Beginilah Diagnosis, Perawatan, dan Pencegahan HELLP Sindrom

HELLP sindrom merupakan gabungan dari tiga kondisi abnormal tubuh diantaranya hemolisis, peningkatan kadar enzim hati, serta rendahnya jumlah trombosit. HELLP sindrom terjadi pada 1% dari  total kehamilan. Kondisi ini dapat mengancam kesehatan ibu dan kematian bayi jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan saat tanda dan gejalanya mulai dirasakan oleh ibu hamil.   

Diagnosa HELLP sindrom

Sebelum pergi ke dokter dan dilakukan diagnosis, terdapat gejala yang muncul sebagai tanda bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja. Gejala seringkali muncul dengan cepat. Berikut ini gejala yang dirasakan ibu hamil:

  • Kelelahan
  • Pandangan buram
  • Kenaikan berat badan sangat cepat
  • Pembengkakan terutama di bagian wajah dan tangan
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Nyeri perut bagian kanan atas
  • Kejang
  • Mimisan
  • Pendarahan yang sulit berhenti

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu kemudian dilanjutkan serangkaian tes jika memang terdapat dugaan kuat ibu hamil mengalami HELLP sindrom. Jika ibu hamil merasakan nyeri perut, pembesaran hati, dan pembengkakan di bagian tubuh tertentu maka bisa jadi terdapat gangguan hati. Dokter juga akan memeriksa tekanan darah. Berikut ini beberapa tes lain yang akan membantu diagnosis:

  • Tes darah meliputi pengecekan kadar trombosit, enzim di hati, dan jumlah sel darah merah
  • Tes urin untuk mengetahui abnormalitas protein
  • Pemindaian MRI untuk menentukan adanya pendarahan di hati

Perawatan HELLP sindrom

Setelah diagnosis HELLP sindrom ditegakkan, dokter akan memberikan penanganan yang berbeda-beda tergantung tingkat keparahan dan jarak kelahiran bayi. Jika HELLP sindrom bersifat ringan atau jika janin berusia kurang dari 34 minggu, dokter akan merekomendasikan perawatan berikut ini:

  • Transfusi darah untuk mengatasi anemia dan rendahnya kadar trombosit darah
  • Pemberian magnesium sulfat untuk mencegah kejang
  • Pengobatan antihipertensi untuk mengontrol tekanan darah
  • Pengobatan kortikosteroid untuk membantu mematangkan perkembangan paru-paru janin saat kondisi bayi lahir prematur

Persalinan merupakan cara menghentikan perkembangan HELLP sindrom. Meskipun dalam banyak kasus, bayi yang dilahirkan dalam kondisi permatur.

Dokter akan terus memantau sel darah merah, trombosit dan kadar enzim di hati saat dalam masa perawatan. Kondisi janin di rahim juga akan dipantau ketat. Tes prenatal seperti mengevaluasi gerakan, detak jantung, dan aliran darah janin dilakukan. Oleh karena itu, ibu hamil diharuskan dirawat di rumah sakit.

Induksi persalinan juga akan diberikan jika dokter memutuskan melakukan persalinan sesegera mungkin karena kondisi yang mendesak. Cara sesar bisa menjadi pilihan persalinan. Akan tetapi, sesar bisa menyebabkan komplikasi jika ibu hamil memiliki masalah pembekuan darah berkaitan dengan kadar trombosit rendah.

Pencegahan HELLP sindrom

Pada dasarnya, penyebab HELLP sindrom tidak diketahui secara pasti sehingga tidak dapat dicegah. Akan tetapi, penerapan gaya hidup sehat selama kehamilan mampu menurunkan risikonya. Terlebih jika ibu hamil merupakan penderita diabetes dan tekanan darah tinggi.

Jangan lupa untuk selalu berolahraga teratur. Olahraga yang aman bagi ibu hamil diantaranya berenang, yoga, senam khusus ibu hamil, pilates, atau sekadar jalan kaki.

Berikut ini cara terbaik memantau kesehatan tubuh dari gangguan HELLP sindrom:

  • Kunjungi dokter kandungan secara teratur sesuai jadwal
  • Beritahu dokter jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat HELLP sindrom, pre eklampsia, atau tekanan darah tinggi
  • Sadari gejala sedini mungkin dam hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut

Dokter mungkin akan merekomendasikan konsumsi aspirin pada kehamilan selanjutnya jika ibu hamil pernah mengalami pre eklampsia atau HELLP sindrom.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *