Cek Kesehatan Jantung, Penting Bagi Tubuh

Cek Kesehatan Jantung

Setiap orang dihimbau untuk menjaga kesehatan supaya mereka bisa terhindar dari berbagai risiko seperti serangan jantung. Untuk menerapkan pola hidup tersebut, manusia bisa melakukan berbagai cara, salah satunya termasuk cek kesehatan jantung secara rutin di fasilitas kesehatan.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Perawatan

Jika Anda ingin melakukan perawatan seperti cek kesehatan jantung, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal di bawah:

  • Biaya

Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah biaya perawatan. Jika harganya terjangkau, Anda bisa melakukan perawatan tersebut. Jika tidak, Anda mungkin perlu pertimbangkan lagi apakah Anda ingin melakukan perawatan tersebut atau tidak.

Jika fasilitas kesehatan menawarkan promo biaya perawatan, Anda sebaiknya cari tahu apakah promonya masih berlaku atau tidak.

  • Kualitas pelayanan

Hal lain yang sebaiknya Anda perhatikan adalah kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Kualitas pelayanan dapat menentukan seberapa puas pasien melakukan perawatan di fasilitas kesehatan tersebut. Semakin banyak pasien akan mengunjungi fasilitas kesehatan tersebut jika kualitas pelayanannya sangat baik.

  • Lokasi

Lokasi merupakan faktor lain yang dapat memberikan keuntungan bagi sebagian orang. Sebagian orang memilih tempat tersebut karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Jika Anda menemukan fasilitas kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal Anda, Anda sebaiknya cari tahu apakah fasilitas kesehatan tersebut dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik kepada pasien atau tidak. Walaupun lebih dekat, fasilitas kesehatan tersebut mungkin tidak sebaik fasilitas kesehatan lain.

  • Izin operasi

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah izin operasi. Fasilitas kesehatan yang memiliki kualitas pelayanan yang bagus memiliki izin operasi secara resmi. Fasilitas kesehatan tersebut juga dapat memberikan jaminan kepada pasien.

  • Diskusi dan rekomendasi

Hal lain yang dapat mempermudah keputusan Anda dalam memilih fasilitas kesehatan bisa melalui diskusi dan rekomendasi. Jika Anda sudah bertanya kepada orang-orang yang Anda kenal (yang sering melakukan perawatan di fasilitas kesehatan) dan mayoritas memberikan tanggapan positif tentang fasilitas kesehatan yang Anda pilih, Anda bisa memilih fasilitas kesehatan tersebut.

  • Ketentuan

Pasien yang ingin melakukan perawatan perlu mengikuti ketentuan yang berlaku. Contohnya, jika Anda ingin cek kesehatan jantung secara rutin, Anda sebaiknya mengunjungi fasilitas kesehatan antara 1 sampai 3 kali.

  • Pertemuan dengan dokter

Anda juga dihimbau untuk membuat jadwal untuk bertemu dengan salah satu dokter spesialis yang sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum mengunjungi fasilitas kesehatan. Contohnya, jika Anda ingin cek kesehatan jantung, Anda sebaiknya mengatur jadwal temu dengan dokter spesialis jantung.

Setelah menentukan dokter spesialis sesuai kebutuhan, Anda akan memilih jadwal yang tersedia di fasilitas kesehatan. Jadwal untuk bertemu dengan dokter bisa dilakukan melalui telepon atau situs fasilitas kesehatan tersebut.

Contoh Fasilitas Kesehatan Yang Menawarkan Pemeriksaan Jantung

Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menawarkan pemeriksaan kondisi jantung dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 199.000,00. Penawaran tersebut meliputi pemeriksaan glukosa puasa, trigliserida, kolesterol LDL, dan kolesterol total.

Jika Anda ingin mengunjungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center untuk cek kesehatan jantung, berikut adalah syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan:

  • Pasien yang sudah membayar biaya untuk pemeriksaan kesehatan jantung tidak dapat meminta pengembalian uang.
  • Pasien yang tidak dapat hadir pada jadwal yang ditentukan perlu menghubungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center.
  • Pasien perlu menunjukkan voucher (dan identitas diri seperti KTP atau SIM) untuk pemeriksaan kesehatan jantung. Voucher tersebut akan ditukarkan di tempat pendaftaran.
  • Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center berhak menolak pasien yang tidak dapat menunjukkan voucher dan identitas diri.
  • Biaya perawatan tersebut akan berubah dalam waktu tertentu.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center.

Kesimpulan

Anda perlu cek kesehatan jantung secara rutin. Melakukan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa Anda harus lebih waspada terhadap risiko seperti penyakit jantung. Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan jantung, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal yang disebutkan di atas dan baca syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dasar Hukum Sistem Surat Rujukan Layanan Kesehaatan BPJS

Bagi pengguna BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, sangat penting hukumnya untuk mengetahui tata cara dan syarat-syarat mendapatkan surat rujukan BPJS. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Mengingat deteksi atau tes virus corona mayoritas hanya bisa dilakukan di rumah sakit tingkat dua dan tiga yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujuan virus corona.

Pengguna BPJS yang ingin mendapat layanan kesehatan tingkat lanjut, kamu harus mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama dulu, seperti puskesmas, klinik, atau praktek dokter umum. Tidak seperti jaminan kesehatan atau asuransi swasta yang mayoritas tidak membutuhkan surat rujukan untuk bisa langsung menikmati layanan kesehatan di rumah sakit besar.  

Sistem rujukan di BPJS Kesehatan ini merupakan proses yang wajib diikuti semua peserta ketika sedang berobat. Sama halnya dengan asuransi swasta, bila tidak mengikuti prosedur maka biaya pengobatan tidak bisa ditanggung oleh si pemberi jaminan kesehatan.

Dengan sistem rujukan yang dibuat, tentu ada syarat dan ketentuan yang harus diikuti peserta BPJS Kesehatan yang ingin mendapatkan layanan kesehatan tingkat lanjut. Simak artikel ini untuk mengetahui cara mendapatkan surat rujukan BPJS sesuai peraturan yang berlaku!

Sistem rujukan pelayanan kesehatan dan tingkatannya

Sistem rujukan pelayanan kesehatan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik, baik vertikal maupun horizontal.

Hal itu wajib dilaksanakan oleh peserta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial, dan seluruh fasilitas kesehatan.

Dalam sistem rujukan BPJS, layanan kesehatan dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu:

  • Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

Pelayanan kesehatan tingkat pertama merupakan pelayanan kesehatan dasar yang diberikan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama.

  • Pelayanan Kesehatan Tingkat Kedua

Pelayanan kesehatan tingkat kedua merupakan pelayanan kesehatan spesialistik yang dilakukan oleh dokter spesialis atau dokter gigi spesialis yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik.

  • Pelayanan Kesehatan Tingkat Ketiga atau Lanjutan

Pelayanan kesehatan tingkat ketiga merupakan pelayanan kesehatan subspesialistik yang dilakukan oleh dokter sub spesialis atau dokter gigi sub spesialis yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik.

Dasar hukum surat rujukan BPJS

Merujuk Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan wajib melakukan sistem rujukan dengan mengacu pada peraturan perundang undangan yang berlaku dalam menjalankan pelayanan kesehatan.

Disebutkan pula bahwa, peserta yang ingin mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan sistem rujukan dapat dimasukkan dalam kategori pelayanan yang tidak sesuai dengan prosedur. Sehingga peserta tidak dapat dibayarkan oleh BPJS Kesehatan.

Namun ada pengecualian bagi pasien dalam kondisi tertentu, yaitu kondisi gawat darurat, bencana, kekhususan permasalahan pasien, pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas.

Sementara bagi fasilitas kesehatan yang tidak menerapkan sistem rujukan maka BPJS Kesehatan akan melakukan credentialing terhadap kinerja fasilitas kesehatan tersebut dan dapat berdampak pada kelanjutan kerja sama.

Skema pelayanan rujukan BPJS

Ada dua skema pelayanan rujukan dalam aturan BPJS, yakni secara horizontal dan vertikal. Berikut ini penjabaran skema nya:

  • Rujukan horizontal adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Apabila perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan fasilitas, peralatan atau ketenagaan.
  • Rujukan vertikal adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan, dapat dilakukan dari tingkat pelayanan yang lebih rendah ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Demikian penjelasan singkat terkait dasar hukum surat rujukan BPJS yang perlu diketahui. Manfaatkan sebaik-baiknya ya!