Yuk, Kenali Ciri Bayi Tumbuh Gigi!

Yuk, Kenali Ciri Bayi Tumbuh Gigi!

Proses mulainya tumbuh gigi biasanya pada usia 8 hingga 12 tahun. Adakah ciri bayi tumbuh gigi yang perlu orang tua perhatikan?

Kondisi bayi tumbuh gigi ini tidak berarti semua bayi mengalami siklus penambahan gigi di umur yang sama. Ada bayi yang biasanya lebih cepat dan kadang lebih lambat saat pertumbuhan gigi. Pada usia 2 hingga tahun gigi susu pada bayi akan tumbuh lengkap yaitu berkisar 20 gigi. Sedangkan pada usia 8 hingga 12 bulan proses pertumbuhan gigi seri tengah, lalu dilanjutkan pada proses tumbuhnya gigi seri samping pada usia 9 hingga 13 bulan, gigi taring pada usia 16 hingga 22 bulan, diikuti pertumbuhan gigi geraham pertama pada usia 13 hingga 19 bulan, dan yang terakhir yaitu tumbuhnya gigi geraham kedua pada usia 25 hingga 33 bulan.

Ciri bayi tumbuh gigi

Gigi pertama tumbuh pada bayi sekitar usia 4 hingga 6 bulan, dan gigi yang pertama tumbuh adalah gigi depan atau gigi seri. Pertumbuhan gigi pada bayi akan menyebabkan rasa tidak nyaman, sakit, dan rewel pada bayi hal ini dikarenakan gigi yang tumbuh tersebut biasanya bersamaan dan sakit. Nah yuk kenali ciri bayi tumbuh gigi agar orang tua lebih paham.

Gusi Bengkak

Orang tua dapat mengecek apakah ada tanda-tanda akan tumbuhnya gigi pada bayi yaitu dengan membuka mulut anak secara perlahan lalu lihatlah apakah ada tanda berwarna kemerahan seperti memar dan disertai gusi yang membengkak. Selain itu, jika ada gigi yang tumbuh maka akan terlihat seperti gigi kecil yang timbul secara samar-samar.

Gusi terasa gatal dan selalu ingin menggigit

Pernahkah mengamati bayi yang secara tiba-tiba ingin menggigit benda seperti mainan atau makanan dan menghisapnya juga? Nah hal tersebut merupakan ciri bayi tumbuh gigi. Karena saat proses ini gusi akan terasa gatal dan sebagai respon dari rasa gatalnya tersebut kadang membuat bayi menggigit puting ibu pada saat menyusui.

Terdapat ruam pada area sekitar mulut

Beberapa bayi akan menunjukan ciri sedang tumbuhnya gigi dengan munculnya ruam di sekitar mulut. Hal ini dikarenakan produksi berlebihan dari air liur yang bisa menyebabkan mulut menjadi lembab. Maka dari itu sebaiknya rutin untuk membersihkan atau lap air liur bayi menggunakan kain yang lembut dan menyerap agar tidak ada munculnya ruam pada daerah sekitar mulut tersebut.

Produksi air liur berlebihan

Saat proses tumbuh gigi pada bayi, maka biasanya produksi air liur lebih banyak dari biasanya saat sebelum mengalami proses tumbuh gigi tersebut. Hal ini belum diketahui penyebabnya apa namun diduga karena peningkatan pada gerak otot sekitar area mulut bayi selama sedang proses tumbuhnya gigi. Proses ini juga menyebabkan proses kerja dari kelenjar ludah menjadi lebih aktif dan berakibat kepada naiknya produksi air liur.

Nafsu makan yang berkurang

Pada saat tumbuhnya gigi biasanya muncul juga sedikit rasa nyeri atau sakit, hal ini yang dapat menyebabkan bayi mengalami kurang nafsu makan atau susah makan karena merasa tidak nyaman. Apabila bayi tetap merasa tidak ingin makan rewel hingga menolak untuk makan sebaiknya coba konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan atau obat untuk mengurangi rasa sakitnya.

Rewel pada malam hari

Salah satu ciri bayi tumbuh gigi adalah menjadi lebih rewel dan sering terbangun di malam hari. Rasa tidak nyaman bahkan sakit pada saat tumbuh gigi bukan hanya di siang hari saja bahkan ketika di malam hari bayi tertidur mereka merasakan sakit atau gatal pada gusinya.

5 Rekomendasi Saringan MPASI Aman dan Praktis

Ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat, para ibu biasanya memberikan bubur halus sehingga mudah ditelan. Dalam proses pembuatan bubur halus, dibutuhkan saringan MPASI, food processor dan juga slow cooker. Semua alat tersebut dipakai setelah bahan makanan dihaluskan menggunakan blender. 

Saat ini terdapat banyak sekali produk saringan MPASI yang ada di pasaran. Sebab, alat ini mempermudah proses pembuatan bubur halus MPASI bayi. Apabila bermain untuk mendapatkannya, pastikan terlebih dahulu bahannya bagus, kuat dan aman saat digunakan. 

Saringan MPASI dapat membantu menghaluskan makanan bayi

Rekomendasi saringan MPASI

Sebagai salah satu perlengkapan yang penting bagi bayi, tentu ada banyak sekali produk-produk saringan makanan MPASI yang ada di pasaran. Ada baiknya untuk mengetahui dan mempelajari setiap produk tersebut. Apabila Anda masih bingung memilih produk saringan makanan MPASI, berikut beberapa produk yang direkomendasikan:

LustyBunny Saringan Makanan Bayi

Produk ini memiliki bahan berupa stainless steel yang cukup kuat, anti-penyok sehingga tahan lama. Produk ini juga didesain dengan praktis, ringan, dan mudah dibawa. Tujuannya untuk mempermudah Anda menghaluskan makanan MPASI. Untuk masalah keamanan, produk ini dijamin aman karena memiliki label food-grade. Harganya juga terjangkau yaitu sekitar Rp21 ribuan.

NesuNesu Saringan MPASI Bayi

Rekomendasi lainnya adalah Saringan MPASI Bayi by NesuNesu dengan bahan utama dari stainless steel. Ukurannya cukup besar yaitu sekitar diameter 11 cm  dan 9,5cm. Anda bisa sesuaikan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Saringan ini juga sudah ditambahkan pegangan sehingga mempermudah proses makanan jadi lebih halus. Harga NesuNesu saringan sekitar Rp14 ribu.

Pigeon Home Baby Food Maker

Saringan MPASI dari Pigeon termasuk dalam satu set Pigeon Home Baby Food Maker yang memudahkan pembuatan MPASI. Produk ini terbilang aman karena BPA free sehingga bisa dipakai rutin tanpa menimbulkan efek samping. Dalam satu set Pigeon Home Baby Food Maker, Anda mendapatkan peralatan seperti pemeras, parutan, mangkok, dan lain-lain. Satu setnya memiliki harga sekitar Rp390 ribu.

Baby Safe Multi Food Grinding

Baby Safe Multi Food Grinding merupakan set perlengkapan makanan bayi dan salah satunya saringan makanan MPASI. Dengan menggunakan alat ini, maka proses penghalusan bahan makanan jadi lebih mudah dan cepat. Di dalam paket pembelian terdapat parutan sedang, parutan yang halus, perasan jeruk, tongkat penghalus, sendok, tongkat penggerusan dan juga mangkok. Harga satu setnya juga termasuk murah yaitu Rp90 ribuan.

Kiddy Food Maker 5 in 1

Serupa dengan produk sebelumnya, Kiddy Food Maker 5 in 1 juga menyediakan saringan makanan MPASI. Kiddy Food Maker terdiri dari beberapa alat pembuat makanan bayi seperti, sendok untuk penghalus, parutan, pemeras, wadah plastik dan saringan. Harga Kiddy Food Maker 5 in 1 juga cukup murah yaitu Rp38 ribuan. 

Ada banyak rekomendasi saringan MPASI yang bisa Anda pilih. Semua bisa disesuaikan dari kebutuhan dan juga harga. Jika Anda ingin harga yang terjangkau, ada Kiddy Food Maker 5 in 1. Ada juga yang khusus saringan saja seperti LustyBunny Saringan Makanan Bayi.

Berapa Total Biaya untuk Melakukan Imunisasi Dasar Lengkap?

imunisasi dasar lengkap

Memberikan imunisasi dasar lengkap tentunya merupakan kewajiban orangtua pada si kecil. Hal ini dilakukan untuk mencegah terserangnya penyakit yang bisa berdampak pada kecacatan bahkan kematian saat di masa tumbuh kembangnya. 

Vaksin yang diberikan pun terdapat beberapa jenis. Selain itu harga imunisasi dasar lengkap untuk balita ini juga cukup beragam, sesuai dengan vaksin yang akan diberikan pada bayi. Ada yang gratis dan mendapat subsidi dari pemerintah, ada juga yang harus bayar.

Lalu berapa biaya yang dibutuhkan untuk imunisasi dasar lengkap ini? Berikut daftarnya.

Imunisasi Polio

Agar anak terlindung dari penyakit polio, orangtua bisa melakukan imunisasi polio. Polio termasuk jenis penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan juga berdampak pada tumbuh kembang mereka. 

Vaksin polio ini harganya mulai dari 85 ribu hingga 300 ribu rupiah. 

Imunisasi BCG

Bakteri penyakit tuberculosis akan menyerang saluran pernapasan, otot, kelenjar getah bening, otak, tulang, hingga ginjal. 

Untuk mencegah terserangnya penyakit ini pada buah hati kita, bisa dilakukan imunisasi BCG. Vaksin ini diberikan pada bayi yang baru lahir dan disarankan untuk diberikan pada bayi paling lambat di usia sebelum 3 bulan. 

Paling optimal vaksin ini diberikan pada usia sebelum 2 bulan. Harga dari imunisasi BCG ini yakni sekitar 250 ribu hingga 375 ribu rupiah. 

Imunisasi Hepatitis B

Melindungi anak dari penyakit menular hepatitis B, imunisasi hepatitis B ini perlu dilakukan dan menjadi salah satu imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan pada anak. 

Vaksin ini bisa diberikan pada bayi yang usianya kurang dari 24 jam setelah dilahirkan. Imunisasi Hepatitis B bisa mencegah terjadinya penyakit yang menyerang organ hati. 

Untuk harga dari vaksin ini sekitar 90 ribu sampai 120 ribu rupiah.

Imunisasi Campak

Untuk mencegah penyakit campak, anak bisa diberikan imunisasi campak. Sebab penyakit ini bisa mengakibatkan pneumonia, diare, hingga radang otak. 

Harga imunisasi campak ini yakni sebesar 130 ribu hingga 155 ribu rupiah. 

Imunisasi DPT

Ini merupakan vaksin kombinasi yang diberikan agar anak terhindar dari tiga penyakit mematikan yakni difteri yang merupakan penyakit yang membuat bayi kesulitan bernapas, lumpuh, hingga mengalami gagal jantung. 

Sementara pertusis adalah batuk rejan yang akan membuat bayi batuk parah hingga tak bisa bernapas, tak jarang juga bisa menyebabkan kematian. 

Lalu tetanus yakni penyakit yang membuat otot kaku dan mulut tak bisa digerakan. Vaksin DPT ini dibanderol mulai dari 135 ribu hingga 300 ribu rupiah.

Ada pula beberapa jenis imunisasi tambahan yang dibutuhkan oleh si kecil, yakni:

  • Hib (Influenza Tipe B) yang harganya mulai dari 215 ribu hingga 219 ribu rupiah.
  • Vaksin PCV yang dihargai sebesar 400 ribu sampai 800 ribu rupiah.
  • Imunisasi Hepatitis A, harganya kisaran 350 ribu hingga 550 ribu rupiah. 
  • Rotavirus yang memiliki harga mulai dari 280 ribu hingga 400 ribu rupiah.
  • Vaksin influenza harganya sekitar 165 ribu hingga 290 ribu rupiah.
  • Vaksin MMR (Gondong, campak, Rubella) dibandrol sekitar 165 ribu hingga 475 ribu rupiah.
  • Imunisasi Tifoid mulai dari harga 150 ribu hingga 400 ribu rupiah.
  • Vaksin Varisela atau cacar air yang harganya sekitar 450 ribu sampai 630 ribu rupiah. 

Harga tersebut adalah kisaran harga mulai dari harga termurah hingga mahal. Biaya vaksin ini biasanya juga memiliki harga berbeda-beda di setiap daerah maupun rumah sakit.

Gratis imunisasi dasar lengkap

Mengingat Imunisasi Dasar Lengkap adalah salah satu program pemerintah, maka hal ini sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga bisa dilakukan secara gratis di Puskesmas. 

Pastikan kamu sudah memiliki BPJS Kesehatan dan dalam keadaan aktif, ya. Kalau tidak punya, kamu pun tetap mendapatkan imunisasi dengan harga murah, yakni cukup membayar sekitar Rp2 ribu hingga Rp5 ribu.

Mengingat imunisasi adalah hal yang sangat penting terutama untuk melindungi tubuh bayi dari berbagai penyakit, maka jangan tunda imunisasi dan segera lakukan, ya!

Lagi Cari Gunting Kuku Bayi yang Aman? Ini 5 Pilihannya

Memotong kuku bayi, apalagi kalau ia masih usia newborn, bagi sebagian orang bukanlah hal yang mudah. Terkadang hal ini bisa membuat si Kecil merasa tak nyaman, kemudian banyak bergerak dan menangis. Belum lagi refleks bayi yang selalu menarik tangan ketika ada yang menyentuhnya. 

Gunting kuku bayi harus aman dan nyaman sangat penting untuk memotong kuku bayi yang tipis dan lembut

Nah, karena itulah Anda membutuhkan gunting kuku bayi untuk memotong kukunya. Hal ini karena jari bayi yang masih mungil, ukuran kuku bayi baru lahir juga kecil sehingga tak akan cocok jika memakai gunting kuku dewasa.

Kalau Anda sedang mencari gunting kuku khusus bayi, berikut ini daftarnya.

1. OONEW Nail Trimmer (Rp250.000)

Rekomendasi gunting kuku khusus bayi yang pertama adalah OONEW Nail Trimmer. Keunggulan produk ini yaitu terdapat 6 macam grinding head untuk menghaluskan, memotong, dan merawat kuku bayi sesuai dengan tingkatan usianya.

Alat ini juga tidak menimbulkan suara yang berisik, sehingga sangat cocok untuk memotong si Kecil ketika ia tidur. 

Tidak hanya untuk bayi dan anak-anak, orang dewasa bisa menggunakannya untuk merawat kuku, lho!

2. Pigeon Baby Nail Clippers (Rp143.000)

Memotong kuku bayi memang penuh dengan risiko. Termasuk potongan kuku yang tercecer dan terpental mengenai bayi Anda. Bahkan, kemungkinan lainnya potongan kuku yang kecil itu tak tersapu hingga termakan oleh bayi Anda.

Kalau Anda tak mau hal ini terjadi, pilihlah gunting kuku bayi dari Pigeon ini. Produk pemotong kuku ini dilengkapi dengan tempat penyimpanan potongan kuku sehingga Anda tak perlu khawatir kuku akan tercecer dan terpental. 

Ujung gunting kuku ini berbentuk bulat sehingga aman digunakan tanpa menusuk jari, atau merusak kulit di sekitar kuku bayi. Jika ingin memotong kuku, balik pemotong kuku atau geser tempat penyimpan pemotong kuku.

Tak hanya itu, alat pemotong ini memiliki bentuk compound lever sehingga Anda bisa menggunakannya untuk hasil yang lebih maksimal.

3. Bocas Rotating Safety Nail Clipper (Rp110.000)

Bayi yang tidak bisa diam, menjadi tantangan tersendiri ketika hendak memotong kuku si Kecil. Anda tak perlu mengkhawatirkan hal ini. Gunting kuku bayi merk Bocas ini, memiliki kelebihan di mana pemotongnya yang dapat diputar hingga 360 derajat.

Anda dapat menggunakannya untuk memotong kuku bayi tanpa perlu sering memindahkan posisi. 

Alhasil, waktu pemotongan akan lebih singkat dan bayi pun lebih nyaman. Produk ini sangat pas digunakan kalau Anda punya bayi yang aktif.

4. Farlin Deluxe Nail Clipper with Magnifier (Rp69.000)

Ukuran dan bentuk kuku yang terlalu kecil dan lembut memang kerap sulit dilihat. Gunting kuku bayi dari Farlin ini unik karena terdapat kaca pembesar yang memudahkan untuk memotong kuku. Lensa kaca dengan pembesaran sampai 3 kali lipat ini diklaim bisa memudahkan kamu dalam memotong kuku bayi yang kecil dan lembut.

Desainnya pun dibuat khusus untuk memotong kuku kecil bayi sehingga ketika proses pemotongannya menjadi lebih jelas. 

Keunggulan lainnya, gunting kuku ini punya fitur wide handle sehingga mudah dipegang dan digunakan orang dewasa.

Pemotong kuku bayi Farlin Deluxe Nail Clipper with Magnifier terbuat dari stainless steel yang kuat, tajam, dan disebut tahan karat. 

5. Tommee Tippee Baby Nail Clippers (Rp28.000)

Bentuk pemotong kuku bayi yang kecil dapat menyebabkan genggaman Anda tergelincir dan bisa berbahaya. Kalau Anda khawatir ini terjadi, maka Anda bisa memilih alat potong kuku bayi satu ini.

Produk ini dilengkapi pegangan yang memanjang dan berbentuk bulat dengan tujuan untuk memantapkan genggaman dan mengurangi risiko tergelincir saat memotong kuku Si Kecil.

Anda pun makin nyaman menggunakannya karena bentuk mata pisaunya membulat sehingga lebih aman. Adanya jarak pada bagian pemotong dengan bodinya pun dapat membantu Anda mengatur posisi kuku dan pemotong.

Dengan kelebihan tersebut, harga gunting kuku bayi ini pun sangat terjangkau yaitu hanya Rp28.000 saja.  

Itulah 5 rekomendasi gunting kuku bayi yang bisa Anda pilih. Seluruh produk ini bisa Anda temukan di toko perlengkapan bayi hingga toko online terpercaya seperti SehatQ, dan e-commerce. Semoga informasi ini bermanfaat!

8 Buah untuk Bayi yang Ampuh Atasi Sembelit Saat MPASI

8 Buah untuk Bayi yang Ampuh Atasi Sembelit Saat MPASI

Bayi susah BAB alias sembelit adalah hal yang umum ditemui saat memulai fase MPASI. Walaupun hal ini sangat normal dan dialami oleh sebagian besar bayi, tapi sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Tentunya hal ini sangat wajar dialami bayi saat peralihan makanan dari cair ke padat. Organ pencernaan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi itu, sehingga gangguan mungkin saja terjadi. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan memberikan buah untuk bayi.

Ketika bayi mengalami sembelit, tentu ia akan merasa tak nyaman dan sangat  rewel. Walau begitu, sebisa mungkin, hindari memberinya obat. Coba deh cara alami dengan memberinya asupan buah. Berikut pilihan buah yang bisa Anda berikan padanya.

  1. Buah naga

Tekstur buah naga yang lembut akan memudahkan bayi Anda saat memakannya. Selain kaya akan vitamin dan mineral, buah naga juga kaya akan air dan juga serat yang dapat melancarkan pencernaannya. Namun jangan kaget, mengonsumsi buah naga dapat memengaruhi warna feses maupun urine bayi. Apalagi kalau si Kecil mengonsumsi buah naga merah. Warna urine dan fesesnya juga akan merah gelap. 

  1. Tomat

Tomat termasuk dalam golongan buah yang memiliki kandungan serat tinggi. Tidak hanya itu, tomat juga sangat baik untuk kesehatan fungsi hati. Kombinasi keduanya manfaat tersebut membuat tomat sangat berkhasiat sekali untuk melancarkan buang air besar.

  1. Pir

Kandungan air dan vitamin dalam pir dapat menjadi pencahar alami dan membantu melancarkan sistem pencernaan. Kandungan air yang tinggi pada buah ini juga dapat menjaga anak tidak dehidrasi. Selain itu, rasanya yang manis dan menyegarkan  tentu akan disukai si Kecil.

  1. Apel merah

Selain kaya serat, apel merah juga mengandung kalium dan asam organik. Mengonsumsi apel merah sangat bermanfaat untuk membuat feses lebih lunak, mengurangi lemak jahat dan melancarkan buang air besar.

  1. Plum

Selain kaya serat, plum juga memiliki kandungan kalium yang tinggi dan sorbitolnya dapat langsung melancarkan pencernaan secara alami. Antioksidan tinggi yang terkandung dalam plum juga dapat melawan sumber penyakit lainnya.

  1. Pepaya

Selain mengandung antioksidan, antikanker dan mempercepat penyembuhan luka, buah yang satu ini juga sering digunakan sebagai buah pelancar BAB dan mencegah sembelit.

  1. Buah beri

Stroberi dan aneka buah beri lainnya dikenal mengandung serat yang tinggi dan memiliki kalori yang rendah ini bermanfaat untuk kesehatan tubuh terutama mencegah sembelit.

  1. Alpukat

Buah ini memiliki serat tinggi, yaitu sekitar 2,2 gram serat di setiap 100 gram beratnya. Oleh karena itu, alpukat mampu melancarkan buang air besar dan mencegah terjadinya sembelit.

Di samping memberikan buah untuk bayi yang membantu proses buang air besar, terdapat beberapa tips lainnya yang bisa Anda lakukan saat bayi mengalami sembelit, yaitu.

  • Memperbanyak asupan air putih. Untuk bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas, berikan ia lebih banyak air putih untuk membantu melunakkan fesesnya, sehingga proses keluarnya jadi lebih mudah.
  • Melatih kaki bayi. Letakkan bayi pada posisi telentang, lalu angkat kedua kakinya. Buatlah gerakan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda. Cara ini dapat melepaskan tekanan pada usus dan perut agar dapat bekerja dengan lebih optimal.
  • Memijat perut bayi. Untuk membuat pencernaan bayi berfungsi dengan baik, Ibu bisa memijat perut bayi dengan lembut. Caranya dengan meletakkan bayi dalam posisi telentang, lalu lakukan gerakan memutar searah jarum jam dimulai dari pusarnya. Lakukan secara perlahan saja supaya bayi tidak merasa kesakitan ya.
  • Memandikan bayi dengan air hangat. Buatlah bayi merasa rileks dengan memandikannya di air hangat. Setelah itu, berikan pijatan lembut pada perutnya seperti cara di atas.

Itulah 8 jenis buah untuk bayi yang bisa membantu Anda untuk mengatasi sembelit di fase MPASI. Meski begitu, jika kondisi sulit BAB ini semakin memburuk, segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Anda bisa melakukan konsultasi secara online melalui SehatQ.

Botol Susu Pigeon Favorit, Pilihan untuk Si Kecil

botol susu pigeon

Memilih botol susu bayi untuk si kecil bukanlah perkara mudah. Selain memastikan produk botol susu tersebut menggunakan bahan-bahan yang aman untuk kesehatan anak, memilih produk botol susu juga harus mempertimbangkan teknologi dan fiturnya. Botol susu Pigeon bisa jadi alternatif pilihan yang baik.

Botol susu Pigeon adalah salah satu pilihan merek atau brand botol susu bayi populer yang banyak jadi pilihan favorit para ibu. Selain, harganya yang terbilang ekonomis, botol susu Pigeon juga terbuat dari bahan yang aman untuk si kecil. 

Belum lagi produsen asal Jepang ini juga merancang botol susunya sedemikian rupa sehingga ergonomis dan menjadikan anak-anak bisa minum susu dengan nyaman menggunakan botol susu yang diproduksinya. 

Nah, jika kamu sedang bingung mencari produk botol susu Pigeon seperti apa yang cocok untuk memenuhi kebutuhan susu sehari-hari si kecil, informasi mengenai beberapa produk botol susu Pigeon di bawah ini mungkin bisa membantumu. 

Berikut reviu yang dapat dijadikan rekomendasi atau bahan pertimbangan yang dibutuhkan sebelum membeli produk botol susu Pigeon: 

  1. Pigeon Standard

Pigeon Standard merupakan jenis botol susu yang tentu sudah banyak dikenal di kalangan ibu dan anak. Botol ini masuk ke dalam jenis botol susu yang standar, dengan kualitas terbaiknya.

Kelebihan Botol Susu Pigeon Standard:

  • Memiliki bentuk dan tekstur dot yang cocok dengan Si Kecil, sehingga memberikan kenyamanan saat bayi menyusu ASI atau susu formula.
  • Aliran susu juga pas dan tidak terlalu deras.
  • Punya daya tahan botol yang lama, yaitu 9-12 bulan.
  • Botol ini bisa didapatkan dengan mudah dengan harga yang sangat murah.
  • Botol susu ini juga gampang dibersihkan.

Kekurangan Botol Susu Pigeon Standard:

Terkadang sulit menemukan dot dengan ukuran yang pas untuk si kecil. Daya tahan dot tidak begitu bertahan lama dan ari warna akan terlihat kusam dan akan mudah bolong saat digigit anak.

  1. Pigeon PPSU

Botol susu Pigeon PPSU ini memiliki beberapa fitur menarik, seperti karet silikon ekstra lembut pada dot botol, dengan peristaltic nipple yang mendukung gerakan peristaltik bayi. Tak hanya itu, botol susu ini punya bentuk streamline, sehingga memudahkan untuk memegang dan menjaga agar botol susunya tetap bersih. Berikut ni review botol susu Pigeon PPSU.

Kelebihan Botol Susu Pigeon PPSU:

  • Pigeon PPSU memiliki bentuk dan tekstur dot yang lembut, dan sangat cocok digunakan untuk kegiatan menyusu si kecil.
  • Aliran susu dengan menggunakan botol ini juga sangat baik.
  • Daya tahan botolnya juga lebih lama, yaitu sekitar 9-12 bulan.
  • Terbuat dari bahan Polyphenysulfone BPA Free yang bisa tahan panas hingga suhu 180 derajat Celsius sementra botol biasa hanya tahan panas hingga 110 derajat Celsius.

Kekurangan Botol Susu Pigeon PPSU:

Botol ini tidak begitu mudah didapatkan. Anda mungkin perlu pergi ke supermarket, beli secara online, atau ke toko yang menjual produk peralatan bayi. Selain itu, harganya juga cukup mahal.

***

Terlepas dari produk apa yang nanti akhirnya jadi pilihan, kebersihan botol susu tetap harus menjadi pertimbangan kamu saat membeli botol susu untuk bayi. Oleh karena itu, jangan terlalu tertarik dengan desain yang menawan jika pada akhirnya susah dibersihkan. 

Untungnya, semua produk botol susu Pigeon memiliki desain yang mudah dibersihkan, maka kamu tidak perlu khawatir ada noda atau kotoran yang tertinggal ketika membersihkanya. Yang terpenting, pastikan kamu membersihkan semua sudut kecil dengan detail brush dan mengeringkan hingga tuntas. 

Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Diare adalah penyakit pencernaan yang sering dialami oleh bayi dan balita. Hal ini sebenarnya wajar mengingat sistem pencernaan bayi belum berfungsi dengan sempurna dan rentan mengalami gangguan dari mikroorganisme berbahaya. Namun, jika Si Kecil mengalami hal ini, jangan buru-buru panik. Ada beberapa cara mengatasi diare pada bayi yang bisa dilakukan, namun perlu mengetahui terlebih dahulu apa penyebabnya.

Diare pada bayi bisa disembuhkan jika penangannya tepat. Namun, jangan pula menganggap sepele penyakit ini sebab diare adalah salah satu penyebab kematian balita tertinggi di Indonesia.

Penyebab Bayi Mengalami Diare

Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab anak mengalami diare:

  1. Infeksi bakteri, virus, dan parasit

Menurut IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia, diare pada bayi seringkali disebabkan oleh infeksi virus, seperti rotavirus. Dari data WHO menyebutkan, ada sekitar 20 persen diare dialami oleh anak berusia 6-24 bulan akibat virus rotavirus ini. 

Selain karena virus, diare pada bayi juga disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Vibro cholera, salmonella, hingga E. coli. Ada pula pada kasus lain diare disebabkan oleh golongan parasit tertentu.

Hal ini biasanya dipicu oleh sanitasi yang buruk dan kebersihan lingkungan yang tidak terjaga. Sehingga kuman bisa masuk ke pencernaan melalui tangan anak yang kotor ketika memegang makanan atau sekadar memasukkan jari ke mulut.

  1. Keracunan makanan

Diare juga bisa disebabkan oleh karena keracunan makanan. Kondisi ini kemungkinan besarnya terjadi bila mencret disertai gejala seperti muntah-muntah beberapa jam setelah makan. 

Makanan yang terlalu pedas atau asin, dan minuman yang terlalu asam juga bisa menyebabkan anak mengalami diare. Meskipun mungkin anak memang suka makanan atau minuman yang mengandung rasa asam, pedas, dan asin. Sebab perutnya belum tentu bisa menerimanya dalam porsi yang banyak atau berlebihan.

  1. Alergi makanan

Selain keracunan, diare juga bisa disebabkan oleh alergi makanan sehingga menimbulkan reaksi berupa diare. Hal ini hanya bersifat singkat hingga makanan yang dikonsumsi bisa dikeluarkan oleh tubuh. 

Makanan yang berisiko menyebabkan anak alergi ada beragam jenisnya, seperti susu, kacang-kacangan, telur, ikan dan makanan laut lainnya. 

  1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Bila anak mengalami diare selama konsumsi antibiotik, bisa jadi disebabkan oleh obat-obatan yang sedang diminumnya. Obat-obatan yang berpengaruh biasanya adalah antibiotik karena efek sampingnya bisa menyebabkan diare pada anak.

Sembarangan minum antibiotik bisa menyebabkan anak mengalami diare dan membunuh koloni bakteri baik yang ada di usus. Jika anak mengalami diare disebabkan oleh obat antibiotik yang dikonsumsi, maka segeralah hubungi dokter. Jangan menghentikan langsung pengobatan yang dijalani tanpa sepengetahuan dokter.

  1. Karena kondisi kesehatan tertentu

Ada pula penyakit tertentu yang diderita anak bisa menyebabkan diare. Seperti misalnya gangguan pencernaan seperti IBS (Irritable bowel syndrome), penyakit Crohn, dan penyakit Celiac.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Efek yang ditakuti dari diare adalah dehidrasi. Sehingga, saat bayi mengalami diare, penting sekali untuk memastikan bahwa bayi mendapatkan asupan cairan yang cukup. 

Apabila bayi masih konsumsi ASI saja, maka Anda bisa meningkatkan intensitas menyusui. Jika bayi mengonsumsi susu formula, maka gantilah dengan susu bebas laktosa untuk sementara waktu. Atau turunkan tingkat kekentalan susu yang diminum Si Kecil. Hal ini berguna untuk meringankan kerja usus anak sehingga diare yang dialami pun tidak semakin parah.

Selain itu, berikan anak oralit atau cairan elektrolit yang mengandung campuran garam, gula, dan air. Oralit ini berfungsi untuk mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang saat buang air besar. 

Hindari memberikan bayi makanan yang tinggi serat jika anak sudah mulai MPASI. Makanan tinggi serat berupa buah-buahan, sayur, keju, hingga daging. Anda bisa memberikan anak pisang, bubur, saus apel, dan sereal untuk membuat pupnya jadi lebih padat.

Diare memang bukan penyakit kronis yang butuh obat-obatan dan perawatan intensif di rumah sakit. Ada berbagai cara mengatasi diare pada bayi yang bisa dilakukan di rumah bila kondisi diare yang dialami tergolong ringan. Jika pada kasus diare berat, maka segeralah periksakan ke dokter agar mendapat perawatan yang tepat.

Manfaat Bubur Bayi Organik Bagi Si Kecil

Tumbuh kembang merupakan salah satu aspek terpenting bagi anak. Salah satu hal yang penting untuk menunjang tumbuh kembang anak adalah kecukupan nutrisi. Dengan pemenuhan nutrisi yang baik, tubuh anak memiliki energi yang cukup untuk menjalankan fungsi metabolisme serta melakukan pembelahan sel tubuh untuk melangsungkan proses tumbuh kembang.  Salah satunya adalah dengan memberikan bubur bayi organik.

Bubur bayi organik bantu penuhi kebutuhan gizi si kecil

Secara garis besar bahan makanan terbagi menjadi dua jenis, yaitu bahan makanan organik dan bahan makanan non organik. Suatu bahan pangan dapat dikategorikan ke dalam bahan pangan organik bila diproduksi dengan menggunakan sistem pertanian organik, tanpa memakai pestisida/herbisida buatan dan pupuk kimia, atau bukan merupakan tanaman yang dimodifikasi secara genetik. Maka dari itu pemberian bubur bayi organik yang dibuat sendiri memberikan manfaat yang bagi si kecil. 

Selain itu, tentu Anda bisa memastikan kebersihan makanan sehat untuk bayi karena mengolahnya dengan tangan sendiri. Berikut ini langkah-langkahnya.

  • Pastikan tangan dan peralatan masak yang Anda gunakan bersih, dengan mencuci dan membilasnya terlebih dahulu.
  • Bersihkan buah dan sayuran, lalu potong kecil-kecil.
  • Panggang atau kukus buah dan sayur menggunakan microwave hingga lunak.
  • Mengukus buah maupun sayur menggunakan microwave dapat mempertahankan nutrisi buah dan sayur.
  • Haluskan buah dan sayur meggunakan food processor atau blender.
  • Campurkan sedikit tambahan cairan seperti air, ASI atau susu formula pada adonan.
  • Jika Si Kecil sudah siap menyantap makanan bertekstur, buah dan sayur dapat dihaluskan dengan cara ditumbuk.
  • Tempatkan makanan ke dalam wadah kedap udara, kemudian simpan di dalam lemari es atau freezer.
  • Hangatkan makanan ketika jam makan tiba, kemudian biarkan dingin sebelum dikonsumsi Si Kecil.

Cara sederhana lainnya untuk membuat bubur bayi organik, yaitu dengan menghaluskan buah sebagai pilihan rasa, seperti alpukat, pisang dan pir, yang kemudian bisa langsung dilahap Si Kecil.

Manfaat makanan organik sudah banyak diketahui. Dan terutama untuk bayi, penting untuk mempertimbangkan makanan yang ditanam secara organik. Berikut ini beberapa manfaat bubur bayi organik untuk Si Kecil.

  1. Rendah Kontaminasi Pestisida

Salah satu manfaat dari bubur bayi organik telah dikemukakan oleh sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Stanford menemukan bahwa bubur bayi organik mungkin memiliki risiko kontaminasi pestisida yang lebih rendah. Kurangnya paparan bahan kimia akan membuat bubur bayi organik menjadi pilihan yang lebih aman. Sebab, racun dalam pestisida dapat menyebabkan sejumlah masalah yang dapat memengaruhi perkembangan otak, kecepatan pertumbuhan, dan kesehatan secara keseluruhan.

  1. Kesehatan Fisik yang Lebih Baik

Menurut sebuah studi nutrisi dari Organic Fresh, ditemukan bahwa anak usia dua tahun yang mengonsumsi produk susu organik secara eksklusif memiliki lebih sedikit hanya sedikit memiliki riwayat eksim dan mengi.

  1. Ramah Lingkungan

Makanan non-organik disemprot dengan bahan kimia. Meskipun bahan kimia ini dirancang untuk tetap berada di tanaman, sebagian akan tersapu saat hujan dan terserap ke dalam tanah dan air tanah di sekitarnya, dan mempengaruhi kehidupan alami.

  1. Rasa Lebih Baik

Tidak peduli penelitian apa yang dikatakan tentang makanan organik, tidak dapat disangkal bahwa rasanya lebih enak. Saat memulai makanan padat, Anda pasti ingin langit-langit bayi menikmati rasa alami sejak hari pertamanya makan.

Hal lain yang harus diperhatikan saat menyajikan bubur organik adalah tidak memberinya gula maupun madu untuk bayi. Tidak sedikit orangtua yang mengira menambah gula ataupun madu akan mempertajam cita rasa makanan sehingga Si Kecil lebih mudah mengonsumsi bubur organik.Faktanya memberikan madu malah memperbesar risiko keracunan makanan yang disebut sebagai kondisi botulisme. Botulisme adalah penyakit yang disebabkan racun bakteri Clostridium botulinum. Gejala penyakit ini dapat muncul sekitar 12-36 jam setelah mengonsumsi makanan yang tercemar. Jadi, jika Anda ingin memberikan bubur bayi organik untuk si kecil tetap memperhatikan cara membuatnya.

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Teknik Penguapan

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Teknik Penguapan

Batuk berdahak menyebabkan lendir menjadi kental dan lengket. Anda dapat membantu bayi mempertahankan fungsi paru-paru dan menghindari komplikasi dari penumpukan lendir serta penyumbatan dengan melakukan teknik pembersihan jalan napas (ACT) menggunakan penguapan. Drainase postural dan perkusi dada (PD & P) adalah salah satu dari beberapa teknik pembersihan jalan napas yang membantu membersihkan lendir dari paru-paru.

Teknik penguapan ini harus dilakukan setiap hari, untuk membantu menjaga paru-paru tetap bersih. Ada beberapa posisi drainase postural. Posisi yang berbeda membantu mengalirkan lendir dari berbagai bagian paru-paru. Semua penderita cystic fibrosis harus melakukan semua posisi kecuali bayi. Khusu untuk bayi, sebaiknya tidak diletakkan dengan posisi kepala menunduk (“tipping”). Posisi ini dapat menyebabkan refluks, yaitu saat isi lambung masuk ke kerongkongan.

Teknik penguapan untuk cara mengeluarkan dahak pada bayi biasanya membutuhkan waktu 20 hingga 30 menit. Secara umum, bayi atau anak kecil yang tidak memiliki gejala kongesti mungkin memerlukan waktu perawatan yang lebih sedikit daripada anak yang berusia lebih tua yang memiliki batuk hingga terdengar seperti sesak dan sering.

Pada awalnya, teknik penguapan terlihat sulit dan rumit. Tetapi dengan bantuan dan latihan, perawatan menjadi lebih mudah, terutama bila Anda memperhatikan manfaatnya bagi anak. Penting untuk melakukan latihan ini persis seperti yang diinstruksikan oleh dokter.

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Teknik Penguapan

Sebelum memulai, kumpulkan bahan-bahan yang Anda butuhkan, seperti tisu, bantal, kain tipis, atau handuk. Jika memiliki bayi atau anak kecil, Anda dapat duduk di kursi dengan anak di pangkuan. Jika anak Anda lebih besar, sebaiknya letakkan di tempat tidur menggunakan bantal dengan posisi kepala lebih tinggi. Anda mungkin perlu bereksperimen untuk menemukan tempat terbaik untuk melakukan perawatan agar Anda dan anak Anda merasa nyaman.

Posisi anak 

Tepuk punggung atau dada anak dengan menangkupkan tangan dengan cepat dan berirama. Teknik ini akan mencairkan lendir dan memungkinkannya mengalir. Jangan langsung menepuk kulit punggung, sebaiknya tutupi mulut dengan pakaian tipis atau kain untuk menadah dahak yang keluar.

Tekuk tangan Anda di pergelangan tangan seperti bentuk cangkir. Anda dapat menepuk tulang rusuk anak dengan aman, tetapi jangan menepuk di bawah tulang rusuk bawah atau di atas tulang belakang atau payudara. Ikuti prosedur ini untuk setiap posisi.

Berapa banyak kekuatan yang digunakan saat bertepuk, dan berapa lama Anda bertepuk, tergantung pada anak. Pertimbangkan hal-hal berikut ini:

  • Anak-anak yang lebih kecil membutuhkan lebih sedikit tenaga dan waktu daripada anak-anak atau remaja yang lebih tua dan besar.
  • Perhatikan tanda-tanda nyeri dan ketidaknyamanan pada anak.
  • Apakah anak Anda sesak tetapi lendir tidak keluar? Jika demikian, Anda mungkin perlu menggunakan lebih banyak tenaga.
  • Pada akhir setiap posisi, Anda bisa menggetarkan area dada untuk membantu mengendurkan dan mengeluarkan lendir. 

Ajak anak untuk menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kuat. Saat anak menghembuskan napas, letakkan tangan Anda di atas area dada dan berikan sedikit tekanan. Kemudian dengan cepat kontraksikan dan kendurkan otot lengan dan bahu Anda untuk menghasilkan getaran di seluruh area dada. Cara mengeluarkan dahak pada bayi ini cukup efektif, namun untuk mendapatkan hasil maksimal dari teknik ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau terapis pernapasan.

Mencegah Rambut Bayi Rontok, Apa Bisa?

Mencegah Rambut Bayi Rontok, Apa Bisa?

Rambut bayi rontok kerap kali membuat Anda sebagai orang tua menjadi stres. Akan banyak asumsi yang berkeliaran di benak Anda mengenai penyebab kerontokan rambut sang buah hati. Walaupun sebenarnya, sampai usia 6 bulan, kerontokan rambut bayi wajar terjadi akibat gesekan ataupun karena kondisi tubuh yang terlalu panas. 

Kekhawatiran Anda tidak sampai di situ. Anda pun mulai berpikiran berlebihan mengenai ancaman kebotakan yang bisa menyerang bayi jika rambutnya terus rontok. Daripada dipusingkan dengan berbagai asumsi tersebut, apakah tidak lebih baik Anda memikirkan cara bagaimana mencegah atau mengurangi rambut bayi rontok? 

Kenyataannya, risiko rambut bayi rontok bisa dicegah dengan cara-cara yang sebenarnya sangat simpel. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengurangi rambut bayi rontok yang tidak jarang bikin panik. 

  1. Jangan Keramas Tiap Hari 

Siapa yang punya kebiasaan mengeramasi buah hatinya setiap dia mandi, bahkan bisa mencapai 2 kali dalam sehari? Kebiasaan yang satu ini justru tidak menyehatkan dan menebalkan rambutnya. Melakukan keramas tiap hari pada bayi justru berpotensi menimbulkan rambut bayi rontok. Ini karena keramas yang terlalu sering mudah membuat rambut dan kulit kepala mengering sehingga menjadi lebih rapuh. Frekuensi ideal untuk bayi keramas sendiri adalah sekitar 2-3 hari sekali. 

  1. Gunakan Sampo Ringan

Sampo bayi tentu tidak boleh disamakan dengan sampo orang dewasa. Anda harus menggunakan sampo bayi yang ringan sehingga rambut rontok bayi bisa dicegah. Bahan kimia pada sampo kenyataannya memang berisiko menimbulkan kerontokan. Semakin berat formulasinya, semakin besar risiko kerontokan. Sementara itu, jika Anda menggunakan sampo bayi berformulasi ringan, kerontokan rambut bisa diminimalkan. Ciri-ciri sampo bayi ringan umumnya yang bisa digunakan langsung pula untuk tubuh, sekaligus memiliki busa yang sedikit. 

  1. Hindari Penggunaan Minyak 

Anda mungkin ingin membuat rambut bayi terlihat rapi, berkilau, dan keren. Anda pun memutuskan menggunakan minyak atau baby’s hair lotion untuk menciptakan keinginan tersebut. Tanpa disadari, penggunaan beragam minyak dan losion akan membuat rambut bayi terlalu lengket dan cenderung mempermudah kerontokan rambut bayi terjadi. Tidak ingin seperti itu, bukan? Jadi mulai sekarang, Anda sebaiknya menyetop penggunaan minyak rambut untuk bayi. 

  1. Pijat Lembut Kepala Bayi

Melakukan pijatan lembut di kepala bayi ketika ia sedang mandi atau keramas akan sangat berpengaruh terhadap kondisi rambut bayi rontok. Bayi yang cenderung diberi pijatan lembut di area kepala lebih jarang menemui keluhan rambut rontok yang membuat Anda panik. Memijat kepala bayi bisa dilakukan dengan gerakan kedua tangan melingkar di area atas kepala bayi. Pastikan tenaga yang Anda gunakan seminimal mungkin. Ingin mencobanya sendiri? 

  1. Hati-hati Pilih Sisir 

Rambut bayi rontok nyatanya bisa juga dipicu oleh sisir yang biasa Anda gunakan untuknya. Sisir dengan bulu yang terlalu kasar atau keras akan mudah menarik rambut bayi sehingga kerontokan sulit dicegah. Coba ganti sisir untuk bayi Anda dengan model bulu yang lebih halus. Pastikan pula bagian ujung bulu sisi tidak tajam sehingga tidak berisiko mengelupas kulit kepala yang ujung-ujungnya akan menyebabkan rambut bayi rontok semakin parah. 

  1. Kurangi Frekuensi Menyisir 

Tidak hanya keramas yang terlalu sering yang bisa membuat rambut bayi rontok. Terlalu sering menyisir rambut bayi juga rentan menyebabkan kerontokan. Maksimal, rambut bayi disisir adalah dua kali dalam sehari. Semakin banyak Anda menyisir rambut bayi agar terlihat rapi, akan semakin banyak rambut bayi yang rentan tercabut. 

  1. Pakai Topi saat Keluar

Memakaikan topi pada bayi saat sedang berkegiatan di luar ruangan bukan hanya untuk gaya-gayaan. Salah satu fungsi topi pada bayi adalah menghindari kepalanya dari angin. Lebih daripada itu, pemakaian topi juga bisa mencegah rambut bayi rontok. Pasalnya, kondisi panas yang berlebih di ruangan akan mudah membuat rambut kering dan rapuh sehingga kerontokan terjadi. 

Tidak sulit bukan mencegah rambut bayi rontok? Tapi jika rambut bayi terus rapuh secara parah, tidak ada salahnya berkonsultasi ke dokter karena ada kemungkinan bayi Anda mengalami gangguan hormon.