Apa Saja Manfaat Glukomanan bagi Kesehatan dan Efek Sampingnya?

Glukomanan merupangan jenis serat pangan larut air yang diambil dari tanaman Amorphophalus konjac. Tanaman ini banyak tumbuh di negara tropis dan subtropis Asia, seperti Jepang, Korea, dan Indonesia. Berkaitan dengan kandungan seratnya, glukomanan sering digunakan sebagai alternatif menurunkan berat badan. Akan tetapi, selain itu terdapat berbagai macam manfaat kesehatan lainnya setelah mengonsumsi glukomanan.  

Manfaat glukomanan

Glukomanan bisa didapatkan dalam bentuk campuran produk minuman atau makanan, seperti pasta dan tepung, namun tersedia juga dalam bentuk serbuk, kapsul, dan tablet. Ketiga bentuk tersebut memiliki dosis dan keakuratan yang berbeda saat dikonsumsi. Berikut ini merupakan manfaat kesehatan yang berkhasiat membantu memperbaiki kondisi penyakit tertentu:

  1. Membantu menurunkan kadar kolesterol

Glukomanan dapat membantu menjaga kadar kolesterol agar tetap terkendali. Sebuah studi menyebutkan, glukomanan menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat atau Low-Density Liporotein (LDL). Akan tetapi, tidak memengaruhi kolesterol baik atau High-Density Lipoprotein (HDL) dan tekanan darah. 

Meskipun demikian, hasil tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti tentang kemampuan glukomanan dalam mengatasi penyakit hiperlipidemia. 

  1. Mengurangi konstipasi

Apabila Anda mengalami konstipasi kronis, glukomanan dapat dijadikan alternatif konsumsi. Cara ini juga aman dilakukan untuk ibu hamil dan anak-anak, namun penggunaannya hanya disarankan untuk jangka waktu pendek. 

Berdasarkan Journal of Family Medicine and Primary Care, glukomanan dapat memperbaiki konstipasi secara signifikan pada ibu hamil dengan cara meningkatkan frekuensi Buang Air Besar (BAB). Tak hanya itu, serat pangan ini juga membuat konsistensi feses menjadi lebih normal. 

Pada penelitian yang sama, glukomanan juga terbukti lebih efektif meringankan konstipasi dibandingkan magnesium hidroksida. Senyawa magnesium hidroksida sering digunakan di sebagai obat konstipasi.  

  1. Membantu menurunkan berat badan

Glukomaman dalam bentuk suplemen berpotensi menurunkan berat badan. Sebuah studi menunjukkan, suplemen glukomanan yang dikonsumsi 2-4 gram sehari mampu menurunkan berat badan pada penderita overweight atau obesitas. Rasa kenyang yang diperoleh dari serat pangan glukomanan membuat seseorang lebih cepat kenyang. Selain itu glukomanan juga rendah kalori. 

Anda perlu ingat, semua jenis bahan pangan atau suplemen yang diklaim mampu menurunkan berat badan tidak bisa menjamin keberhasilan rencana diet Anda. Penurunan berat badan berkaitan dengan banyak faktor, termasuk mengatur pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik dan olahraga rutin, serta menjaga kulaitas dan kuantitas tidur.    

  1. Membantu mengurangi kadar gula darah

Menurut The American Journal Clinical Nutrition, konsumsi glukomanan memengaruhi kadar glukosa darah seseorang. Pasalnya, penderita diabetes mellitus tipe 2 berusaha mengontrol kadar gula darahnya agar dalam batas normal. 

Tak hanya itu, berdasarakan  jurnal yang diterbitkan Universitas Brawijaya, glukomanan sebanyak 0,12 g/kg merupakan dosis optimum yang berperan aktif sebagai alternatif terapi serat tinggi untuk penderita diabetes tipe 1 melalui jalur reseptor insulin.

Efek samping

Suplemen glokomanan cenderung aman dikonsumsi dalam jangka pendek, sedangkan keamanan konsumsi jangka panjangnya belum banyak diketahui. Secara umum, efek samping suplemen glukomanan diantaranya perut kembung, sering bersendawa, sakit perut, dan diare. 

Glukomanan dapat menyerap air sebanyak 50 kali lipat lebih banyak dibandingkan beratnya sendiri sehingga berisiko menyebabkan tersedak atau tersumbatnya esofagus dan saluran pencernaan lain karena berkurangnya volume air. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencukupi kebutuhan air saat mengonsumsi suplemen glukomanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *