Apakah Anak Wajib Pakai Helm saat Naik Sepeda?

Mungkin ada sebagian dari kita yang berpikir kalau helm sepeda anak itu tidak terlalu penting. Alasannya beragam.

Mulai dari yang berpikir kalau sepeda itu kan alat transportasi yang tidak berkecepatan tinggi, beda dengan motor. Jadi kemungkinan kecelakaannya rendah.

Kalaupun ada insiden, paling hanya jatuh biasa dan anak lecet-lecet. Padahal nyatanya, bersepeda tanpa helm sama bahayanya dengan naik motor tanpa helm lho.

Kalau kamu juga punya pemikiran yang sama, berikut beberapa alasan kenapa anak harus selalu memakai helm saat bersepeda!

Helm sepeda anak

Masih banyak yang mengabaikan helm

Melansir Motherly, sebuah penelitian baru mengungkap kalau kurang dari 60 persen orang tua dengan anak usia 4 hingga 13 tahun yang selalu memakai helm saat bersepeda.

Sekitar 18 persen menyebut kalau mereka sama sekali tidak pernah memakaikan helm kepada anaknya. Jadi sekitar 1 dari 5 orang tua tidak pernah memakaikan helm sepeda kepada anak.

Padahal keselamatan saat bersepeda itu sangat penting lho. Apalagi dengan anak-anak yang kemampuan bersepedanya belum mahir.

Kenapa anak harus pakai helm saat naik sepeda?

Penggunaan helm saat bersepeda akan memberikan perlindungan terhadap wajah, kepala, dan pastinya otak saat terjadi kecelakaan.

Berikut beberapa alasan kenapa anak harus selalu mengenakan helm saat bersepeda:

  • Helm efektif mengurangi potensi cedera kepala pada anak-anak yang jatuh atau kecelakaan
  • Mengurangi risiko cedera otak
  • Anak-anak yang masih belajar sepeda butuh helm untuk melindungi mereka saat terjatuh atau adanya insiden
  • Apabila anak-anak yang usianya lebih besar melakukan olahraga sepeda dengan intensitas tinggi maka helm adalah perangkat wajib

Selain itu, jika anak bersepeda di luar maka ada sedikit risiko terjadinya insiden dengan orang atau kendaraan lain. Jadi helm bisa menjadi pelindung apabila terjadi insiden tak diinginkan.

Bagaimana kalau anak menolak pakai helm?

Pasti tidak sedikit anak yang akan merasa risih dan menolak mengenakan helm. Hal ini adalah lumrah, terutama untuk anak yang usianya lebih kecil.

Mereka belum sepenuhnya memahami kepentingan memakai helm untuk perlindungan. Jadi tugas orang tua adalah membimbingnya.

Berikut beberapa tips yang bisa orang tua lakukan kalau anak menolak pakai helm saat naik sepeda?

1. Lakukan edukasi

Sebelum anak mulai belajar naik sepeda, orang tua harus secara aktif memberikan edukasi tentang protokol keamanan saat bersepeda.

Mulai dari penggunaan helm, penggunaan safety gear, hingga aturan berkendara di jalan. Ini akan secara perlahan memberikan pemahaman kepada anak pentingnya keselamatan.

2. Hias helm dengan selera anak

Anak punya karakter superhero favorit? Atau warna favorit? Nah orang tua bisa menghias helm anak dengan berbagai stiker atau hiasan yang sesuai dengan kesenangan anak.

Tapi dalam menambah hiasan perlu diingat, jangan sampai hiasan yang ditambahkan merusak fungsi helm sebagai pelindung ya.

3. Berikan contoh

Anak-anak adalah peniru ulung, maka dari itu orang tua harus aktif memberikan contoh kepada mereka.

Saat orang tua menaiki sepeda atau motor, pastikan selalu memakai helm dan perangkat keselamatan. Dan pastikan anak melihat itu.

4. Pilih helm sepeda anak yang aman dan nyaman

Anak bisa rewel dan menolak memakai helm bisa jadi karena helm tidak pas dan tidak nyaman. Pilih helm yang ringan, berventilasi baik, dan punya straps yang lembut di kulit.

Helm yang pas seharusnya tidak kebesaran atau kekecilan di kepala anak. Selain itu helm juga harus menutupi dahi dan tidak terlalu ke depan atau ke belakang.

Nah itu dia ulasan tentang pentingnya helm sepeda anak. Jadi yuk mulai ajak anak untuk paham keselamatan saat bersepeda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *