Bahan Alami yang Cocok Digunakan untuk Kulit Wajah Kering

Bahan Alami yang Cocok Digunakan untuk Kulit Wajah Kering

Banyak faktor yang menyebabkan kulit wajah kering seperti faktor lingkungan, kesalahan penggunaan kosmetik, hingga kondisi akibat penyakit tertentu. Jika dibiarkan terus menerus tanpa perawatan, risiko iritasi dan luka di kulit wajah kering bisa saja terjadi. Selain itu, kulit wajah kering membuat pengaplikasian kosmetik tidak optimal.

Perawatan menggunakan bahan alami bisa menjadi solusi alternatif untuk melembabkan wajah kering. Bahan-bahannya mudah didapatkan serta harganya relatif murah.    

  1. Minyak zaitun

Minyak yang sangat terkenal sebagai bahan pengobatan di wilayah Mediterania ini memiliki banyak khasiat seperti sumber antioksidan, lemak pelarut vitamin A, D, E, dan K, anti-bakteri, serta sebagai pelembab kulit. 

Wajah sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar bebas dari kotoran, lalu oleskan minyak zaitun secara merata. Sebuah studi menyebutkan bahwa penggunaan sunscreen setelah pengaplikasian minyak zaitun akan memaksimalkan efek antioksidan di kulit. 

Masker minyak zaitun bisa dibuat dengan mencampurkan bahan alami lain seperti putih telur, madu, atau oat agar semakin menambah efek lembut dan hidrasi pada wajah.

Anda perlu memilih minyak zaitun dengan kualitas terjamin. Sebab, sebanyak 73% produk extra-virgin olive oil yang terkenal di Amerika Serikat terbukti tidak memenuhi standar. 

  1. Minyak kelapa

Minyak kelapa mampu menghidrasi kulit kering. Sebuah penelitian membandingkan minyak kelapa dengan mineral oil yang biasa digunakan sebagai bahan pelembab. Setelah 2 minggu pemakaian, hasil menunjukkan bahwa minyak kelapa memiliki efektivitas yang sama dengan mineral oil.

Minyak kelapa juga mampu menghaluskan tekstur kulit bersisik dan gatal pada penderita eksim. Menjaga kulit tetap terhidrasi sama dengan menjaga skin barrier sehingga melindungi kulit dari bakteri dan mencegah luka eksim. Pilih minyak kelapa dengan jenis virgin coconut oil untuk perawatan kulit kering

  1. Alpukat

Kandungan vitamin E, potassium, lechitin, dan nutrisi lain pada alpukat dapat melembabkan kulit wajah kering. Lapisan terluar kulit mampu dengan mudah menyerap nutrisi yang terdapat dalam alpukat serta membantu membentuk kulit baru.

Cara penggunaannya cukup mudah, Anda hanya perlu menyiapkan buah alpukat. Lalu ambil dagingnya dan aplikasikan ke wajah dengan cara dipijat. Diamkan selama 15 menit lalu bilas menggunakan air hangat. 

Jika Anda menginginkan kepraktisan, gunakan produk minyak alpukat kemasan sebagai masker dan diamkan selama satu malam. Bilas saat pagi hari. 

Untuk kulit kering dengan tingkat keparahan tinggi, campurkan daging alpukat yang telah dihancurkan dengan minyak zaitun. Aplikasikan ke wajah sebanyak 2 kali sehari. Apabila ingin menambahkan aroma wewangian, bisa juga ditambahkan satu atau dua tetes minyak lavender. 

  1. Madu

Dalam perawatan kulit wajah kering, sebaiknya pilih madu mentah tanpa campuran pemanis ataupun lainnya. Kandungan gula alami yang terdapat pada madu mampu meningkatkan kadar air dalam kulit dan mengurangi efek kering di wajah meskipun setelah dibilas.

Sebelum mengoleskan madu ke wajah, pastikan Anda tidak memiliki riwayat alergi. Biasanya alergi madu disertai dengan indikasi alergi lain seperti alergi serbuk sari, seledri, atau racun lebah. Oleh karena itu, apabila Anda terindikasi salah satu dari ketiga alergi tersebut, bisa jadi Anda juga alergi terhadap madu. Cara praktis untuk menguji kulit terhadap alergi madu yakni dengan mengoleskannya ke bagian tubuh yang jarang terlihat. 

  1. Gel aloe vera

Banyak produk perawatan kecantikan yang menggunakan gel aloe vera sebagai bahan dasarnya. Tak hanya kulit kering, gel aloe vera juga bisa digunakan untuk menghidrasi kulit berminyak. Untuk menjaga kelembaban kulit, sebaiknya oleskan gel aloe vera setelah mandi agar mengunci kadar kelembaban kulit. 

Gel aloe vera dapat dicampur dengan minyak zaitun menjadi masker yang cocok untuk kulit super kering. Diamkan masker selama satu malam dan bilas dengan air maka wajah Anda seketika menjadi lembut dan lembab.

Tips Memilih Perlengkapan Bayi sesuai Kebutuhan

Dalam kehidupan, setiap orang akan menghadapi tantangan, baik yang terduga maupun tidak terduga. Salah satu tantangan yang perlu dihadapi adalah hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga seperti mengurus bayi. Ada banyak hal yang perlu dilakukan jika Anda adalah ibu rumah tangga dan perlu mengurus bayi Anda, salah satunya termasuk menentukan perlengkapan bayi.

Perlengkapan bayi adalah bahan yang esensial bagi bayi agar dapat bertahan hidup. Perlengkapan bayi tidak hanya berupa makanan dan minuman, namun juga bisa berupa alat mandi, tempat tidur, pakaian, dan keperluan lainnya.

Tips Untuk Memilih Perlengkapan Bayi

Jika Anda baru memiliki anak, Anda mungkin akan menghadapi beban pada awalnya. Namun, jika Anda menerima edukasi tentang mengurus anak, Anda akan semakin terbiasa dengan hal tersebut. Selain edukasi, Anda juga perlu menyediakan perlengkapan bayi. Anda sebaiknya tidak sembarang memilih barang tersebut. Untuk mengatasi masalah seperti ini, berikut adalah tips yang sebaiknya Anda lakukan sebelum membeli perlengkapan bayi:

  • Berkonsultasi dengan dokter anak

Ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak untuk mengetahui barang apa yang sebaiknya Anda beli. Selain itu, dokter juga akan membantu Anda memilih produk yang tepat untuk bayi Anda.

  • Mencari sumber yang dapat diandalkan

Jika Anda mencari barang melalui online, Anda sebaiknya lihat ulasan yang ada pada barang yang ditawarkan. Jika ulasannya bagus, Anda bisa membelinya. Akan selalu baik jika Anda memperoleh barang tersebut dari toko-toko resmi, karena toko-toko tersebut memberikan kualitas yang baik.

  • Memilih keperluan dengan cermat

Setidaknya ada dua hal yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum membeli perlengkapan bayi, antara lain harga dan kualitas. Jika ada barang yang sesuai dengan harapan Anda dan memenuhi kriteria tersebut, Anda bisa membelinya.

  • Memilih perlengkapan khusus bayi

Ketika Anda membeli perlengkapan bayi, pastikan Anda tidak salah memilih barang. Anda hanya perlu membeli barang khusus bayi. Sebagian barang seperti sikat gigi terlihat sama, namun dari beberapa sisi seperti ukuran akan membedakannya dengan pilihan yang lain.

  • Pertimbangkan apa yang akan dibeli

Jika Anda memiliki anggaran secara pas-pasan, Anda sebaiknya pertimbangkan barang apa saja yang sebaiknya dibeli dan tidak.

Contoh-Contoh Perlengkapan Bayi

Ada berbagai perlengkapan bayi yang dibutuhkan orang tua. Berikut adalah contoh-contoh perlengkapan yang sebaiknya Anda beli:

  • Pakaian

Pakaian adalah perlengkapan yang sangat dibutuhkan setiap hari. Anda sebaiknya beri pakaian secukupnya jika Anda memiliki anggaran secara pas-pasan. Jika pakaian rusak atau terlalu ketat untuk bayi Anda, Anda perlu segera ganti dengan yang baru.

  • Botol susu

Botol susu adalah perlengkapan lain yang dibutuhkan bayi. Botol susu praktis untuk dibawa ke mana-mana. Kapanpun bayi membutuhkan susu, Anda hanya perlu menyiapkannya.

  • Baby box

Pada dasarnya, baby box adalah tempat tidur bayi yang berada di usia antara 0 hingga 6 bulan. Ketika bayi memasuki usia lebih dari 6 bulan, baby box bisa dijadikan sebagai tempat bermain bayi.

  • Tas bayi

Tas bayi adalah keperluan lain yang menjadi pertimbangan orang tua. Setiap kali bepergian ke suatu tempat, tentunya orang tua akan membawa perlengkapan seperti pakaian cadangan untuk bayi. Tas tersebut akan berguna dalam situasi seperti ini.

  • Kereta bayi

Kereta bayi juga menjadi pertimbangan orang tua ketika ingin mengajak anaknya pergi ke suatu tempat seperti taman. Jika Anda menggunakan kereta bayi dan menaruh anak di benda tersebut, Anda sebaiknya terus awasi anak Anda dan benda tersebut, terutama jika Anda pergi melewati tanjakan, karena kereta bayi bisa terdorong jika tidak dikendalikan dengan baik.

Kesimpulan

Ada banyak perlengkapan bayi yang dijual di pasaran, namun Anda perlu memilih barang tersebut dengan cermat agar dapat memenuhi kebutuhan bayi.

8 Manfaat Polenta, Bubur Jagung Khas Italia yang Bisa Anda Coba

Mungkin hidangan yang satu ini masih asing di telinga Anda. Namanya adalah polenta, sajian khas Italia yang terbuat dari tepung jagung yang direbus. Teksturnya seperti bubur, lembut, dengan rasa creamy nanu gurih lagi lezat.

Anda bisa mengkonsumsi polenta dengan tambahan topping berupa keju, sayuran, atau rempah-rempah lainnya.

Mungkin jika dibanding oatmeal, beras, atau quinoa, polenta jelas kalah populer untuk santapan menu sarapan. Padahal, makanan ini juga menawarkan nutrisi dan manfaat yang tidak kalah banyaknya.

Manfaat Polenta untuk Kesehatan

Jagung memang merupakan salah satu bahan baku makanan yang bisa menjadi pilihan pengganti karbohidrat. Oleh karena itulah, polenta ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi. Apa saja?

  1. Mengandung Tinggi Karbohidrat Kompleks

Jagung yang terkandung di dalam polenta berbeda dengan jagung manis yang biasa kita temukan. Jagung dalam polenta ini lebih tinggi karbohidrat kompleksnya. Mekanan yang mengandung karbohidrat kompleks ini dalam proses perncernaannya lebih pelan sehingga membuat seseorang akan merasa kenyang lebih lama dan memberikan energi.

Mengonsumsi karbohidrat dalam jagung juga dapat mengendalikan kadar gula darah dan insulin. Sebab, karbohidrat dalam jagung mengandung amylose yang dikenal resistant starch.

  • Kaya Antioksidan

Makanan ini juga kaya akan antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif. Kandungan yang menonjol dalam polenta ini salah satunya adalah carotenoids dan phenolic yang membuat jagung berwarna kuning. Carotenoids dan phenolic inilah yang bermanfaat menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, demensia, dan menurunkan risiko penyakit mata akibat penuaan.

  • Baik untuk Kadar Gula Darah

Perlu diketahui bahwa polenta tidak menyebabkan gula darah melonjak drastis karena mengandung indeks glikemik 68. Kandungan glycemic load pada polenta juga tidak terlalu tinggi sehingga gula darah tetap stabil.

Namun, jika Anda menderita diabetes, tetap harus membatasi konsumsi polenta. Penderita diabetes hanya diperbolehkan konsumsi 3/4 porsi saja. Agar lebih sehat dan menyeimbangkan kadar gula, sebaiknya tambahkan sayuran atau daging saat konsumsi polenta.

  • Gluten-free

Menu gluten-free lain yang bisa menjadi pilihan buat Anda adalah polenta. Beberapa produk polenta ada yang diolah bersamaan dengan makanan yang mengandung gluten. Sehingga hal ini akna menyebabkan adanya risiko kontaminasi. Oleh karena itu Anda harus jeli dan teliti membaca label nutrisi pada kemasannya.

  • Mengandung Vitamin A

Polenta juga mengandung vitamin A yang baik bagi sistem kekebalan tubuh. Di mana vitamin A ini akan menjaga epitel atau jaringan tubuh yang melapisi paru-paru, lapisan pembuluh darah, kulit, dan saluran pencernaan.

Fungsi vitamin A ini adalah untuk menjaga epitel dari bakteri atau mikroorganisme lain yang menjadi penyebab penyakit masuk ke tubuh.

  • Rendah Lemak

Polenta memang pada dasarnya adalah makanan yang mengandung rendah lemak dan cenderung aman dikonsumsi untuk orang yang sedang menjalani diet rendah lemak. Akan tetapi, ini akan bergantung pada bagaimana cara Anda mengolah polenta ini. Misalnya dengan tidak menggunakan lemak jenuh tambahan saat mengolahnya. Sebab, ini akan membuat manfaat polenta akan berkurang.

  • Polenta Mengandung Protein

Seperti yang disebutkan bahwa komponen utama dari polenta adalah karbohidrat. Namun, polenta juga mengandung portein, lho. Protein sudah jelas memiliki banyak sekali manfaat dalam proses metabolisme tubuh dan pembentukan struktur dalam tubuh.

Selain itu, protein juga berfungsi membentuk enzim, neurotransmitter, dan hormon, serta mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh.

  • Mengandung Mineral Penting Lain

Perlu diketahui juga bahwa polenta mengandung mineral-mineral penting seperti zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, zinc, hingga natrium. Ada juga vitamin B dan E yang ditemukan dalam jumlah yang kecil dalam polenta. Mineral-mineral esensial ini berguna untuk menjaga kepadatan tulang dna menyeimbangkan kadar cairan tubuh.

Bedanya Dermatitis Kontak Alergi vs Dermatitis Kontak Iritasi

Dermatitis kontak adalah suatu kondisi kulit memerah dan gatal-gatal akibat kontak langsung dengan bahan kimia atau zat alergen tertentu. Meskipun bukan hal yang serius, tapi kondisi ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya. Berdasarkan penyebabnya, dermatitis kontak ada dua jenis, yaitu dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritasi. Untuk mengatasi masalah kulit ini, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab dari munculnya dermatitis kontak yang Anda alami.

Dermatitis kontak iritasi

Dermatitis kontak iritasi sebenarnya lebih sering ditemui dibandingkan dermatitis kontak alergi. Reaksi kulit non-alergi ini terjadi ketika zat merusak lapisan pelindung luar kulit Anda.

Dermatitis kontak iritasi dapat terjadi jika kontak langsung dengan:

  • Bahan kimia yang bersifat asam atau alkali yang dapat membakar kulit, termasuk sabun, deterjen, pelembut kain, pemutih, dan pelarut.
  • Shampo dan pewarna rambut.
  • Penggunaan popok dalam waktu lama.
  • Gulma atau pestisida.
  • Sarung tangan berbahan karet.
  • Zat melalui udara, seperti debu wol dan serbuk gergaji.

Ruam atau reaksi kulit sejenisnya adalah respons terhadap iritasi kulit yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia tersebut. Tingkat keparahan iritasi bergantung pada seberapa banyak dan durasi Anda terkena paparan penyebab iritasi. Selain itu, faktor-faktor yang dapat mempercepat terjadinya reaksi termasuk paparan melalui kulit basah, kulit kering, dan kondisi iklim yang ekstrim.

Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi ketika Anda terkena kontak langsung dengan zat sensitif (alergen) yang dapat memicu reaksi hipersensitivitas di kulit Anda. Biasanya, reaksi hanya terjadi di bagian yang terpapar dengan alergen. Terkadang, zat alergen ini juga bisa masuk ke tubuh Anda melalui makanan, obat-obatan, atau prosedur medis tertentu (dermatitis kontak sistemik).

Munculnya reaksi alergi ini juga dipengaruhi oleh tingkat kekuatan alergen untuk menyerang kulit. Jika alergennya kuat, maka Anda mungkin langsung mengalami gejala dermatitis kontak alergi saat paparan pertama. Namun, jika alergennya lemah, mungkin memerlukan lebih banyak eksposur selama beberapa tahun untuk memicu reaksi alergi.

Agen yang memicu dermatitis kontak alergi, meliputi:

  • Nikel, yang digunakan untuk perhiasan, gesper, dan berbagai item lainnya.
  • Obat-obatan, seperti krim antibiotik dan antihistamin oral.
  • Balsam peru, seperti pada produk parfum, kosmetik, dan obat kumur.
  • Formaldehida, seperti pada pengawet, desinfektan, dan pakaian.
  • Berbagai produk perawatan, seperti deodoran, body wash, pewarna rambut, kosmetik dan cat kuku.
  • Tanaman seperti poison ivy dan mangga, yang mengandung zat alergen urushiol.
  • Zat melalui udara, seperti serbuk sari dan insektisida semprot.
  • Produk yang menyebabkan reaksi ketika berada di bawah sinar matahari (dermatitis kontak fotoalergi), seperti beberapa tabir surya dan obat-obatan oral.
  • Pada anak-anak, bisa juga mengalami dermatitis kontak alergi dari paparan popok, tisu bayi, tabir surya, pakaian dengan kancing atau pewarna, dan sebagainya.

Faktor risiko dermatitis kontak alergi dan iritasi

Orang yang berisiko lebih terkena dermatitis kontak alergi maupun iritasi adalah mereka yang memiliki pekerjaan sebagai:

  • Pegawai perawatan kesehatan dan gigi.
  • Pekerja logam.
  • Pekerja konstruksi.
  • Penata rambut dan ahli kosmetik.
  • Mekanika mobil.
  • Penyelam atau perenang scuba, karena adanya karet pada masker wajah atau kacamata.
  • Pembersih jalanan.
  • Tukang kebun dan pekerja pertanian.
  • Koki dan orang lain yang berhubungan dengan makanan.

Tips mencegah dermatitis kontak alergi dan iritasi

Anda dapat mencegah masalah kulit ini dengan melakukan beberapa tips di bawah ini, seperti:

  • Kenali dan hindari iritan dan alergen Anda.
  • Bersihkan kulit dengan sabun lembut bebas pewangi dan air hangat.
  • Bersihkan pakaian atau barang lain yang mungkin bersentuhan dengan alergen tanaman, seperti poison ivy.
  • Gunakan masker wajah, kacamata, sarung tangan, dan barang pelindung lainnya.
  • Oleskan krim atau gel untuk memberikan lapisan pelindung pada kulit Anda. Misalnya, krim kulit yang mengandung bentoquatam (IvyBlock).
  • Gunakan pelembab secara teratur untuk membantu memulihkan lapisan kulit paling luar dan menjaganya tetap kenyal.
  • Pastikan hewan peliharaan Anda juga dalam keadaan bersih, karena alergen seperti poison ivy dapat menempel pada hewan peliharaan dan menyebar ke manusia.

Dermatitis kontak alergi dan iritasi dapat menyebabkan infeksi jika Anda sering menggaruk area yang terdampak hingga mengalami luka basah dan mengeluarkan cairan. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan yang baik bagi bakteri atau jamur untuk tumbuh dan menginfeksi kulit.

Catatan dari SehatQ

Jika reaksi alergi dan iritasi yang muncul semakin ganas dan parah, maka segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin menyarankan Anda melakukan beberapa pengobatan untuk mengatasi dermatitis kontak alergi atau iritasi yang Anda alami.

Hati-hati, 7 Gejala ini Tandakan Kondisi Amyloidosis

Protein memang dibutuhkan tubuh dan berguna bagi kesehatan berbagai organ. Akan tetapi, penumpukan protein terlalu banyak di dalam tubuh justru bisa berbuah bencana, apalagi jika jenisnya termasuk protein abnormal yang kerap disebut amiloid. Kondisi penumpukan protein abnormal yang berlebihan ini kerap disebut amyloidosis dalam dunia medis.

Penumpukan protein abnormal ini tidak bisa dipandang remeh. Pasalnya, adanya penumpukan amiloid dapat memengaruhi kerja berbagai organ tubuh vital. Bahkan dalam kasus terburuk, organ-organ tempat amiloid menumpuk bisa mengalami kegagalan kerja. Beberapa organ vital yang kerap disambangi kondisi amyloidosis, seperti jantung, ginjal, serta hati.

Risiko terkena amyloidosis memang sulit untuk dihindari. Karena itu, sebaiknya sebelum kondisi penumpukan protein abnormal tersebut membuat organ-organ tubuh menjadi tidak berfungsi, penanganan medis mesti segera dilakukan. Ketika Anda menemui gejala-gejala ini dalam tubuh Anda, artinya sudah tiba waktunya mengonsultasikan diri ke dokter untuk mengecek apakah Anda mengalami penumpukan protein amiloid atau tidak.

  1. Memar Tanpa Sebab

Protein yang terlalu berlebih di dalam sebenarnya bisa dikenali gejala umumnya dari kondisi kulit Anda. Jika kulit Anda kerap mengalami memar tanpa sebab, artinya Anda harus berhati-hati sebab sangat mungkin Anda penumpukan protein abnormal pada tubuh. Umumnya, memar akibat protein berlebih kerap ditemukan di bagian dekat mata ataupun kulit sekitar bagian sendi.

  • Kesemutan

Jangan remehkan kondisi kesemutan sebab bisa jadi hal tersebut menunjukkan kondisi tubuh yang tidak sehat. Apalagi, rata-rata penderita amyloidosis kerap mengalami kesemutan sebagai gejala awal. Kesemutan yang biasanya dirasakan oleh penderita amyloidosis kerap terjadi di bagian ibu jari ataupun jari-jari tangan lainnya.

  • Pembengkakan Kaki

Gejala amyloidosis yang satu ini harus segera disikapi. Apabila Anda terlalu sering mengalami pembengkakan kaki, hampir dapat dipastikan ada masalah terkait jantung ataupun ginjal Anda. Protein abnormal menjadi salah satu sumber masalah di jantung dan ginjal yang jika dibiarkan dapat menjerumuskan Anda dalam kondisi gagal jantung ataupun gagal ginjal.

  • Tekanan Darah Rendah

Bukan hanya tekanan darah tinggi yang mesti diwaspadai. Ketika tekanan darah Anda selalu berada di batas rendah, Anda patut waspada. Masalahnya, salah satu gejala amyloidosis adalah kondisi tekanan darah rendah. Kondisi ini makin harus diwaspadai apabila Anda tadinya memiliki tekanan darah yang cenderung normal atau tinggi, namun mendadak dalam beberapa waktu menjadi memiliki masalah tekanan darah rendah.

  • Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa terjadi karena banyak sebab. Salah satu pemicunya adalah terlalu banyaknya protein yang menumpuk di saluran gastrointestinal. Ketika hal ini terjadi, Anda akan kerap mengalami masalah pencernaan, mulai dari rasa kembung, sembelit, juga diare parah. Tidak ada salahnya segera berobat ke dokter ketika merasa Anda terlalu sering mengalami masalah pencernaan.

  • Sesak Napas

Masalah pernapasan juga bisa menjadi salah satu ciri Anda mengidap amyloidosis. Gejala ini Anda akan alami ketika penumpukan protein abnormal sudah menyerang bagian jantung Anda. Pada saat itu terjadi, Anda akan kerap mengalami sesak napas.

  • Penurunan Berat Badan

Jangan langsung senang ketika berat badan Anda mengalami penurunan drastis, apalagi jika hal tersebut terjadi tanpa sebab. Anda tidak sedang diet atau olahraga ekstem, tetapi tiba-tiba mengalami penurunan berat badan artinya ada masalah di pencernaan Anda. Tidak menutup kemungkinan, saluran pencernaan Anda terkena amyloidosis sehingga mengalami kondisi tersebut.

Menyadari gejala amyloidosis lebih dini akan lebih baik. Dengan demikian, kemungkinan terburuk akibat adanya penumpukan protein abnormal di dalam tubuh yang bisa menyebabkan kegagalan organ vital bisa dicegah. Jadi, berhati-hatilah terhadap gejala aneh sekecil apapun di tubuh Anda.

Cara Menggunakan Kompres Dingin yang Tepat

Kompres dingin adalah kompres yang digunakan untuk mengurangi inflamasi atau peradangan, seperti saat terjadinya pembengkakan atau untuk menghentikan perdarahan. Pasalnya, kompres dingin dapat menghambat sirkulasi darah sehingga dapat meringankan rasa sakit dan memar. Kompres dingin bisa Anda dapatkan di apotek atau supermarket terdekat. Kompresi ini pun bisa Anda buat sendiri di rumah. Caranya dengan membungkus es batu dengan handuk atau membahasi handuk dengan air dingin.

kompres dingin

Kompres dingin dapat digunakan sebagai pertolongan pertama saat terjadi cedera ringan yang terjadi secara tiba-tiba atau akut, seperti keselo atau pun kram otot. Kompres ini dapat dengan efetif digunakan segera setelah cedera terjadi hingga 48 jam kemudian. Kompres dingin juga dapat digunakan untuk meringankan demam, sakit kepala, nyeri ambeien hingga alergi.

Selain itu, kompres dingin juga bisa digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. meskipun demikian, Anda perlu hati-hati saat menggunakannya pada bayi. Pasalnya, suhu dingin mungkin terlalu kuat untuk bayi. Jika ingin menggunakan kompres pada bayi, maka leibh baik gunakan handuk yang sudah dibasahi dengan air deingin bukan es batu.

Setelah membeli atau membuat kompres dingin, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat menggunakannya agar manfaatnya optimal. Pada kondisi cedera akut, gunakan kompres dingin dengan cara berikut ini:

  • Segera istirahatkan area yang mengalami cedera.
  • Gunakan kompres yang mengandung es atau sesuatu yang beku, contoh seperti kemasan ice pack, es batu yang dibungkus kain, atau handuk basah yang dibekukan kemudian dimasukkan ke dalam plastik bersegel.
  • Tempelkan kompres dingin pada area tersebut sesegera mungkin setelah cedera terjadi. Cara ini dapat membantu mengurangi inflamasi, perdarahan, dan memar.
  • Jika bisa, bebat area cedera yang sudah ditempelkan kompres dingin dengan sesuatu yang elastis seperti kain. Bila tidak, biarkan area ini dalam kondisi diam selama beberapa menit namun jangan lebih dari 20 menit. Ganti kompres secara berkala setiap 10-20 menit.
  • Usahakan untuk mengangkat area cedera lebih tinggi dari posisi jantung. Contohnya, bila cedera terjadi di pergelangan kaki, berbaringlah dengan menyangga pergelangan kaki dengan beberapa bantal. Cara ini dapat membantu meringankan bengkak.

Anda juga bisa mengompres dingin sebanyak yang Anda mau dalam 48 hingga 72 jam setelah cedera terjadi. Namun jika kondisi tersebut tidak kunjung membaik dalam 72 jam, Anda disarankan untuk menghubungi dokter. Pada gangguan lain, seperti sakit kepala dan demam, kompres dingin yang digunakan boleh tidak mengandung es. Kain atau handuk yang dicelup air dingin kemudian diperas sudah bisa menjadi kompres dingin. Cara penggunaan kompres dingin pun sedikit berbeda. Anda cukup menempelkan kain atau handuk dingin tersebut di area dahi atau kepala atau area nyeri lainnya, seperti mata bila alergi, area dubur bila ambeien, ataupun area sendi bila nyeri asam urat. Celup kembali handuk ke air dingin dan peras kemudian tempelkan saat kompres tidak terasa dingin lagi. Ulangi terus cara ini hingga kondisi membaik. Dalam menggunakan kompres dingin, ikuti aturan dan petunjuk yang telah disebutkan di atas untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa efek samping

Operasi Stereotactic

Operasi stereotactic merupakan jenis operasi invasif yang menggunakan sistem koordinat 3 dimensi untuk menemukan lesi yang letaknya jauh di dalam jaringan. Operasi tersebut juga dilakukan oleh pasien yang akan melakukan beberapa tindakan seperti ablasi, biopsi, injeksi, dan stimulasi.

operasi stereotactic

Operasi stereotactic juga dapat dilakukan bersama dengan alat-alat bantu berupa rontgen, mammografi, CT scan, dan MRI.

Meskipun operasi stereotactic dapat dilakukan di bagian organ manapun, prosedur tersebut lebih sering dilakukan pada bagian otak, biopsi, dan pembedahan payudara.

Operasi stereotactic tidak memerlukan sayatan, namun operasi tersebut dilakukan dengan cara merusak DNA sel-sel yang ditargetkan. Sel-sel yang ditargetkan akan kehilangan kemampuan untuk bereproduksi sehingga dapat mengecilkan tumor.

Mengapa Perlu Melakukan Operasi Stereotactic?

Operasi stereotactic dilakukan oleh pasien yang mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Tumor otak

Pasien yang mengalami tumor otak yang bersifat kanker (tumor ganas) atau yang tidak bersifat kanker (tumor jinak) dapat melakukan operasi stereotactic.

  • Kanker

Operasi stereotactic juga dapat dilakukan jika pasien mengalami kanker dan telah menyebar ke otak.

  • Malformasi arteri (AVM)

Operasi stereotactic juga dapat dilakukan jika pasien mengalami AVM. AVM merupakan arteri dan vena abnormal pada bagian otak. AVM juga dapat menyebabkan seseorang mengalami perdarahan hingga stroke.

  • Neuralgia trigeminal

Neuralgia trigeminal merupakan gangguan nyeri kronis pada salah satu atau kedua saraf trigeminal. Gangguan saraf tersebut dapat menyebabkan nyeri pada bagian wajah seperti sengatan listrik.

  • Neuroma akustik

Neuroma akustik merupakan tumor non-kanker yang berkembang di bagian keseimbangan utama dan saraf pendengaran dimana gangguan tersebut berasal dari bagian telinga dan mengarah ke otak, kemudian menekan saraf. Hal tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan pendengaran, pusing, dan kehilangan keseimbangan.

Persiapan Sebelum Melakukan Operasi Stereotactic

Jika Anda ingin melakukan operasi stereotactic, Anda perlu melakukan persiapan sebagai berikut:

  • Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman setelah tengah malam dan sebelum melakukan operasi stereotactic.
  • Beritahu dokter jika Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Beritahu dokter jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap kerang atau yodium, karena dapat bereaksi dengan pewarna khusus yang akan digunakan selama operasi stereotactic berlangsung.
  • Beritahu dokter jika Anda memiliki alat medis yang ditanamkan pada tubuh Anda seperti alat pacu jantung.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman.
  • Jangan menggunakan perhiasan seperti perhiasan, lensa kontak, dan cat kuku.

Langkah-Langkah Operasi Stereotactic

Langkah-langkah operasi stereotactic meliputi persiapan, pemindaian, penggunaan dosis, dan tindakan. Berikut adalah penjelasan mengenai langkah-langkah tersebut:

  1. Persiapan

Pasien akan dipasangkan bingkai ringan di kepala untuk menstabilkan kepala mereka. Setelah itu, pasien akan diberi obat bius.

  • Pemindaian

Pasien akan melakukan pemindaian otak untuk menunjukkan letak tumor atau kelainan lain. Alat-alat pemindaian yang dapat digunakan adalah CT scan dan MRI.

  • Penggunaan dosis

Setelah melakukan pemindaian, hasil dari pemindaian tersebut akan dimasukkan ke sistem perencanaan terkomputerisasi untuk menentukan bagian yang tepat, dosis radiasi, dan cara untuk memfokuskan sinar radiasi.

  • Tindakan

Perawatan atau tindakan selama operasi stereotactic dilakukan dengan mesin Gamma Knife atau LINAC.

Hasil Dari Operasi Stereotactic

Setelah melakukan operasi stereotactic, pasien akan menerima hasilnya, namun tergantung pada kondisi yang dialami. Contohnya, jika pasien mengalami AVM, hasil tersebut akan membutuhkan waktu dua tahun atau lebih. Jika pasien mengalami Neuralgia Trigeminal, waktu untuk menghilangkan rasa sakit yang dialami adalah beberapa minggu atau beberapa bulan.

Komplikasi

Tidak hanya memberikan hasil yang berbeda setelah melakukan operasi stereotactic, operasi tersebut juga dapat menyebabkan komplikasi berupa kelelahan, pembengkakan pada bagian otak, kulit kepala mengalami iritasi, dan masalah otak yang dapat muncul kembali.

Kesimpulan Operasi stereotactic merupakan jenis operasi yang dapat dilakukan jika manusia mengalami gangguan yang serius pada otak seperti tumor. Perawatannya juga bervariasi, ada yang menggunakan mesin Gamma Knife, namun ada juga yang menggunakan mesin LINAC. Hasilnya juga akan berbeda bagi setiap orang, ada yang membutuhkan waktu yang singkat, namun ada yang membutuhkan waktu yang lebih lama. Untuk informasi lebih lanjut tentang operasi stereotactic, Anda dapat tanyakan persoalan tersebut kepada dokter.

Mengenal Lebih Jauh tentang Tiga Jenis Kondisi Mata Berdarah

Jika mendengar tentang mata berdarah, hal pertama kali yang mungkin Anda pikirkan adalah gangguan kesehatan yang cukup berbahaya. Kondisi ini ditandai dengan adanya urat-urat merah atau bercak merah yang terlihat jelas di permukaan mata Anda.

Mata berdarah adalah kondisi yang merujuk pada pecahnya pembuluh darah di dalam mata atau kerusakan pembuluh darah, sehingga menimbulkan warna merah pada permukaan mata.

Perlukah mengkhawatirkan kondisi mata berdarah?

Kondisi mata berdarah pada dasarnya termasuk salah satu kondisi masalah kesehatan mata yang cukup sering terjadi. Mungkin tanpa Anda sadari, Anda pernah mengalami mata berdarah, tanpa adanya gejala atau gangguan lain yang signifikan. Kebanyakan kasus mata berdarah dapat sembuh dengan sendirinya dan tergolong tidak membahayakan kesehatan.

Namun, dalam kasus tertentu, terdapat tiga jenis mata berdarah yang perlu Anda waspadai. Lebih jelasnya, mari simak informasi di bawah ini.

  • Hyphema: salah satu jenis mata berdarah yang jarang terjadi. Hyphema disebabkan ketika ada darah yang menumpuk di sekitar bulatan hitam mata (tepatnya di area iris dan pupil). Pendarahan ini kemungkinan besar terjadi karena ada luka pada kornea.

Kondisi ini berbeda dengan mata berdarah jenis pendarahan subconjunctival, yang mana darah pada kondisi hyphema cukup mengganggu penglihatan. Kondisi jenis mata berdarah ini juga disertai dengan rasa nyeri. Jika kondisi ini dibiarkan, maka hyphema dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen. Dalam kasus tertentu, hyphema dapat muncul dalam ukuran kecil yang tidak terlihat kasat mata.

  • Pendarahan subconjunctival: jenis mata darah pendarahan subconjunctival atau subconjunctival hemorrhage tergolong sebagai jenis mata berdarah yang paling umum terjadi. Cirinya, terdapat bercak merah pada bagian putih mata.

Bagian putih yang disebut dengan conjunctival memiliki pembuluh darah halus yang tak kasat mata. Ketika pembuluh darah ini rusak, maka akan terdapat darah yang keluar dan mengakibatkan munculnya bercak merah pada mata.

Kondisi mata berdarah ini tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari ke depan. Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi mata berdarah jenis ini, karena sering kali tidak diikuti dengan rasa sakit.

  • Pendarahan di jaringan dalam: jenis mata berdarah ini merujuk pada kondisi adanya pendarahan pada jaringan dalam yang tidak terlihat dari bagian luar. Kemungkinan besar, pendarahan ini terjadi di bagian dalam atau belakang bola mata. Lokasi yang rawan terkena pendarahan dalam pada mata, yaitu bagian bawah retina, makula (bagian dari retina), dan cairan mata.

Gejala yang perlu diwaspadai dari mata berdarah jaringan dalam, yaitu kaburnya pandangan atau adanya warna kemerahan pada penglihatan, adanya bercak mengambang di penglihatan, melihat cahaya berkedip, sensitif terhadap cahaya, pembengkakan pada mata, dan adanya sensasi seperti tertekan di sekitar bola mata.

Memang, kebanyakan kondisi mata berdarah tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, jika kondisi mata berdarah ini diikuti dengan gejala tertentu, maka Anda perlu untuk memeriksakan kondisi mata Anda segera. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • perih
  • nyeri
  • mata berair
  • adanya perubahan pada penglihatan Anda
  • adanya kilat cahaya atau partikel yang melayang dalam penglihatan Anda.

Apa Fungsi Prosedur Somnoplasty?

Somnoplasty adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) dengan menggunakan teknologi radiofrekuensi untuk mengencangkan bagian belakang langit-langit mulut atau palatum mole dan uvala. Somnoplasty diindikasikan untuk mengatasi mendengkur namun tidak diindikasikan sebagai penanganan utnuk apnea tidur. Dalam pernapasan yang normal, udara akan melewati tenggorokan untuk mencapai paru. Udara akan melewati lidah, palatum mole, uvala, dan tonsil sebelum masuk ke saluran napas bawah.

Uvala sendiri adalah bagian menggantung di bagian belakang tenggorokan yang dapat kita lihat saat kita membuka mulut dengan lebar. Saat seseorang sadar penuh, otot pada bagian belakang tenggorokan akan mengencangkan struktur-struktur pada tenggorokan ini untuk mencegahnya menghalangi jalannya napas. Namun pada kasus tertentu, selama tidur uvala dan palatum mole menjadi kendur sehingga mampu menghalangi jalan napas dan akan bergetar ketika seseorang bernapas. Getaran inilah yang menghasilkan suara mendengkur.

Hal perlu Anda tahu dalam penanganan mendengkur adalah pertama-tama menyingkirkan kemungkinan obstructive sleep apnea (OSA). OSA adalah suatu kondisi yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, stroke, sering mengantung pada siang hari, dan risiko kecelakaan. Orang yang mengalami OSA juga akan mendengkur dalam tidurnya. Namun penting sekali untuk membedakan mendengkur yang dialami murni adalah mendengkur saja atau diakibatkan OSA. Jika seseorang sering mendengkur karena OSA, maka somnoplasty bukanlah pilihan yang tepat.

Somnoplasty dapat dilakukan di poliklinik dan biasanya berlangsung singkat yaitu sekitar 30 menit. Prosedur ini juga hanya memperlukan bius lokal. Tujuan dilakukan somnoplasty diindikasikan untuk mengatasi mendengkur. Namun tidak semua orang perlu menjalani somnoplasty. Dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) akan menentukan apakah somnoplasty merupakan metode yang tepat atau tidak untuk Anda.

Persiapan yang dapat Anda lakukan sebelum menjalani somnoplasty antara lain:

  • Menjalani pemeriksaan medis dengan dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT)
  • Memberitahukan kepada dokter bila Anda mengalami penyakit tertentu dan obat-obatan yang rutin Anda konsumsi. Dokter mungkin menganjurkan Anda untuk menghentikan konsumsi obat pengencer darah selama 10 hari sebelum prosedur untuk mencegah perdarahan saat tindakan.
  • Dokter juga mungkin menganjurkan Anda berhenti merokok sebelum prosedur dilakukan karena merokok akan menyebabkan batuk-batuk yang dapat mengakibatkan perdarahan pada area tindakan
  • Mendiskusikan manfaat dan risiko prosedur dengan dokter

Anda boleh langsung pulang ke rumah setelah prosedur somnoplasty selesai dilakukan. Setelah prosedur, mungkin terjadi pembengkakan pada palatum mole yang membuat Anda mendengkur semakin berat selama beberapa hari pertama setelah prosedur. Untuk mengatasinya, sebaiknya tidur dalam posisi kepala sedikit terangkat menggunakan 2-3 bantal selama beberapa hari setelah prosedur.

Anda mungkin juga mengalami nyeri tenggorokan selama beberapa hari setelah prosedur. Hal ini dapat diatasi dengan sering mengkonsumsi air putih dan mengkonsumsi obat penghilang nyeri. Efek somnoplasty baru dapat dirasakan dalam 1-2 minggu setelah pembengkakan palatum mole berkurang. Anda sebaiknya kembali kontrol ke dokter 7-10 hari setelah prosedur untuk mengevaluasi efek somnoplasty. Bila Anda khawatir akan risiko-risiko setelah melakuan somnoplasty, diskusikanlah terlebih dahulu dengan dokter Anda mengenai manfaat, risiko, dan harapan Anda akan prosedur ini.

Ini Perbedaan Apel Malang dan Apel Fuji

Kalori apel fuji cenderung berbeda-beda tergantung ukurannya

Apel merupakan salah satu buah yang disukai banyak orang, selain karena memiliki rasa yang enak, buah ini juga kaya akan manfaat kesehatan. Berbagai jenis apel, mulai dari apel malang hingga apel fuji memiliki ciri khas dan manfaat masing-masing. Bahkan, dokter menyarankan agar seseorang mengonsumsi buah ini setiap harinya.

Buah apel dikenal memiliki kandungan nutrisi yang melimpah, kandungan yang menguntungkan bagi tubuh manusia. Apel nyaris tak mengandung lemak dan rendah kalori, meski demikian buah ini tetap kaya akan antioksidan, flavonoid, serat, air, vitamin C, pektin dan asam ursolat. Selain itu, buah ini juga mengandung karbohidrat, vvitamin A, vitamin K dan folat.

Beda Apel Malang dan Apel Fuji

Rasa dan bentuknya yang khas juga membuat buah ini menjadi favorit banyak orang di dunia, jenis apel pun sangat beragam mulai dari yang terkenal di Indonesia, apel malang hingga dari luar yakni Fuji Apple. Fuji Apple biasanya berwarna merah muda atau pink yang merata di seluruh bagian buah, sangat menarik untuk coba dinikmati.

Ada pula Golden Apple merupakan jenis apel dengan warna kuning yang berukuran sedang diameter kurang lebih 67 sentimeter, Juliet Organic merupakan varietas apel premoum yang dibudidayakan secara organic berkulit merah dan kekuningan, kemudian Pink Lady Apple berwarna merah mudah dan kemerahan merona dengan perlakuan khusus sejak penanaman sampai pemetikan.

Apel jenis Fuji dan Malang sekilas memang terlihat sama, namun kedua jenis buah apel ini tentu memiliki perbedaan dan karakteristik tersendiri. Kedua jenis apel ini mudah dibedakan secara tampilan yakni melalui warna kulitnya. Fuji Apple memiliki warna merah yang tampak di hampir seluruh permukaan kulitnya.

Apel jenis ini dikembangkan di Jepang sejak era 1930-an dan merupakan hasil seleksi dari persilangan antara Red Delicious dan Ralls Janet, ketika pertama kali diperkenalkan apel ini langsung menjadi favorit dan bahkan populer di Jepang. Tak hanya di negara asalnya, apel ini juga populer di Korea, Cina dan Amerika Serikat.

Cita rasa yang lezat dan kandungan antioksidan tinggi di dalamnya membuat apel ini menjadi salah satu favorit. Sementara apel Malang lebih didominasi warna hijau dengan semburat warna merah di beberapa bagian apel. Jenis yang satu ini didatangkan oleh Belanda di masa penjajahan, tepatnya pada tahun 1962.

Apel Malang merupakan buah dari teknik budidaya menggunakan teknologi yang semakin maju, hasilnya perkembangan dari apel ini semakin pesat dan mulai dikenali pecinta apel dunia dengan sangat mudah. Namun, perlu diketahui satu hal mengenai apel ini karena memiliki kulit yang sedikit tebal dan berbeda dari jenis apel yang lain.

Untuk itu, sebaiknya memotong apel Malang menjadi beberapa bagian sebelum dikonsumsi, tak heran jenis apel ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan masakan ketimbang apel Fuji. Misalnya digunakan untuk membuat apple pie atau sup apel. Terlepas dari perbedaan kedua jenis apel ini, baik Fuji maupun Malang memiliki kandungan yang sangat baik untuk kesehatan.

Salah satunya untuk memelihara kesehatan usus, apel kaya akan serat larut dan tidak larut yang membantu melancarkan buang air besar. Untuk mendapatkan manfaatnya, disarankan untuk mengonsumsi buah dengan kulitnya karena bagian ini banyak mengandung antioksidan dan selain kandungan pektin yang memberi nutrisi bagi bakteri di dalam saluran pencernaan.