Botol Susu Pigeon Favorit, Pilihan untuk Si Kecil

botol susu pigeon

Memilih botol susu bayi untuk si kecil bukanlah perkara mudah. Selain memastikan produk botol susu tersebut menggunakan bahan-bahan yang aman untuk kesehatan anak, memilih produk botol susu juga harus mempertimbangkan teknologi dan fiturnya. Botol susu Pigeon bisa jadi alternatif pilihan yang baik.

Botol susu Pigeon adalah salah satu pilihan merek atau brand botol susu bayi populer yang banyak jadi pilihan favorit para ibu. Selain, harganya yang terbilang ekonomis, botol susu Pigeon juga terbuat dari bahan yang aman untuk si kecil. 

Belum lagi produsen asal Jepang ini juga merancang botol susunya sedemikian rupa sehingga ergonomis dan menjadikan anak-anak bisa minum susu dengan nyaman menggunakan botol susu yang diproduksinya. 

Nah, jika kamu sedang bingung mencari produk botol susu Pigeon seperti apa yang cocok untuk memenuhi kebutuhan susu sehari-hari si kecil, informasi mengenai beberapa produk botol susu Pigeon di bawah ini mungkin bisa membantumu. 

Berikut reviu yang dapat dijadikan rekomendasi atau bahan pertimbangan yang dibutuhkan sebelum membeli produk botol susu Pigeon: 

  1. Pigeon Standard

Pigeon Standard merupakan jenis botol susu yang tentu sudah banyak dikenal di kalangan ibu dan anak. Botol ini masuk ke dalam jenis botol susu yang standar, dengan kualitas terbaiknya.

Kelebihan Botol Susu Pigeon Standard:

  • Memiliki bentuk dan tekstur dot yang cocok dengan Si Kecil, sehingga memberikan kenyamanan saat bayi menyusu ASI atau susu formula.
  • Aliran susu juga pas dan tidak terlalu deras.
  • Punya daya tahan botol yang lama, yaitu 9-12 bulan.
  • Botol ini bisa didapatkan dengan mudah dengan harga yang sangat murah.
  • Botol susu ini juga gampang dibersihkan.

Kekurangan Botol Susu Pigeon Standard:

Terkadang sulit menemukan dot dengan ukuran yang pas untuk si kecil. Daya tahan dot tidak begitu bertahan lama dan ari warna akan terlihat kusam dan akan mudah bolong saat digigit anak.

  1. Pigeon PPSU

Botol susu Pigeon PPSU ini memiliki beberapa fitur menarik, seperti karet silikon ekstra lembut pada dot botol, dengan peristaltic nipple yang mendukung gerakan peristaltik bayi. Tak hanya itu, botol susu ini punya bentuk streamline, sehingga memudahkan untuk memegang dan menjaga agar botol susunya tetap bersih. Berikut ni review botol susu Pigeon PPSU.

Kelebihan Botol Susu Pigeon PPSU:

  • Pigeon PPSU memiliki bentuk dan tekstur dot yang lembut, dan sangat cocok digunakan untuk kegiatan menyusu si kecil.
  • Aliran susu dengan menggunakan botol ini juga sangat baik.
  • Daya tahan botolnya juga lebih lama, yaitu sekitar 9-12 bulan.
  • Terbuat dari bahan Polyphenysulfone BPA Free yang bisa tahan panas hingga suhu 180 derajat Celsius sementra botol biasa hanya tahan panas hingga 110 derajat Celsius.

Kekurangan Botol Susu Pigeon PPSU:

Botol ini tidak begitu mudah didapatkan. Anda mungkin perlu pergi ke supermarket, beli secara online, atau ke toko yang menjual produk peralatan bayi. Selain itu, harganya juga cukup mahal.

***

Terlepas dari produk apa yang nanti akhirnya jadi pilihan, kebersihan botol susu tetap harus menjadi pertimbangan kamu saat membeli botol susu untuk bayi. Oleh karena itu, jangan terlalu tertarik dengan desain yang menawan jika pada akhirnya susah dibersihkan. 

Untungnya, semua produk botol susu Pigeon memiliki desain yang mudah dibersihkan, maka kamu tidak perlu khawatir ada noda atau kotoran yang tertinggal ketika membersihkanya. Yang terpenting, pastikan kamu membersihkan semua sudut kecil dengan detail brush dan mengeringkan hingga tuntas. 

Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Diare adalah penyakit pencernaan yang sering dialami oleh bayi dan balita. Hal ini sebenarnya wajar mengingat sistem pencernaan bayi belum berfungsi dengan sempurna dan rentan mengalami gangguan dari mikroorganisme berbahaya. Namun, jika Si Kecil mengalami hal ini, jangan buru-buru panik. Ada beberapa cara mengatasi diare pada bayi yang bisa dilakukan, namun perlu mengetahui terlebih dahulu apa penyebabnya.

Diare pada bayi bisa disembuhkan jika penangannya tepat. Namun, jangan pula menganggap sepele penyakit ini sebab diare adalah salah satu penyebab kematian balita tertinggi di Indonesia.

Penyebab Bayi Mengalami Diare

Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab anak mengalami diare:

  1. Infeksi bakteri, virus, dan parasit

Menurut IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia, diare pada bayi seringkali disebabkan oleh infeksi virus, seperti rotavirus. Dari data WHO menyebutkan, ada sekitar 20 persen diare dialami oleh anak berusia 6-24 bulan akibat virus rotavirus ini. 

Selain karena virus, diare pada bayi juga disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Vibro cholera, salmonella, hingga E. coli. Ada pula pada kasus lain diare disebabkan oleh golongan parasit tertentu.

Hal ini biasanya dipicu oleh sanitasi yang buruk dan kebersihan lingkungan yang tidak terjaga. Sehingga kuman bisa masuk ke pencernaan melalui tangan anak yang kotor ketika memegang makanan atau sekadar memasukkan jari ke mulut.

  1. Keracunan makanan

Diare juga bisa disebabkan oleh karena keracunan makanan. Kondisi ini kemungkinan besarnya terjadi bila mencret disertai gejala seperti muntah-muntah beberapa jam setelah makan. 

Makanan yang terlalu pedas atau asin, dan minuman yang terlalu asam juga bisa menyebabkan anak mengalami diare. Meskipun mungkin anak memang suka makanan atau minuman yang mengandung rasa asam, pedas, dan asin. Sebab perutnya belum tentu bisa menerimanya dalam porsi yang banyak atau berlebihan.

  1. Alergi makanan

Selain keracunan, diare juga bisa disebabkan oleh alergi makanan sehingga menimbulkan reaksi berupa diare. Hal ini hanya bersifat singkat hingga makanan yang dikonsumsi bisa dikeluarkan oleh tubuh. 

Makanan yang berisiko menyebabkan anak alergi ada beragam jenisnya, seperti susu, kacang-kacangan, telur, ikan dan makanan laut lainnya. 

  1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Bila anak mengalami diare selama konsumsi antibiotik, bisa jadi disebabkan oleh obat-obatan yang sedang diminumnya. Obat-obatan yang berpengaruh biasanya adalah antibiotik karena efek sampingnya bisa menyebabkan diare pada anak.

Sembarangan minum antibiotik bisa menyebabkan anak mengalami diare dan membunuh koloni bakteri baik yang ada di usus. Jika anak mengalami diare disebabkan oleh obat antibiotik yang dikonsumsi, maka segeralah hubungi dokter. Jangan menghentikan langsung pengobatan yang dijalani tanpa sepengetahuan dokter.

  1. Karena kondisi kesehatan tertentu

Ada pula penyakit tertentu yang diderita anak bisa menyebabkan diare. Seperti misalnya gangguan pencernaan seperti IBS (Irritable bowel syndrome), penyakit Crohn, dan penyakit Celiac.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Efek yang ditakuti dari diare adalah dehidrasi. Sehingga, saat bayi mengalami diare, penting sekali untuk memastikan bahwa bayi mendapatkan asupan cairan yang cukup. 

Apabila bayi masih konsumsi ASI saja, maka Anda bisa meningkatkan intensitas menyusui. Jika bayi mengonsumsi susu formula, maka gantilah dengan susu bebas laktosa untuk sementara waktu. Atau turunkan tingkat kekentalan susu yang diminum Si Kecil. Hal ini berguna untuk meringankan kerja usus anak sehingga diare yang dialami pun tidak semakin parah.

Selain itu, berikan anak oralit atau cairan elektrolit yang mengandung campuran garam, gula, dan air. Oralit ini berfungsi untuk mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang saat buang air besar. 

Hindari memberikan bayi makanan yang tinggi serat jika anak sudah mulai MPASI. Makanan tinggi serat berupa buah-buahan, sayur, keju, hingga daging. Anda bisa memberikan anak pisang, bubur, saus apel, dan sereal untuk membuat pupnya jadi lebih padat.

Diare memang bukan penyakit kronis yang butuh obat-obatan dan perawatan intensif di rumah sakit. Ada berbagai cara mengatasi diare pada bayi yang bisa dilakukan di rumah bila kondisi diare yang dialami tergolong ringan. Jika pada kasus diare berat, maka segeralah periksakan ke dokter agar mendapat perawatan yang tepat.

Manfaat Bubur Bayi Organik Bagi Si Kecil

Tumbuh kembang merupakan salah satu aspek terpenting bagi anak. Salah satu hal yang penting untuk menunjang tumbuh kembang anak adalah kecukupan nutrisi. Dengan pemenuhan nutrisi yang baik, tubuh anak memiliki energi yang cukup untuk menjalankan fungsi metabolisme serta melakukan pembelahan sel tubuh untuk melangsungkan proses tumbuh kembang.  Salah satunya adalah dengan memberikan bubur bayi organik.

Bubur bayi organik bantu penuhi kebutuhan gizi si kecil

Secara garis besar bahan makanan terbagi menjadi dua jenis, yaitu bahan makanan organik dan bahan makanan non organik. Suatu bahan pangan dapat dikategorikan ke dalam bahan pangan organik bila diproduksi dengan menggunakan sistem pertanian organik, tanpa memakai pestisida/herbisida buatan dan pupuk kimia, atau bukan merupakan tanaman yang dimodifikasi secara genetik. Maka dari itu pemberian bubur bayi organik yang dibuat sendiri memberikan manfaat yang bagi si kecil. 

Selain itu, tentu Anda bisa memastikan kebersihan makanan sehat untuk bayi karena mengolahnya dengan tangan sendiri. Berikut ini langkah-langkahnya.

  • Pastikan tangan dan peralatan masak yang Anda gunakan bersih, dengan mencuci dan membilasnya terlebih dahulu.
  • Bersihkan buah dan sayuran, lalu potong kecil-kecil.
  • Panggang atau kukus buah dan sayur menggunakan microwave hingga lunak.
  • Mengukus buah maupun sayur menggunakan microwave dapat mempertahankan nutrisi buah dan sayur.
  • Haluskan buah dan sayur meggunakan food processor atau blender.
  • Campurkan sedikit tambahan cairan seperti air, ASI atau susu formula pada adonan.
  • Jika Si Kecil sudah siap menyantap makanan bertekstur, buah dan sayur dapat dihaluskan dengan cara ditumbuk.
  • Tempatkan makanan ke dalam wadah kedap udara, kemudian simpan di dalam lemari es atau freezer.
  • Hangatkan makanan ketika jam makan tiba, kemudian biarkan dingin sebelum dikonsumsi Si Kecil.

Cara sederhana lainnya untuk membuat bubur bayi organik, yaitu dengan menghaluskan buah sebagai pilihan rasa, seperti alpukat, pisang dan pir, yang kemudian bisa langsung dilahap Si Kecil.

Manfaat makanan organik sudah banyak diketahui. Dan terutama untuk bayi, penting untuk mempertimbangkan makanan yang ditanam secara organik. Berikut ini beberapa manfaat bubur bayi organik untuk Si Kecil.

  1. Rendah Kontaminasi Pestisida

Salah satu manfaat dari bubur bayi organik telah dikemukakan oleh sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Stanford menemukan bahwa bubur bayi organik mungkin memiliki risiko kontaminasi pestisida yang lebih rendah. Kurangnya paparan bahan kimia akan membuat bubur bayi organik menjadi pilihan yang lebih aman. Sebab, racun dalam pestisida dapat menyebabkan sejumlah masalah yang dapat memengaruhi perkembangan otak, kecepatan pertumbuhan, dan kesehatan secara keseluruhan.

  1. Kesehatan Fisik yang Lebih Baik

Menurut sebuah studi nutrisi dari Organic Fresh, ditemukan bahwa anak usia dua tahun yang mengonsumsi produk susu organik secara eksklusif memiliki lebih sedikit hanya sedikit memiliki riwayat eksim dan mengi.

  1. Ramah Lingkungan

Makanan non-organik disemprot dengan bahan kimia. Meskipun bahan kimia ini dirancang untuk tetap berada di tanaman, sebagian akan tersapu saat hujan dan terserap ke dalam tanah dan air tanah di sekitarnya, dan mempengaruhi kehidupan alami.

  1. Rasa Lebih Baik

Tidak peduli penelitian apa yang dikatakan tentang makanan organik, tidak dapat disangkal bahwa rasanya lebih enak. Saat memulai makanan padat, Anda pasti ingin langit-langit bayi menikmati rasa alami sejak hari pertamanya makan.

Hal lain yang harus diperhatikan saat menyajikan bubur organik adalah tidak memberinya gula maupun madu untuk bayi. Tidak sedikit orangtua yang mengira menambah gula ataupun madu akan mempertajam cita rasa makanan sehingga Si Kecil lebih mudah mengonsumsi bubur organik.Faktanya memberikan madu malah memperbesar risiko keracunan makanan yang disebut sebagai kondisi botulisme. Botulisme adalah penyakit yang disebabkan racun bakteri Clostridium botulinum. Gejala penyakit ini dapat muncul sekitar 12-36 jam setelah mengonsumsi makanan yang tercemar. Jadi, jika Anda ingin memberikan bubur bayi organik untuk si kecil tetap memperhatikan cara membuatnya.

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Teknik Penguapan

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Teknik Penguapan

Batuk berdahak menyebabkan lendir menjadi kental dan lengket. Anda dapat membantu bayi mempertahankan fungsi paru-paru dan menghindari komplikasi dari penumpukan lendir serta penyumbatan dengan melakukan teknik pembersihan jalan napas (ACT) menggunakan penguapan. Drainase postural dan perkusi dada (PD & P) adalah salah satu dari beberapa teknik pembersihan jalan napas yang membantu membersihkan lendir dari paru-paru.

Teknik penguapan ini harus dilakukan setiap hari, untuk membantu menjaga paru-paru tetap bersih. Ada beberapa posisi drainase postural. Posisi yang berbeda membantu mengalirkan lendir dari berbagai bagian paru-paru. Semua penderita cystic fibrosis harus melakukan semua posisi kecuali bayi. Khusu untuk bayi, sebaiknya tidak diletakkan dengan posisi kepala menunduk (“tipping”). Posisi ini dapat menyebabkan refluks, yaitu saat isi lambung masuk ke kerongkongan.

Teknik penguapan untuk cara mengeluarkan dahak pada bayi biasanya membutuhkan waktu 20 hingga 30 menit. Secara umum, bayi atau anak kecil yang tidak memiliki gejala kongesti mungkin memerlukan waktu perawatan yang lebih sedikit daripada anak yang berusia lebih tua yang memiliki batuk hingga terdengar seperti sesak dan sering.

Pada awalnya, teknik penguapan terlihat sulit dan rumit. Tetapi dengan bantuan dan latihan, perawatan menjadi lebih mudah, terutama bila Anda memperhatikan manfaatnya bagi anak. Penting untuk melakukan latihan ini persis seperti yang diinstruksikan oleh dokter.

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Teknik Penguapan

Sebelum memulai, kumpulkan bahan-bahan yang Anda butuhkan, seperti tisu, bantal, kain tipis, atau handuk. Jika memiliki bayi atau anak kecil, Anda dapat duduk di kursi dengan anak di pangkuan. Jika anak Anda lebih besar, sebaiknya letakkan di tempat tidur menggunakan bantal dengan posisi kepala lebih tinggi. Anda mungkin perlu bereksperimen untuk menemukan tempat terbaik untuk melakukan perawatan agar Anda dan anak Anda merasa nyaman.

Posisi anak 

Tepuk punggung atau dada anak dengan menangkupkan tangan dengan cepat dan berirama. Teknik ini akan mencairkan lendir dan memungkinkannya mengalir. Jangan langsung menepuk kulit punggung, sebaiknya tutupi mulut dengan pakaian tipis atau kain untuk menadah dahak yang keluar.

Tekuk tangan Anda di pergelangan tangan seperti bentuk cangkir. Anda dapat menepuk tulang rusuk anak dengan aman, tetapi jangan menepuk di bawah tulang rusuk bawah atau di atas tulang belakang atau payudara. Ikuti prosedur ini untuk setiap posisi.

Berapa banyak kekuatan yang digunakan saat bertepuk, dan berapa lama Anda bertepuk, tergantung pada anak. Pertimbangkan hal-hal berikut ini:

  • Anak-anak yang lebih kecil membutuhkan lebih sedikit tenaga dan waktu daripada anak-anak atau remaja yang lebih tua dan besar.
  • Perhatikan tanda-tanda nyeri dan ketidaknyamanan pada anak.
  • Apakah anak Anda sesak tetapi lendir tidak keluar? Jika demikian, Anda mungkin perlu menggunakan lebih banyak tenaga.
  • Pada akhir setiap posisi, Anda bisa menggetarkan area dada untuk membantu mengendurkan dan mengeluarkan lendir. 

Ajak anak untuk menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kuat. Saat anak menghembuskan napas, letakkan tangan Anda di atas area dada dan berikan sedikit tekanan. Kemudian dengan cepat kontraksikan dan kendurkan otot lengan dan bahu Anda untuk menghasilkan getaran di seluruh area dada. Cara mengeluarkan dahak pada bayi ini cukup efektif, namun untuk mendapatkan hasil maksimal dari teknik ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau terapis pernapasan.

Mencegah Rambut Bayi Rontok, Apa Bisa?

Mencegah Rambut Bayi Rontok, Apa Bisa?

Rambut bayi rontok kerap kali membuat Anda sebagai orang tua menjadi stres. Akan banyak asumsi yang berkeliaran di benak Anda mengenai penyebab kerontokan rambut sang buah hati. Walaupun sebenarnya, sampai usia 6 bulan, kerontokan rambut bayi wajar terjadi akibat gesekan ataupun karena kondisi tubuh yang terlalu panas. 

Kekhawatiran Anda tidak sampai di situ. Anda pun mulai berpikiran berlebihan mengenai ancaman kebotakan yang bisa menyerang bayi jika rambutnya terus rontok. Daripada dipusingkan dengan berbagai asumsi tersebut, apakah tidak lebih baik Anda memikirkan cara bagaimana mencegah atau mengurangi rambut bayi rontok? 

Kenyataannya, risiko rambut bayi rontok bisa dicegah dengan cara-cara yang sebenarnya sangat simpel. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengurangi rambut bayi rontok yang tidak jarang bikin panik. 

  1. Jangan Keramas Tiap Hari 

Siapa yang punya kebiasaan mengeramasi buah hatinya setiap dia mandi, bahkan bisa mencapai 2 kali dalam sehari? Kebiasaan yang satu ini justru tidak menyehatkan dan menebalkan rambutnya. Melakukan keramas tiap hari pada bayi justru berpotensi menimbulkan rambut bayi rontok. Ini karena keramas yang terlalu sering mudah membuat rambut dan kulit kepala mengering sehingga menjadi lebih rapuh. Frekuensi ideal untuk bayi keramas sendiri adalah sekitar 2-3 hari sekali. 

  1. Gunakan Sampo Ringan

Sampo bayi tentu tidak boleh disamakan dengan sampo orang dewasa. Anda harus menggunakan sampo bayi yang ringan sehingga rambut rontok bayi bisa dicegah. Bahan kimia pada sampo kenyataannya memang berisiko menimbulkan kerontokan. Semakin berat formulasinya, semakin besar risiko kerontokan. Sementara itu, jika Anda menggunakan sampo bayi berformulasi ringan, kerontokan rambut bisa diminimalkan. Ciri-ciri sampo bayi ringan umumnya yang bisa digunakan langsung pula untuk tubuh, sekaligus memiliki busa yang sedikit. 

  1. Hindari Penggunaan Minyak 

Anda mungkin ingin membuat rambut bayi terlihat rapi, berkilau, dan keren. Anda pun memutuskan menggunakan minyak atau baby’s hair lotion untuk menciptakan keinginan tersebut. Tanpa disadari, penggunaan beragam minyak dan losion akan membuat rambut bayi terlalu lengket dan cenderung mempermudah kerontokan rambut bayi terjadi. Tidak ingin seperti itu, bukan? Jadi mulai sekarang, Anda sebaiknya menyetop penggunaan minyak rambut untuk bayi. 

  1. Pijat Lembut Kepala Bayi

Melakukan pijatan lembut di kepala bayi ketika ia sedang mandi atau keramas akan sangat berpengaruh terhadap kondisi rambut bayi rontok. Bayi yang cenderung diberi pijatan lembut di area kepala lebih jarang menemui keluhan rambut rontok yang membuat Anda panik. Memijat kepala bayi bisa dilakukan dengan gerakan kedua tangan melingkar di area atas kepala bayi. Pastikan tenaga yang Anda gunakan seminimal mungkin. Ingin mencobanya sendiri? 

  1. Hati-hati Pilih Sisir 

Rambut bayi rontok nyatanya bisa juga dipicu oleh sisir yang biasa Anda gunakan untuknya. Sisir dengan bulu yang terlalu kasar atau keras akan mudah menarik rambut bayi sehingga kerontokan sulit dicegah. Coba ganti sisir untuk bayi Anda dengan model bulu yang lebih halus. Pastikan pula bagian ujung bulu sisi tidak tajam sehingga tidak berisiko mengelupas kulit kepala yang ujung-ujungnya akan menyebabkan rambut bayi rontok semakin parah. 

  1. Kurangi Frekuensi Menyisir 

Tidak hanya keramas yang terlalu sering yang bisa membuat rambut bayi rontok. Terlalu sering menyisir rambut bayi juga rentan menyebabkan kerontokan. Maksimal, rambut bayi disisir adalah dua kali dalam sehari. Semakin banyak Anda menyisir rambut bayi agar terlihat rapi, akan semakin banyak rambut bayi yang rentan tercabut. 

  1. Pakai Topi saat Keluar

Memakaikan topi pada bayi saat sedang berkegiatan di luar ruangan bukan hanya untuk gaya-gayaan. Salah satu fungsi topi pada bayi adalah menghindari kepalanya dari angin. Lebih daripada itu, pemakaian topi juga bisa mencegah rambut bayi rontok. Pasalnya, kondisi panas yang berlebih di ruangan akan mudah membuat rambut kering dan rapuh sehingga kerontokan terjadi. 

Tidak sulit bukan mencegah rambut bayi rontok? Tapi jika rambut bayi terus rapuh secara parah, tidak ada salahnya berkonsultasi ke dokter karena ada kemungkinan bayi Anda mengalami gangguan hormon.

Lanugo Adalah Rambut Halus Tipis pada Bayi, Bisakah Dialami oleh Orang Dewasa?

Lanugo Adalah Rambut Halus Tipis pada Bayi, Bisakah Dialami oleh Orang Dewasa?

Lanugo adalah rambut halus dan tipis yang menutupi tubuh bayi baru lahir. Ini merupakan rambut pertama yang muncul dari folikel rambut manusia saat ia masih dalam kandungan Anda. 

Lanugo umumnya ditemukan pada bayi yang lahir prematur, tetapi tidak menutup kemungkinan juga terdapat pada bayi yang lahir dengan usia cukup. Rambut-rambut ini muncul di bagian lengan, dahi, pipi, punggung, bahu atau pun area tubuh yang memiliki folikel rambut.

Bukan sekadar rambut biasa, lanugo punya kegunaan bagi bayi, di antaranya sebagai berikut ini.

  1. Mengatur suhu tubuh bayi

Lanugo berfungsi untuk mengatur suhu tubuh bayi dengan menahan panas tubuh dan membantu bayi merasa hangat selama dalam kandungan Anda.

  1. Melindungi kulit

Selama dalam kandungan, bayi dilingkupi oleh cairan ketuban yang berpengaruh terhadap kulit dan temperatur tubuhnya. Lapisan berwarna keputihan yang tebal yang disebut vernix caseosa yang menyelubungi tubuh bayi, melindungi bayi dari efek cairan ketuban. Vernix caseosa membutuhkan lanugo agar dapat menempel pada tubuh bayi.

  1. Merangsang pertumbuhan dan perkembangan bayi

Studi membuktikan bahwa pergerakan lanugo pada kulit bayi berperan dalam pelepasan hormon. Pelepasan hormon ini berfungsi untuk mengurangi stres dan merangsang pertumbuhan bayi di dalam rahim.

Lanugo adalah rambut halus yang mulai tumbuh pada usia 4-5 bulan bayi dalam kandungan atau minggu ke-16 hingga 20. Di usia kandungan 28 minggu, pertumbuhan lanugo mencapai titik puncaknya dan akan rontok dengan sendirinya. Saat bayi semakin mendekati hari kelahirannya, lanugo perlahan-lahan akan menghilang. 

Namun, kondisi ini tidak mutlak. Banyak bayi yang lahir dengan usia kandungan normal yang masih membawa lanugo pada tubuhnya selepas kelahiran. Anda tidak perlu khawatir, karena lanugo bisa hilang dengan sendirinya dan berganti dengan vellus hair.

Wujud vellus hair hampir sama dengan lanugo, tetapi lebih tebal dan terlihat. Ini adalah jenis rambut yang menutupi tubuh bayi hingga masa kanak-kanak.

Lanugo pada bayi baru lahir tidak membutuhkan perawatan dan tidak perlu dihilangkan. Bahkan meskipun menurut Anda lanugo di tubuh Si Kecil terlalu banyak. Anda tidak perlu khawatir, bulu-bulu halus ini akan hilang atau rontok dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu pertama setelah lahir. Memijat kulit bayi dengan lembut setelah lahir juga dapat membantu pelepasan lanugo dari kulit bayi. Meskipun cara ini cukup efektif, bukan berarti tanpa risiko.

Jika lanugo belum juga hilang setelah bayi berusia enam bulan, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Awasi jika lanugo berubah warna menjadi lebih gelap dibandingkan ketika bayi baru dilahirkan. Apalagi jika lanugo tidak hilang bahkan setelah Si Kecil berusia beberapa tahun, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh gangguan makan (eating disorder) dan tidak boleh diabaikan.

Jika rambut halus masih saja tumbuh di beberapa bagian tubuh orang dewasa, hal ini bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang lebih serius. Tumbuhnya rambut halus secara berlebihan di tubuh orang dewasa ini dikenal dengan hipertrikosis lanuginosa. 

Kondisi ini ditandai dengan tumbuhnya rambut halus di sekitar alis, dahi, telinga, dan hidung orang dewasa. Kebanyakan penyebab hipertrikosis lanuginosa pada orang dewasa tidak diketahui secara pasti.

Pengobatan yang diberikan tergantung dari tingkat keparahan penderita hipertrikosis lanuginosa serta faktor penyebabnya. Beberapa pengobatan umum yang bisa dilakukan, seperti ini.

  • Penggunaan krim eflornithine

Penggunaan krim ini bertujuan untuk memperlambat pertumbuhan rambut secara berlebihan.

  • Metode waxing

Waxing juga bisa Anda gunakan sebagai alternatif penghilangan rambut halus di tubuh orang dewasa. Namun, sebelum melakukannya, konsultasikan ke dokter kulit Anda.

  • Metode laser dermatologi

Metode ini sering digunakan untuk menghapus tato dan menghilangkan tanda lahir. Selain itu, metode laser juga diketahui bisa menghilangkan rambut halus yang tumbuh pada orang dewasa.

Tips Cara Merawat Bayi Prematur

Tips Cara Merawat Bayi Prematur

Setiap orang tua pastinya menginginkan yang terbaik untuk buah hati. Namun, terkadang suatu kondisi atau alasan tertentu menyebabkan si kecil mendapatkan tantangan hidup, bahkan jauh sebelum ia melihat dunia. Bayi terlahir prematur merupakan salah satu tantangan tersebut. Yang disebut dengan lahir prematur adalah ketika bayi dilahirkan pada masa kehamilan kurang dari 37 minggu. Perlu diketahui bahwa masa kehamilan normal adalah sekitar 40 minggu, di mana pada masa tersebut organ tubuh bayi telah berkembang secara optimal. Lalu, apa yang terjadi pada bayi prematur dan bagaimana cara merawat bayi prematur? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendetail. 

Memberi makan, mencegah penyakit, keamanan, cara merawat bayi prematur secara umum sedikit berbeda dibandingkan dengan bayi lain yang lahir pada masa kehamilan normal. Meskipun ia bukan anak pertama Anda, tentunya akan ada sedikit ketakutan tentang bagaimana cara merawat bayi prematur. Beberapa tips yang perlu Anda ketahui di antaranya adalah:

  • Memberi makan bayi prematur di rumah

Bahkan setelah bayi prematur diperbolehkan pulang setelah dirawat di NICU, bayi prematur mungkin masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan cukup kalori untuk bertambah berat badan dengan baik. Bayi prematur membutuhkan berat badan yang baik untuk mendukung pertumbuhan, namun mereka mungkin tidak cukup kuat untuk menyusu atau diberi makan lewat botol. Orang tua mungkin juga tidak tahu seberapa banyak dan seberapa sering bayi prematur perlu mendapatkan makan dan bagaimana cara merawat bayi prematur yang mudah mengantuk untuk makan dengan lebih baik. Konsultasi dengan dokter perihal masalah ini. Setiap bayi membutuhkan perawatan dan pemberian makan yang berbeda. 

  • Menjaga bayi prematur tetap sehat

Karena bayi prematur terlahir lebih dini, beberapa dari mereka akan lebih mudah sakit dibandingkan dengan bayi yang lahir penuh bulan. Bayi prematur berisiko lebih tinggi menderita berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit paru kronis, yang menempatkan mereka dalam risiko menderita infeksi pernapasan; sistem kekebalan tubuh belum matang, yang membuat mereka kesulitan dalam melawan infeksi. 

  • Mencegah SIDS pada bayi yang lahir prematur

Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) merupakan sebuah tragedy yang sangat buruk. Sayangnya, bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat SIDS dibandingkan dengan bayi yang lahir penuh bulan. Meskipun dokter belum tahu apa yang menyebabkan SIDS, mereka tahu bahwa kebanyakan kasus SIDS dapat dicegah dengan mengikuti praktik tidur yang aman. 

Merawat bayi prematur

Dokter sering mencegah bayi lahir prematur dengan memberi ibu obat-obatan tertentu untuk menunda persalinan. Jika kelahiran prematur tidak dapat dihentikan atau bayi perlu dilahirkan secara prematur, dokter kemudian akan mempersiapkan persalinan risiko tinggi. Pada hari-hari dan minggu-minggu pertama kehidupan bayi prematur, perawatan rumah sakit akan berfokus pada mendukung perkembangan organ vital. Bayi dapat diletakkan di inkubator dengan suhu yang terkontrol, dan peralatan pemantau akan memantau detak jantung, pernapasan, dan level oksigen darah bayi. Mungkin akan membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga bulan hingga bayi dapat hidup tanpa bantuan medis. 

Kebanyakan bayi prematur tidak dapat makan lewat mulut karena mereka belum birsa mengkoordinasikan pengisapan dan menelan. Cara merawat bayi prematur dengan kondisi ini adalah dengan memberi mereka nutrisi penting lewat IV atau menggunakan tabung yang dimasukkan lewat hidung atau mulut dan menuju ke lambung. Saat bayi sudah cukup kuat untuk mengisap dan menelan, memberi ia ASI secara langsung atau lewat botol biasanya sudah memungkinkan untuk dilakukan.

Dokter Anak di Jakarta Utara: RSIA Family

Dokter Anak di Jakarta Utara

Jika Anda ingin mencari dokter anak di Jakarta Utara, salah satu tempat terbaik yang bisa Anda datangi, mungkin, adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Family. Rumah sakit di bilangan Pluit Mas, Jakarta Utara, ini memiliki layanan kesehatan yang bisa dikatakan cocok sekali untuk anak-anak.

RSIA Family, melalui klinik anaknya, melayani konsultasi kesehatan dan pertumbuhan anak yang diampu langsung oleh sederet nama dokter-dokter spesialis anak yang berpengalaman, profesional, dan ramah terhadap anak. 

Ruang klinik anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Family juga didesain khusus untuk kenyamanan pasien anak, mulai dari pemberian lukisan tokoh kartun di hampir tiap dinding koridor dan tempat bermain pada ruang tunggu klinik, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, termasuk tersedianya ruang menyusui dan ruang ganti bayi yang mumpuni di area klinik anak untuk mendukung mengakomodasi kebutuhan para ibu pula.

Setidaknya, di Klinik Anak RSIA Family Jakarta Utara bisa memberikan pelayanan konsultasi kesehatan anak, layanan imunisasi dan vaksinasi, serta pemeriksaan dan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.

Yang tak kalah baiknya, rumah sakit ini juga punya layanan NICU yang unggul. Bahkan, layanan neonatal intensive care unit ini menjadi salah satu layanan prioritas rumah sakit tipe C tersebut. Seperti diketahui Bersama, ruang NICU adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit yang disediakan khusus untuk bayi baru lahir yang mengalami gangguan kesehatan. Umumnya bayi dimasukkan ke ruang NICU pada masa 24 jam pertama setelah lahir.

Lama perawatan di ruang NICU berbeda-beda, tergantung kondisi setiap bayi. Semakin serius masalah kesehatan yang dialami, semakin lama dia akan berada di ruang NICU. Ada banyak alasan mengapa bayi perlu dirawat di ruang NICU, namun pada dasarnya bertujuan agar si kecil mendapat pengawasan dan perawatan secara intensif.

Adapun sederet nama-nama dokter anak di Jakarta Utara yang turut mensukseskan pelayanan medis di RSIA Family antara lain:

  • dr. Andry Tangkilisan, Sp.A

Dokter Harris praktik di RSIA Family pada hari Selasa (09.00—13.00 WIB), Kamis (09.00—14.00 WIB), dan Jumat (14.00—17.00 WIB).

  • dr. Andy Setiawan, Sp.A.

Dokter anak di Jakarta Utara satu ini buka praktek setiap hari di RSIA Family, mulai dari hari Senin hingga Sabtu. Dia dapat ditemui mulai pukul 14.00 hingga pukul 17.00 WIB. Khusus hari Sabtu, dia dapat ditemui lebih pagi, yakni mulai pukul 09.00 WIB.

  • dr. Boris Januar, Sp.A.

Dokter Boris biasa bertugas di ruang NICU RSIA Family Jakarta Utara. Namun, dia hanya dapat ditemui pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Jadwal praktik Senin dan Rabu adalah pukul 09.00 sampai 13.00 WIB serta pukul 17.00 sampai 19.00 WIB. Sementara hari Jumat dan Sabtu pada pukul 09.30 sampai 13.00 WIB.

  • dr. Dasman, Sp.A.

Dokter anak di Jakarta Utara satu ini bisa ditemui di RSIA Family pada hari Senin sampai Kamis. Senin dan Selasa dia praktik jam 17.00 sampai 20.00 WIB. Hari Rabu dan Kamis jadwal praktiknya dimulai pukul 18.00 sampai 20.00 WIB.

  • Dr. Harris, Sp.A.

Dokter Harris praktik di RSIA Family pada hari Selasa (08.00—10.30 WIB dan 15.00-17.00), Rabu (15.00—19.00 WIB), Kamis (16.00—18.00 WIB), dan Jumat (15.00—18.00 WIB).

  • dr. Irene Melinda L, Sp.A.

Dokter Irene praktik di RSIA Family pada hari Senin (15.00—18.00 WIB), Rabu (11.00—13.30 WIB), dan Sabtu (15.00—18.00 WIB).

  • dr. Phan Oto S, Sp.A.

Dokter Phan Oto bisa ditemui dari Senin sampai Sabtu. Hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu bisa ditemui mulai pukul 08.30 WIB. Hari Selasa dia sudah berada di rumah sakit pukul 16.00 WIB, sementara hari Kamis pukul 11.00 WIB.

  • dr. Rahmadi W. Lam, Sp.A.

Dokter Rahmadi tidak dapat ditemui di RSIA Family pada hari Rabu dan Jumat. Selain hari itu, dia dapat memberikan layanan kesehatan untuk para pasien.

  • dr. Stephanus J.S, Sp.A.

Sama seperti dokter Phan Oto dan dokter Andy, dokter Stephanus juga dapat ditemui setiap hari di Rumah Sakit Ibu dan Anak Family Jakarta Utara.

  • dr. Steven Tjia, Sp.A.

Dokter Steven bisa ditemui pada hari Rabu, Jumat, dan Sabtu. Hari Rabu dan Jumat dia buka praktik sore. Hari Sabtunya baru pagi, yakni pukul 08.00 WIB. 

  • dr. Susiana Tendean, Sp.A.

Jika ingin menemui dokter Susiana, silakan datang pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, mulai pukul 09.00 WIB.Itulah sederet nama dokter anak di Jakarta Utara yang buka praktik atau dapat ditemui di RSIA Family Jakarta Utara. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal praktik tersebut, silahkan konfirmasi ke pihak rumah sakit melalui hotline +6221 669 5066.

Teknik Pijat Bayi Aman Menggunakan Minyak Telon Zwitsal

Memberikan pijat untuk bayi bisa membawa berbagai manfaat. Sentuhan lembut tangan Anda akan membuat bayi merasa dicintai, nyaman, dan tenang. Selain memperkuat ikatan antara ibu dan anak, pijat bayi juga berguna untuk pertumbuhan dan mengatasi masalah kesehatan seperti kembung. Nah, saat ini Anda bisa melakukan pijat bayi sendiri di rumah dengan menggunakan minyak telon Zwitsal.

Minyak telon Zwitsal dapat mencegah gigitan nyamuk pada bayi.

Minyak telon Zwitsal memiliki kandungan minyak adas, minyak kayu putih dan minyak kelapa. Komposisinya dibuat dengan sangat tepat sesuai dengan kebutuhan bayi supaya minyak telon tidak terlalu panas di kulit bayi dan tidak menyebabkan iritasi. Ketika dioleskan pada perut dan dada, minyak telon Zwitsal akan membantu bayi merasa lebih hangat, membantu mengatasi perut kembung, serta memperlancar peredaran darah bayi. Oleh karena itu, sangat cocok digunakan sebagai pendamping untuk pijat bayi. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu cara memijat bayi dengan aman dan benar. Supaya bayi merasa nyaman ketika dipijat, ada beberapa teknik pijat yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu:

Pijat Bagian Kepala

Anda bisa memulai memijat bayi dari kedua sisi kepala menggunakan ujung jari dengan gerakan memutar. Pijat secara perlahan dan lembut. Kemudian menuju pelipis, hidung, serta telinga. Sembari memijat, Anda bisa mengajak ngobrol si Kecil sambil sesekali mengusap kepalanya. Ini bermanfaat untuk membangun dan meningkatkan ikatan antara orang tua dan bayi.

Pijat Bagian Bahu dan Lengan

Selanjutnya, beralih memijat bagian bahu dan lengan. Setelah mengusap minyak telon Zwitsal pada telapak tangan Anda, pegang pergelangan tangan bayi dengan satu tangan, lalu mulai memijat secara perlahan menggunakan tangan yang lain. Pijat dari pergelangan tangan ke atas bahu juga arah sebaliknya. Gunakan teknik gerakan memutar dari pangkal sampai pergelangan tangan. Selanjutnya, pijat dan gosok dengan lembut bagian punggung tangan, telapak tangan, dan jari-jari dengan ibu jari Anda. Lakukan secara bergantian pada lengan yang lain.

Pijat Bagian Perut dan Dada

Letakkan kedua telapak tangan Anda yang sudah diolesi minyak telon Zwitsal di dada bayi, lalu usap ke arah samping dengan lembut. Kemudian usap kembali ke arah sebaliknya dan ulangi hingga beberapa kali. Untuk bagian perut, pijat bayi secara lembut dengan gerakan melingkar mengikuti arah jarum jam. Selanjutnya, Anda bisa memijat perut bayi secara diagonal menggunakan ujung jari dari satu sisi ke sisi lainnya. Pastikan untuk terus melakukan kontak mata dengan bayi agar dia merasa nyaman.

Pijat Bagian Kaki

Sama seperti memijat bagian lengan, gunakan satu tangan Anda untuk memegang tumit bayi dan satu tangan lainnya untuk memijat bayi. Jangan lupa juga untuk menggunakan minyak telon Zwitsal untuk memberi kehangatan dan menjaga kulit bayi supaya tetap lembut. Mulai pijat dari atas paha hingga pergelangan kaki secara perlahan. Lakukan gerakan tersebut dari arah sebaliknya dan ulangi sampai beberapa kali. Kemudian dilanjutkan dengan memijat punggung kaki dan telapak kaki serta jari-jari kaki dengan menggunakan ibu jari.

Pijat Bagian Punggung

Tahap terakhir, balikkan tubuh bayi Anda menjadi posisi tengkurap. Pijat punggung mulai dari leher hingga bagian pantat dan arahkan ujung jari Anda di kedua sisi tulang belakang. Kemudian, akhiri sesi pijat bayi dengan memberikan usapan panjang dari bahu hingga kaki dengan lembut. Anda juga bisa berterima kasih pada bayi setelahnya karena sudah mau dipijat dan menghabiskan waktu bersama.

Selain teknik di atas, perlu diingat waktu yang tepat untuk memijat bayi. Jangan memijat bayi setelah menyusuinya karena bisa menyebabkan bayi muntah. Tunggu sekitar 45 menit sampai satu jam setelahnya. Selalu ingat untuk melakukan pijatan menggunakan minyak telon Zwitsal secara perlahan dan lembut agar bayi nyaman. Memberi tekanan pada tubuh bayi dan terlalu kencang memijat bisa membuat bayi tidak nyaman.

Waspada! Kembung Sering Jadi Penyebab Bayi Sakit Perut

Waspada! Kembung Sering Jadi Penyebab Bayi Sakit Perut

Sakit perut hampir dapat dipastikan berkaitan dengan masalah yang terjadi di organ pencernaan. Masalah yang dimaksud bisa bermacam-macam. Namun, penyebab bayi sakit perut umumnya adalah kembung, walau tak menutup kemungkinan adanya masalah yang lain. 

Penjelasan medis untuk kondisi kembung adalah adanya penumpukan gas di dalam perut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penumpukan gas di dalam perut, tetapi umumnya pada bayi terjadi secara alami karena saluran pencernaan mereka belum berfungsi secara sempurna. 

Selain itu, faktor makanan juga memegang peranan penting sebagai penyebab bayi sakit perut karena kembung ini. Misalnya, ketika si bayi mulai mencoba makanan padat atau makanan yang berbeda untuk pertama kalinya. Jika sudah demikian, umumnya bayi akan mengalami perubahan perilaku menjadi lebih rewel daripada biasanya.

Ketika bayi terserang kembung, sebagai orang tua Anda harus dapat melakukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah yang dialami buah hati. Untungnya, kembung ini bisa diatasi dengan beberapa upaya sederhana. Bahkan, Anda tak perlu atau tak membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi masalah tersebut.

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memeriksa dan memperhatikan kondisi perut bayi. Bila perut bayi buncit, terasa agak keras, dan beberapa kali buang angin, sudah terang tandanya bayi mengalami perut kembung. Selanjutnya, berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi kembung yang sering jadi penyebab bayi sakit perut:

  • Pijat bayi

Pijat bayi adalah salah satu upaya paling aman dan efektif untuk meredakan perut bayi yang kembung. Anda bisa memberi pijatan pada bayi langsung di area perut maupun di sekujur tubuhnya. Tak perlu lama-lama, cukup 15 menit saja dan dengan tekanan pijatan yang sedang.

Posisikan bayi tidur terlentang dan upayakan pijatan ini dilakukan dengan gerakan searah jarum jam. Selain itu, Anda juga bisa mengusap-usap punggung dengan meletakkan bayi di atas kedua paha Anda dengan posisi perut menghadap ke bawah atau telungkup.

  • Kompres dengan handuk hangat

Kembung yang dialami bayi biasanya akan memicu rasa sakit pada perutnya. Mengompres dengan handuk hangat adalah upaya yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi kembung sebagai penyebab bayi sakit perut. 

Handuk hangat atau mandi air hangat kadang-kadang dapat membantu bayi rileks dan menstimulasi aktivitas di perut mereka. Namun, sebelum melakukan upaya ini, pastikan temperatur atau suhu air yang digunakan tidak terlalu panas.

  • Perhatikan aktivitas menyusu bayi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penyebab utama kembung yang dirasakan bayi amat berkaitan dengan pola konsumsi mereka. Artinya, untuk menghindari atau mengatasi masalah ini, sebagai orang tua Anda harus benar-benar cermat ketika memberikan asupan.

Ada beberapa pola aktivitas menyusui yang perlu diperhatikan, pertama adalah cara atau teknis menyusuinya. Ketika menyusui si kecil, usahakan selalu dengan posisi sedikit tegak, agar susu dapat secara perlahan dan lancar masuk ke dalam perut, sehingga tidak menimbulkan masalah perut.

Kemudian, jangan biarkan bayi Anda menyusu terlalu banyak. Suplai berlebih dapat menyebabkan bayi terlalu banyak menelan karena banyaknya udara masuk, karena berisiko memicu perut bayi menjadi kembung.

Cobalah untuk menyusui setiap dua jam dengan porsi sedikit, ketimbang setiap empat jam dengan jumlah besar. Namun, perlu diingat pula bahwa jangan sampai menyusui sampai bayi benar-benar lapar. Hal ini bisa meminimalkan kemungkinan perut kembung pada bayi akibat masuk angin. Pasalnya, ketika bayi sudah menangis kelaparan, dia cenderung menelan angin lebih banyak bersamaan dengan makanannya.

Adapun yang kedua bila bayi Anda mengonsumsi susu formula, pastikan susu formula yang diberikan memiliki kandungan yang mudah dicerna dan tidak akan mengganggu perut sehingga dapat meredakan atau meminimalisir kemungkinan penyebab bayi sakit perut. Anda mungkin bisa mencari formula yang mengandung probiotik, karena probiotik dapat membantu menyehatkan pencernaan bayi.

***

Selain upaya-upaya di atas, penting juga bagi Anda untuk mengetahui kapan harus meminta bantuan dokter. Kendati kembung termasuk masalah yang tidak terlalu mengkhawatirkan, tetapi jika dibiarkan berlarut tentu akan memicu satu atau beberapa masalah kesehatan lain.

Atau mungkin apa yang sebenarnya dialami bukanlah kembung, tetapi beberapa penyebab bayi sakit perut lain yang tingkatannya cukup mengkhawatirkan. Beberapa tanda yang bisa dijadikan patokan adalah rasa sakit selama atau setelah menyusui, bayi menolak makanan terus-menerus, muntah bentuk darah atau cairan hijau atau kuning, masalah pernapasan atau tersedak, dan lain sebagainya.