Dokter Anak di Jakarta Utara: RSIA Family

Dokter Anak di Jakarta Utara

Jika Anda ingin mencari dokter anak di Jakarta Utara, salah satu tempat terbaik yang bisa Anda datangi, mungkin, adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Family. Rumah sakit di bilangan Pluit Mas, Jakarta Utara, ini memiliki layanan kesehatan yang bisa dikatakan cocok sekali untuk anak-anak.

RSIA Family, melalui klinik anaknya, melayani konsultasi kesehatan dan pertumbuhan anak yang diampu langsung oleh sederet nama dokter-dokter spesialis anak yang berpengalaman, profesional, dan ramah terhadap anak. 

Ruang klinik anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Family juga didesain khusus untuk kenyamanan pasien anak, mulai dari pemberian lukisan tokoh kartun di hampir tiap dinding koridor dan tempat bermain pada ruang tunggu klinik, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, termasuk tersedianya ruang menyusui dan ruang ganti bayi yang mumpuni di area klinik anak untuk mendukung mengakomodasi kebutuhan para ibu pula.

Setidaknya, di Klinik Anak RSIA Family Jakarta Utara bisa memberikan pelayanan konsultasi kesehatan anak, layanan imunisasi dan vaksinasi, serta pemeriksaan dan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.

Yang tak kalah baiknya, rumah sakit ini juga punya layanan NICU yang unggul. Bahkan, layanan neonatal intensive care unit ini menjadi salah satu layanan prioritas rumah sakit tipe C tersebut. Seperti diketahui Bersama, ruang NICU adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit yang disediakan khusus untuk bayi baru lahir yang mengalami gangguan kesehatan. Umumnya bayi dimasukkan ke ruang NICU pada masa 24 jam pertama setelah lahir.

Lama perawatan di ruang NICU berbeda-beda, tergantung kondisi setiap bayi. Semakin serius masalah kesehatan yang dialami, semakin lama dia akan berada di ruang NICU. Ada banyak alasan mengapa bayi perlu dirawat di ruang NICU, namun pada dasarnya bertujuan agar si kecil mendapat pengawasan dan perawatan secara intensif.

Adapun sederet nama-nama dokter anak di Jakarta Utara yang turut mensukseskan pelayanan medis di RSIA Family antara lain:

  • dr. Andry Tangkilisan, Sp.A

Dokter Harris praktik di RSIA Family pada hari Selasa (09.00—13.00 WIB), Kamis (09.00—14.00 WIB), dan Jumat (14.00—17.00 WIB).

  • dr. Andy Setiawan, Sp.A.

Dokter anak di Jakarta Utara satu ini buka praktek setiap hari di RSIA Family, mulai dari hari Senin hingga Sabtu. Dia dapat ditemui mulai pukul 14.00 hingga pukul 17.00 WIB. Khusus hari Sabtu, dia dapat ditemui lebih pagi, yakni mulai pukul 09.00 WIB.

  • dr. Boris Januar, Sp.A.

Dokter Boris biasa bertugas di ruang NICU RSIA Family Jakarta Utara. Namun, dia hanya dapat ditemui pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Jadwal praktik Senin dan Rabu adalah pukul 09.00 sampai 13.00 WIB serta pukul 17.00 sampai 19.00 WIB. Sementara hari Jumat dan Sabtu pada pukul 09.30 sampai 13.00 WIB.

  • dr. Dasman, Sp.A.

Dokter anak di Jakarta Utara satu ini bisa ditemui di RSIA Family pada hari Senin sampai Kamis. Senin dan Selasa dia praktik jam 17.00 sampai 20.00 WIB. Hari Rabu dan Kamis jadwal praktiknya dimulai pukul 18.00 sampai 20.00 WIB.

  • Dr. Harris, Sp.A.

Dokter Harris praktik di RSIA Family pada hari Selasa (08.00—10.30 WIB dan 15.00-17.00), Rabu (15.00—19.00 WIB), Kamis (16.00—18.00 WIB), dan Jumat (15.00—18.00 WIB).

  • dr. Irene Melinda L, Sp.A.

Dokter Irene praktik di RSIA Family pada hari Senin (15.00—18.00 WIB), Rabu (11.00—13.30 WIB), dan Sabtu (15.00—18.00 WIB).

  • dr. Phan Oto S, Sp.A.

Dokter Phan Oto bisa ditemui dari Senin sampai Sabtu. Hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu bisa ditemui mulai pukul 08.30 WIB. Hari Selasa dia sudah berada di rumah sakit pukul 16.00 WIB, sementara hari Kamis pukul 11.00 WIB.

  • dr. Rahmadi W. Lam, Sp.A.

Dokter Rahmadi tidak dapat ditemui di RSIA Family pada hari Rabu dan Jumat. Selain hari itu, dia dapat memberikan layanan kesehatan untuk para pasien.

  • dr. Stephanus J.S, Sp.A.

Sama seperti dokter Phan Oto dan dokter Andy, dokter Stephanus juga dapat ditemui setiap hari di Rumah Sakit Ibu dan Anak Family Jakarta Utara.

  • dr. Steven Tjia, Sp.A.

Dokter Steven bisa ditemui pada hari Rabu, Jumat, dan Sabtu. Hari Rabu dan Jumat dia buka praktik sore. Hari Sabtunya baru pagi, yakni pukul 08.00 WIB. 

  • dr. Susiana Tendean, Sp.A.

Jika ingin menemui dokter Susiana, silakan datang pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, mulai pukul 09.00 WIB.Itulah sederet nama dokter anak di Jakarta Utara yang buka praktik atau dapat ditemui di RSIA Family Jakarta Utara. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal praktik tersebut, silahkan konfirmasi ke pihak rumah sakit melalui hotline +6221 669 5066.

Teknik Pijat Bayi Aman Menggunakan Minyak Telon Zwitsal

Memberikan pijat untuk bayi bisa membawa berbagai manfaat. Sentuhan lembut tangan Anda akan membuat bayi merasa dicintai, nyaman, dan tenang. Selain memperkuat ikatan antara ibu dan anak, pijat bayi juga berguna untuk pertumbuhan dan mengatasi masalah kesehatan seperti kembung. Nah, saat ini Anda bisa melakukan pijat bayi sendiri di rumah dengan menggunakan minyak telon Zwitsal.

Minyak telon Zwitsal dapat mencegah gigitan nyamuk pada bayi.

Minyak telon Zwitsal memiliki kandungan minyak adas, minyak kayu putih dan minyak kelapa. Komposisinya dibuat dengan sangat tepat sesuai dengan kebutuhan bayi supaya minyak telon tidak terlalu panas di kulit bayi dan tidak menyebabkan iritasi. Ketika dioleskan pada perut dan dada, minyak telon Zwitsal akan membantu bayi merasa lebih hangat, membantu mengatasi perut kembung, serta memperlancar peredaran darah bayi. Oleh karena itu, sangat cocok digunakan sebagai pendamping untuk pijat bayi. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu cara memijat bayi dengan aman dan benar. Supaya bayi merasa nyaman ketika dipijat, ada beberapa teknik pijat yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu:

Pijat Bagian Kepala

Anda bisa memulai memijat bayi dari kedua sisi kepala menggunakan ujung jari dengan gerakan memutar. Pijat secara perlahan dan lembut. Kemudian menuju pelipis, hidung, serta telinga. Sembari memijat, Anda bisa mengajak ngobrol si Kecil sambil sesekali mengusap kepalanya. Ini bermanfaat untuk membangun dan meningkatkan ikatan antara orang tua dan bayi.

Pijat Bagian Bahu dan Lengan

Selanjutnya, beralih memijat bagian bahu dan lengan. Setelah mengusap minyak telon Zwitsal pada telapak tangan Anda, pegang pergelangan tangan bayi dengan satu tangan, lalu mulai memijat secara perlahan menggunakan tangan yang lain. Pijat dari pergelangan tangan ke atas bahu juga arah sebaliknya. Gunakan teknik gerakan memutar dari pangkal sampai pergelangan tangan. Selanjutnya, pijat dan gosok dengan lembut bagian punggung tangan, telapak tangan, dan jari-jari dengan ibu jari Anda. Lakukan secara bergantian pada lengan yang lain.

Pijat Bagian Perut dan Dada

Letakkan kedua telapak tangan Anda yang sudah diolesi minyak telon Zwitsal di dada bayi, lalu usap ke arah samping dengan lembut. Kemudian usap kembali ke arah sebaliknya dan ulangi hingga beberapa kali. Untuk bagian perut, pijat bayi secara lembut dengan gerakan melingkar mengikuti arah jarum jam. Selanjutnya, Anda bisa memijat perut bayi secara diagonal menggunakan ujung jari dari satu sisi ke sisi lainnya. Pastikan untuk terus melakukan kontak mata dengan bayi agar dia merasa nyaman.

Pijat Bagian Kaki

Sama seperti memijat bagian lengan, gunakan satu tangan Anda untuk memegang tumit bayi dan satu tangan lainnya untuk memijat bayi. Jangan lupa juga untuk menggunakan minyak telon Zwitsal untuk memberi kehangatan dan menjaga kulit bayi supaya tetap lembut. Mulai pijat dari atas paha hingga pergelangan kaki secara perlahan. Lakukan gerakan tersebut dari arah sebaliknya dan ulangi sampai beberapa kali. Kemudian dilanjutkan dengan memijat punggung kaki dan telapak kaki serta jari-jari kaki dengan menggunakan ibu jari.

Pijat Bagian Punggung

Tahap terakhir, balikkan tubuh bayi Anda menjadi posisi tengkurap. Pijat punggung mulai dari leher hingga bagian pantat dan arahkan ujung jari Anda di kedua sisi tulang belakang. Kemudian, akhiri sesi pijat bayi dengan memberikan usapan panjang dari bahu hingga kaki dengan lembut. Anda juga bisa berterima kasih pada bayi setelahnya karena sudah mau dipijat dan menghabiskan waktu bersama.

Selain teknik di atas, perlu diingat waktu yang tepat untuk memijat bayi. Jangan memijat bayi setelah menyusuinya karena bisa menyebabkan bayi muntah. Tunggu sekitar 45 menit sampai satu jam setelahnya. Selalu ingat untuk melakukan pijatan menggunakan minyak telon Zwitsal secara perlahan dan lembut agar bayi nyaman. Memberi tekanan pada tubuh bayi dan terlalu kencang memijat bisa membuat bayi tidak nyaman.

Waspada! Kembung Sering Jadi Penyebab Bayi Sakit Perut

Waspada! Kembung Sering Jadi Penyebab Bayi Sakit Perut

Sakit perut hampir dapat dipastikan berkaitan dengan masalah yang terjadi di organ pencernaan. Masalah yang dimaksud bisa bermacam-macam. Namun, penyebab bayi sakit perut umumnya adalah kembung, walau tak menutup kemungkinan adanya masalah yang lain. 

Penjelasan medis untuk kondisi kembung adalah adanya penumpukan gas di dalam perut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penumpukan gas di dalam perut, tetapi umumnya pada bayi terjadi secara alami karena saluran pencernaan mereka belum berfungsi secara sempurna. 

Selain itu, faktor makanan juga memegang peranan penting sebagai penyebab bayi sakit perut karena kembung ini. Misalnya, ketika si bayi mulai mencoba makanan padat atau makanan yang berbeda untuk pertama kalinya. Jika sudah demikian, umumnya bayi akan mengalami perubahan perilaku menjadi lebih rewel daripada biasanya.

Ketika bayi terserang kembung, sebagai orang tua Anda harus dapat melakukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah yang dialami buah hati. Untungnya, kembung ini bisa diatasi dengan beberapa upaya sederhana. Bahkan, Anda tak perlu atau tak membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi masalah tersebut.

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memeriksa dan memperhatikan kondisi perut bayi. Bila perut bayi buncit, terasa agak keras, dan beberapa kali buang angin, sudah terang tandanya bayi mengalami perut kembung. Selanjutnya, berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi kembung yang sering jadi penyebab bayi sakit perut:

  • Pijat bayi

Pijat bayi adalah salah satu upaya paling aman dan efektif untuk meredakan perut bayi yang kembung. Anda bisa memberi pijatan pada bayi langsung di area perut maupun di sekujur tubuhnya. Tak perlu lama-lama, cukup 15 menit saja dan dengan tekanan pijatan yang sedang.

Posisikan bayi tidur terlentang dan upayakan pijatan ini dilakukan dengan gerakan searah jarum jam. Selain itu, Anda juga bisa mengusap-usap punggung dengan meletakkan bayi di atas kedua paha Anda dengan posisi perut menghadap ke bawah atau telungkup.

  • Kompres dengan handuk hangat

Kembung yang dialami bayi biasanya akan memicu rasa sakit pada perutnya. Mengompres dengan handuk hangat adalah upaya yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi kembung sebagai penyebab bayi sakit perut. 

Handuk hangat atau mandi air hangat kadang-kadang dapat membantu bayi rileks dan menstimulasi aktivitas di perut mereka. Namun, sebelum melakukan upaya ini, pastikan temperatur atau suhu air yang digunakan tidak terlalu panas.

  • Perhatikan aktivitas menyusu bayi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penyebab utama kembung yang dirasakan bayi amat berkaitan dengan pola konsumsi mereka. Artinya, untuk menghindari atau mengatasi masalah ini, sebagai orang tua Anda harus benar-benar cermat ketika memberikan asupan.

Ada beberapa pola aktivitas menyusui yang perlu diperhatikan, pertama adalah cara atau teknis menyusuinya. Ketika menyusui si kecil, usahakan selalu dengan posisi sedikit tegak, agar susu dapat secara perlahan dan lancar masuk ke dalam perut, sehingga tidak menimbulkan masalah perut.

Kemudian, jangan biarkan bayi Anda menyusu terlalu banyak. Suplai berlebih dapat menyebabkan bayi terlalu banyak menelan karena banyaknya udara masuk, karena berisiko memicu perut bayi menjadi kembung.

Cobalah untuk menyusui setiap dua jam dengan porsi sedikit, ketimbang setiap empat jam dengan jumlah besar. Namun, perlu diingat pula bahwa jangan sampai menyusui sampai bayi benar-benar lapar. Hal ini bisa meminimalkan kemungkinan perut kembung pada bayi akibat masuk angin. Pasalnya, ketika bayi sudah menangis kelaparan, dia cenderung menelan angin lebih banyak bersamaan dengan makanannya.

Adapun yang kedua bila bayi Anda mengonsumsi susu formula, pastikan susu formula yang diberikan memiliki kandungan yang mudah dicerna dan tidak akan mengganggu perut sehingga dapat meredakan atau meminimalisir kemungkinan penyebab bayi sakit perut. Anda mungkin bisa mencari formula yang mengandung probiotik, karena probiotik dapat membantu menyehatkan pencernaan bayi.

***

Selain upaya-upaya di atas, penting juga bagi Anda untuk mengetahui kapan harus meminta bantuan dokter. Kendati kembung termasuk masalah yang tidak terlalu mengkhawatirkan, tetapi jika dibiarkan berlarut tentu akan memicu satu atau beberapa masalah kesehatan lain.

Atau mungkin apa yang sebenarnya dialami bukanlah kembung, tetapi beberapa penyebab bayi sakit perut lain yang tingkatannya cukup mengkhawatirkan. Beberapa tanda yang bisa dijadikan patokan adalah rasa sakit selama atau setelah menyusui, bayi menolak makanan terus-menerus, muntah bentuk darah atau cairan hijau atau kuning, masalah pernapasan atau tersedak, dan lain sebagainya.

Alat-Alat untuk Pengukuran dan Pemeriksaan Antropometri

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, pemahaman mengenai pemeriksaan antropometri masih terbilang menjadi bahan yang belum dikenal secara luas. Antropometri secara umum hanya digunakan untuk meneliti status gizi pada anak. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No 1995/MENKES/S/2010.

Dalam keputusan tersebut pengukuran ini mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh WHO pada tahun 2005. Selain itu dijelaskan pula mengenai bagaimana tolok ukur yang digunakan dalam mengukur status gizi anak, yang perlu diketahui adalah antropometri tak hanya populer sebagai alat pengukur status gizi pada anak tetapi juga kontribusi lebih di bidang kesehatan.

Alat Pemeriksaan Antropometri

  1. Antropometer

Merupakan instrumen antropometri yang paling umum digunakan, fungsi alat ini adalah untuk mengukur dimensi tubuh manusia. Khususnya pada bagian tubuh yang berbentuk datar, alat ini terdiri dari beberapa batang yang bisa digunakan dan bentuknya memanjang vertikal. Selain itu, terdapat sliding block yang bisa dipindahkan ke atas dan ke bawah.

  1. Sliding Caliper

Instrumen kedua yang digunakan untuk pemeriksaan, merupakan caliper yang biasanya digunakan pada alat-alat. Teknik yang kerap kali dilihat, meski demikian sliding caliper yang digunakan untuk pengukuran ini telah disesuaikan dengan khusus sehingga presisi pengukuran dan keamanannya dapat lebih bisa terjaga.

  1. Small Spreading Caliper

Alat ukur antropometri ini memiliki jenis yang sama dengan caliper, namun dari ujung caliper ini berbentuk setengah lingkaran. Fungsinya berbanding terbalik dengan antropometri, yakni mengukur dimensi tubuh yang tidak berbentuk lurus. Bagian yang diukur menggunakan alat ini di antaranya seperti kepala, lengan, pinggul, kaki dan lainnya.

  1. Large Spreading Caliper

Alat terakhir adalah spreading caliper, bentuknya sama dengan small sporeading caliper yang membedakan hanya instrumen ini terletak pada pengukuran yang dua kali lipat lebih besar. Alat ini bisa digunakan sebagai pelvimeter, meskipun fungsinya untuk mengukur bagian tertentu dari tubuh manusia.

Manfaat Kesehatan

Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) di Amerika Serikat, antropometri merupakan pengukuran dimensi tulang dan jaringan adiposa (lemak) pada bayi yang baru lahir. Pemeriksaan ini juga termasuk pemantauan berat badan dan panjang badan bayi, bentuk dan ukuran lingkar kepala hingga penampakan leher, mata, hidung hingga telinga bayi.

  1. Indeks Berat Badan Menurut Umur (BB/U)

Kategori ini digunakan untuk menentukan kategori bayi atau anak yang memiliki berat badan sangat kurang, berat badan kurang, berat badan normal dan risiko berat badan lebih. Berat badan bayi yang baru lahir adalah saat nilai Z-score pada pengukuran antropometri berada pada -2 SD sampai dengan +1 SD.

  1. Indeks Panjang Badan atau Tinggi Badan

Untuk menentukan kategori bayi atau anak yang sangat pendek (stunting), pendek, normal dan tinggi, untuk panjang normal bayi yang baru lahir dan tingginya dikatakan idela jika Z-score pada pengukuran berada pada -2SD sampai dengan +3SD. Tinggi rata-rata bayi yang baru lahir berkisar 49,9 cm untuk laki-laki dan untuk perempuan 49,1 cm.

  1. Indeks Berat Badan dan Massa Tubuh

Pemeriksaan antropometri pada kategori ini digunakan untuk menentukan bayi atau anak yang mengalami gizi buruk, kurang, baik, berlebih hingga obesitas. Bayi atau anak bisa dikatakan memiliki gizi baik atau normal jika hasil dalam pengukuran Z-score menunjukkan pada angka kisaran -2SD sampai +1SD.

  1. Lingkar Kepala

Dalam pengukuran ini lingkar kepala bayi juga ikut di pantai, lingkar kepala yang normal atau cukup adalah 35 cm. Biasanya pertambahan besar lingkar kepala bayi laki-laki lebih besar 1 cm ketimbang bayi perempuan.