, meski demikian buah ini tetap kaya akan antioksidan, flavonoid, serat, air, vitamin C, pektin dan asam ursolat. Selain itu, buah ini juga mengandung karbohidrat, vvitamin A, vitamin K dan folat.

Beda Apel Malang dan Apel Fuji

Rasa dan bentuknya yang khas juga membuat buah ini menjadi favorit banyak orang di dunia, jenis apel pun sangat beragam mulai dari yang terkenal di Indonesia, apel malang hingga dari luar yakni Fuji Apple. Fuji Apple biasanya berwarna merah muda atau pink yang merata di seluruh bagian buah, sangat menarik untuk coba dinikmati.

Ada pula Golden Apple merupakan jenis apel dengan warna kuning yang berukuran sedang diameter kurang lebih 67 sentimeter, Juliet Organic merupakan varietas apel premoum yang dibudidayakan secara organic berkulit merah dan kekuningan, kemudian Pink Lady Apple berwarna merah mudah dan kemerahan merona dengan perlakuan khusus sejak penanaman sampai pemetikan.

Apel jenis Fuji dan Malang sekilas memang terlihat sama, namun kedua jenis buah apel ini tentu memiliki perbedaan dan karakteristik tersendiri. Kedua jenis apel ini mudah dibedakan secara tampilan yakni melalui warna kulitnya. Fuji Apple memiliki warna merah yang tampak di hampir seluruh permukaan kulitnya.

Apel jenis ini dikembangkan di Jepang sejak era 1930-an dan merupakan hasil seleksi dari persilangan antara Red Delicious dan Ralls Janet, ketika pertama kali diperkenalkan apel ini langsung menjadi favorit dan bahkan populer di Jepang. Tak hanya di negara asalnya, apel ini juga populer di Korea, Cina dan Amerika Serikat.

Cita rasa yang lezat dan kandungan antioksidan tinggi di dalamnya membuat apel ini menjadi salah satu favorit. Sementara apel Malang lebih didominasi warna hijau dengan semburat warna merah di beberapa bagian apel. Jenis yang satu ini didatangkan oleh Belanda di masa penjajahan, tepatnya pada tahun 1962.

Apel Malang merupakan buah dari teknik budidaya menggunakan teknologi yang semakin maju, hasilnya perkembangan dari apel ini semakin pesat dan mulai dikenali pecinta apel dunia dengan sangat mudah. Namun, perlu diketahui satu hal mengenai apel ini karena memiliki kulit yang sedikit tebal dan berbeda dari jenis apel yang lain.

Untuk itu, sebaiknya memotong apel Malang menjadi beberapa bagian sebelum dikonsumsi, tak heran jenis apel ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan masakan ketimbang apel Fuji. Misalnya digunakan untuk membuat apple pie atau sup apel. Terlepas dari perbedaan kedua jenis apel ini, baik Fuji maupun Malang memiliki kandungan yang sangat baik untuk kesehatan.

Salah satunya untuk memelihara kesehatan usus, apel kaya akan serat larut dan tidak larut yang membantu melancarkan buang air besar. Untuk mendapatkan manfaatnya, disarankan untuk mengonsumsi buah dengan kulitnya karena bagian ini banyak mengandung antioksidan dan selain kandungan pektin yang memberi nutrisi bagi bakteri di dalam saluran pencernaan.

Limbah Pabrik

Paparan limbah pabrik melalui udara dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan permanen.

Pada lingkungan hidup, tentunya ada tantangan yang perlu dihadapi setiap hari. Tantangan yang dimaksud adalah limbah. Ada berbagai jenis limbah yang dihasilkan pabrik. Beberapa jenis limbah pabrik yang kerap terjadi adalah bahan kimia, kerikil, pelarut, tanah, batu, beton, bahan nabati, udara, serta logam bekas.

Jika limbah-limbah tersebut tidak dibuang dengan cara yang benar, maka dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan di sekitarnya. Limbah pabrik yang dihasilkan memiliki sifat korosif, mudah terbakar, beracun, serta radioaktif.

Limbah pabrik dapat memberikan dampak yang berbeda bagi setiap orang seperti sesak nafas jika seseorang memiliki gejala asma karena limbah tersebut. Selain itu, pada anak-anak, mereka juga lebih berpotensi mengalami gangguan kesehatan karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dan masih dalam masa pertumbuhan.

Gangguan kesehatan akibat limbah pabrik juga ditentukan pada jenis limbah yang dibuang, seberapa sering limbah tersebut dibuang, serta bagaimana orang bisa terdampak akibat masalah tersebut.

Berikut adalah bahaya limbah pabrik yang perlu diwaspadai:

  1. Bahaya limbah pabrik pada air

Pabrik-pabrik yang membuang limbah secara ilegal adalah salah satu faktor yang perlu diperhatikan, karena bisa berpotensi merusak lingkungan. Pembuangan limbah pabrik yang dilakukan secara ilegal dapat merusak atau mengkontaminasi saluran air dan bisa memberikan dampak buruk pada perairan seperti sungai.

Limbah yang dibuang bisa meliputi bahan kimia, bahan radioaktif, logam berat, air yang terkontaminasi, gas, dan bahan berbahaya lainnya. Limbah-limbah tersebut dapat mencemari perairan. Selain itu, jika manusia menggunakan air yang tercemar seperti meminumnya, maka bisa membahayakan kesehatan tubuh.

  1. Bahaya limbah pabrik pada tanah

Limbah pabrik juga dapat mencemari tanah, dan pencemaran tersebut bisa terkubur di dalam tanah. Limbah pabrik yang tersebar ke tanah bisa memicu kerusakan pada tanah, membuat makanan terkontaminasi, dan dapat mengganggu produktivitas tanaman.

Pada umumnya, limbah pabrik yang mencemari tanah bersifat karsinogenik dimana kondisi seperti ini dapat menyebabkan kanker pada warga yang terpapar.

  1. Bahaya limbah pabrik pada udara

Limbah pabrik juga dapat memberikan kualitas udara yang buruk. Limbah yang tersebar di udara seperti gas beracun dapat memicu seseorang terkena penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Jakarta merupakan salah satu contoh yang memiliki kualitas udara paling buruk dimana masalah tersebut juga dipengaruhi oleh asap dari pabrik. Oleh karena itu, buruknya kualitas udara perlu ditekankan dengan membatasi penggunaannya.

Itulah beberapa aspek yang perlu Anda pahami. Jika limbah pabrik tidak diatur, maka tidak hanya dapat berpotensi membahayakan warga, namun juga dapat membahayakan lingkungan sekitar.

Selain aspek yang disebutkan di atas, limbah pabrik juga bisa dipicu oleh kondisi dan struktur lingkungan sekitar. Selain itu, tingkat pencemaran dari pabrik dapat ditentukan berdasarkan jenis tanah di sekitar pabrik, arah angin, jumlah pohon, dan lokasi sumber air.

Pasalnya, sebagian hasil pembuangan limbah dapat menyebar ke wilayah yang jauh dari pabrik melalui udara atau air. Jika masalah tersebut dibiarkan, maka bisa membahayakan lingkungan hidup seperti burung, ikan, tumbuhan, atau warga yang tinggal atau berada di sekitar pabrik tersebut.

Jika Anda tinggal di daerah yang rawan terhadap polusi akibat limbah pabrik sehingga dapat mengganggu kondisi kesehatan Anda, Anda dapat melaporkan masalah ini kepada pihak terkait untuk menjaga kondisi kesehatan Anda dan lingkungan di sekitar. Jika Anda mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit paru-paru, Anda sebaiknya bicarakan masalah ini kepada dokter.