Cara Mengatasi Kulit Kepala Perih Berdasarkan Penyebabnya

Kulit kepala perih bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya karena iritasi, infeksi akibat jamur, virus, atau bakteri, peradangan, cuaca, serta gejala dari penyakit tertentu. Kulit kepala perih terkadang disertai dengan gejala lainnya, seperti kulit kepala terasa panas dan nyeri.

Kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa menimpa siapa saja. Kulit kepala perih pun terkadang bisa hilang dengan sendirinya atau dengan pengobatan mandiri. Berikut ini merupakan cara mengatasi kulit kepala perih berdasarkan penyebabnya yang bisa dilakukan:

Sakit Kepala

Sakit kepala primer atau tension headache bisa menyebabkan kulit kepala perih dan nyeri karena otot yang tegang. Pemicunya yaitu perasaan cemas, stress berlebihan, atau depresi. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan beberapa hal di antaranya yaitu:

  • Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan untuk mengurangi gejala sakit kepala primer yang menyebabkan kulit kepala perih. Selain itu, perbanyak konsumsi air putih agar pembuluh darah yang mengalir ke otak tetap lancar.
  • Ambil waktu untuk mengistirahatkan fisik maupun pikiran agar tubuh tidak stress. Anda juga bisa mengisi waktu istirahat dengan melakukan hal ringan yang disukai seperti bermain game, memasak, atau membaca komik.
  • Hindari terlebih dahulu aktivitas yang mengeluarkan banyak tenaga dan keringat. Produksi keringat yang berlebih akan semakin membuat kulit kepala perih.
  • Mandi air hangat dan minum susu satu jam sebelum waktu tidur supaya tubuh lebih rileks

Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik merupakan gangguan kulit yang membuat kulit menjadi bersisik, tampak berkerak, terasa gatal dan kemerahan. Peradangan ini biasanya terjadi di kulit kepala dan menimbulkan ketombe serta membuat kulit kepala perih. Dermatitis seboroik muncul karena adanya jamur Malassezia yang terkontaminasi dengan keringat dan kotoran seperti debu serta partikel dari polusi. 

Mengatasi kulit kepala perih akibat dermatitis seboroik, Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Menggunakan shampoo antijamur dengan kandungan ketoconazole dan zat clobetasol
  • Menggunakan krim atau salep yang memiliki kandungan kortikosteroid yang berguna untuk meredakan peradangan dan infeksi penyebab kulit kepala perih
  • Mengonsumsi pil antijamur terbinafine yang diformulasikan khusus untuk mengatasi gejala kulit kepala perih dan meredakan rasa panas seperti terbakar
  • Menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Anda bisa menggunakan pelindung kepala seperti topi atau scarf. Gunakan topi atau pelindung kepala yang berbahan katun sehingga bisa menyerap keringat. Sesekali buka topi untuk memberikan sirkulasi udara dan mengeringkan keringat di kepala

Untuk mencegah agar kulit kepala perih tidak terjadi lagi, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan beberapa cara, di antaranya yaitu:

  • Keramas rutin untuk menghindari agar kotoran tidak menumpuk di kulit kepala dan mengurangi risiko terjadinya infeksi jamur atau bakteri
  • Hindari terlalu sering menggaruk kulit kepala atau menggaruk kulit kepala dengan terlalu keras agar tidak menyebabkan kulit kepala perih
  • Gunakan shampoo yang tidak mengandung bahan pemicu alergi, misalnya alkohol sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala
  • Gunakan scalp oil yang bisa melembabkan kulit kepala agar tidak kering. Pilih scalp oil yang cocok dengan Anda dan bisa menghindari timbulnya kulit kepala perih

Jika kulit kepala perih terjadi terus menerus dan tidak lekas hilang meski sudah dilakukan pengobatan mandiri, disertai dengan gejala seperti terdapat darah di kulit kepala, adanya jerawat yang bernanah, kulit bersisik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *