Penyebab Mahalnya Swab PCR Adalah Dua Komponen Ini

Jika dibandingkan dengan tes Covid-19 lainnya, swab PCR adalah tes yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi dan sering dijadikan sebagai tes untuk mendiagnosis penyakit Covid-19. Akan tetapi, harga tes ini cukup mahal, yakni berkisar Rp900.000 hingga Rp1.000.000 sehingga banyak pasien yang memilih untuk melakukan swab antigen atau rapid test antibodi sebagai skrining awal. Namun, beberapa waktu yang lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan baru mengenai tarif harga tes ini yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021.

Dalam surat tersebut, ditetapkan bahwa harga swab PCR adalah Rp 495.000 untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp 525.000 untuk luar Jawa Bali. Harga ini mulai berlaku sejak 17 Agustus 2021. 

Pertanyaannya, apa sih yang membuat harga swab PCR ini mahal dibandingkan tes Covid-19 lainnya? Berikut ulasannya.

Mengenal Swab PCR

Polymerase Chain Reaction atau swab PCR adalah tes Covid-19 yang dapat mendeteksi materi genetik virus dengan menggunakan teknik laboratorium yang disebut polymerase chain reaction (PCR). Tes ini tidak hanya mampu mendeteksi materi genetik virus, namun juga dapat mendeteksi fragmen virus meskipun pasien sudah tidak lagi terinfeksi virus tersebut.

Tes yang juga disebut sebagai tes molekuler ini akan mendeteksi secara langsung keberadaan RNA virus di dalam tubuh sekalipun dalam jumlah yang sangat kecil bahkan sebelum muncul gejala penyakit dan antibodi terbentuk yang mana artinya swab PCR ini dapat mengetahui apakah pasien tersebut OTG (orang tanpa gejala) atau bukan. Karena itulah, hasil swab PCR sering dijadikan acuan untuk mendiagnosis apakah pasien positif Covid-19 atau negatif. 

Prosedur Swab PCR

Prosedur swab PCR ini mirip dengan swab antigen, yakni sama-sama menggunakan metode swab atau usap. Hal yang membedakan swab antigen dan swab PCR adalah tes ini terdiri dari 3 proses, yaitu pengambilan sampel, ekstraksi materi genetik dari sampel, dan penggandaan materi genetik. Baru setelah itu dilakukan pembacaan hasil. Adapun prosedur swab PCR adalah sebagai berikut. 

  • Tenaga medis akan mengambil sampel lendir hidung atau tenggorokan dengan menggunakan metode swab atau usap dan alat yang mirip cotton bud.
  • Alat akan diputar sekitar 15 detik agar lendir benar-benar menempel pada bagian ujung alat.
  • Setelah itu, sampel tersebut akan dimasukkan ke dalam tabung khusus dan dikirim ke laboratorium untuk dianalisa. 

Ketika di laboratorium, proses selanjutnya dari swab PCR adalah ekstraksi materi genetik dari sampel dan penggandaan materi genetik. 

Sampel akan ditempelkan dengan enzim yang disebut polimerase sehingga didapatlah salinan dari sampel tersebut. Sampel akan dimasukkan ke dalam mesin PCR yang disebut thermal cycler. Proses penggandaan materi genetik ini dilakukan beberapa kali. Jika di dalam sampel terdapat virus atau patogen, mesin PCR akan memberikan sinyal yang artinya menunjukkan hasil tes positif. 

Kenapa Harga Swab PCR di Indonesia Mahal?

Sebelum adanya Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021 yang mengatur tentang harga swab PCR terbaru di Indonesia, harga tes ini jauh lebih mahal dibandingkan negara berkembang lain, seperti India. 

Melansir dari India Today, awalnya, di India harga swab PCR adalah 800 rupee atau sekitar Rp156.000. Kemudian, turun menjadi 500 rupee atau sekitar Rp98.000. Harga ini berbeda jauh dengan Indonesia yang bisa mencapai jutaan rupiah. 

Mahalnya harga swab PCR di Indonesia disebabkan oleh dua komponen ini, yakni harga alat dan bahan baku tes PCR, seperti reagen ekstraksi dan bahan lain yang hanya bisa sekali pakai dan masih harus impor.

Beruntungnya, kini harga swab PCR ini sudah turun 45% dari harga sebelumnya yang berkisar Rp900.000 hingga Rp1.000.000 setelah dikeluarkan Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021 dan mulai berlaku sejak 17 Agustus 2021. Kini, harga swab PCR adalah Rp 495.000 untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp 525.000 untuk luar Jawa Bali.

Cek Kolesterol di Prodia Gading Serpong, Bagaimana Prosedurnya?

Tahukah Anda bahwa kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung dan stroke? Inilah mengapa penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin di Prodia Gading Serpong.

Pemeriksaan kolesterol akan membantu Anda agar bisa memantau perkembangan kolesterol Anda. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi kolesterol yang lebih serius.

Prosedur cek kolesterol di Prodia Gading Serpong

Pemeriksaan kolesterol umumnya memiliki prosedur yang serupa, baik itu pemeriksaan di rumah sakit maupun di laboratorium klinik seperti Prodia. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pemeriksaan ini, yaitu: 

  • Pengambilan sampel darah

Jenis tes yang pertama bisa dilakukan dengan menggunakan darah Anda sebagai sampel. Pihak laboratorium akan mengambil sejumlah darah dari lengan Anda menggunakan jarum. 

Darah tersebut akan dijadikan sampel dan digunakan untuk pengujian lebih lanjut di laboratorium. Biasanya, dibutuhkan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasil pengujian ini.

Anda mungkin akan diminta oleh pihak Prodia Gading Serpong untuk tidak makan selama 12 jam sebelum menjalankan tes ini. Karena, makanan yang Anda konsumsi akan memengaruhi kualitas darah Anda. 

  • Menusuk jari

Jenis tes ini cenderung lebih sederhana dan biasanya tidak harus dilakukan dengan pengujian di laboratorium. Sampel darah diambil dengan menusuk jari menggunakan alat khusus.

Kemudian, darah akan diteteskan di secarik kertas, lalu dimasukkan ke dalam mesin khusus. Mesin itu akan menunjukkan hasil kadar kolesterol Anda. Prosedur ini hanya memerlukan waktu beberapa menit.

Tapi, perlu diingat, tes jenis ini tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan untuk menentukan pengobatan. Jenis tes ini hanya bisa mendeteksi gejala awal dari kolesterol, tapi Anda tetap memerlukan tes darah di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti.

Siapa saja yang perlu melakukan cek kolesterol?

Sebenarnya, siapapun boleh melakukan cek kolesterol sekedar untuk memantau kondisi kolesterol dalam tubuh. Tapi, secara khusus, Anda dianjurkan untuk melakukan cek kolesterol di Prodia Gading Serpong apabila termasuk ke dalam faktor risiko berikut ini: 

  • Berusia di atas 40 tahun

Kolesterol tinggi lebih mungkin terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun. Oleh sebab itu, jika Anda sudah melewati usia ini, maka dianjurkan untuk melakukan tes secara rutin.

Anda bisa melakukan pemeriksaan kolesterol setiap dua tahun sekali jika Anda adalah pria dalam rentang usia 45-65 tahun, atau wanita dalam rentang usia 55-65 tahun. Jika sudah di atas 65 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan setiap satu tahun sekali.

  • Menderita penyakit arteri koroner

Anda lebih mungkin terkena kolesterol tinggi jika sejak awal sudah menderita penyakit arteri koroner. Penyakit ini bisa terjadi apabila Anda tidak aktif secara fisik, memiliki riwayat kolesterol dan serangan jantung secara genetik, obesitas, serta memiliki kebiasaan merokok.

  • Mengonsumsi obat penurun kolesterol

Jika sebelumnya Anda sudah terbukti memiliki kolesterol yang tinggi, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan di Prodia Gading Serpong secara rutin. Ini penting untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas pengobatan yang sudah dilakukan. 

Anda bisa melakukan pemeriksaan kolesterol meskipun belum berusia 40 tahun. Hal ini justru baik sebagai upaya pencegahan.

Jika Anda ingin melakukan cek kolesterol, maka pilihlah Prodia Gading Serpong sebagai laboratorium yang Anda tuju. Hasilnya bisa Anda bawa ketika akan berkonsultasi dengan dokter di lain waktu. 

Lakukan Pemeriksaan Kolesterol di Laboratorium Prodia Pasar Minggu

Apakah Anda merasa kolesterol Anda naik? Jika ingin melakukan pemeriksaan kolesterol, salah satu klinik yang bisa Anda tuju adalah Prodia Pasar Minggu

Cek kolesterol berguna untuk mengetahui kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah seseorang. Kolesterol adalah komponen lemak dalam darah dan sel tubuh yang dihasilkan oleh hati dna didapat dari makanan yang dikonsumsi. 

Biasanya pula, makanan yang kaya lemak juga memicu organ hati memproduksi kolesterol lebih banyak. 

Mengenal Kolesterol Lebih Dekat

Jadi, ada dua jenis kolesterol yaitu HDL atau high density cholesterol dan LDL atau low density cholesterol. Atau untuk lebih memudahkan biasanya disebutlah HDL ini sebagai kolesterol baik dan LDL sebagai kolesterol jahat. 

Keduanya dibutuhkan oleh tubuh agar sel dan organ dalam tubuh tetap terjaga dan sehat. Namun, jika jumlah kadar kolesterol melebihi batas, maka bisa meningkatkan risiko penyakit janutng dan berbagai penyakit serius lainnya. Apalagi jika yang naik adalah LDL alias kolesterol jahat.

Sehingga, penting sekali untuk melakukan cek kolesterol untuk mengetahui dan mendeteksi lebih dini risiko penumpukan plak dalam pembuluh darah. Plak inilah yang menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dalam tubuh. 

Pentingnya Melakukan Tes Kolesterol

Cek kolesterol diperlukan untuk mengetahui jumlah kadar kolesterol dalam darah. Tes ini penting untuk pasien yang punya kadar kolesterolnya tinggi dan tidak merasakan berbagai gejala. Jika tak diketahui lebih cepat, maka bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan penyumbatan pembuluhd arah. 

Ada 4 tipe lemak dalam darah yang dicek saat melakukan tes kolesterol lengkap. 

  • Kadar kolesterol total, yaitu jumlah kolesterol total keseluruhan yang ada di dalam darah seseorang
  • Trigliserida, yaitu salah satu jenis lemak dalam pembuluh darah yang fungsinya untuk menyuplai energi untuk tubuh. Saat kadarnya berlebih, maka lemak akan disimpan dalam tubuh. 
  • LDL (low density lipoprotein), yaitu kolesterol jahat yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung bila menumpuk dalam pembuluh darah.
  • HDL (high density lipoprotein), berfungsi untuk membantu membersihkan pembuluh darah Anda dari LDL yang menumpuk.

Orang yang Perlu Melakukan Tes Kolesterol

Sebenarnya semua orang perlu mengecek kolesterol secara rutin. Namun, paling direkomendasikan untuk dilakukan oleh pasien dengan kondisi seperti:

  • Hipertensi
  • Memiliki penyakit hati
  • Berusia lebih dari 55 tahun pada wanita dan di atas 45 tahun bagi pria
  • Mengalami aterosklerosis di tungkai
  • Obesitas
  • Memiliki riwayat keluarga kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, dan dysbetalipoproteinemia
  • Mengalami gangguan pada ginjal
  • Hipotiroid
  • Sirosis bilier primer
  • Diabetes tipe 1 atau 2

Sedangkan untuk frekuensi melakukan tes kolesterol sebenarnya tergantung pada berbagai faktor, seperti faktor usia hingga kondisi kesehatan. Tes kolesterol ini secara umum perlu dilakukan rutin pada pria maupun wanita bahkan sejak berusia 20 tahun. Setidaknya dijalani sekali dalam 5 tahun.

Lakukan Tes Kolesterol di Prodia Pasar Minggu

Anda bisa melakukan tes kolesterol ini di berbagai klinik Prodia di seluruh Indonesia, termasuk di Prodia Pasar Minggu. Sesuai namanya, lab ini berada di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

Klinik Prodia ini sudah berdiri sejak tahun 1975 di Solo. Lalu mengembangkan pelayanannya hingga ke Jakarta dan Bandung. Selain dapat melakukan tes kolesterol, Anda juga bisa melakukan tes lab seperti:

  • Pap smear
  • Skrining hepatitis
  • Skrining sifilis
  • Skrining TBC
  • Cek kolesterol
  • Fungsi ginjal
  • Ekokardiografi
  • USG kepala, perut, leher, testis, hingga USG 4 dimensi
  • Tes HIV
  • Tes alergi
  • Medical Check Up
  • Tumor marker
  • Pemeriksaan TORCH
  • Pemeriksaan sperma
  • Pemeriksaan PSA
  • Rapid tes
  • Tes kehamilan
  • Profil lipid

Imunisasi Bayi dan Balita di Posyandu Puskesmas Penjaringan

Jadwal imunisasi yang direkomendasikan di Posyandu Puskesmas Penjaringan sangat penting Anda berikan untuk anak. Pasalnya, imunisasi berperan sebagai benteng pertama pertahanan pada bayi dan balita untuk mempersiapkan antibodinya terhadap virus dan bakteri. Terlebih bayi dan balita memiliki sistem imun yang cenderung lebih rentan terkena penyakit jika tidak diimbangi dengan pemberian imunisasi sejak dini. Berikut ini daftar imunisasi untuk bayi dan balita yang disediakan oleh Posyandu Puskesmas Penjaringan.

1. Pasca kelahiran

Hepatitis B idealnya, dosis pertama diberikan dalam waktu 24 jam setelah kelahiran, tetapi anak-anak yang sebelumnya tidak diimunisasi bisa mendapatkannya pada usia berapa pun. Beberapa dengan bayi berat lahir rendah akan mendapatkannya pada satu bulan atau ketika mereka keluar dari rumah sakit.

2. Bayi usia 1-2 bulan

Hepatitis B dosis kedua harus diberikan 1 sampai 2 bulan setelah dosis pertama.

3. Bayi usia 2 bulan

DTaP: Vaksin difteri, tetanus, dan pertussis acellular cellular

Hib: Vaksin Haemophilus influenzae tipe b

IPV: Vaksin virus polio yang tidak aktif

PCV: Vaksin konjugasi pneumokokus

RV: Vaksin rotavirus

4. Bayi usia 4 bulan

– DTaP

– Hib

– IPV

– PCV

– RV

5. Bayi usia 6 bulan

– DTaP

– Hib, dosis ketiga ini mungkin diperlukan, tergantung pada merek vaksin yang digunakan pada imunisasi Hib sebelumnya.

– PCV

– RV dosis ketiga ini mungkin diperlukan, tergantung pada merek vaksin yang digunakan dalam imunisasi RV sebelumnya.

6. Balita setelah 6 bulan dan setiap tahun

Influenza (Flu), direkomendasikan setiap tahun untuk anak-anak berusia 6 bulan ke atas:

– Anak-anak di bawah usia 9 tahun yang mendapatkan vaksin flu untuk pertama kalinya (atau yang hanya pernah mendapatkan 1 dosis vaksin sebelumnya) akan mendapatkannya dalam 2 dosis terpisah setidaknya dalam jarak satu bulan.

– Anak-anak di bawah usia 9 tahun yang telah memiliki setidaknya 2 dosis vaksin flu sebelumnya (setiap saat) hanya membutuhkan 1 dosis.

– Anak-anak yang lebih tua dari 9 tahun hanya membutuhkan 1 dosis.

– Vaksin diberikan melalui suntikan dengan jarum (suntikan flu) atau dengan semprotan hidung. 

Dokter akan merekomendasikan mana yang harus digunakan berdasarkan usia dan kesehatan umum anak. Semprotan hidung hanya untuk orang sehat berusia 2–49 tahun. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau beberapa kondisi kesehatan (seperti asma) dan wanita hamil tidak boleh mendapatkan vaksin semprot hidung.

7. Balita usia 6–18 bulan

– HepB

– IPV

8. Anak usia 12–15 bulan

– Hib

– MMR, vaksin campak, gondok, dan rubella (campak Jerman)

– PCV

– Cacar air (varisela)

9. Anak usia 12–23 bulan

– HepA, vaksin hepatitis A; diberikan sebagai 2 tembakan setidaknya 6 bulan terpisah

10. Anak usia 15–18 bulan

– DTaP

– 4–6 tahun

– DTaP

– MMR

– IPV

– Varisela

11. Anak usia 11–12 tahun

HPV, vaksin human papillomavirus, diberikan dalam 2 suntikan selama periode 6 hingga 12 bulan. Ini dapat diberikan sejak usia 9 tahun. Untuk remaja dan dewasa muda (usia 15-26 pada anak perempuan dan laki-laki keduanya), diberikan dalam 3 suntikan selama 6 bulan. Dianjurkan untuk anak perempuan dan laki-laki untuk mencegah kutil kelamin dan beberapa jenis kanker.

– Tdap, tetanus, difteri, dan booster pertussis. Juga direkomendasikan selama setiap kehamilan yang dimiliki seorang wanita.

– Vaksin konjugat meningokokus: Dan dosis penguat dianjurkan pada usia 16 tahun.

Itulah beberapa vaksin dan imunisasi yang harus atau sebaiknya Anda berikan untuk bayi dan balita. Lakukan imunisasi di Posyandu Puskesmas Penjaringan. Anda dapat melakukan pendaftaran secara online untuk mempermudah proses.

Ketahui Layanan Tes Mata di Klinik Merial Health

Pemeriksaan atau tes mata yang merupakan salah satu layanan dari Klinik Merial Health ini pada umumnya melibatkan serangkaian tes untuk mengevaluasi atau menguji penglihatan Anda dan memeriksa penyakit mata. Dokter mata dapat menggunakan berbagai instrumen atau peralatan yang berfungsi untuk menyinari mata Anda dengan cahaya terang dan meminta Anda untuk melihat atau mencoba berbagai lensa. Setiap tes yang dilakukan selama pemeriksaan mata mengevaluasi aspek yang berbeda dari penglihatan atau kesehatan mata Anda.

Pemeriksaan mata penting untuk dilakukan untuk membantu mendeteksi masalah mata pada tahap paling awal sehingga lebih mudah untuk diobati. Pemeriksaan mata secara teratur dapat memberikan kesempatan kepada dokter mata untuk membantu Anda mengoreksi atau beradaptasi dengan perubahan penglihatan, serta memberi Anda tips untuk merawat mata Anda. Selain itu, tes atau pemeriksaan mata juga dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan Anda secara keseluruhan.

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Tes Mata

Beberapa faktor dapat menentukan seberapa sering Anda memerlukan tes mata, termasuk usia, kesehatan, dan risiko terkena masalah atau gangguan pada mata. Berikut adalah waktu yang tepat untuk melakukan tes mata

Anak-anak Usia 3 Tahun ke Bawah

Dokter anak dapat melakukan tes pemeriksaan untuk mata anak Anda yang bertujuan untuk memantau perkembangan mata yang sehat dan mencari adanya masalah mata ketika masa kanak-kanak yang paling umum terjadi, seperti mata malas, mata juling atau mata yang tidak sejajar. Pemeriksaan mata yang lebih komprehensif antara usia 3 dan 5 tahun akan mengidentifikasi masalah dengan penglihatan dan keselarasan mata.

Anak Usia Sekolah dan Remaja

Anda juga perlu untuk memeriksakan kesehatan mata anak Anda sebelum mereka memasuki taman kanak-kanak. Dokter anak nantinya juga dapat memberikan saran mengenai seberapa sering pemeriksaan mata harus dilakukan setelah itu.

Dewasa

Secara umum, jika Anda sehat dan tidak memiliki gejala masalah penglihatan, American Academy of Ophthalmology merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata lengkap pada usia 40 tahun, ketika mulai terjadi beberapa perubahan penglihatan dan penyakit mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mata kemudian dapat merekomendasikan seberapa sering Anda harus menjalani pemeriksaan mata di waktu yang akan datang. Jika Anda berusia 60 tahun atau lebih, lebih baik untuk memeriksakan kesehatan mata setiap satu atau dua tahun.

Periksakan mata Anda lebih sering jika Anda:

  • Memakai alat bantu melihat seperti kacamata atau lensa kontak.
  • Memiliki riwayat keluarga penyakit mata atau kehilangan penglihatan.
  • Memiliki penyakit kronis yang menempatkan Anda pada risiko penyakit mata yang lebih besar, seperti diabetes.
  • Minum obat yang memiliki efek samping serius pada mata.

Prosedur Tes Mata

Saat Anda melakukan tes mata di klinik seperti Klinik Merial Health, pada umumnya nanti akan ada petugas medis atau teknisi yang akan melakukan bagian awal dari pemeriksaan, seperti mengambil riwayat kesehatan Anda dan memberikan tes mata awal. Pemeriksaan mata biasanya melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Pengukuran ketajaman visual untuk mengetahui apakah Anda memerlukan alat bantu penglihatan seperti kacamata atau lensa kontak untuk meningkatkan kemampuan penglihatan Anda.
  • Pengukuran tekanan mata. Anda akan diberikan setetes zat yang membuat mati rasa di mata. Untuk memudahkan dokter memeriksa bagian dalam mata, kemungkinan besar dokter akan memberi Anda obat tetes mata untuk melebarkan mata.
  • Evaluasi kesehatan mata. Setelah obat tetes mata mulai bekerja, dokter mata dapat menggunakan bantuan alat seperti beberapa lampu atau pencitraan untuk mengevaluasi bagian depan mata dan bagian dalam setiap mata.

Dokter juga dapat menggunakan beberapa tes untuk memeriksa penglihatan Anda dan penampilan serta fungsi semua bagian mata Anda.

Untuk Anda yang ingin mendapatkan layanan pemeriksaan mata, Anda bisa melakukannya di rumah sakit atau klinik terdekat di kota Anda seperti Klinik Merial Health yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika No.312a, RT.9/RW.4, Cawang, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630. Klinik Merial Health memiliki jam operasional mulai hari Senin sampai Minggu pukul 08.00 sampai 20.00.

Cek Kesehatan Jantung, Penting Bagi Tubuh

Cek Kesehatan Jantung

Setiap orang dihimbau untuk menjaga kesehatan supaya mereka bisa terhindar dari berbagai risiko seperti serangan jantung. Untuk menerapkan pola hidup tersebut, manusia bisa melakukan berbagai cara, salah satunya termasuk cek kesehatan jantung secara rutin di fasilitas kesehatan.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Perawatan

Jika Anda ingin melakukan perawatan seperti cek kesehatan jantung, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal di bawah:

  • Biaya

Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah biaya perawatan. Jika harganya terjangkau, Anda bisa melakukan perawatan tersebut. Jika tidak, Anda mungkin perlu pertimbangkan lagi apakah Anda ingin melakukan perawatan tersebut atau tidak.

Jika fasilitas kesehatan menawarkan promo biaya perawatan, Anda sebaiknya cari tahu apakah promonya masih berlaku atau tidak.

  • Kualitas pelayanan

Hal lain yang sebaiknya Anda perhatikan adalah kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Kualitas pelayanan dapat menentukan seberapa puas pasien melakukan perawatan di fasilitas kesehatan tersebut. Semakin banyak pasien akan mengunjungi fasilitas kesehatan tersebut jika kualitas pelayanannya sangat baik.

  • Lokasi

Lokasi merupakan faktor lain yang dapat memberikan keuntungan bagi sebagian orang. Sebagian orang memilih tempat tersebut karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Jika Anda menemukan fasilitas kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal Anda, Anda sebaiknya cari tahu apakah fasilitas kesehatan tersebut dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik kepada pasien atau tidak. Walaupun lebih dekat, fasilitas kesehatan tersebut mungkin tidak sebaik fasilitas kesehatan lain.

  • Izin operasi

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah izin operasi. Fasilitas kesehatan yang memiliki kualitas pelayanan yang bagus memiliki izin operasi secara resmi. Fasilitas kesehatan tersebut juga dapat memberikan jaminan kepada pasien.

  • Diskusi dan rekomendasi

Hal lain yang dapat mempermudah keputusan Anda dalam memilih fasilitas kesehatan bisa melalui diskusi dan rekomendasi. Jika Anda sudah bertanya kepada orang-orang yang Anda kenal (yang sering melakukan perawatan di fasilitas kesehatan) dan mayoritas memberikan tanggapan positif tentang fasilitas kesehatan yang Anda pilih, Anda bisa memilih fasilitas kesehatan tersebut.

  • Ketentuan

Pasien yang ingin melakukan perawatan perlu mengikuti ketentuan yang berlaku. Contohnya, jika Anda ingin cek kesehatan jantung secara rutin, Anda sebaiknya mengunjungi fasilitas kesehatan antara 1 sampai 3 kali.

  • Pertemuan dengan dokter

Anda juga dihimbau untuk membuat jadwal untuk bertemu dengan salah satu dokter spesialis yang sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum mengunjungi fasilitas kesehatan. Contohnya, jika Anda ingin cek kesehatan jantung, Anda sebaiknya mengatur jadwal temu dengan dokter spesialis jantung.

Setelah menentukan dokter spesialis sesuai kebutuhan, Anda akan memilih jadwal yang tersedia di fasilitas kesehatan. Jadwal untuk bertemu dengan dokter bisa dilakukan melalui telepon atau situs fasilitas kesehatan tersebut.

Contoh Fasilitas Kesehatan Yang Menawarkan Pemeriksaan Jantung

Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menawarkan pemeriksaan kondisi jantung dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 199.000,00. Penawaran tersebut meliputi pemeriksaan glukosa puasa, trigliserida, kolesterol LDL, dan kolesterol total.

Jika Anda ingin mengunjungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center untuk cek kesehatan jantung, berikut adalah syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan:

  • Pasien yang sudah membayar biaya untuk pemeriksaan kesehatan jantung tidak dapat meminta pengembalian uang.
  • Pasien yang tidak dapat hadir pada jadwal yang ditentukan perlu menghubungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center.
  • Pasien perlu menunjukkan voucher (dan identitas diri seperti KTP atau SIM) untuk pemeriksaan kesehatan jantung. Voucher tersebut akan ditukarkan di tempat pendaftaran.
  • Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center berhak menolak pasien yang tidak dapat menunjukkan voucher dan identitas diri.
  • Biaya perawatan tersebut akan berubah dalam waktu tertentu.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center.

Kesimpulan

Anda perlu cek kesehatan jantung secara rutin. Melakukan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa Anda harus lebih waspada terhadap risiko seperti penyakit jantung. Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan jantung, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal yang disebutkan di atas dan baca syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dasar Hukum Sistem Surat Rujukan Layanan Kesehaatan BPJS

Bagi pengguna BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, sangat penting hukumnya untuk mengetahui tata cara dan syarat-syarat mendapatkan surat rujukan BPJS. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Mengingat deteksi atau tes virus corona mayoritas hanya bisa dilakukan di rumah sakit tingkat dua dan tiga yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujuan virus corona.

Pengguna BPJS yang ingin mendapat layanan kesehatan tingkat lanjut, kamu harus mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama dulu, seperti puskesmas, klinik, atau praktek dokter umum. Tidak seperti jaminan kesehatan atau asuransi swasta yang mayoritas tidak membutuhkan surat rujukan untuk bisa langsung menikmati layanan kesehatan di rumah sakit besar.  

Sistem rujukan di BPJS Kesehatan ini merupakan proses yang wajib diikuti semua peserta ketika sedang berobat. Sama halnya dengan asuransi swasta, bila tidak mengikuti prosedur maka biaya pengobatan tidak bisa ditanggung oleh si pemberi jaminan kesehatan.

Dengan sistem rujukan yang dibuat, tentu ada syarat dan ketentuan yang harus diikuti peserta BPJS Kesehatan yang ingin mendapatkan layanan kesehatan tingkat lanjut. Simak artikel ini untuk mengetahui cara mendapatkan surat rujukan BPJS sesuai peraturan yang berlaku!

Sistem rujukan pelayanan kesehatan dan tingkatannya

Sistem rujukan pelayanan kesehatan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik, baik vertikal maupun horizontal.

Hal itu wajib dilaksanakan oleh peserta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial, dan seluruh fasilitas kesehatan.

Dalam sistem rujukan BPJS, layanan kesehatan dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu:

  • Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

Pelayanan kesehatan tingkat pertama merupakan pelayanan kesehatan dasar yang diberikan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama.

  • Pelayanan Kesehatan Tingkat Kedua

Pelayanan kesehatan tingkat kedua merupakan pelayanan kesehatan spesialistik yang dilakukan oleh dokter spesialis atau dokter gigi spesialis yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik.

  • Pelayanan Kesehatan Tingkat Ketiga atau Lanjutan

Pelayanan kesehatan tingkat ketiga merupakan pelayanan kesehatan subspesialistik yang dilakukan oleh dokter sub spesialis atau dokter gigi sub spesialis yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik.

Dasar hukum surat rujukan BPJS

Merujuk Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan wajib melakukan sistem rujukan dengan mengacu pada peraturan perundang undangan yang berlaku dalam menjalankan pelayanan kesehatan.

Disebutkan pula bahwa, peserta yang ingin mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan sistem rujukan dapat dimasukkan dalam kategori pelayanan yang tidak sesuai dengan prosedur. Sehingga peserta tidak dapat dibayarkan oleh BPJS Kesehatan.

Namun ada pengecualian bagi pasien dalam kondisi tertentu, yaitu kondisi gawat darurat, bencana, kekhususan permasalahan pasien, pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas.

Sementara bagi fasilitas kesehatan yang tidak menerapkan sistem rujukan maka BPJS Kesehatan akan melakukan credentialing terhadap kinerja fasilitas kesehatan tersebut dan dapat berdampak pada kelanjutan kerja sama.

Skema pelayanan rujukan BPJS

Ada dua skema pelayanan rujukan dalam aturan BPJS, yakni secara horizontal dan vertikal. Berikut ini penjabaran skema nya:

  • Rujukan horizontal adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Apabila perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan fasilitas, peralatan atau ketenagaan.
  • Rujukan vertikal adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan, dapat dilakukan dari tingkat pelayanan yang lebih rendah ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Demikian penjelasan singkat terkait dasar hukum surat rujukan BPJS yang perlu diketahui. Manfaatkan sebaik-baiknya ya!