Yuk, Kenali 12 Indikator Keluarga Sehat Indonesia!

12 Indikator Keluarga Sehat Indonesia terus digalakkan sebagai salah satu rencana dari Pendekatan Keluarga Sehat yang dirancang oleh Kemenkes RI.

Pada tahun 2016, Kemenkes meluncurkan Program Indonesia Sehat yang diturunkan menjadi Pendekatan Keluarga Sehat. Nah, 12 Indikator Keluarga Sehat termasuk di dalam pendekatan tersebut.

Ada beberapa aspek penting kesehatan yang diterjemahkan ke dalam 12 indikator untuk menentukan kesehatan suatu keluarga dan menjaga pola hidup sehat.

12 Indikator Keluarga Sehat ini penting dipenuhi oleh Anda dan keluarga untuk menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit.

12 indikator keluarga sehat Kemenkes RI

Indikator keluarga sehat dirancang dengan menentukan aspek-aspek penting untuk mencapai dan menjaga kesehatan keluarga. Aspek-aspek ini termasuk aspek internal dan aspek eksternal.

Aspek-aspek tersebut kemudian diterjemahkan menjadi 12 indikator keluarga sehat versi Kemenkes RI sebagai berikut:

1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)

Program KB dirintis dalam periode tahun 1950-1966 dan mulai efektif diterapkan sejak tahun 1970-an. Sampai sekarang, Program KB masih dianggap efektif dalam menjaga kesehatan keluarga.

Keluarga Berencana menyuarakan pembatasan dua anak untuk setiap orang tua. Dengan demikian, setiap anak dipastikan mendapat ASI cukup dan pola asuh optimal untuk mencapai perkembangan sehat dan cerdas.

Tidak hanya itu, Program KB juga dapat menurunkan risiko kematian ibu dan bayi dalam proses persalinan tidak terkontrol.

2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan

Proses persalinan ideal dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. Kebijakan ini perlu ditegaskan untuk mengurangi risiko dan komplikasi akibat kehamilan.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kesehatan ibu dan anak pasca-persalinan. Dengan fasilitas kesehatan yang memadai, ibu dan anak dapat menerima perawatan optimal.

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

Kesehatan bayi harus terus dijaga mulai dari kelahiran hingga melewati masa-masa genting beberapa tahun awal. Salah satu cara menjaganya adalah dengan melakukan imunisasi dasar lengkap.

Bayi yang menerima imunisasi ideal dapat mencegah penularan penyakit seperti polio, campak, dan difteri. Orang tua dapat membawa bayi ke Posyandu atau Puskesmas untuk melakukan imunisasi.

4. Pemberian ASI eksklusif untuk bayi

ASI adalah suplai makanan utama bayi yang sebaiknya diberikan secara eksklusif hingga usia 2 tahun. Bayi yang menerima ASI optimal terbukti dapat tumbuh dengan sangat baik.

ASI penting sebagai sumber nutrisi, menjaga imun tubuh bayi, melindungi dari berbagai penyakit, mendukung perkembangan tubuh, dan mengoptimalkan perkembangan otak bayi.

Pemberian ASI eksklusif hingga 2 tahun sangat penting untuk membentuk dan menjaga keluarga sehat.

5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan

Seperti yang dijelaskan di atas, masa-masa perkembangan bayi perlu dipantau secara intens dalam beberapa tahun pertama. Anda dapat menjaga perkembangan anak hingga usia 5 tahun.

Pemantauan pertumbuhan dapat dilakukan dengan menimbang berat badan bayi secara berkala. Pencatatan juga diperlukan untuk membaca grafik perkembangan dan pertumbuhan bayi.

6. Pengobatan sesuai standar untuk penderita TBC

Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu penyakit mematikan yang perlu dicegah sejak dini. Anda perlu mewaspadai gejala-gejala TBC seperti batuk berkepanjangan, nyeri dada, sesak napas, badan lemas, hingga berat badan turun.

Kenali gejala TBC dan lakukan pengobatan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jika memang positif TBC, perlu dilakukan pengobatan secara rutin hingga tuntas sepenuhnya.

Pengobatan TBC harus dilakukan sesuai dengan instruksi dokter, tidak boleh terhenti di tengah-tengah. Jika tidak, penyakit TBC tidak bisa sembuh sepenuhnya dan dapat menular ke orang lain.

7. Pengobatan teratur untuk penderita hipertensi

Hipertensi adalah salah satu penyakit dasar yang dapat menjadi sumber masalah untuk berbagai penyakit lainnya. Karena itu, pencegahan hipertensi sejak dini perlu dilakukan.

Nah yang membuat pencegahan ini lebih tricky adalah karena hipertensi pada umumnya tidak menunjukkan gejala. Sebab itu, penting bagi Anda dan keluarga untuk mengecek tekanan darah secara rutin.

Hipertensi dapat diturunkan secara genetik, juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, dan gaya hidup.

8. Pengobatan dan bantuan untuk penderita gangguan jiwa dan masalah kesehatan mental

Kesehatan mental masih membutuhkan perhatian khusus di Indonesia, terlebih karena masih banyak anggota masyarakat yang memandang sebelah mata pentingnya kesehatan mental.

Mental yang tidak terawat dengan baik dapat menyebabkan gangguan jiwa. Masalahnya, penderita umumnya tidak menyadari bahwa mereka mengalami masalah kejiwaan, bahkan cenderung membantahnya.

Di sinilah pentingnya peran keluarga untuk saling memperhatikan dan menyadari kesulitan anggota keluarga lainnya. Coba dengarkan apa keluh kesah mereka, lakukan pendampingan, dan jangan menghakimi.

Jika sulit melakukannya sendiri, Anda dapat mengajak anggota keluarga tersebut ke psikolog dan mendampinginya.

9. Tidak ada anggota keluarga yang merokok

Kemenkes RI juga memilih program anti-rokok sebagai indikator keluarga sehat. Pasalnya, rokok diyakini membawa bahaya serius bagi kesehatan setiap penggunanya.

Setiap batang rokok menyimpan zat kimia beracun yang sebagian besar bersifat karsinogenik atau penyebab kanker. Asap rokok juga dapat menyebabkan masalah bagi anggota keluarga lain yang tidak merokok.

Rokok lebih berbahaya bagi pasangan yang sedang hamil atau orang tua yang memiliki anak. Anda dapat mencari bantuan profesional untuk merancang program berhenti merokok.

10. Mendaftarkan anggota keluarga menjadi bagian program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

JKN diterjemahkan dalam keikutsertaan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Untuk menjaga dan menjamin kesehatan keluarga, sebaiknya setiap anggota keluarga terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Program JKN dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga pengobatan penyakit.

11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih

Sering dipandang sepele, padahal ketersediaan air bersih adalah salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan keluarga. Air bersih dapat mencegah penularan berbagai penyakit seperti diare, kolera, disentri, tipes, dan lainnya.

Jika Anda tinggal di lokasi dengan kondisi air yang kurang bersih, pastikan melakukan pembersihan secara berkala. Hindari genangan air terlalu lama tanpa perawatan dan penggantian air.

12. Jamban sehat untuk keluarga

Jamban yang sehat juga penting untuk membantu Anda melakukan buang air kecil dan buang air besar. Kebersihan jamban penting untuk mencegah penularan bakteri dan virus.

Pastikan Anda dan keluarga memiliki akses jamban sehat dan lakukan pembersihan secara berkala.

Demikian 12 indikator keluarga sehat versi Kemenkes RI yang perlu diperhatikan oleh setiap keluarga Indonesia. Lakukan bagianmu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *