6 Masalah Gigi Pada Anak Yang Bisa Diatasi Di Rs Citra Sari Husada

Menjaga kebersihan gigi harus dibudayakan sejak usia anak-anak. Pasalnya, sejumlah masalah kesehatan gigi dan mulut juga mengintai anak-anak bahkan bayi. Jika Anda menganggap remeh pertumbuhan gigi di masa ini, bersiaplah, masalah gigi dapat mengganggu tumbuh kembang anak Anda. Anda bisa mengatasi permasalahan gigi dan mulut ini di RS Citra Sari Husada.

Pertumbuhan gigi selama masa kanak-kanak dikenal juga dengan istilah gigi susu. Umumnya, gigi susu mulai tumbuh pada usia 6 bulan dan akan lengkap pada usia 2-3 tahun. Namun, masih banyak orang tua menyepelekan dalam merawat gigi susu ini.

Beberapa masalah gigi dan mulut pada anak yang paling sering dialami. 

  1. Gigi tumbuh

Biasanya, pada proses gigi tumbuh anak akan memproduksi banyak air liur. Sudah tentu hal itu  akan merasa tidak nyaman pada bagian gusinya. Dan jika diperhatikan akan terlihat adanya kemerahan dan sedikit bengkak. Pada pertumbuhan gigi susu, tingkah anak yang suka menggigit atau mengunyah benda keras adalah usaha alami untuk membantu jalan keluarnya pertumbuhan gigi. Anak dapat dibantu dengan pereda nyeri apabila ia susah tidur dan tidak mau makan. Namun, untuk pemberian obat apa pun sebaiknya konsultasikan dulu kondisi anak ke dokter.

  1. Sariawan

Ketika belum memiliki gigi susu, anak pasti mengonsumsi makanan lunak atau cair. Ketika anak berlum memiliki gigi, tak jarang orang tua berasumsi bahwa membersihkan rongga mulut anak dirasa tak perlu. Padahal, ini sangat penting karena gusi anak yang rentan dan lidahnya dapat menjadi sarang bakteri atau jamur. Jika ini terjadi, dapat timbul masalah seperti sariawan yang kemunculannya akan sangat mengganggu anak akibat adanya lesi di mulut. Aktivitas anak pun jadi terganggu.

  1. Gigi berlubang

Apabila sejak kecil anak sudah dibiasakan untuk dibersihkan rongga mulut lidah dan giginya, maka sebenarnya tidak ada alasan untuk terjadi lubang gigi, apalagi gigi gerepes. Lubang gigi ini disebut juga dengan karies gigi. Anak kecil memang lebih rentan mengalami gigi berlubang. Dengan hanya mengalami penurunan pH sedikit (6,5) pada mulut, anak dapat mengalami masalah lubang gigi.

  1. Gigi patah

Anda sebagai orang tua pasti tak ingin hal buruk terjadi pada buah hati. Namun, apabila secara tak sengaja anak mengalami patah gigi, segera bawa anak ke dokter gigi. Gigi yang mengalami cedera tersebut biasanya akan diperiksa dengan radiologi. Tujuannya  untuk menentukan posisi patah dari gigi tersebut. Apakah gigi yang patah tersebut sudah mencapai sarafnya atau masih di bagian dentin. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, dokter gigi kemudian dapat menentukan apakah gigi patah tersebut bisa segera ditambal atau dirawat saluran akarnya.

  1. Radang gusi

Radang gusi sering terjadi pada balita yang mengalami kekurangan vitamin C atau perawatan gigi yang buruk. Biasanya radang gusi ditandai dengan adanya gusi berdarah dan sariawan. Untuk mencegah terjadinya kondisi ini, pastikan asupan nutrisi anak tercukupi sekaligus menjaga kebersihan mulutnya. Pada rongga mulut anak juga bisa terbentuk karang gigi. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala dan pembersihan karang gigi juga penting untuk anak.

  1. Susunan gigi tidak rapi

Selain herediter (menurun secara genetik dari orang tua), masalah gigi dengan susunan tidak rapi juga dapat disebabkan apabila ada gigi susu yang tanggal lebih dulu. Ruangan bekas gigi yang dicabut harus tetap dipertahankan untuk tempat pertumbuhan gigi tetapnya nanti. Biasanya, dokter gigi akan membuatkan space maintaner untuk memastikan ruang tersebut terjaga. 

RS Citra Sari Husada memiliki poliklinik gigi sehingga bisa melakukan pengecekan terhadap kesehatan gigi dan mulut Anda dan Si Kecil. Anda bisa membuat janji konsultasi dan cek dengan dokter melalui SehatQ atau pun website resmi RS Citra Sari Husada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *