Anoreksia, Penyakit Kejiwaan yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Tubuh

Istilah anoreksia tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda, bukan? Anoreksia nervosa adalah suatu penyakit kejiwaan yang cukup berbahaya, terlebih jika tidak diatasi dengan tepat. Kenyataannya, ternyata banyak penderita anoreksia yang bertahan dengan kondisi tersebut dalam waktu yang cukup lama, tanpa mencari bantuan untuk mengatasi kelainan ini.

Berbicara tentang topik anoreksia, sebuah penelitian dari International Journal of Eating Disorders yang meneliti tentang gangguan makan pada para model internasional, menghasilkan sebuah temuan untuk perubahan kebijakan dalam dunia permodelan. Selama ini, diketahui bahwa banyak model yang menderita anoreksia agar berat badan tubuhnya tetap masuk ke dalam standar dunia model.

Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa seseorang menderita anoreksia?

Kurangnya asupan makanan bergizi yang masuk ke dalam tubuh dapat berakibat pada serangkaian perubahan tubuh secara fisik pada seseorang. Efek samping yang mungkin terjadi pada penderita anoreksia, antara lain sembelit, pingsan, pusing, sakit perut, lemah otot, kulit kering, gangguan tidur, bahkan gangguan pada siklus hormon dalam tubuh.

Selain itu, terdapat pula dampak jangka panjang yang mungkin muncul jika anoreksia tidak segera diatasi:

  1. Sebabkan osteoporosis

Kerapuhan tulang atau osteoporosis adalah suatu penyakit yang berdampak pada kurangnya kepadatan tulang. Hal ini akan mengakibatkan penderita anoreksia rentan mengalami patah tulang, terutama pada tulang belakang dan pinggul. Selain itu, ia juga berisiko mengalami nyeri persisten, kelumpuhan, hingga terhentinya pertumbuhan tinggi badan.

  1. Mengganggu fertilitas

Anoreksia dapat berdampak pada siklus menstruasi seorang wanita, bahkan jika tidak diatasi, anoreksia dapat menghentikan siklus menstruasi secara permanen. Walaupun begitu, tetap ada kemungkinan bahwa seorang wanita akan mengalami menstruasi kembali, jika ia mulai menerapkan pola makan yang sehat, sehingga berat badannya pun akan semakin bertambah.

  1. Picu masalah jantung

Tidak adanya asupan makanan mengakibatkan tubuh kekurangan lemak yang berfungsi untuk melindungi jantung. Tidak hanya itu, sirkulasi darah juga akan terganggu, bahkan dapat menghilangkan massa otot, seperti otot jantung.

  1. Merusak fungsi otak

Dalam kasus anoreksia dengan tingkat keparahan yang cukup serius, berpeluang terjadinya kerusakan saraf yang dapat memengaruhi fungsi otak dan bagian tubuh lain. Jika dibiarkan, kerusakan saraf dapat memicu kejang-kejang, kebingungan, bahkan mati rasa.

  1. Anemia

Tidak heran jika penderita anoreksia rentan mengalami anemia yang bersumber dari rasa lapar yang dirasakan. Anemia pernisiosa, masalah darah lain yang cukup serius, dapat muncul akibat kurangnya vitamin B12 dan nutrisi yang diterima oleh tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *